<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220</id><updated>2011-12-26T01:03:40.933-08:00</updated><category term='Berponsel Ria selama berkendara'/><title type='text'>Papa Fariz</title><subtitle type='html'>Be Useful, Be Yourself.
U + U = double U alias W.
be Useful + be Urself = Wahyu.
Jadilah dirimu sendiri, 
karena kita diciptakan Allah SWT
dengan keunikan dan potensi kita
masing-masing.
Namun jadikanlah dirimu juga
bermanfaat buat insan lain. 
Karena hidup akan terasa hampa 
apabila kita tidak memberikan 
manfaat untuk siapa-siapa.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>446</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1190543943728459302</id><published>2010-08-17T21:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T21:08:36.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berponsel Ria selama berkendara'/><title type='text'>Bahaya ber-ponsel ria saat naik motor or mobil</title><content type='html'>Naik mobil sambil ber-ponsel ria? Suatu kebiasaan baru yang menjengkelkan apabila sang mobil tersebut&lt;br /&gt;ada di depan kendaraan kita. Fenomena ini sering kita jumpai di berbagai kota besar di dunia, termasuk&lt;br /&gt;di Jakarta. Acap kali di Jakarta, saya kadang dibuat jengkel karena mobil di depan kami tiba-tiba melambat.&lt;br /&gt;Otomatis, tentunya mobil lain di belakangnya jadi ikutan melambat pula. Sedikit banyak, apabila waktu&lt;br /&gt;perlambatan itu diakumulasi, ini juga menjadi salah satu penyebab kemacetan. Berbicara di ponsel saat&lt;br /&gt;berkendaraan memang berbeda dengan bicara dengan orang yang duduk di sebelah kita. Kalau bicara&lt;br /&gt;dengan orang di sebelah, pandangan dan pikiran kita masih bisa terfokus ke jalan selagi memegang kemudi.&lt;br /&gt;Namun bicara via ponsel lain, seringkali pikiran kita malah jadi gak konsen mengemudi. Sama-sama bicara,&lt;br /&gt;namun fokus dan konsentrasi bisa beda, ada yang tau sebabnya? Apakah stir satu tangan dengan tangan&lt;br /&gt;lain mengangkat ponsel, juga bisa dianggap salah satu penyebabnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adakah solusi untuk hal ini? Tentu saja ada. Contoh bagus diterapkan di Singapore. Apabila kita hendak&lt;br /&gt;berponsel sambil berkendaraan, maka kita wajib memakai earphone, sehingga stir masih bisa kita pegang&lt;br /&gt;secara stabil dengan kedua tangan kita. Mau coba ngangkat ponsel selagi nyetir? Silahkan saja, dan kalau&lt;br /&gt;kebetulan kepergok Pak Polisi di negeri Singa ini, "habislah kita". Konon katanya, selain kena tilang yang&lt;br /&gt;nantinya berefek pada pengurangan poin di SIM dan mungkin juga denda uang (CMIIW), handphone kita&lt;br /&gt;pun gak ada nego, bakal disita (confiscated) oleh Pak Polisi. Gak peduli HP kita baru beli dan mahal banget,&lt;br /&gt;pokoknya disita dan gak bakal dikembalikan. Ini cukup membuat efek jera. Mau nyogok Pak Polisi?&lt;br /&gt;Jangan coba-coba, karena hukuman anda akan ditambah dengan tuduhan penyuapan kepada aparat negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bisa kah kira-kira peraturan dengan efek jera diterapkan di Indonesia? Sebenarnya bisa, dan banyak yang&lt;br /&gt;aturannya sudah ada. Namun sayangnya penegakannya masih lemah. Pak Polisi pun banyak yang ngincer&lt;br /&gt;nego di jalan, karena ini bakal jadi tambahan nafkah buat mereka. Gak salah, institusi kepolisian ditempatkan&lt;br /&gt;sebagai lembaga terkorup oleh salah satu LSM, selama 3 tahun berturut-turut di atas Parpol, DPR dan&lt;br /&gt;Pengadilan. Orang kita pun banyak yang mau cari gampang. Yang penting cepat selesai dan beres, apalagi&lt;br /&gt;ongkos nyogok lebih murah dari penalti yang sebenarnya. Perkara apakah ini menyuburkan KKN, banyak&lt;br /&gt;yang gak peduli. Pemberantasan KKN padahal seyogyanya selain dengan penegakan hukum juga harus&lt;br /&gt;ditunjang oleh kemauan kita untuk menolak "memasarkan dan membesarkan KKN". Susah juga jadinya.&lt;br /&gt;86 aja deh, 86, lagi sibuk dan buru-buru nih Pak. Pak Polisi pun ngerti, karena 86 itu berarti damai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang kadang bikin saya cukup tercengang di Jakarta. Kalau untuk pengemudi mobil,&lt;br /&gt;compulsory dari pemakaian earphone bisa menjadi solusinya, bagaimana dengan pengendara sepeda motor.&lt;br /&gt;Yang bikin saya kagum dan shock, orang kita banyak yang berakrobat, sambil ngebut naik motor dengan&lt;br /&gt;satu tangan, mereka berponsel ria dengan tangan yang lain. Ck, ck, hebat banget brur. Valentino Rossi&lt;br /&gt;juga kalah kayaknya. Kenapa yah mereka gak berhenti sejenak, lalu berponsel ria, atau kalau waktu&lt;br /&gt;berponsel bakal panjang, bisa bilang, nanti tolong telpon lagi, ini lagi naik motor di jalan. Kenapa gak&lt;br /&gt;terpikir seperti itu? Apakah harus nunggu jatuh dan celaka dulu, lantas baru nyadar? Ini mungkin karena&lt;br /&gt;pemikiran kita yang maunya semua serba gampang dan instant sehingga malas berpikir dan menelaah&lt;br /&gt;apakah yang kita lakukan baik atau gak, apakah kita mau mencegah sesuatu yang buruk atau gak. Biasanya&lt;br /&gt;setelah kejadian barulah menyesal, padahal nenek kita sudah berpesan "Sesal Kemudian Tiada Berguna".&lt;br /&gt;Yang hebat lagi, naik motor, tangan yang satu megang ponsel, tangan yang satunya lagi megang rokok.&lt;br /&gt;Hebat abiss, ngebut sambil ngerokok dan berponsel ria. Kira-kira sudah ada kasus atau belum yahh,&lt;br /&gt;kecelakaan akibat berponsel saat naik motor ataupun mobil?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah, kebiasaan kecil yang kadang mengganggu, walau sebenarnya kebiasaan kecil itu sejatinya&lt;br /&gt;adalah cerminan dari diri dan kepribadian kita. Kira-kira apa yah solusinya? Untuk orang negeri tropis,&lt;br /&gt;yang sifatnya santai dan malas, stiff punishment adalah jawabannya. Namun kalau penegak hukumnya&lt;br /&gt;juga main mata dan gak konsisten, otomatis stiff punishment ya gak jalan. Dan sialnya orang kita pun&lt;br /&gt;memang udah tuman, dan selalu mau enaknya karena sudah bawaan lahir. Pengendara motor disuruh&lt;br /&gt;di lajur kiri, nyatanya cuma dituruti seminggu saja, setelah itu balik lagi. Kaki Lima dibersihkan, eee besok&lt;br /&gt;datang lagi. Yang adu kebut dirazia, besoknya nongol lagi. Capek deh Pak Polisi, emang kerjaan mereka&lt;br /&gt;cuma ngurusin itu doang. That's why penegakan hukum haruslah diikuti oleh kesadaran dan kedisiplinan&lt;br /&gt;kita. Dan ini larinya, balik lagi, ke masalah pendidikan dan pembinaan mental kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1190543943728459302?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1190543943728459302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1190543943728459302' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1190543943728459302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1190543943728459302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/08/bahaya-ber-ponsel-ria-saat-naik-motor.html' title='Bahaya ber-ponsel ria saat naik motor or mobil'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1111053681018946548</id><published>2010-01-11T06:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T06:12:24.262-08:00</updated><title type='text'>Ngawurnya mereka</title><content type='html'>Posted: 24 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman dari seorang teman tentang sedikit dari kutipan pendapat Ulil dan Sumanto. Masya Allah, Na'udzubillah min Dzalik. Beberapa tahun lalu saya pernah jalan bareng dengan beliau berdua yang kebetulan datang ke sini. Kasian dikasih tempat nginep di Hotel 81 Geylang euiy. Sebagai teman jalan, asyik-asyik aja, meski secara pemikiran saya bersebrangan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, gimana yahh. Pada akhirnya saya nangkap kesan, pesan sponsor begitu kuat di belakang mereka. Ya, mereka manusia biasa  yang perlu makan dan survive juga. Sedang di sisi lain, gak ada makan siang yang gratis. Keduanya bergerak di LSM yang penuh  kucuran uang dari sana. Siapa sih yang mau distop kucurannya. Gitu kali yah kesimpulan akhirnya. Saya gak percaya kalau mereka  beralasan ingin memperbarui agama semata, tentunya ada agenda dan pihak di belakang mereka. Gak pengen menuding, ini cuma kesan saya pribadi saja, karena dulu adalah suatu hal yang rasanya gak masuk akal gimana mungkin orang mau "menggadaikan" dan mengacak-acak agamanya sendiri. Ataukah ini buah pemikiran idealisme dan ide brilyan mereka untuk menafsirkan lagi "secara lebih benar" tentang agama itu, terlepas dari masalah uang? Tapi tega sekali pendapat mereka terhadap Al Qur'an. Malah jadi kasian dengan mereka, gimana nanti pertanggungjawabannya kepada Allah di alam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesungguhnya, orang pinter nyeleneh bukanlah hal yang asing. Seorang sohib sewaktu buka puasa di Bedok dulu pernah bercerita bahwa gak sedikit dari temannya yang mengkaji Al Qur'an, justru malah menjadi atheis. Di kalangan ilmuwan juga sama, yang atheis gak sedikit bahkan tak jarang malah alergi dengan yang namanya agama. Secara keilmuwan, di abad pertengahan dulu, terjadi pertentangan antara ilmuwan dan gereja. Gereja keukeuh dengan paham Geosentris, sedangkan ilmuwan berpendapat bahwa bumi mengitari matahari. Hasil akhirnya kita tau bumi memang berotasi dan berevolusi. Gimana mungkin agama bisa berbeda dengan kenyataan? Itu berarti bahwa agama itu salah. Itulah salah satu contoh salahnya agama mereka, dan sayangnya mereka gak kenal Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian realitanya. Adakah paham nyeleneh itu boleh dibiarkan dengan alasan perdamaian dan kebebasan serta demokrasi. Hati yang menentang, justru nanti dicap fundamentalis dan ekstrimis, bahkan teroris. Nah lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar." (Ulil Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kelak di akhirat, pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan, mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Sambil menunjukkan surga-Nya yang Mahaluas, di sana ternyata telah menunggu banyak orang, antara lain; Jesus, Muhammad, Sahabat Umar, Gandhi, Luther, Abu Nawas, Romo Mangun, Bunda Teresa, Udin, Baharudin Lopa, dan Munir!" (Sumanto Al-Qurtuby, dari buku Lubang Hitam Agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. "Bahkan sesungguhnya hakekat Al-Qur'an bukanlah 'teks verbal' yang terdiri atas 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan-gumpalan gagasan." (hal. 42)  b.. "Al-Qur'an bagi saya hanyalah berisi semacam 'spirit ketuhanan' yang kemudian dirumuskan redaksinya oleh Nabi." (hal. 42)  c.. "Seandainya (sekali lagi seandainya) Pak Harto berkuasa ratusan tahun, saya yakin Pancasila ini bisa menyaingi Al-Qur'an dalam hal 'keangkeran' tentunya." (hal. 64)  d.. "Di sinilah maka tidak terlalu meleset jika dikatakan, Al-Qur'an, dalam batas tertentu, adalah "perangkap" yang dipasang bangsa Quraisy (a trap of Quraisy)." (hal. 65)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1111053681018946548?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1111053681018946548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1111053681018946548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1111053681018946548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1111053681018946548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/ngawurnya-mereka.html' title='Ngawurnya mereka'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-46147273936400472</id><published>2010-01-11T06:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T06:09:16.100-08:00</updated><title type='text'>Mengucapkan Selamat Natal itu boleh, yang tidak boleh merayakannya</title><content type='html'>Posted: 24 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7a22125340-mengucapkan-selamat-natal-dan-hari-raya-agama-lain.htm&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengucapkan Selamat Natal itu boleh, yang tidak diperbolehkan adalah merayakannya secara bersama. Karena hal itu sudah menyangkut hal ritual, sedangkan hukum masalah akidah yang terkait adalah tegas. Demikian kutipan dari situs Era Muslim. Salah satu yang berpendapat demikian adalah ustadz Yusuf Qardhawi. Setiap tahun di sebagian kalangan Muslim, terjadi perdebatan mengenai ucapan selamat ini. Fatwa MUI pada tahun 1980-an ternyata hanya mengacu kepada pengharaman perayaan Natal bersama dan bukan kepada memberikan ucapan selamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Era Muslim hanyalah satu referensi saja. Barangkali ada referensi lain yang justru berkebalikan isinya, atau malahan memperkuat referensi Era Muslim ini? Tapi bagaimana dengan acara-acara TV, di mall-mall dll yang marak ketika Natal? Apakah itu bisa dikategorikan perayaan secara bersama?  Moga-moga bukan bahasan basi, karena tiap tahun mesti terulang kontroversi ini tanpa ada pencerahannya. Semoga tidak menjadi polemik yang tak berujung. Wallahu 'alam bissawab. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb., &lt;br /&gt;Pak ustadz yth, sebagaimana kita ketahui bahwa ada beberapa di antara kita tinggal dalam lingkungan yang majemuk terutama dengan agama/kepercayaan lain.&lt;br /&gt;Pada saat Idul Fitri mereka mengucapkan selamat hari raya pada kita namun bolehkah apabila pada hari raya mereka kita juga melakukan hal yang sama?&lt;br /&gt;Kalau tak salah dalam Perjanjian Lama pd Surat Paulus II atau Yohanes II (saya lupa) ada ajaran nasrani yang melarang mengucapkan salam pd agama lain. Benarkah demikian mohon penjelasan lebih lanjut dan terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr. Wb.&lt;br /&gt;Denmas&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;br /&gt;Di masa lalu umat Islam jauh lebih kuat dan besar dari umat Kristiani. Bahkan tempat-tempat bersejarah yang dianggap sebagai tempat lahirnya nabi Isa sejak masa khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhusudah berada di tangan umat Islam bahkan hingga pertengahan abad 20.&lt;br /&gt;Sebaliknya, umat kristiani tidak pernah lebih besar dari umat Islam. Kemajuan barat di dua abad terakhir ini tidak bisa diklaim sebagai prestasi agama kristen, bahkan justru sebaliknya. Barat bisa maju peradabannya ketika mereka terbebas dari kungkungan gereja.&lt;br /&gt;Maka sepanjang 14 abad, pandangan muslim kepada pemeluk agama nasrani agak berbeda dengan di masa sekarang ini. Di masa kejayaan umat Islam, umat nasrani dipandang sebagai umat yang minoritas, lemah, tak berdaya dan perlu dikasihani.&lt;br /&gt;Bahkan di Eropa yang sebagiannya dikuasai umat Islam saat itu, begitu banyak pemeluk kristiani yang dilindungi dan disubsidi oleh pemerintah Islam.&lt;br /&gt;Pandangan ini kemudian berubah ketika Barat mengekspansi negeri-negeri muslim di bawahbendera salib. Dan kekuatan salib berhasil menyelinap di balik misi ipmerialisme yang tujuannya Gold, Gospel and Glory. Gospel adalah penyebaran agama kristiani ke dunia Islam.&lt;br /&gt;Sejak saat itulah gambaran umat kristiani berubah dalam perspektif umat Islam. Yang tadinya dianggap umat yang lemah dan perlu dikasihani, tiba-tiba berubah menjadi agresor, penindas, penjajah dan perusak akidah.&lt;br /&gt;Di masa kekuasaan Islam, ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi untuk menyayangi dan berempati kepada pemeluk nasrani kelihatan lebih sesuai dengan konteksnya. Misalnya ayat berikut ini:&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. (QS. Al-Maidah: 82)&lt;br /&gt;Al-Quran menggambarkan bahwa orang-orang nasrani adalah orang yang paling dekat persahabatannya dengan umat Islam. Sebab mereka masih mengakui Allah SWT sebagai Allah, juga mengakui keberadaan banyak nabi dan malaikat. Mereka juga percaya adanya kehidupan sesudah kematian (akhirat).&lt;br /&gt;Apalagi di masa kejayaan Islam, umat nasrani sangat sedikit, lemah dan tertindas. Maka di berbagai pusat peradaban Islam, umat nasrani justru disebut dengan zimmy. Artinya adalah orang-orang yang dilindungi oleh umat Islam. Nyawa, harta, keluarga dan hak-hak mereka dijamin oleh pemerintah Islam.&lt;br /&gt;Bahkan suasana itu juga terasa cocok dengan ayat Allah SWT yang lain lagi, yaitu tentang halalnya sembelihan mereka dan dinikahinya wanita ahli kitab oleh laki-laki muslim.&lt;br /&gt;Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu(QS. Al-Maidah: 5)&lt;br /&gt;Umat Islam mengizinkan mereka mendirikan geraja dan haram hukumnya untuk mengusik ibadah mereka. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi bahwa mempersilahkan umat kristiani untuk merayakan misa natal di tempat-tempat yang dianggap bersejarah.&lt;br /&gt;Semua itu adalah gambaran suasana kerukunan umat beragama yang sesungguhnya, hasil dari kemajuan peradaban Islam.&lt;br /&gt;Hubungan Islam Nasrani di Zaman Kolonialisme&lt;br /&gt;Tetapi semua itu menjadi hancur berantakan gara-gara kolonialisme. Keserasian umat Islam dengan pemeluk nasrani berubah menjadi perang tiada habisnya. Darah para syuhada membasahi bumi Islam tatkala umat kristiani membonceng mesin perang Barat menjajah negeri, merampas harta benda, membunuh muslim dan membumi hangus peradaban.&lt;br /&gt;Umat kristiani yang tadinya umat lemah tak berdaya dan dilindungi, tiba-tiba berubah menjadi kekuatan yang congkak dan berbalik menjadi penindas umat Islam. Khilafah Islamiyah yang menyatukan umat Islam sedunia dicabik-cabik dan dibelah menjadi puluhan negara jajahan.&lt;br /&gt;Akibat dari kolonilisme itu, pandangan umat Islam terhadap bangsa kristiani pun mulai mengalami pergeseran. Yang tadinya lebih banyak menyebut ayat-ayat tentang kedekatan antara dua agama, sekarang yang lebih terasa justru ayat-ayat yang mempertentangkan keduanya.&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah: 120)&lt;br /&gt;Juga ayat ini:&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (QS. Ali Imran: 100)&lt;br /&gt;Maka umat Islam berperang melawan nasrani dan menolak bila negerinya dipimpin oleh mereka.&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah: 51)&lt;br /&gt;Imbas Kepada Hukum Memberi Ucapan Selamat Natal&lt;br /&gt;Melihat realitas di atas, maka di dalam tubuh umat Islam berkembang dua cara pandang yang berbeda.&lt;br /&gt;Di satu sisi, ada kalanganyang menganggap bahwa nasrani itu bukan musuh, tidak boleh dibunuh atau diperangi. Justru harus dianggap sebagai komunitas yang harus ditolong. Kepada mereka tidak dipaksakan untuk memeluk Islam. Bahkan tidak terlarang untuk hidup berdampingan, saling tolong dan saling hormat, sampai saling memberi tahni'ah (congratulation) kepada masing-masing kepercayaan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada kalangan yang tetap berprinsip bahwa nasrani adalah umat yang harus dimusuhi, diperangi dan tidak bisa dipercaya. Maka kecenderungannya dalam fatwa yang berkembang adalah haram untuk saling mengucapkan tahni'ah di hari raya masing-masing.&lt;br /&gt;Untuk lebih tegasnya bagaimana perbedaan pandangan itu, kami kutipkan fatwa-fatwa dari berbagai ulama terkemuka.&lt;br /&gt;Fatwa Haram Ibnul Qayyim  Pendapat anda yang mengharamkan ucapan selamat natal difatwakan oleh Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah. Beliau pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang kafir hukumnya haram.&lt;br /&gt;Dalam kitabnya 'Ahkâm Ahl adz-Dzimmah', beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Alasannya karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).&lt;br /&gt;Di negeri kita, tidak sedikit umat Islam yang mengharamkan ucapan selamat natal ini.&lt;br /&gt;Fatwa Yang Membolehkan&lt;br /&gt;Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.&lt;br /&gt;Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.&lt;br /&gt;Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal  Satu yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa MUI tidak pernah berfatwa yang mengharamkan ucapan selamat natal. Yang ada hanyalah fatwa haramnya melakukan natal bersama.&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa:perayaan natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram&lt;br /&gt;Hal ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.&lt;br /&gt;"Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam, " katanya.&lt;br /&gt;Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, "Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani."&lt;br /&gt;Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi  Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni'ah saat perayaan agama lainnya.&lt;br /&gt;Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni'ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين&lt;br /&gt;Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)&lt;br /&gt;Kebolehan memberikan tahni'ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni'ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.&lt;br /&gt;وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها&lt;br /&gt;Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa': 86)&lt;br /&gt;Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.&lt;br /&gt;Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa', menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.&lt;br /&gt;Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.&lt;br /&gt;Sehingga menurut beliau, ucapan tahni'ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.&lt;br /&gt;Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni'ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.&lt;br /&gt;Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni'ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar.&lt;br /&gt;Majelis Fatwa dan Riset Eropa  Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa' dalam hal kebolehan mengucapkan tahni'ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.&lt;br /&gt;Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said  Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni'ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni'ah yang halal dan ada yang haram.&lt;br /&gt;Tahni'ah yang halal adalah tahni'ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.&lt;br /&gt;Sedangkan tahni'ah yang haram adalah tahni'ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga." Sedangkan ucapan yang halal seperti, "Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda."&lt;br /&gt;Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.&lt;br /&gt;25 Desember Bukan Hari Lahir Nabi Isa  Lepas dari perdebatan seputar fatwa haramnya mengucapkan selamat natal, ada masalah yang lebih penting lagi. Yaitu kesepakatan para ahli sejarah bahwa Nabi Isa sendiri tidak lahir di tanggal tersebut.&lt;br /&gt;Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya.&lt;br /&gt;Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.&lt;br /&gt;Jadi kalau pun ada sebagain kalangan yang tidak mengharamkan ucapan selamat natal, ketika diucapkan pada even natal, ucapan itu mengandung sebuah kesalahan ilmiyah yang fatal.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-46147273936400472?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/46147273936400472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=46147273936400472' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/46147273936400472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/46147273936400472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/mengucapkan-selamat-natal-itu-boleh.html' title='Mengucapkan Selamat Natal itu boleh, yang tidak boleh merayakannya'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1355125454192803755</id><published>2010-01-11T06:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T06:05:27.176-08:00</updated><title type='text'>JORR, bayar 6 ribu, jauh dekat</title><content type='html'>Posted: 24 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau pakai jalan tol yah bayar. Yang gak mau bayar ya jangan pakai jalan tol. Salah sendiri kenapa jalan tol dijadikan jalan alternatif dan bukan buat perjalanan jarak jauh. Gitu kata Bang Yos. Hidup Bang Yos. Gitu Aja Kok Repot. Lagipula orang Pondok Indah, Bintaro dan BSD itu kaya-kaya. Ngapain sih 6000 perak aja diributin. Kalo belanja mahal-mahal, makanan di resto mahal, entertaintment orang berjuta-juta aja gak pusing. Mobilnya aje banyak yang BMW, Mercy, Jaguar dll yang milyaran hargenye.  Gak kuat bayar tol gitu? Ridiculous aje, pade blingsatan cuma gara-gara 6 ribu perak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bokis kalo harga barang harus naik gara-gara naiknya tarif tol. Dimana itungannya. Tarif per km jalan tol kita cuma 600-1900 perak, termasuk yang termurah di dunia. Pemerintah mau memperbaiki kualitas jalan tol dan membangun yang baru, tapi gak punya duit. Salah satu sumber dananya adalah dari tarif tol. Siapa lagi yang mau bayar kalo bukan pemakainya. Yang salah kalo duit tarif tol itu masuk kantong para perampok uang negara di Jasa Marga dll. Sehingga jalan tol gak berkualitas dan susah terawat. Ini yang harus diberantas, bukan tarif tolnya. Yang sakit mata dan kupingnya kok, malah kaki yang dipijet yah. Salah tempat ngebetulinnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Jakarta gak sedikit yang punya mobil banyak dalam 1 rumah. Suatu hal yang sulit ditemui di Jepang dan Singapore. Alat transportasi buruk memang bisa jadi alasan, tapi gak selamanya gitu. Harusnya pajak untuk 2nd and 3rd car ditinggikan. Tapi orang kita pada licik, nanti mobilnya atas nama orang lain, jadinya gak kena pajak juga akhirnya. Demi menekan macet, diterapkan 3 in one. Halah bayar aja jokinya 10 ribu, apa susahnya sih. Lantas ada rencana penerapan hari untuk plat number ganjil, dan hari lainnya untuk yang nomor genap. Kayak di Beijing, dan di sana sukses diterapkan. Di kita? He he, bikin aja 2 plat nomor ganjil dan genap, apa susahnya? &lt;br /&gt;Emang polisi bakal ngecek gitu? Kalo ke gap, bilang aja 8 enam, dan kasih duit warna merah. Beres deh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di kita peraturan memang terlahir untuk diakali. Di kita, banyak hal yang gak perlu diributin. Tarif jalan tol yang sudah sepatutnya disokong malah diributin, tapi budget gak jelas lain malah dibiarkan. Sama kayak anggota DPR. Selalu ngeributin Pemerintah punya rencana dan anggaran ini itu secara berlebihan. Tapi kok melempem saat ada kontroversi kenaikan gaji mereka? Konon katanya banyak yang pake aji mumpung sekaligus tukang tembak proyek. Ini banyak terjadi pada pejabat eksekutif maupun legislatif dan juga yudikatif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Payah ini pada bokis dan egois. Biarin aja negara miskin, Emang Gue Pikirin, yang penting kan kantong gue tebel dan foya-foya, gitu kali yah kata mereka. Kalo itu karena kerja keras dan kepandaian mereka, EGP deh dan mereka berhak untuk itu. Tapi kalo karena hasil KKN, nah ini biang kerusakan negara. Capeek deeehh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1355125454192803755?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1355125454192803755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1355125454192803755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1355125454192803755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1355125454192803755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/jorr-bayar-6-ribu-jauh-dekat.html' title='JORR, bayar 6 ribu, jauh dekat'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8831155963884531306</id><published>2010-01-11T05:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T06:00:00.729-08:00</updated><title type='text'>Harga naik dimana-mana</title><content type='html'>Posted: 23 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Food Stall Nasi Padang di dekat kantor baru buka kemarin. Penjualnya ikut-ikutan libur panjang kayak di Indonesia. Kadang pagi saya suka makan mie atau soto di situ. Gak nyangka pas kemarin bayar S$ 2 seperti biasanya, ternyata kurang. Harganya dah berubah Mas, sekarang jadi S$ 2.50 per porsi, katanya. Nyoba juga beli cemilan yang biasa S$ 1.00 dapat 3 biji. Lagi-lagi, ternyata harganya udah berubah jadi S$ 1.40 tuk 3 biji. Wahh naik semua yah? Gak tau cuma di stall ini saja ataupun di stall sejenis di tempat lain. S$ 0.50 memang cincai, tapi kalo dilihat dari persentasi lumayan gede juga, yakni 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana dengan barang-barang di sini serta makanan dan masakan pada umumnya? Adakah kenaikan yang lumayan akhir-akhir ini? Saya sendiri biasanya kalo belanja di supermarket biasanya gak pernah ngecek harga. Ambil, kumpulin dan bayar aja, males ngecek satu-satu. Maklum kalaupun naik sen-sen an saja, yang meskipun dirupiahkan sebenarnya lumayan gede. Kalo di Jakarta, harga naik berasa banget. Karena satuan uangnya udah ribuan. Udah gitu kalo naikin harga gak kira-kira. Pernah waktu itu beli kulkas di Carrefour. Kata penjaganya beli sekarang aja Mas, jangan deket-deket lebaran. Akhirnya saya beli deh. Bener juga, pas deket-deket lebaran, harganya udah naik 10-15%. Gile aje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi curiga jangan-jangan kalau pada ngadain SALE Lebaran, apa pada naikin harga duluan gitu yah? Maksudnya naikin dulu 40%, terus bilang kasih diskon 30%. Kan sebenarnya mereka tetap untung 10%. Ada yang pernah ngecek gak? Biasanya kalo mengacu kepada hukum ekonomi biasa, permintaan naik, maka harga pun naik. Tapi pas lebaran malah banyak sale. Profit berkurang itu gak papa, yang penting  omzetnya gede, ataukah emang sebenarnya pada naikin harga duluan yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kalo di Singapore, ada yang namanya GST, yang besarnya 7%. Untung barang-barang kecil dan murah, biasanya harga inclusive GST. Di Jepang, shohizei alias pajak konsumsi itu besarnya 5%. Semuanya jelas aturannya dan tertera. Tapi di Jakarta, saya gak pernah tau berapa pajak barang. Cuma yang bikin sebel harga barang beda-beda di beragam tempat. Syukurlah Carrefour ada kompetitornya, hingga harganya bisa dibandingkan. Walau sebenarnya harga di supermarket itu jauh lebih mahal daripada harga di pasar tradisional, namun orang banyak yang pilih supermarket, karena kondisinya yang bersih, plus bisa one stop shopping, sekaligus gengsi juga. Berapa yah pajaknya? Yang saya tau, pajak konsumsi adalah 10%, sebab itu ditambahkan langsung kalo pas kita beli makanan di resto atau food stall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, gak di sini dan gak di sana, harga pada naik. Minyak juga naik, lalu beras naik, dan semua naik. Cuma gaji aja yang naiknya lambat dan belum tentu sebanding dengan laju inflasi. Padahal kalo kenaikan gaji di bawah laju inflasi, itu berarti kita yang tekor. Singapore walaupun barang harganya naik, entah kenapa gak terasa gede, mungkin karena satuannya sen atau few dollars, serta masih bisa di absorb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo di Jakarta, banyak juga pedagang yang kejem naikin harga gak pakai otak, bahkan sampai beras pun dinaikkan secara konyol harganya. Sesuatu yang musykil terjadi di jiran, karena Pemerintah sini dan Malaysia mengontrol secara ketat harga sembako. Kalo dah gini, rakyatnya pusing, kok gaji jadi gak cukup buat ini itu. Walau pusing, banyak yang malas nyari ke pasar tradisional. Enakan ke supermarket deh katanya. Abis kadang di pasar tradisional, kalo kite gak tau harga, juga dibodongin melulu. Nah lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga naik melulu, emang bikin pusing. Gak di sana, gak di sini sama aja. Ada yang ngerasain kenaikan harga juga? Then, ada yang tau berapa sebenarnya pajak barang dan makanan yang dikonsumsi di Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8831155963884531306?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8831155963884531306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8831155963884531306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8831155963884531306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8831155963884531306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/harga-naik-dimana-mana.html' title='Harga naik dimana-mana'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-9053023267462937269</id><published>2010-01-11T05:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:56:43.807-08:00</updated><title type='text'>Trend baru kita: Komisi-komisian dan Dewan-dewanan</title><content type='html'>Posted: 23 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/23/time/081232/idnews/843780/idkanal/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada yang "lucu" dan njlimet lagi di Republik kita. Wantimpres diributkan karena dituding minta naik gaji. Dewan Pertimbangan Presiden ini juga kelasnya akan naik sekelas menteri. Anggotanya adalah Adnan Buyung, Rachmawati Soekarnoputri, KH Ma'aruf Amin, Sjahrir, TB Silalahi, Radi Abdul Gani, Emil Salim dan Subur Budisantoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau yah, di kelembagaan kita, kita senang bikin komisi-komisi-an dan dewan-dewanan. Ada wantimpres, dulu ada penasehat presiden ini itu, ada jubir Presiden tapi ada Mensesneg dan ada Menseskab, ada lagi Komisi Kepolisian, lalu Komisi Yudisial, KPK, Timtas Tipikor dll. Yang kayak begini, di negeri lain gak ada. Sebenarnya MA, Polisi, Jaksa, DPA, BPK saja sudah cukup. Apa karena masing-masing kerjanya gak bener, lantas perlu ada komisi dan dewan lain yang perlu untuk mengawasi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, keanggotaan komisi dan dewan itu sendiri pun ada yang mengundang kontroversi. Kalau komisi dan dewan ini kerjanya gak bener, lantas siapa yang harus mengawasi? Apakah perlu dibentuk komisi pengawas komisi bla bla bla. Jadinya gak habis habis dong? Bukan apa-apa brur, keberadaan komisi dan dewan itu belum jelas job description dan fungsinya. Keanggotaan yang banyak berikut staf-stafnya akan menambah beban anggaran negara, apalagi gaji dan fasilitas tuk orang elit macam mereka gak murah. Harusnya negara berani dong ambil resiko take and give. Gue kasih lo segini tapi lo harus kerja sekian. Namun realitanya justru banyak orang meragukan kerja komisi dan dewan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada ngabisin anggaran negara gak karuan, apa gak lebih baik lembaga yang sudah ada dimaksimalkan saja? Hemat juga tih? Ataukah memang karena lembaga dan birokrasi yang ada sudah terlalu brengsek, dan karenanya no choice selain membentuk komisi2an dan dewan2an seperti itu? Kalau iya, capek dehhh, mbuleet lagi. Dah gitu capek juga dengernya kalau kita selalu berpolemik dan penuh kontroversi. Anyway, kalau kita di luar sistem, memang agaknya mudah mengkritisi. Dan sudah banyak kejadian begitu kita masuk sistem, yang tadinya vokal lantas melempem. Selain karena terbawa alur sistem yang sudah ada, juga bingung harus mulai darimana dan gimana cara memperbaikinya. Nah lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-9053023267462937269?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/9053023267462937269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=9053023267462937269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9053023267462937269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9053023267462937269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/trend-baru-kita-komisi-komisian-dan.html' title='Trend baru kita: Komisi-komisian dan Dewan-dewanan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7168168929749204610</id><published>2010-01-11T05:53:00.003-08:00</published><updated>2010-01-11T05:53:53.136-08:00</updated><title type='text'>Nostalgia Warkop DKI</title><content type='html'>Posted: 23 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/results?search_query=warkop+DKI &lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=URRcauCVJw0&lt;br /&gt; http://www.youtube.com/watch?v=HmiOKEJlJV0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingat dengan Warkop DKI alias Dono Kasino Indro? Komedian slaptick yang melegenda ini memang meninggalkan banyak kenangan dan penggemar. Posisinya di panggung hiburan dan di film-film memang tak tergantikan. Iseng-iseng akses Youtube, ketemu juga klip-nya. Weww, jadi geli sendiri dan ingat nostalgia masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 tahun lalu saat masih tinggal di bilangan Kemayoran, saban habis Lebaran, abang saya selalu mengajak adek-adeknya dan sepupu saya nonton film Warkop di bioskop Metropolitan di jalan Garuda, sebelum jalan Gunung Sahari. Sayangnya beberapa bulan lalu, saat bersama keluarga melintas kawasan itu, ternyata bioskopnya udah gak ada lagi, entah jadi apa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton film Warkop DKI memang saat itu bak jadi tontonan wajib pasca lebaran.  Maklum, waktu itu belum ada yang namanya VCD, DVD dll. Yang punya video juga  bisa dihitung dengan jari. Siaran TV pun cuma satu, yakni TVRI. Kadangkala film Warkop dirilis untuk 13 tahun ke atas. Kalau sudah begini, saat ada adegan cewek- cewek berpakaian seksi, abang saya selalu bilang ke adek-adek dan sepupunya yang saat itu masih sekolah dengan pakaian merah putih, untuk nunduk dulu dan ngumpet di bangku. Kite-kite yang masih polos, nurutin aja. Karena memang saat itu juga merasa belum waktunya ngeliat cewek berpakaian senam nan seksi gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda banget dengan anak sekarang. Konon katanya, ada berita miris, anak-anak SD yang dibekali handphone berkamera oleh orang tuanya, punya hobby merekam alat vital sendiri dan teman-temannya untuk ditonton rame-rame. Cek cek cek. Kemarin di Bandar Lampung terungkap ada siswi SMP yang selama setahun digilir oleh teman-temannya lalu adegan rape direkam dengan kamera HP dan disebar luaskan ke penjuru jagat. Ada lagi anak umur 13 tahun yang menggilir bocah-bocah di Petukangan Barat dengan gaya kaum Nabi Luth. gara-gara kebanyakan nonton film porno. Na'udzubillah min Dzalik. Memang sak iki zaman eduaann tenann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau anak-anak sekarang tambah rusak. Dulu semasa duduk di SMP di Mayestik,  kadang para guru mengadakan razia stensil di kelas. Kalau udah gini, teman yang suka  bawa Nick Carter dll, biasanya ngumpetin dulu stensil di kisi-kisi WC. Pernah juga doi telat, akhirnya ke gap dan dipanggil ortunya. Mokal banget gak tuh? Udah pasti ortunya ngamuk habis. Tapi kini zaman dah berubah. Film porno gak susah lagi didapat di lapak-lapak VCD bajakan. Penjualnya gak peduli yang beli siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Via internet pun, begitu mudahnya pornografi diakses dan masuk jauh ke dalam rumah kita dan dunia internet adalah dunia tanpa batas, kalau sang ortu gak pandai-pandai mengontrol anaknya, sulitlah berharap anaknya mau mengontrol dirinya untuk gak akses ke sana. Apalagi pengaruh pergaulan teman yang brengsek juga banyak. Globalisasi di satu sisi bermanfaat tapi di sisi lain punya efek buruk. Baik buruknya tergantung pada the man behind the gun, alias pemakainya. Wah, jadi meleber kemana-mana bahasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi ke Warkop DKI, komedi slaptick seperti mereka agaknya udah gak zaman saat ini. Namun entah kenapa malah ngangeni dan tetap lucu bila menyaksikan film-filmnya lagi. Tampang Dono udah bikin orang ketawa sebelum dia ngapa-ngapain, bahkan  tampangnya memang lebih kocak daripada tampangnya Tukul. Dono dan Kasino sudah tiada. Tinggal Indro yang kini tersisa. Namun kenangan dari puluhan film yang mereka bintangi, tetap tak lekang dari ingatan penggemarnya. Wahh, kocak abis kalo ngeliatnya lagi, sampai sakit perut jadinya. Paling gak nonton film komedi slaptick macak ini masih lebih baik daripada ngeliatin film-film horor yang kini terus menggentayangi tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang penggemar Warkop DKI juga gak? Mohon info website selain Youtube, dimana kita bisa akses film-film mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7168168929749204610?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7168168929749204610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7168168929749204610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7168168929749204610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7168168929749204610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/nostalgia-warkop-dki.html' title='Nostalgia Warkop DKI'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3259964949328055799</id><published>2010-01-11T05:53:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T05:53:17.998-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3259964949328055799?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3259964949328055799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3259964949328055799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3259964949328055799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3259964949328055799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/blog-post.html' title=''/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5683775110901216231</id><published>2010-01-11T05:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:50:39.791-08:00</updated><title type='text'>Debat jijay Penal Code 377A; Moral/Religi vs Freedom</title><content type='html'>Posted: 22 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, katanya kalo gak ada halangan, di parlemen S'pore bakal didebatkan hal JIJAY yang kurang penting dan gak perlu sekaligus menjengkelkan. Hal Jijay ini bernama Penal Code section 377A, yang selama ini menganggap gay sex adalah tindakan kriminal. Hal yang didengar aja udah jijay gini, diajukan pencabutannya oleh seorang anggota MP dan menyulut polemik di masyarakat dan jadi head line media massa. Alasannya adalah demi persamaan hak dari mereka yang berperilaku menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah gini sebenarnya udah gak perlu dibahas. Kalau mengacu kepada Al Qur'an, sudah jelas contoh azab Allah SWT terhadap Kaum Sodom dan Gomorah di zaman Nabi Luth yang diterbalikkan tanahnya hingga binasa semuanya. Kelakuan begini bukan lagi berdosa, melainkan lebih dari itu, dilaknat oleh Allah SWT. Apa jadinya kalau sampai hal beginian dibiarkan, meski secara informal masyarakat cuek akan fenomena menjijikkan ini? Apa jadinya kalau dilegalkan lantas kebablasan sampai ke same sex marriage? Ini tinggal tunggu azab Allah datang secepatnya ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya banyak orang di zaman kini yang memakai alasan kebebasan dan persamaan hak untuk mengargumentasi aturan yang udah jelas dan baku. Bisakah anda bayangkan kalau kebebasan itu diartikan bebas sebebas-bebasnya? Bisa hancur dunia itu tanpa aturan main yang jelas. Selingkuh dan main prostitusi, atau kumpul kebo, kalau mengacu  ke kebebasan, memang dibolehkan. Kan itu hak nya dia, dan dia juga ngebayar, lantas  apa salahnya? Namun gak bisa ditinjau dari segi agama dan moral, dan punya efek negatif  merusak tatanan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan judi. Kalau pakai asas bebas, ya gak papa, wong uangnya uang dia dan dia gak ngerampok. Tapi dari segi agama sudah ada aturan main yang jelas, dan judi itu diharamkan karena lebih banyak mudharatnya. Ada lagi yang atas nama seni dan kebebasan berekspresi, membolehkan foto bugil maupun bugil sungguhan di beberapa lokasi. Kalau ikut asas kebebasan, ya boleh, kan haknya dia. Tapi gak demikian kalau kita mengacu pada moral dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT baik terhadap manusia, dan semua yang diperintahkan oleh-Nya adalah baik. Tapi dasar manusia, pintar ngakalin, semuanya dikutak-kutik untuk kepentingannya. Tuntunan sang Khalik sudah jelas, dan setiap kelakuan itu ada manfaat dan mudharatnya. Kalau mudharatnya lebih banyak maka harus ditinggalkan. Sayangnya banyak manusia gila. Hal di atas hanyalah beberapa contoh, dan banyak contoh lain, yang mengisahkan pertarungan antara Freedom vs Religi-Morale. Di Indonesia tahun lalu sempat ada perdebatan seru tentang RUU APP, yang kini bagaikan lenyap tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kelakuan menyimpang, saya kadang gak habis pikir, kenapa yah di acara TV kita, baik lawakan maupun drama, kenapa selalu dieksploitisir sosok banci? Tengoklah Extravaganza, banyak film dan sinetron bahkan sekalipun si Yoyo yang  bernuansa agama, tak ketinggalan pula acara Ramadhan di Trans TV yang mengundang kecaman MUI karena berlebihan mem-bencong-kan si Olga. Ini lagi-lagi brengseknya sebagian media massa kita yang cuma berpikir duit dan duit tanpa peduli moral anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah gak ada cara lain menampilkan tawa, selain mengeksploitasi sosok banci? Di satu sisi, kasian juga si bencong karena jadi bahan ledekan. Namun di sisi lain, apakah ini gak berani mempromosikan banci-banci-an? Lihat saja gaya dan penampilan menjijikkan sebagian  presenter pria yang terlalu kemayu. Apakah ini pertanda banyak justru fenomena perbancian tambah marak di tanah air dan itu berarti tambah lagi satu sakit jiwa kita. Apakah atas nama kebebasan pada akhirnya yang namanya agama dan moral harus diabaikan? Sekali lagi, yang namanya perbancian bukan cuma dosa tapi juga dilaknat, sangat musykil rasanya kalau mereka yang terkait itu gak tau, kecuali pada ngeyel dan buta mata, telinga dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal jijay ini tentunya juga menyangkut wanita dengan wanita. Suatu hari di jalan Jakarta saya dan bapak yang ngantar saya sampai geleng-geleng kepala. Di sebelah mobil kami ada taksi berisi 2 wanita cantik. Gilanya mereka saling melakukan kissing di dalam taksi. Mereka cantik-cantik padahal, dan saya yakin banyak lelaki yang pada demen mereka. Gila juga. Ada juga yang penampilan satu wanitanya tomboy. Inilah yang kemarin bikin penumpang MRT ke Bugis yang saya naiki memandang sinis, karena si tomboy dan feminim bermesaraan di pintu kereta MRT. Setomboy-tomboynya penampilan seorang wanita, tetap aja ketauan. Wong dadanya masih menonjol dan kulit wajahnya lebih mulus. Gilee deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga-moga perdebatan Penal Code 377A itu diabaikan nantinya. Hal menjijikkan yang diinisiatifkan oleh budaya negeri Barat sana memang gak sepatutnya diperbolehkan di rakyat. Kalau di sini, peraturannya ada meskipun gak tau pelaksanaannya gimana. Di Indonesia harusnya penampilan mereka di TV juga lebih diperketat, karena kuatir mempengaruhi moral anak bangsa. Mereka bukan seharusnya dieksploitasi ataupun diolok-olok, melainkan harus disadarkan. Sangat sedikit sekali yang naturally menyimpang. Kebanyakan karena pengaruh lingkungan, dan itu yang dibuat-buat. Ini bukan hal diskriminasi, namun apabila kelakuan menjijikkan itu tidak dikontrol dan disadarkan, ia akan menjadi laksana virus yang menyebar dan merusak banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa lebih peka dan menyadari tentang virus-virus amoral yang sengaja disebarkan atas nama macam-macam. Semoga pula langkah perbaikan dan penyadarannya bisa lebih kongkret. Sebelum semuanya terlambat, sebelum semuanya jadi rusak dan yang penting sebelum azab Allah datang melanda karena kita mengabaikan peringatan-Nya. Adakah atas nama kebebasan dan demokrasi kita terus-menerus berulah untuk mencoba mengesampingkan ajaran-Nya? Walau itu juga bukan berarti atas nama moral dan religi kita harus menghilangkan total yang namanya kebebasan. Bebas memang harus ada aturan mainnya dan tidak boleh bebas sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5683775110901216231?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5683775110901216231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5683775110901216231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5683775110901216231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5683775110901216231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/debat-jijay-penal-code-377a-moralreligi.html' title='Debat jijay Penal Code 377A; Moral/Religi vs Freedom'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5905091323287279143</id><published>2010-01-11T05:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:44:31.100-08:00</updated><title type='text'>Nothing is Impossible</title><content type='html'>Posted: 22 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing is Impossibole, Impossible is Nothing. Bravooo Ferarri dan Kimi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiksport.com/indexfr.php?url=http://www.detiksport.com/tahun/2007/bulan/10/tgl/22/time/010219/idnews/843191/idkanal/80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Kimi Raikkonen dari Ferrari berhasil meraih juara dunia F1 secara dramatis di GP terakhir di Brasil. Sebelum balapan, Kimi cuma punya nilai 100, sedangkan duo Mc Laren jauh di atasnya. Lewis Hamilton, sang rookie, punya nilai 107, dan defending champion Fernando Alonso punya nilai 103. Kimi start di posisi ketiga di belakang driver Ferrari lainnya, Felipe Massa, yang disusul oleh Hamilton di belakangnya. Sedangkan Alonso ada di posisi ke-4. Standar point F1 adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1st place: 10 points 2nd place: 8 points 3rd place: 6 points 4th place: 5 points 5th place: 4 points 6th place: 3 points 7th place: 2 points 8th place: 1 point&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti Kimi, yang start di posisi ke-3, kalaupun menjadi juara di GP ini, maka baru akan menjadi World Champion bila Hamilton finish di luar 5 besar dan Alonso finish di luar 2 besar, sesuatu syarat yang hampir musykil mengingat posisi start dan kecemerlangan prestasi Hamilton dan Alonso. Tapi memang taktik brilyan duo Ferrari, serta kesialan mesin Hamilton ditambah tidak padunya duo Mc Laren, menjadikan Nothing is Impossible terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil akhirnya adalah Kimi finish di urutan pertama, Alonso di urutan ketiga dan Hamilton terseok di urutan ke-7. Sehingga nilai akhir Kimi menjadi 110, sedangkan Hamilton dan Alonso menyusul di belakangnya dengan nilai 109. Cuma beda 1, tipis banget dan ditentukan di GP terakhir semalam. Suatu hasil yang benar-benar di luar dugaan, mengingat Kimi terseok-seok dalam perolehan nilai di GP-GP awal. What a pity ending for Hamilton! Mungkin ini "karma" dari Mc Laren yang nyolong teknologinya Ferrari sekaligus "karma" karena kemungkinan kelakuan Mc Laren dari Inggris yang menganak-emaskan Hamilton yang juga dari Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing is Impossible, dan ini juga banyak terjadi di atas lapangan rumput sepakbola. Bahkan juga di kehidupan kita pun tak jarang terjadi fenomena seperti itu. Kuncinya, jangan pernah menyerah, berjuanglah sampai titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5905091323287279143?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5905091323287279143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5905091323287279143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5905091323287279143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5905091323287279143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/nothing-is-impossible.html' title='Nothing is Impossible'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2511386900459111136</id><published>2010-01-11T05:39:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T05:39:57.471-08:00</updated><title type='text'>Mega proyek ambisius, Jembatan Selat Sunda</title><content type='html'>Posted: 20 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada halangan, tahun 2025 kita bakal punya landmark infrastruktur kebanggaan kelas dunia. Jembatan Selat Sunda (JSS) bakal membentang menghubungkan Jawa-Sumatera. Proyek ambisius bernilai 92 trilyun ini sebenarnya telah diusulkan oleh Prof Sedyatmo sejak tahun 1960-an. Pak Harto sendiri akhirnya mencanangkan JSS sebagai salah satu dari 3 mega proyek yang diberi nama Studi Tri Nusa Bimasakti, yakni berupa Jembatan Selat Sunda, Jembatan Selat Madura dan Jembatan Selat Bali. Jembatan Selat Madura (JSM) sudah mulai dibangun di bawah kepemimpinan Bu Mega.  Anekdotnya, bagian ujung di pulau Madura gak pernah selesai. Soale jembatan kan dari besi, jadinya ya ya ya. Namanya juga anekdot. JSM sendiri awalnya sempat ditolak oleh para kyai dan kaum santri di sana, karena kekhawatiran pengaruh industrialisasi terhadap kehidupan religi di Serambi Madinah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun JSS, JSM dan JSB adalah suatu keniscayaan, dan harus diwujudkan entah kapan, mengingat begitu penting dan vitalnya fungsi kesemuanya. Pengangkutan dengan feri sudah tidak memadai, apalagi sangat dipengaruhi cuaca, utamanya angin, kondisi feri yang terbatas dan buruk, lamanya waktu tempuh dll. Bayangkan, ada 350 ribu orang tiap hari yang melintasi JSS. Saat jadi nanti, JSS akan menjadi yang TER- di dunia. Panjangnya saja 31 km, jauh lebih panjang dari jembatan Seto Ohasi, yang menghubungkan pulau Honshu-Shikoku di Jepang, yang katanya ter- di dunia walau cuma 13 km saja. Rentang tiang gantungnya yang 3,5 km, masih jauh lebih panjang dari punyanya Akashi Kaikyo Ohasi yang menghubungkan pulau Honshu-Awaji Island di Jepang yang cuma 1,9 km. Belum lagi tinggi menaranya nanti. Boleh jadi akan mengalahkan jembatan di Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi tanah yang labil karena dekat dengan volkano aktif Anak Krakatau, dimana Bapak dari gunung ini pernah melahirkan letusan maha dahsyat tahun 1883, terhebat sepanjang sejarah manusia  modern, keberhasilan pembangunannya nanti juga akan menjadikan simbol kehebatan SDM dan kepakaran anak bangsa sekaligus simbol kebangkitan ekonomi dan kejayaan bangsa. Biayanya memang tidak main-main, USD 10 billion. Gak tau berapa lama BEP (break event point) bakal tercapai. Namun yang pasti mengingat manfaatnya amat sangat besar, sama seperti manfaat jalan tol Jakarta-Surabaya, maka pembangunannya adalah suatu keharusan dan suatu keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, hmmm, Mas Tomi Winata ikut-ikutan di situ yah. Apakah Grup Arta Graha yang bakal tampil di mega proyek ambisius ini? Wew, jadi pahlawan dong Mas Tomi Winata nantinya? Ya sekali-kalilah begitu, barangkali bisa menghapus "dosa-dosa"-nya seperti yang dirumorkan banyak orang. Hmmm, Tomi Winata yah? No further comment, tapi salah sendiri, kenapa yang lain gak mau dan gak niat ngebangun proyek sepenting ini? Apa salah gitu kalo justru Mas Tomi duluan yang tergerak hatinya? Sssst, udah deh, yang penting selesaikan jembatan ini dulu. Urusan lainnya bisa sambil jalan atau dibereskan belakangan, kecuali ada yang mau nimbrung dan berkorban di proyek ini menggantikan calon investor yang udah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur Mewujudkan Mimpi "Landmark" Kebanggaan Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada tsunami setinggi 70 meter? Tidak ada, kan? Maka, Jembatan Selat Sunda ini sangat aman dibangun," ujar konsultan senior Profesor Wiratman Wangsadinata saat ditemui di Kapal Tunas Wisesa 03 milik Artha Graha Network di perairan Pulau Sangiang, Selat Sunda, Rabu (3/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu momok menakutkan bagi Jembatan Selat Sunda (JSS) adalah potensi letusan Gunung Krakatau dan kemungkinan terjadinya tsunami. Namun, dalam buku Krakatoa: The Day the World Exploded (halaman 312 dan 315) yang ditulis Simon Winchester, ketinggian tsunami akibat letusan legendaris 27 Agustus 1883 hanya 35 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jembatan ini juga akan dirancang mampu bertahan dari gempa bumi dengan skala Richter terbesar yang pernah terjadi. Bahkan, pergeseran konstruksi jembatan sejauh satu meter akibat gempa tidak akan berdampak pada JSS," ujar Wiratman, yang dikenal sebagai perintis aturan gempa pada konstruksi di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Wiratman tentang konstruksi jembatan makin diteguhkan tulisan Kuntoro Mangkusubroto, dalam kapasitas sebagai Ketua Satuan Tugas The Nusantara Tunnel, pada Kompas, Minggu, 3 November 2002. Dalam tulisannya, Kuntoro menyatakan Selat Sunda bagian utara-lokasi pembangunan JSS-merupakan zona aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di bagian utara ini diidentifikasi zona aman, di antara dua patahan, yaitu patahan Sukadana-Gunung Gede, serta patahan Rajabasa-Danau di sebelah selatan, dengan lebar 15 kilometer dan kedalaman rata-rata sekitar 20 meter-60 meter. Kecepatan angin, kecepatan arus, dan tinggi gelombang di wilayah ini secara umum dapat dikatakan tidak ganas," demikian ditulis Kuntoro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiratman mengatakan, pembangunan JSS dari sisi teknologi tidak ada persoalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu kendala adalah birokrat. Kendala lain, yakni tidak ada dana akibat tidak ada prioritas sehingga rencana tidak berkesinambungan. Kini saya sudah menandatangani kesepakatan prastudi kelayakan. Jadi, meski saya mungkin telah 'dipanggil' Tuhan saat JSS beroperasi tahun 2025, setidaknya saya turut mengawali," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 3 Oktober lalu, Wiratman menandatangani Memorandum of Agreement Pre-feasibility atau prastudi kelayakan JSS bersama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, dan pengusaha nasional Tommy Winata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, turut menandatangani para bupati dan wali kota yang wilayah pemerintahannya berada di tepi pesisir Selat Sunda. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa ikut menyaksikan acara itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang keseluruhan JSS adalah 31 kilometer yang terbagi dalam lima seksi (dari timur ke barat, yakni seksi I sepanjang 7,5 km, seksi II (7 km), seksi III (7 km), seksi IV (3,5 km), dan seksi V (6 km). Sementara lebar JSS dirancang 60 meter, dengan 2 x 3 lajur lalu lintas jalan raya, lintasan ganda (double track) kereta api, dan 2 x 1 lajur pejalan kaki, serta jalur darurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JSS akan dirancang dengan konstruksi gantung yang melewati (dari timur ke barat) Pulau Ular, Sangiang, dan Panjurit. Salah satu bentang jembatan diprediksi selebar 3,5 kilometer "melompati" palung Selat Sunda sehingga JSS mengalahkan bentang jembatan Selat Messina (antara Italia dan Pulau Sisilia), yang dibangun mulai 2007 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentang jembatan gantung Selat Messina itu 3,3 kilometer dan hingga kini tercatat sebagai bentang jembatan terpanjang di dunia. "Sebelumnya, yang terpanjang adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang sepanjang 1.991 meter," jelas Wiratman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah sangat mendukung pembangunan infrastruktur, terlebih karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi kawasan-kawasan yang dilintasinya. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, akan dinikmati masyarakat di dua ujung JSS dan pulau-pulau kecil yang dilintasi jembatan," ujar Paskah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan swasta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paskah mengatakan, pihaknya akan meninjau apakah pembangunan JSS mampu didanai APBN atau dari investasi swasta. "Namun, kami berkeinginan kalau bisa 50:50, antara dana APBN dan swasta," ujar Paskah. Dia memprediksi penyeberangan feri takkan mati begitu saja sebab masih ada beberapa jenis barang yang tetap diseberangkan feri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, setiap hari sekitar 350.000 penumpang menyeberang dari Bakauheni ke Merak dan sebaliknya. Sementara jumlah kendaraan roda dua dan empat sekitar 25.000 unit per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memperkirakan pertumbuhan kendaraan serta mobilitas barang dan orang lambat laun tidak mampu tertangani pelabuhan penyeberangan. Apalagi tahun 2017/2020 nanti. Kami prediksi terjadi pembatasan lalu lintas pelayaran di Selat Malaka dan Selat Sunda, maka kami berhasrat membangun JSS," kata juru bicara Artha Graha Network, Heka W Hertanto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jembatan bukan terowongan? Wiratman mengungkapkan 12 dasar pertimbangan dipilihnya konstruksi jembatan, antara lain lebih aman dari gempa, lebih cepat dibangun, kebakaran lebih mudah dipadamkan, nyaman bagi pelintas karena tidak memicu kecemasan, risiko kecelakaan kerja lebih rendah, dan karena tampak akan jadi landmark kebanggaan bangsa Indonesia. (haryo damardono) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan yang Satukan Jawa-Sumatera &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anita Yossihara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak selama 10 hari di pengujung Agustus lalu adalah pengalaman buruk sopir pengangkut bahan kebutuhan pokok dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Setiap kendaraan paling cepat butuh dua hari untuk menempuh perjalanan dari Cilegon menuju Merak yang berjarak tidak lebih dari 15 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit truk pengangkut bahan makanan, seperti ikan basah, buah-buahan, sayuran, dan bumbu-bumbuan, yang terjebak di tengah antrean di Jalan Tol Jakarta- Merak. Akibatnya, bahan makanan yang mereka angkut membusuk sebelum sampai ke tujuan di Pulau Sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpukan itu dipicu kenaikan jumlah volume truk yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya kapal roll on roll off (roro) yang menjalani perawatan (docking). Saat itu, dari 25 kapal roro yang ada, tujuh di antaranya tengah masuk dok untuk perbaikan, secara bersamaan. Dua kapal lain tidak bisa dioperasikan karena rusak permanen. Akibatnya, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak hanya bisa mengoperasikan 15 kapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpukan kendaraan yang mengganggu distribusi barang antara Jawa dan Sumatera itu menggambarkan betapa gawatnya kondisi penyeberangan yang menghubungkan dua pulau tersebut. Jika kapal terganggu, transportasi laut pun terhambat. Jika gelombang laut tinggi di Selat Sunda, kapal-kapal pun kerap tidak dioperasikan. Gagasan menyatukan Jawa dan Sumatera melalui jembatan pun kembali hidup. Jembatan akan menjadi solusi munculnya gangguan penyeberangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, solusi penghubung Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali sudah dibicarakan sejak tahun 1960. Saat itu, Profesor Soedyatmo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan adanya penghubung Sumatera- Jawa, Jawa-Bali, dan Jawa-Madura. Ada dua alternatif yang lalu mencuat, yakni penghubung dalam bentuk terowongan atau jembatan untuk menghubungkan Jawa-Sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1965, desain percobaan infrastruktur lintas Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera dibuat oleh tim dari ITB. &lt;br /&gt;Rencana itu mendapat respons positif dari Presiden Soeharto saat berkuasa. Pada tahun 1986, ia menunjuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan kajian awal, tentang kondisi alam dan pengembangan teknis Selat Sunda, dengan nama Studi Tri Nusa Bimasakti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, Departemen Pekerjaan Umum (DPU) melakukan studi sosio- ekonomi, terutama terkait dengan estimasi permintaan lalu lintas dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Empat tahun kemudian, tim ahli dari Jepang memberi rekomendasi bahwa jembatan kelas dunia, seperti Jembatan Selat Sunda (JSS), dapat dibangun jika pendapatan per kapita satu negara sudah 3.000 dollar AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1997, kajian awal solusi penghubung Jawa-Sumatera selesai dilakukan oleh Profesor Wiratman Wangsadinata dari ITB. Guru besar yang saat itu menjadi konsultan BPPT tersebut merekomendasikan, jembatan panjang merupakan alternatif penghubung yang lebih baik dibandingkan dengan terowongan terapung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kajian itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah RRC dan Indonesia, untuk melakukan kajian teknologi spesifik dan investigasi geologi di Selat Sunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pembangunan JSS mulai gencar disosialisasikan satu tahun terakhir ini. Bahkan, pada 10 Agustus 2007 di Bandar Lampung, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menandatangani nota kesepahaman pembangunan JSS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiratman &amp; Associates memperkirakan, pembangunan JSS membutuhkan dana sekitar 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 92 triliun. Dana itu bisa diperoleh dari pemerintah maupun investasi pihak swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan JSS akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuatan prastudi kelayakan (2007-2009), tahap pembuatan studi kelayakan (2009-2013), dan tahap pembangunan (2013-2025). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 42 triliun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat berbeda diungkapkan oleh Siswono Yudo Husodo, seorang tokoh nasional yang pernah menjadi anggota tim pembuatan maket JSS pimpinan Ir Rochaji Gaffar dari ITB, pada 1965, saat dia masih mahasiswa ITB. Menurut dia, perkiraan dana pembangunan JSS sebesar Rp 92 triliun itu terlalu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan Siswono, pembangunan jembatan dengan panjang 30 kilometer dan lebar 60 meter di Selat Sunda itu hanya butuh dana Rp 42 triliun. Dana sebesar itu sudah cukup untuk membangun jembatan gantung dengan menggunakan konstruksi baja. Anggaran Rp 42 triliun itu dihitung berdasarkan pengalaman perusahaan Siswono membangun Jembatan Barelang, yang menghubungkan Pulau Batam-Rempang-Galang, di Provinsi Kepulauan Riau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Ir Jodi Firmansyah dari ITB pernah menghitung bahwa pembangunan jembatan di Selat Sunda dengan panjang 27 kilometer dan lebar 30 meter hanya butuh dana sekitar Rp 31,668 triliun. Peneliti pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat itu menyebutkan, sebanyak 40 persen dari nilai proyek digunakan untuk membangun fondasi di laut dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan biaya pembangunan JSS itu disampaikan Jodi dalam makalah berjudul Tantangan Alam dan Tipe Struktur Jembatan Lintas Selat Sunda yang disampaikan dalam Semiloka Infrastruktur Lintas Selat Sunda di ITB pada Februari 2003. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terlalu membebani keuangan negara, kata Siswono, seharusnya proyek pembangunan JSS tersebut diswastakan. Selain itu, pembangunan jembatan penghubung Jawa- Sumatera tersebut akan lebih baik jika dikerjakan oleh kontraktor dalam negeri, misalnya melalui konsorsium kontraktor nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak ekonomi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyatukan jalur transportasi Jawa-Sumatera, JSS akan meringankan biaya perjalanan bagi pengguna jasa penyeberangan, terutama biaya transportasi angkutan barang. Jika JSS dikelola dengan sistem jalan tol, biaya transportasi akan lebih murah daripada biaya yang harus dikeluarkan dengan menumpang kapal roro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tarif tol di Indonesia dipatok Rp 180 hingga Rp 900 per kilometer. Untuk perjalanan 29 kilometer di JSS, kemungkinan biaya terendah yang dikeluarkan sekitar Rp 5.220 hingga yang tertinggi Rp 26.100. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau seandainya diberlakukan tarif termahal Rp 6.000 per kilometer untuk truk trailer, biaya yang harus dikeluarkan untuk melintasi JSS Rp 174.000. Tarif itu lebih rendah dibanding tarif kapal feri," kata Siswono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tarif penyeberangan dengan menggunakan kapal roro saat ini paling rendah Rp 8.500 untuk sepeda motor dan tertinggi Rp 810.000 untuk truk trailer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain angkutan barang, tarif angkutan penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP) pun bisa dihemat. Dengan tarif Rp 80-Rp 130 per kilometer untuk bus AKAP kelas ekonomi, tarif yang dikenakan kepada penumpang untuk menyeberangi Selat Sunda Rp 2.320-Rp 3.770 per orang. Sementara untuk menumpang kapal roro, penumpang harus membayar Rp 9.000 (dewasa) dan Rp 5.000 (anak-anak) untuk kelas ekonomi, serta Rp 12.000 (dewasa) dan Rp 8.000 (anak-anak) untuk kelas bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain dari keberadaan JSS adalah penghematan waktu tempuh Merak-Bakauheni. Untuk menyeberangi selat selebar 17 mil laut atau 30 kilometer, kapal roro membutuhkan waktu 2,5-3 jam dan satu jam untuk kapal cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika menggunakan jembatan, waktu yang dibutuhkan pengendara untuk menyeberangi Selat Sunda sekitar 30 menit. Itu pun jika kecepatan kendaraan sekitar 60 kilometer per jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meyakini, pembangunan JSS akan memicu pertumbuhan ekonomi di Banten dan Lampung. "Akan ada multiplier effect dari JSS, terutama bagi pertumbuhan ekonomi lokal Banten dan juga perekonomian nasional. Masyarakat sekitar juga akan menerima dampak positif, peningkatan kesejahteraan karena terbukanya akses transportasi," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pulau yang akan dilintasi JSS pun bisa diubah menjadi kawasan wisata, termasuk Pulau Sangiang di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, JSS bukan hanya bisa digunakan sebagai salah satu solusi penumpukan kendaraan, karena bertambahnya volume kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak. Jembatan yang sudah dimimpikan sejak tahun 1960-an itu juga diharapkan akan berguna untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2511386900459111136?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2511386900459111136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2511386900459111136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2511386900459111136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2511386900459111136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/mega-proyek-ambisius-jembatan-selat.html' title='Mega proyek ambisius, Jembatan Selat Sunda'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8575742046172273818</id><published>2010-01-11T05:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:34:38.199-08:00</updated><title type='text'>Ironi Masjid Kubah Emas: trilyunan rupiah itu cuma bisa dipandangi dan bukan dimanfaatkan</title><content type='html'>Posted: 19 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Born from the dream of a great desire to provide a beautiful, elegant house of worship as a symbol of the glory of Islam,  to guide the emotions, motivate the spirit, and firm the resolve to strengthen faith and devotion. God willing, this beauty will  remind worshippers of the Creator's greatness. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/26/lebaran/3050696.htm&lt;br /&gt; http://garudamagazine.com/coverstory.php &lt;br /&gt;http://selembarkertas.blogspot.com/2006/09/lusuh-di-balik-kubah-emas_27.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden Dome Mosque alias Masjid Kubah Emas. Yang dimaksud di sini bukanlah Masjid Kubah Emas atau Dome of Rock  di Palestina sana, alias yang ada di sebelah Masjidil Aqsa &lt;br /&gt;(http://en.wikipedia.org/wiki/Dome_of_the_Rock). &lt;br /&gt;Melainkan,  ini adalah masjid besar nan megah yang terletak di kampung Meruyung di kawasan Depok. Pulang lebaran lalu, saat main ke  rumah ipar di daerah Cinere, ada terbesit perasaan "menyesal" kenapa tadi gak belok dulu ke Masjid luar biasa ini. Pengen banget  tau dan liat secara langsung. Konon katanya masjid yang dibangun dengan uang trilyunan rupiah oleh pemiliknya Hajjah Dian,  pengusaha asal Serang, memiliki kubah yang berlapis emas murni 24 karat. Lidah api Monas, kebanggaan nasional kita yang  juga berlapis emas murni, boleh jadi kalah dengan kubah Masjid ini. Entah kapan, suatu saat Depok yang gak jauh dari rumah, pasti bakal saya kunjungi untuk menuntaskan rasa penasaran, walau kadang terbayang juga bagaimana "sebelnya" menghadapi kemacetan di daerah sekitar situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Masjid Dian al Mahry ini tentunya membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Di sekitar sana banyak menjamur penginapan, sekaligus tempat parkir. Masyarakat setempat pun bisa berjualan makanan, cendera mata dll. Yang jelas sisi positifnya akan menghidupkan paling tidak perekonomian masyarakat setempat. Tetamu dari berbagai pelosok nusantara yang datang ke sana, tentunya akan membelanjakan banyak uang yang menyebabkan, sekali lagi, ekonomi setempat maupun para pendatang yang bermukim, menjadi bergairah. Yang pasti aspek positifnya pastilah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kubah Emas ini bukanlah satu-satunya Masjid megah di antara kita. Banyak juga Masjid lain yang hebat banget. Tengoklah Masjid Istiqlal yang masih jadi lambang nasional saat ini. Kalau anda jalan-jalan mau nengok lumpur Lapindo, di tengah jalan, di sisi kiri jalan tol, anda bisa lihat kemegahan Masjid Agung Jatim (gak tau namanya apa), dengan kubah hijaunya yang demikian meninggi. Saya juga pernah meninjau Masjid Agung di Selangor Malaysia yang konon terbesar di Asia Tenggara, walau rasanya bakal gak ada apa-apanya dibandingkan Masjid kita yang di Depok. Pernah pula saya mengunjungi Masjid Agung Semarang yang baru jadi. Masjid ini punya tenda besi berbentuk payung raksasa di luarnya, yang bisa dibuka tutup. Ada lagi katanya Masjid Islamic Center yang tak kalah megah di bekas lokalisasi Kramat Tunggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid megah bertaburan di mana-mana. Biayanya pun tak sedikit, bahkan yang di Depok sampai trilyunan rupiah nilainya. Siapa bilang kita ini miskin dan gak punya duit. Ada rasa bangga dengan kenyataan ini, tapi entah kenapa saya jadi sedih  karena ingat salah satu hadits di salah satu buku yang pernah saya baca. Katanya di akhir zaman nanti orang akan berlomba membangun masjid secara bermegah-megahan, namun "lupa" mengisinya. Bukan isi dan aktivitas masjid yang dipentingkan, melainkan justru bentuk fisiknya yang diperhebat. Padahal tengoklah, seberapa riuhnya kegiatan keagamaan di masjid itu. Gak susah untuk tau masjid itu bermanfaat atau gak. Tengoklah jumlah jamaahnya sewaktu Sholat Subuh. Rasanya hampir di semua masjid, yang menunaikan sholat Subuh berjamaah hanyalah segelintir orang. Sholat lainnya pun juga begitu. Untuk sholat jamaah saja susah, apalagi mengisinya dengan aktivitas keagamaan, bahkan sampai ke arah diskusi mengenai negara, perdagangan dll, seperti yang pernah difungsikan seperti itu di zaman Rasulullah dulu saat masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat. Kini masjid megah pun gak sedikit yang menjadi justru tempat rekreasi dan bukan tempat ibadah. Orang ramai berduyun ke Masjid Kubah Ema Depok, hampir seluruhnya hanya berniat untuk berekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyedihkan lagi, hmmm, andaikan uang trilyunan untuk kemegahan masjid itu bisa dialihfungsikan untuk meriuhkan aktivitas masjid, atau pun untuk mengentaskan kemiskinan, tentu lah akan terasa lebih berguna daripada sekedar untuk kosmetik tempat ibadah. Hal ini mirip dengan polemik manakah yang lebih penting, naik haji berkali-kali ataukah uang naik haji berkali-kali dimanfaatkan saja untuk kepentingan sosial? Trilyunan rupiah bukan jumlah yang sedikit. Uang itu memang hak si empunya mau diapakan. Barangkali sang empunya mau membuktikan pengorbanannya kepada Sang Khalik dengan mempersembahkan sesuatu yang terbaik secara fisik, seperti kala Habil "bertarung" dengan Qabil dan menang karena mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhannya. Husnudzhan saja serta positive thinking akan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kalau menilik kondisi sekeliling kita, rasanya sekali lagi, sayang sekali dan ironis sekali. Di sudut-sudut jalan masih banyak orang yang berjuang keras hanya demi mencari sesuap nasi. Kadang anak-anak pun harus menyemir dengan sekali semir 2000 perak, demi membantu ortunya, yang udah gak sempet lagi memikirkan pendidikan atau kondisi anaknya. Ada yang rela dikejar-kejar Tramtib karena jadi joki 3 in one. Dagang koran, kalo laku tiap lembarnya cuma dapat untung 100-200 perak. Pedagang asongan pun tak segan menembus panas di keramaian lalu lintas demi dapat menjual dagangannya yang cuma untung ratusan perak. Sopir dan kenek bus pusing karena macet yang menggila yang bikin uang yang dibawa pulang cuma tersisa beberapa lembar ribuan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di koran-koran ramai diberitakan sekolah yang reyot dengan murid yang datang tanpa alas kaki. Atap bocor sudah biasa, guru yang gajinya sudah kecil, jangankan kepikiran tuk bantu ngebetulin sekolahnya, untuk makan saja sudah susah setengah mati. Gaji kecil dan tinggal di desa terpencil pula, jadi pengabdian yang makan hati. Yang pengen sekolah tapi gak punya duit juga banyak. Saking miskinnya, Pemerintah pun membebaskan SPP, mensubsidi BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan mensubsidi buku pelajaran. Walau begitu tetap saja masih banyak yang mau bayar sekolah aja susahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, di daerah Babakan di sekitar Bogor, saat saya pernah nyari pembantu di situ, ternyata ada fakta mengenaskan  bahwa anak gadis yang berusia 12 tahun sudah harus bekerja sebagai pembantu demi mencari sesuap nasi.  Bahkan gak sedikit yang gak pernah mengeyam bangku sekolah dan terus jadi buta huruf. Rumah dari orang yang waktu itu mau saya ambil sebagai pembantu hanyalah sebuah gubug reyot dengan lantai tanah. Perabotan sudah tentu gak ada, tempat tidurnya hanyalah dipan lusuh, sampai saya gak tega untuk terus menyaksikannya. Bogor gak jauh dari Jakarta, tapi masih banyak yang gak tau fakta yang bikin miris hati. Bogor yang dekat saja sudah seperti itu, apalagi daerah pelosok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya sangatlah memilikan ketika kita mendapati fakta di tengah-tengah kepapaan yang ada di sekitar kita, kenapa yah kita masih sanggup menghamburkan begitu banyak uang hanya untuk urusan kosmetik belaka? Apakah Allah SWT nantinya akan melihat seberapa megahnya fisik tempat ibadah kita, dan bukan usaha serta sumbangsih kita untuk menegakkan agama Allah, termasuk salah satunya peduli sosial dan pengentasan kemiskinan. Sayang seribu sayang, uang trilyunan itu akhirnya hanya bisa dipandangi saja dan bukan dimanfaatkan. Adakah kebanggaan akan Masjid bertahtakan logam mulia itu bermanfaat buat khalayak ramai dan kepentingan bangsa? Entahlah, saya gak hendak menyalahkan siapa-siapa, dan itu semua hak pribadi si empunya uang ataupun penguasa yang merasa penting membangun masjid nan megah. Tapi kok sedih saja rasanya uang yang segitu banyak hanya bisa dipandangi dan bukan dimanfaatkan. Atau mungkin barangkali zaman telah berubah, simbol menjadi lebih penting daripada esensinya. Mungkin gitu yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah lah ini cuma sebuah renungan dari hamba yang dhoif, di balik suatu kebanggaan akan kemegahan suatu simbol religi. Happy rasanya dengar sesama Muslim kaya dan banyak uang. Walau ingin rasanya agar uang yang banyak itu, sekali lagi dimanfaatkan dan bukan dipandangi, karena memang masih begitu banyak saudara kita yang miskin dan kelaparan. Suatu ironi yang mau tak mau harus kita terima karena itu adalah realita. Ataukah jangan-jangan memang kini sudah mendekati akhir zaman seperti yang telah disampaikan via hadits di salah satu alinea di tulisan ini? Kalau memang iya, ya banyak-banyakin ibadah dan bertobatlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8575742046172273818?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8575742046172273818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8575742046172273818' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8575742046172273818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8575742046172273818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/ironi-masjid-kubah-emas-trilyunan.html' title='Ironi Masjid Kubah Emas: trilyunan rupiah itu cuma bisa dipandangi dan bukan dimanfaatkan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6222112055763627697</id><published>2010-01-11T05:29:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T05:29:49.571-08:00</updated><title type='text'>Anomali bola kita dan PSSI, Capek Deh</title><content type='html'>Posted: 19 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin sebel aje liat sepakbola Indonesia. Wasit digebukin, baik oleh pemain, ofisial maupun oleh penonton.  Tim tuan rumah harus selalu menang, kalo gak menang, stadion ancur dan tim tamu beserta suporternya  digetokin. Format kompetisi pun selalu berubah-ubah. Dari format liga, berubah jadi turnamen, eee tahun  berikutnya berubah lagi. Dari cuma 18 tim, mendadak jadi 33 tim dll. Gimana bisa maju kalo standar   berkompetisi saja kita gak punya. Ada tim yang kena sangsi, tiba-tiba sangsinya dianulir. Yang lucu lagi,  Ketua Umum-nya sudah jelas-jelas seorang narapidana dan gak diperbolehkan menurut aturan FIFA,  eee gilanya semua pengurus ngotot mempertahankan dia. APA KATA DUNIA brur? Malu-maluin banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kalo lagi di Jakarta saya suka jengkel dengan suporter tim oranye yang bikin macet jalanan.  Ingusnya belum ilang, tapi sok jagoan ngebajak mobil orang buat tumpangan gratis. Bahkan kadang kasian  liat mobil yang udah ditumpangin tapi kaca depannya diancurin dulu, mungkin gara-gara sopirnya awalnya  nolak ditebengin. Gak dimana-mana, kelakuan suporter, dari ibukota sampai pelosok kampung, memang  memalukan. Selalu maunya menang, dan gak boleh kalah. Padahal di dalam olahraga dan kehidupan,  ada yang disebut menang, karena ada yang kalah, dan kalah menang itu wajar, namanya juga bagian  dari entertainment. Masih inget dulu, waktu masih sering noton tarkam di pinggiran Jakarta. Gak jarang  pertandingan dibubarin, karena begitu ada gol, langsung penontonnya tawuran karena gak rela kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak jelas kenapa pada seneng dengan kekerasan. Apakah kita semua sakit jiwa hingga bisa-bisanya  mencintai apa yang namanya kekerasan? Mendukung seorang Napi untuk tetap jadi Ketum dengan   berbagai alibi, mungkin bisa juga dibilang sakit jiwa. Apa gak ada gitu yang lain yang mampu untuk  menggantikannya. Ditambah kesombongan para pengurusnya yang sok menentang FIFA, wuihh makin  komplet deh sebelnya. Bullshit banget kalo PSSI bilang bakal ke pentas dunia tahun 2020. Lha wong  nyelenggarain kompetisi aja gak bener, gak punya standar dan gak punya disiplin. Asia Cup lalu cuma  euforia sesaat dan kita cuma dukung Timnas aja kok. Biasalah, kita semua memang doyan nasionalisme  bendera, tapi itu bukan berarti kesebelan kita terhadap sepakbola nasional hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonton pertandingan Ligina di layar kaca memang bikin sakit mata. Maunya nonton, tapi begitu liat  cara mainnya yang katro dan ingat kelakuan suporter, pemain, ofisial dll yang menjijikkan, langsung  aje aye ganti channel-nya. Lebih sebel lagi, kalo saban hari diberitain lagi-lagi sepakbola kita rusuh.  Apakah kita lagi pada sakit jiwa ataukah memang hobby sesuatu yang pantas dimiliki oleh orang  sakit jiwa yah? Bingung, heran, walau kadang jadi geli sendiri. Yahh, mau diapain lagi, tapi itulah  lagi-lagi salah satu fenomena "luar biasa" yang ada di sekeliling kita. Luar biasa itu artinya berbeda  dari yang biasa. Tapi dia bisa berarti luar biasa dalam artian super, tapi juga bisa berarti luar biasa  dalam artian anomali. Sialnya lagi-lagi di bola ini predikat luar biasa kita adalah yang ANOMALI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikirin PSSI dan bola nasional? Capek dehhh. Emangnya Gue Pikirin. Mending juga nonton EPL dan   bola Eropa plus Latino. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com  &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6222112055763627697?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6222112055763627697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6222112055763627697' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6222112055763627697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6222112055763627697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/anomali-bola-kita-dan-pssi-capek-deh.html' title='Anomali bola kita dan PSSI, Capek Deh'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3853927462813999905</id><published>2010-01-11T05:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:27:02.362-08:00</updated><title type='text'>Eksportir minyak puyeng dengan naiknya harga minyak</title><content type='html'>Posted: 19 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/19/time/090441/idnews/842498/idkanal/4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga minyak bumi tembus US$ 90.00 per barrel! Diperkirakan harga minyak akan terus naik sampai ke level US$ 100 per barrel, and it is a matter of time. Yang kerja di perusahaan minyak siap-siap saja bakal bergelimang bonus, imbas dari naiknya harga minyak ini. Kenaikan harga yang gila-gilaan ini dipicu oleh pengetatan suplai minyak dunia serta melemahnya nilai dollar AS. Dollar AS memang terus melemah bahkan kini USD 1 cuma bernilai SGD 1.46, padahal 4 tahun lalu USD 1 itu bernilai SGD 1.78. Ada pula sebab lain yang bersifat politis, yakni rencana penyerbuan Turki ke wilayah Irak utara yang didiami oleh bangsa Kurdi, bangsa yang jumlahnya puluhan juta tapi gak punya negara sendiri dan cuma bisa hidup numpang di Irak, Turki, Iran dan Suriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di awal 70-an, ketika harga minyak mentah naik gila-gilaan walau masih di bawah level USD 50 per barrel (CMIIW), kita senang bukan kepalang. Sebagai negara pengekspor minyak, kita mendapat dana pembangunan yang luar biasa, sehingga percepatan pembangunan bisa dilakukan di sana sini, salah satunya karena akibat harga minyak naik ini. Tapi kini keadaannya terbalik. Minyak bumi naik harganya, kita malah tambah pusing. Bukan apa-apa itu berarti subsidi Pemerintah terhadap BBM akan meningkat tajam pula dan bikin tekor keuangan negara. Memang realitanya dalam 30 tahunan ini kita cuma bisa jual BERAS (baca: minyak mentah) untuk beli NASI GORENG (baca: BBM). Beras sekilo cuma 5000 perak, tapi nasi goreng sepiring bisa dihargai 15000, padahal 1 kg beras bisa dijadikan up to 10 porsi nasi goreng. Moga-moga kita bisa cepat bikin nasi goreng sekaligus menarik tanggungan subsidi dari nasi goreng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya harga minyak memang sekilas gak berpengaruh apa-apa pada kehidupan kita keseharian. Keliatannya begitu, padahal kenyataannya lain. Selain hal subsidi BBM, minyak itu juga punya banyak turunan. Plastik yang akrab dengan kehidupan kita adalah turunan dari pengolahan minyak. Naiknya harga minyak secara otomatis akan menaikkan harga bijih plastik dan imbasnya tentunya akan berujung pada harga plastik serta turunannya (gak cuma kantong plastik tapi juga injection moulding untuk alat elektronik dll). Harga barang pada akhirnya akan naik tanpa kita sadari, dan kita cuma bisa ngiyem kenapa gaji beberapa bulan lalu cukup tapi bulan-bulan belakangan ini malah kurang untuk beli barang dengan kuantitas yang sama. Itu artinya rakyat juga bakalan puyeng karena gaji gak naik tapi harga dan kebutuhan hidup pada naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga minyak menggila memang ada sisi negatif-nya, namun tetap punya sisi positif pula. Seandainya harga minyak naik justru malah menggelembungkan kas negara, tentunya kita semua akan senang. Tapi kenapa justru malah bikin puyeng kita semua, yang penghasil minyak itu. Ridiculous bukan? Saya pribadi jadi ngiri ketika baca artikel tentang Putin dan Rusia beberapa waktu lalu. Putin kini menikmati dukungan lebih dari 70% rakyatnya karena sukses memakmurkan Rusia dan berangsur mengembalikan Rusia ke kejayaannya kembali. Salah satu rahasianya apalagi kalau bukan karena Rusia mendapat durian runtuh dengan kenaikan harga minyak bumi dan gas bumi. Tapi lagi-lagi, sialnya kita yang sesama pengekspor minyak bumi, bahkan beragam bahan tambang lainnya masih belum bisa melambung semoncer Rusia. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walah, masih libur lebaran dah mikir yang jauh-jauh yah. Saya bukan orang ekonomi ataupun orang yang berkaitan dengan dunia energi. Pengen rasanya dapat penjelasan kenapa realita kita begitu terbalik dengan para eksportir minya lainnya. Plong rasanya kalau bisa tau dan memaklumi kenapa (lagi-lagi) kita harus merasakan kondisi anomali kita itu. Anomali memang gak enak, namun kalau itu yang harus ditelan, ya mau gimana lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3853927462813999905?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3853927462813999905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3853927462813999905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3853927462813999905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3853927462813999905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/eksportir-minyak-puyeng-dengan-naiknya.html' title='Eksportir minyak puyeng dengan naiknya harga minyak'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7083881319729737669</id><published>2010-01-11T05:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:24:12.049-08:00</updated><title type='text'>Sosok kharismatis buya Hamka yang tak tergantikan</title><content type='html'>Posted: 18 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://www.geocities.com/hamkaonline/&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Buya_Hamka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal dengan sosok Buya Hamka? Kebetulan di hari pertama Idul Fitri, 13 Oktober 2007, Metro TV menayangkan program Metro Files tentang Memoar Buya Hamka. Hamka yang merupakan singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah, merupakan salah satu ulama besar yang kharismatis dan sulit tergantikan di nusantara. Figur dan teladannya masih membekas hingga kini. Buya Hamka bukanlah semata seorang ulama, melainkan beliau juga adalah seorang mubaligh dengan kata-kata lembut serta seorang sastrawan dan penulis aktif. Karyanya yang paling fenomenal adalah Tafsir Al Azhar, yang dituntaskannya saat beliau dipenjarakan oleh Bung Karno karena menentang konsep Nasakom.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu itu memang BK mengajukan konsep Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) untuk menghadapi tantangan dari Masyumi, partai tempat Hamka bernaung, yang hendak menggolkan gagasan syariat Islam bagi para pemeluknya. Dalam urusan mengebiri aktivis agama, BK memang tak kalah sadisnya dibanding penerusnya, Pak Harto. Di dalam tayangan TV tersebut dikisahkan bagaimana beratnya penderitaan sang Buya, yang di penjara di siksa sampai sakit-sakitan. Penyiksaan yang paling berat adalah ketika perutnya dikalungi ban berisi air, dimana lantas setrum listrik dialirkan ke air tersebut. Sedemikian beratnya penderitaan Buya saat itu, bahkan sempat terlintas dalam benak beliau untuk commit suicide.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun kehidupan di penjara memang membawa hikmah lain, yakni tuntasnya tafsir Al Azhar (bukan terjemahan), buah tangan terbesar Buya. Buya memang seorang satrawan. Dahulu, semasa SMA, saya pribadi sempat sangsi apakah penulis novel "Tenggelamnya Kapal van der Wijck" adalah Buya Hamka yang pernah saya tahu sebagai mantan ketua MUI. Karena latar belakang sastrawan itulah, Buya amat produktif menulis dan karya dengan bahasa indahnya masih terus dikenang dan dibaca sampai saat ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang ulama yang sastrawan sekaligus seorang da'i dan ustadz yang diteladani oleh banyak orang. Suatu sosok yang kini sulit dicari bandingannya. Apalagi di tengah-tengah masyarakat kita yang sedang sibuk mencari siapa ustadz yang bisa mereka jadikan panutan dalam pengalaman religi di keseharian hidup mereka. Sosok Aa' Gym, Zainudin MZ, Kosim Nurseha ternyata memang belum sekelas Buya, dan begitu cepat ditelan zaman tanpa mampu meninggalkan bekas sebesar Buya. Sosok lain pun hingga kini masih belum bisa diterima secara menyeluruh dan dijadikan panutan oleh umat Islam, sekalipun sosok itu adalah Gus Dur, Mas Amien, Din Syamsudin, Nurcholis, Hasyim Muzadi dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buya Hamka juga terkenal akan ke-konsistenannya. Kontroversi yang paling mahsyur dan dikenang hingga saat ini adalah Fatwa MUI di tahun 1981 yang mengharamkan umat Islam untuk merayakan Natal Bersama. Bagi Buya, urusan agama tidak boleh dicampuri dan dipengaruhi oleh hal-hal politis. Kala itu Pemerintah memang sedang gencar-gencarnya meminta agar umat beragama tak ragu atas nama toleransi untuk merayakan hari raya bersama, satu sama lain. Padahal makna dari Idul Fitri dan Natal amatlah berbeda. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Idul Fitri "hanyalah" perayaan kemenangan belaka setelah umat Islam menang "berperang" melawan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Sedangkan Natal atau Chrismast adalah perayaan atas lahirnya Yesus Kristus yang diyakini sebagai salah satu dari Trinitas, selain Tuhan Bapa dan Rohul Kudus. Suatu konsep yang amat sangat berbeda dengan konsep Tauhid dalam Islam, yang menegaskan bahwa Allah itu Maha Esa. Turut bersama merayakan Natal sama artinya dengan "pengakuan" akan Trinitas yang berkebalikan dengan Tauhid dalam Islam. Karenanya umat Islam diharamkan untuk mengikuti Natal Bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://forum-arsip.swaramuslim.net/more.php?id=3826_0_14_0_C&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kontan saja, Pemerintah, terutama Menag saat itu, Letjen Alamsyah, berang dengan fatwa MUI yang dikomandani oleh Buya Hamka. Bahkan saat itu banyak pejabat negara, termasuk mendiang Ali Moertopo secara demonstratif menyalakan lilin Natal di bawah sorotan lampu kamera TV. Sang Buya akhirnya memilih untuk mengundurkan diri karena berbagai tekanan, yang utamanya dari pihak Pemerintah. Setelah sakit-sakitan, pada 24 Juli 1981 sang Buya menutup mata untuk selama-lamanya, dan kepergiannya ditangisi oleh umat Islam di nusantara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini sosok kharismatis Buya dengan karya tafsir Al Qur'an yang fenomenal bak tak tergantikan oleh ustadz modern di Indonesia. Kalaupun ada yang keilmuannya mungkin dianggap setara dengan Buya Hamka, namun kapasitas Buya sebagai pemikir, panutan dan mubaligh ulung sekaligus sebagai sastrawan belum tentu bisa digantikan oleh sosok tersebut. Akan hadir kembali ulama tanah air yang sekelas Buya namun bisa diterima oleh beragam kalangan dan jadi panutan? Semoga sosok tersebut akan lahir dan tumbuh kembali, dan bukasekedar sosok bak halilintar yang akhirnya hanya menyebabkan umat patah arang dan kecewa tanpa bekas dan jejak apa pun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada yang punya referensi lain tentang Buya kita ini, berikut pemikirannya? Mohon di sharing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com  &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7083881319729737669?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7083881319729737669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7083881319729737669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7083881319729737669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7083881319729737669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/sosok-kharismatis-buya-hamka-yang-tak.html' title='Sosok kharismatis buya Hamka yang tak tergantikan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-9063825296481635160</id><published>2010-01-11T05:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:19:34.461-08:00</updated><title type='text'>Inggris gak lolos ke Euro 2008, Apa Kata Dunia?</title><content type='html'>Posted: 18 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.uefa.com/competitions/euro/standings/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris ditaklukkan Rusia 1-2 di atas lapangan sitentis Moskwa. Ini sekaligus membalas kekalahan Rusia dari Inggris 0-3 sebulan sebelumnya di kandang Inggris. Nilai Inggris cuma 23 dari 11 pertandingan, dan tinggal menyisakan 1 pertandingan kandang saja melawan Kroasia. Sedangkan Kroasia, yang punya 2 pertandingan sisa, yakni melawan Makedonia dan Inggris, sudah memiliki nilai 26, dan cukup meraih hasil seri saja dari 2 pertandingan itu untuk lolos ke babak berikutnya. Rusia baru punya nilai 21 dari 10 pertandingan dan menyisakan 2 pertandingan lainnya, yakni melawan Israel dan Andorra. Kalau gak ada keajaiban, Rusia di atas kertas bakal menang atas kedua lawan tersebut, dan nilainya menjadi 27, sedangkan Inggris hanya bakal mampu meraih nilai maksimum 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kertas, Kroasia lah yang bakal lolos ke final Euro Cup 2008 di Swiss-Austria tahun depan. Inggris begitu glamour dengan EPL-nya. Raupan dari hak sira TV saja sudah sekitar 6 trilyun rupiah, dan itu nyaris melebihi gaungan hak siar TV dari 6 negara sepakbola utama di Eropa (Italia, Spanyol dll). Daya pikat EPL begitu luar biasa, sampai-sampai Menpora menegur dan "memaksa" Astro TV untuk melepas sebagian hak tayang EPL ke TV swasta kita dengan alasan EPL adalah hiburan rakyat banyak. Namun, kini justru Inggris, tempat bernaung EPL malah hampir pasti gak bakal lolos ke Euro 2008. Wahh, ini imbasnya bisa-bisa implementasi ide Sepp Blatter, ketua FIFA untuk membatasi jumlah pemain asing di liga domestik, dan itu berarti daya tarik EPL akan turun karena klub-klub EPL biasanya mengandalkan lebih dari 6 pemain asing dalam starting 11-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris gak lolos kualifikasi Euro 2008? Mungkin begitulah kenyataanya, meski banyak pihak yang mencoba menghibur diri dengan mengatakan bola itu bundar. Walau sebenarnya istilah bola itu bundar lebih tepat ditujukan kepada peluang tim underdog dan bukan tim besar sekelas Inggris. Ironis sekali andaikan negeri liga termahal dan termarak di dunia malah melempem dan ambruk prestasinya di tingkat negara. Ini pasti gara-gara manajernya yang gak becus, dan black sheep memang selalu ditimpakan ke jabatan ini. Apa kata Dunia nanti kalau Inggris benar-benar gak lolos?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah abis long break langsung ngomongin bola. Maunya ngomongin politik kita yang makin sontoloyo aje dengan safari-safari-an ke sana-sini dll. Tapi ngeliat berita begituan apalagi masih dalam suasana liburan Idul Fitri, malah bikin sebel. Eee, sekalinya liat berita bola, ternyata Inggris hancur pula. Apa mau dikata? Anyway, bola cuma sekedar hiburan dan refreshing, jadi gak perlu di pikirkan dalam-dalam. Cuma, kita semua bakal geleng-geleng kepala, Apa Kata Dunia nanti andaikan Three Lions tidak berlaga di Austria-Swiss tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-9063825296481635160?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/9063825296481635160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=9063825296481635160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9063825296481635160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9063825296481635160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/inggris-gak-lolos-ke-euro-2008-apa-kata.html' title='Inggris gak lolos ke Euro 2008, Apa Kata Dunia?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-251005937098938279</id><published>2010-01-11T05:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T05:16:20.641-08:00</updated><title type='text'>Horor dan selingkuh yang kian kita gemari</title><content type='html'>Posted: 11 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saban berkunjung ke pulau tetangga, kalau ada waktu biasanya saya menyempatkan diri untuk menonton Nomat (Nonton Hemat) yang cuma 15 ribu perak. Lumayan, hiburan yang Mumer. Namun Senin lalu, alangkah kecewanya, saat datang ternyata 4 film yang ditawarkan semua adalah film horror. 3 di antaranya film nusantara. Gak sreg aja rasanya dengan film takhayul dan kurafat. Terlalu banyak khayalannya dan gak bagus buat kepribadian, walau anehnya justru film kelas tempe gini yang menjamur di Indonesia. Kemarin jalan-jalan ke Geylang Serai dan Joo Chiat, di salah satu sudut dipampangkan iklan film Suster Ngesot. Suster Ngesot come to Chathay Cineplex on 12 October 2007. Halah, ada-ada aja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tengoklah daftar judul berikut ini: Jalangkung 1-2-3, Kuntilanak 1-2, Lawang Sewu, Suster Ngesot, Sundel Bolong, Terowongan Casablanca, Mirror, Bangsal 13, Hantu Jeruk Purut, Pocong 1-2 dll. Gilee, dalam hitungan bulan, sudah "berjuta-juta hantu" yang bergentayangan meracuni para penonton baik melalui layar putih maupun layar kaca. Film bagus sekelas Nagabonar jadi 2, malah kalah pamor oleh film kacangan kayak gini. Katanya sih emang lagi gitu nge-trend-nya. Dulu kan zamannya film cemen nan mellow, yang dipelopori oleh Ada Apa Dengan Cinta. Kini dah jamannya horror dan mistik-mistikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Herannya lagi kenapa masyarakat pada doyan tema ancur-ancuran begini? Apakah level pemikiran sebagian besar dari kita cuma sampai selevel gitu? Ataukah ini pertanda masyarakat lagi sakit dan stress hingga butuh pelarian ke hal-hal kacangan begitu? Anehnya kok film-film ngawur gini bisa yah lolos tayang? Kenapa yang namanya Badan Sensor Film? Apakah mereka takut gak dianggap demokratis karena mencekal tayangan yang gak bagus buat kepribadian kita? Walau sebenarnya perlu dicari batasan tegas mana yang baik dan yang gak, biar gak berpolemik. Jeleknya nasehat para ulama di MUI juga udah terlalu banyak dicuekin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan tanyakan kepada para produsernya untuk mempertimbangkan hal moral dan akhlak dalam pembuatan film begituan, apalagi tentang hal tanggung jawab sosial, ataupun pertanggungjawabannya nanti kepada Ilahi kelak di akhirat apabila produknya memang "merusak akhlak masyarakat". Mereka gak akan peduli, sebab buat mereka yang terpenting adalah duit, duit dan duit. Duit adalah segala-galanya, dan mereka membuatnya menyesuaikan dengan selera pasar. Kalau menghasilkan duit banyak, persetan dengan yang namanya akhlak, moral dan tanggung jawab sosial. Hal ini berlaku bukan cuma pada tayangan mistik, tapi juga pada tayangan lain yang berpotensi merusak akhlak dan moral rakyat. Lagi pula, ini dah jaman reformasi dan demokrasi, so atas nama seni, gak ada yang boleh dilarang meskipun itu mungkin lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Nah lho, jadi tambah ribet kan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada satu hal lain lagi yang bikin saya cukup miris dan bertanya-tanya. Kenapa yah orang kita itu demen lagu bertema "Selingkuh"? Kalo tiap hari ngederin kayak gini dan malah lagu itu jadi populer, bukankah secara gak langsung berarti Budaya Selingkuh akan jadi biasa dan diterima di masyarakat? Konon katanya, memang yang namanya selingkuh udah bukan barang baru dan tabu di pergaulan kaum jetset dan hedonis terutama di masyarakat perkotaan. Kalau dah gini jangan tanya deh mereka pada takut Tuhan atau gak. Jawabnya ya dah pasti gak, malah boleh jadi mereka bilang, Siapa tuh Tuhan, emangnya gue pikirin. Apakah lagu-lagu Selingkuh itu yang ikut meracuni pemikiran masyarakat? Boleh jadi malah harus dibaca sebaliknya, bahwa lagu itu memang menggambarkan fenomena yang ada di masyarakat. Nah lho, pak ustadz, piye toh. Apakah pencipta dan penyanyi lagi itu perduli dengan moral dll? Yah jawabannya sama dengan kasus film mistik, yang penting kan duit, duit dan duit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Simak deh kutipan syair di bawah ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekasih Gelapku-nya Ungu&lt;br /&gt;Ku mencintaimu lebih dari apapun, meskipun tiada satu orang pun yang tau&lt;br /&gt;Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku, meskipun engkau hanya kekasih gelapku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selingkuh-nya Kangen Band&lt;br /&gt;Tapi kamu kok selingkuh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketauan-nya Matta Band&lt;br /&gt;Oo oo kamu ketauan pacaran lagi dengan si dia teman baikku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan Aku Yang Kedua-nya Astrid&lt;br /&gt;Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia&lt;br /&gt;Meskipun engkau tak kan pernah kumiliki selamanya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TTM-nya Ratu&lt;br /&gt;Cukuplah sudah berteman denganku, janganlah kau meminta lebih&lt;br /&gt;Aku memang mencintamu, tapi aku ada yang punya&lt;br /&gt;Kita berteman saja teman tapi mesra&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sephia-nya SO7&lt;br /&gt;Selamat tidur kekasih gelapku, selamat jalan kasih tak terungkap&lt;br /&gt;Kekasih sejatimu tak kan pernah sanggup meninggalkanmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenapa yah pada doyan tema SELINGKUH? Tanya Kenapa. Wah kalo mempolemikkan, biasanya malah "diserang balik", masak hal remeh temeh gini aja diurusin, namanya juga hiburan, apa gak ada hal lain yang diurusin? MUI sekali pun andaikan menghimbau minimalisasi tayangan dan berita yang kurang baik dari segi agama, biasanya hasilnya dicuekin, bahkan gak jarang dicibir, urusin noh masalah yang gede-gede kayak KKN, jangan kayak gini yang diurusin duluan. Yahh, masalahnya kalau mau nuntasin KKN di nusantara, sampai kiamat pun gak akan selesai. Kalau gak sambil jalan, melainkan menunggu penuntasan masalah KKN, tentulah gak ada yang bisa mereka lakukan karena KKN di kita hampir musykil dilenyapkan. Terbukti seorang Ketua KY yang harusnya mengawasi korupsi dan mafia hakim, malah ikut-ikutan Korupsi. Pihak akademisi yang harusnya bersih pun ikut-ikutan korupsi, yakni Pak Syamsul Bahri, menyusul Pak Nazaruddin Syamsudin. Jadi kalo nunggu KKN selesai, ya perbaikan di bidang lain gak bakal jalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Au deh gelap. Jadinya mbulet. Reformasi memang memberikan satu anugerah bagus, yang namanya kebebasan. Tapi kalau kebebasan itu gak dikontrol. akhirnya semua serba boleh. Film horrod dan  lagu Selingkuh mungkin masih dalam taraf moderate. Tahun lalu sebelum kontroversi RUU-APP, yang entah kenapa hilang begitu saja dan cuma bikin "capek" berpolemik dan mempersiapkan, saat itu begitu banyak koran kuning yang bertebaran dengan foto-foto syurr sangat mengundang. Sebut saja Lipstick, Eksotika dll. Tentu saja, kita yang senang dengan "penuntasan simbolik" dengan mudahnya menghancurkan hal terang-terang yang secara fisik dianggap merusak. Tapi ketika yang merusak itu adalah berbentuk abstrak yakni nilai, semangat dan pemikiran dari isi (content) suatu benda atau tayangan, semuanya gak ada yang peduli. Entah karena level pemikiran kita masih gak nyampe untuk mengerti bahwa itu berpotensi merusak ataukah takut dibilang melanggar kebebasan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang repotnya, kalau sibuk "ngurusin akhlak dan moral" malah lagi-lagi dicibir sok jadi pahlawan  moral dan akhlak. Boleh jadi dikatain dengan memakai kata-kata dari lagu Iwan Fals, Urus Saja Moralmu Sendiri dan Jangan Urus Moral Kami. Urusan moral sudah merasuki ranah pribadi, jadi gak boleh ada yang mengacak-acak dengan alasan apa pun, karena hal itu bertentangan dengan semangat demokrasi dan kebebasan. Hmm, orang ber-telanjang ria juga hak pribadi yang bersangkutan. Tapi kan kalo dia telanjang di depanmu, apakah kebebasan pribadi yang ditonjolkan terlebih dahulu? Bukankah kebebasan seseorang berakhir ketika memasuki ranah kebebasan orang lain? Tapi yah namanya jalan ke neraka memang nikmat, apa boleh buat? Wah udahlah, polemik beginian gak akan selesai, dan "malunya" lagi tiba-tiba kita dibilang sok jadi pahlawan moral. Tapi kalo moral dan akhlak gak dikasih rambu, apa jadinya nanti yah? APA KATA DUNIA nanti?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-251005937098938279?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/251005937098938279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=251005937098938279' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/251005937098938279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/251005937098938279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/horor-dan-selingkuh-yang-kian-kita.html' title='Horor dan selingkuh yang kian kita gemari'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7842899194894900014</id><published>2010-01-10T06:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T07:00:01.213-08:00</updated><title type='text'>Pinter-pasif vs Aktif-supel, garis tangan vs campur tangan</title><content type='html'>Posted: 10 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin ngobrol-ngobrol dengan klien, cerita tentang pengalaman masa sekolah dulu, ternyata ada  satu fenomena, yang kebetulan atau gak, acap kali terjadi di beberapa tempat. Kisahnya, dulu  dia punya teman sekolah yang pinternya luar biasa. Si kutu buku nan lang ling lung. Bintang sekolahnya  ini masuk ke univeritas top di Malang, dan konon katanya juga jadi outstanding student di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini? Ternyata jagoan cerdas ini hanya menjadi pengajar di bimbel-bimbel yang kita semua tau  kebanyakan gajinya gak seberapa. Dan ini, kasiannya jadi gunjingan beberapa teman lamanya,   terutama di kala kongkouw-kongkouw sambil bernostalgia. Kata klien saya lagi, temannya itu selain   super pinter tapi juga super pendiem. Kalo gak "diketok", lagi meeting juga gak mau ngomong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada lagi teman lain yang dijuluki si Komar. Selain tampangnya mirip Komar, sang pelawak yang  merangkap da'i, orangnya memang kocak, supel dan sok Pede. Meski di SMA nilainya ngepas ,  doi bisa masuk juga ke universitas. Kini si Komar punya banyak perusahaan, bahkan isterinya pun  ikut mengembangkan sayap bisnisnya. Si Komar yang kocak itu secara duniawi bergelimang harta,  dan sukses dikenal di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekali ini saja, saya dengar kisah sejenis. Agaknya gak selamanya sosok pintar lang ling lung  sudah pasti sukses di kehidupan dan kariernya. Malah justru sosok yang Pede dan inovatif serta  pandai berinteraksi malah yang justru lebih tampil berani, cekatan serta gesit dalam karier dan  kehidupannya. Saya jadi ingat dengan sesosok junior saya saat kuliah di negeri utara dulu. Orangnya  rada-rada okem, kocak dan Pede, serta banyak temannya. Lucunya dia lebih cepat dapat kerja  dibandingkan junior lain yang majime (serius) orangnya. Padahal nilainya gak bagus-bagus amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng saya tanya resepnya. Apa jawabnya? Di Jepang yang terpenting adalah bukan seseorang  itu pinat dan dinilai dari IPK-nya saja belaka. Pintar itu bisa dibentuk, apalagi ketika kita masuk  dunia kerja. Di situ kita sebagai orang dewasa akan mengerti sendiri tanggung jawab kita dan  melakoninya dengan sungguh-sungguh, Dengan kata lain, pintar itu bisa dipelajari, apalagi kalau  kita sudah fokus ke satu bidang seperti di pekerjaan. Pintar belaka paling cuma kepake kalau dia  kerja di labolatorium, lembaga penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting adalah bisa gak orang itu untuk berkembang ke depannya, serta berinteraksi  dan bekerja sama dalam satu tim untuk memajukan perusahaan. Kalau memang secara kepribadian  dan psikologis dia berkembang, maka dia lebih dibutuhkan oleh perusahaan. Case by case sih  dan tergantung jenis bidang yang digelutinya. Gak usah heran, untuk cari kerja, terutama di Jepang,  yang paling penting adalah sesi wawancara. Dari sini HRD perusahaan tersebut secara langsung  menilai pakah orang yang bersangkutan cocok dan memang yang dicari atau gak oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kejadian yang berulang kali terjadi di beragam tempat. Masih mungkinkah disebut kebetulan?  Dan memang sebagian realita menampilkan fakta bahwa pintar belaka memang tak cukup. Tapi  perlu kegesitan dan kecekatan. Gak heran orang yang super pinter tapi pasif justru malah dibilang  kurang sukses dibandingkan mereka yang aktif dan berani. Sama halnya dengan pameo di bisnis.  Orang pintar susah berbisnis, karena berhitung terlalu njlimet akibatnya kakinya gak mulai terjun  mencoba dunia pertaruhan itu. Padahal bisnis, selain perencanaan, juga dibutuhkan "kenekatan",  dalam artian berani mengambil keputusan, dan berhitung dilakukan sambil jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau yah fenomena di atas itu apakah cuma kebetulan, ataukah memang fakta yang banyak  terjadi. Bukan bermaksud mencampuri hidup seseorang, namun apakah hal seperti ini adalah  garis tangan ataukah campur tangan. Garis tangan dalam artian sudah takdir dari sana-nya, orang  ybs itu lucky atau gak lucky. Ekstremnya seperti kisah Donal Bebek dan Untung Bebek. Ataukah  itu adalah campur tangan, dalam artian tergantung kepada usaha ybs sekali pun mungkin secara  potensi dia agak kesulitan dan di posisi kurang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever lah, kewajiban manusia memang pada akhirnya berupaya yang terbaik dan harus   menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Itulah yang namanya konsep tawakkal, yakni  berusaha dulu baru berserah diri, bukan belum apa-apa sudah ngomong itu adalah takdir.  Mau dia pinter-pasif atau aktif-supel, yang jelas tiap orang punya garis tangannya masing-masing.  Allah SWT memang punya rencana bagi tiap makhluk-Nya. Tinggal gimana kitanya mau disayang  atau gak oleh-Nya. Kalau mau disayang ya harus mendekatlah. Sayangnya juga di zaman matre  abis begini, tolak ukur kesuksesan seseorang sering dilihat hanyalah dari materi-nya belaka. Memang  sih cuma ini yang keliatan. Tapi kalo materi banyak tapi gak kaya, piye toh? Wahh, lagi-lagi ini mah  pilihan. Hidup kan pilihan dan tiap pilihan ada resikonya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, ada yang pernah ngalamin fenomena sejenis di atas, yakni fenomena pinter-pasif vs  aktif-supel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com  &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7842899194894900014?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7842899194894900014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7842899194894900014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7842899194894900014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7842899194894900014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/pinter-pasif-vs-aktif-supel-garis.html' title='Pinter-pasif vs Aktif-supel, garis tangan vs campur tangan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-528032675451902819</id><published>2010-01-10T06:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:54:25.822-08:00</updated><title type='text'>Cater for all races, Halalkah?</title><content type='html'>Posted: 10 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang di berbagai food stall atau hawaker center, tak jarang kita temui tempat makan, biasanya menyajikan menu bukan masakan China (kecuali Yong Taufu), meskipun tidak punya sertifikat halal, tetapi mencantumkan "Cater for All Races". Tidak jarang, untuk lebih meyakinkan para pembeli, mereka mempekerjakan wanita Melayu, bahkan yang berjilbab. Sang tauke biasanya bukan Melayu dan bukan Muslim. Halalkah masakan mereka yang mereka sajikan, sekalipun tidak memiliki sertifikat halal, namun mencantumkan slogan "Cater for All Races" dan mempekerjakan pegawai Melayu Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula dengan toko-toko roti di berbagai belahan Singapore. Setau saya toko roti yang punya sertifikat halal, sejauh ini yang baru saya temui adalah "blossom" di underground gedung Singpost. Namun tak jarang di Tampines, Bedok dll, toko roti biasa yang gak punya sertifikat halal pun didatangi para pembeli Melayu. Cuma roti aja kok yang dari terigu. Halal pulakah toko roti semacam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana juga dengan warung Nasi Padang yang tauke nya bukan Melayu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halal gak yah? Bisa aja sih nanya, namun gak sedikit orang yang sungkan untuk bertanya. Kalo saya pribadi, selalu kebetulannya gak tertarik untuk makan di food stall yang bertuliskan "Cater for All Races" karena kebetulan selalu menemukan alternatif lainnya. Bagaimana dengan anda? Apakah sikat aja "Cater for All Races"? Toh bukan babi, dan makanannya gak aneh-aneh. Namun hati-hati lho, makanan itu nantinya akan menjadi daging dan darah kita. Kalau diasupi yang haram, nantinya akan berpengaruh kepada pola pikir, ucapan dan tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-528032675451902819?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/528032675451902819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=528032675451902819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/528032675451902819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/528032675451902819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/cater-for-all-races-halalkah.html' title='Cater for all races, Halalkah?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1439801799199704499</id><published>2010-01-10T06:48:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:50:15.508-08:00</updated><title type='text'>Spirit mudik nan menakjubkan</title><content type='html'>Posted: 10 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika nun di masa lalu, saat masih tinggal di ibukota tercinta, saya sempet bingung dan mengganggap "gila" orang yang nekat mudik pas lebaran. Gimana ngga', udah tau alat transportasi kita amburadul baik dari segi kondisi dan kapasitasnya, kenapa masih nekat mudik? Itu orang di dalam gerbong kereta udah kayak ikan sarden dikalengin. Padat banget di dalam, jangan mikir kursi, lorong kereta saja udah penuh oleh orang-orang yang duduk maupun tiduran. Tapi kenapa masih pada nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus pun gak kalah gaswat kondisinya. Belum lagi macet di perjalanan yang amit-amit jabang baby. Berjam-jam di dalam bus, yang sekali pun ber-AC, tentulah bagaikan neraka. Macet ada di mana-mana, capeknya jangan ditanya. Gak kebayang kalo kita yang dapat duduk di tengah, selagi macet abis di tol, tiba-tiba kebelet pipis. Apa jadinya yah? Harus ngelewatin "ribuan" orang sebelum sampai ke pintu bus. Kalo yang cowok masih mending. Di mana-mana bisa pipis. Kalo yang cewek, piye toh? Ataukah memang pada gak kepikiran kebelet pipis lagi yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat pun kondisinya sami mawon. Ngeliat terminal domestik, udah kayak ngeliat pasar malam. Padat dan riuh. Pesawat memang bukan barang mewah lagi, dan sudah banyak orang dari beragam kalangan yang merasakannya. Untuk yang pakai budget airlines, di situ gak ada nomor bangkunya. So, katanya, begitu masuk langsung pada berebutan tempat duduk. Di pesawat jenis ini, makanan gak diperbolehkan. Tapi kalo mau ngebeli di dalam, harganya ampyun, buat yang koceknya ngepas. Kapal laut pun begitu juga, kondisinya penuh abis. Makanannya katanya gak enak, sekelas makanan narapidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang gila, mudik naik motor pun jadi ngetrend dan semakin bertambah dari tahun ke tahun. Naik motor suami isteri plus 2-3 anak, di motor bebek, dengan bawaannya yang luar biasa gede. Jarak ke Semarang, Yogya dan Surabaya sekalipun, yang sekitar 500-1000 km, tetap ditempuh meski dengan muatan berlebih. Wuih, naik motor 20 km aja rasanya pantat udah jadi panas banget, apalagi 500 km, sambil bawa gelendotan yang super berat. Bahaya memang iya, namun motor punya kelebihan bisa selip sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mudik pake jalan apa pun, pakai moda transportasi apa pun, tetap saja sengsara, dan bisa dibilang "gila" bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tapi kenapa jutaan orang demikian bela-belain untuk tetap bisa pulang kampung meskipun harus menderita dan sengsara dulu di sepanjang perjalanannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, setelah terdampar di negeri orang, akhirnya saya "mengerti" juga tentang arti pentingnya mudik. Memang lain berlebaran di negeri sendiri dan negeri orang. Apalagi sebagai wong Jawi, yang punya semboyan mangan ora mangan ngumpul dan enggan merantau, kehadiran Ibu, Bapak, saudara dan kerabat besarlah artinya di hari itu. Jadi ingat kenangan semasa tinggal di negeri utara dulu. Saat itu tiap lebaran, kami shalat di sekolah Indonesia atau KBRI. Bahkan yang tinggalnya di kota lain, bela-belain cabut kerja atau kuliah demi bisa ngumpul dengan sesama orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keharuan dan suasana tersendiri di situ. Usai sholat KBRI biasanya menghidangkan makanan gratis, yang paling gak bisa mengobati kerinduan akan masakan tanah air. Tak lupa, para operator telepon menyajikan servis telpon 3 menit gratis ke tanah air. Semua pada antri berulang-ulang. Seneng rasanya bisa denger suara ortu nun jauh di seberang sana, sambil mohon maaf dan keihklasan dari beliau, Abis itu biasanya kami jalan-jalan bareng entah kemana. Walau begitu memang lain rasanya, lebaran di antara keluarga dan para kerabat serta orang yang kita kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang dialami oleh para perantau dari daerah yang bermukim di Jakarta, meski sukses maupun tak sukses. Ibaratnya hidup setahun itu hanyalah demi untuk satu hari, yang namanya Idul Fitri. Sepanjang tahun, kaum kecil maupun kamu besar kerja keras banting tulang mengumpulkan uang. Uang tabungan itu dibobok saat Idul Fitri. Berlebaran di kampung sana bisa ketemu dengan orang tua, sanak saudara dan juga teman-teman sepermainan dulu. Lebaran sambil ebrnostalgia, dan memang sepahit apa pun pengalaman, toh akhirnya menjadi terlalu manis untuk dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saya rasakan juga ketika ada di negeri rantau. Syukurlah jiran ini jaraknya cuma 1,5 jam dari my home town, Jakarta via pesawat terbang. Gak mungkin rasanya gak pulang pas lebaran. Di negeri utara dulu gak bisa pulang karena keterbatasan waktu, dan juga pertimbangan biaya. Pertama pulang berlebaran di tanah air, setelah 10 lebaran di negeri orang, memang mengharukan. Seneng sekali bisa berkumpul dengan orang tua dan saudara. Berkunjung ke sana-sini, ke tetangga, ke teman-teman, setelah sekian lama di rantau. Ada spirit lain di situ, yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun kadang bangsa kita dibilang "jelek", ada satu nilai yang sebenarnya patut dibanggakan dari bangsa kita. Nilai itu bernama silaturrahmi, dengan kembaran dan turunannya berjulukan kekeluargaan, gotong royong, saling tolong menolong, tepo seliro dll. Itulah spirit dasar yang kita muncul, yang ibaratnya muncul dan di "refresh" kembali di hari raya nan suci itu. Termasuk di dalamnya yang terpenting spirit untuk berkumpul lagi dengan keluarga dan handai taulan. Spirit itulah yang membedakan lebaran di kampung dan di rantau. Spirit itulah yang mendorong kenapa semuanya ngebela-belain untuk tetap harus pulang kampung meski harus sengsara dan menderita di perjalanan. Ada yang hilang dan sepi, ketika kita harus berlebaran di rantau orang. Bedanya saya dan sebagian orang kita merasakan rantau itu adalah di negeri lain, sedangkan sebagian yang lain merasakan rantau adalah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang lahir dan besar di Jakarta seperti saya, balik ke Jakarta saja sudah cukup dan keinginan untuk mudik ke tempat mbah di kampung di pedalaman Jawa sana masih kurang kuat. Beda kasus dengan orang tua saya, atau orang yang tinggal maupun besar di Jakarta, namun lahir di "Jawa" (maksudnya kota atau kampung di pulau Jawa). Rasa ingin mudik jauh lebih besar. karena di sanalah mereka dilahirkan. Sekalipun saya orang Jawa dan tetap orang Jawa, tanah kelahiran saya adalah Jakarta. Karenanya meski tetap mengaku orang Jawa, yang dirindukan bukanlah kampung mbah, melainkan Jakarta. Buat yang tinggal di Jakarta tapi lahir di daerah, apalagi orang tua masih di daerah tentulah yang dirindukan adalah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik memang menyimpan banyak makna. Dan mudik meneguhkan bahwa peranan suatu kekuatan rohani alias spirit adalah begitu besar hingga sanggup menggerakkan seseorang untuk bertindak bahkan di luar batas kemampuannya sekalipun. Mudik memang menyimpan banyak cerita. Inilah yang bagi saya pribadi adalah nikmat yang besar yang susah saya dapatkan saat berada nun jauh di rantau di negeri utara sana. Kalau memang tak ada halangan sama sekali, tentulah semua orang kepengen mudik. Malah kali ini boleh jadi bukan orang yang mudik yang dibilang "gila", melainkan orang yang gak "mudik"lah yang justru dibilang gila. Walau hal ini gak berlaku lurus untuk orang yang sudah lama tinggal dan menetap di suatu wilayah di rantau, seperti misalnya orang tua kita sendiri. Spirit mudik memang menakjubkan dan mampu menggerakkan jutaan orang serta mampu mengalahkan segala rasa derita di sepanjang jalan mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1439801799199704499?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1439801799199704499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1439801799199704499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1439801799199704499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1439801799199704499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/spirit-mudik-nan-menakjubkan.html' title='Spirit mudik nan menakjubkan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-9081297235108642615</id><published>2010-01-10T06:42:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T06:42:49.707-08:00</updated><title type='text'>Cewek Tempel di balik proyek dan KKN</title><content type='html'>Posted: 7 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=0buDScDu8eI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi semampai, seksi, cantik dan putih. Kalo kata host talk show ini, nilainya 9,9. Suaranya dan tawanya pun manja dan menggemaskan. Sosok yang secara fisik bisa  dibilang nyaris sempurna. Trus apa kerjanya dengan anugerah fisik yang nyaris  tanpa cacat ini? Jawabnya, misalnya atasannya mau memenangkan suatu tender atau  proyek, maka dia ikut serta. Kalau ada dia, ya nanti proyeknya jadi gol deh.  Gimana caranya? Ya di entertaint dong, timpalnya singkat. Yaa, status aslinya memang seorang mahasiswi, namun di balik itu dia juga merangkap sebagai seorang lady escort.&lt;br /&gt;Lady escort, sebenarnya bukan barang langka, dan di negeri lain juga ada. Di nusantara, konon katanya peran lady escort, selain kick back money, memang sangat besar untuk menggolkan suatu tender. Fenomena begini memang sudah sangat sangat biasa. Saya sendiri bosen juga mendengar, bapak yang suka mengantar saya kalau saya lagi tugas di Jakarta, sering cerita bahwa dia acap kali mengantar tamu bapak-bapak pejabat dari daerah. Kalo datang ke sini, kelakuannya seperti raja. Yang bikin driver ini sebel, karena dia harus begadang demi menunggu sang pejabat tiap malam hura-hura di Mangga Besar. Ini salah satu kisah nyata dari para pejabat kehutanan Borneo.&lt;br /&gt;Yaaa, pejabat kita memang gak jauh dari yang namanya selangkangan. Entah itu mau namanya karaoke, ataupun pijat-pijatan, ataupun ngegedek di diskotik, ujung-ujungnya ya sami mawon, si otong gak mau bobo ndirian. Siapa yang bayarin? Tentunya ini adalah bagian dari entertaintment. 5 juta semalam pun tuk karaoke gak masalah. Ceweknya juga gak murah biayanya. Satu orang sekali booking nemenin dah 400 ribu.&lt;br /&gt;Kalo kelonan lain lagi tarifnya. Itu belum termasuk tips buat cewek itu dan tambahan buat sang mami. Bahkan ada yang kerjanya cuma Polisi Hutan saja, di sini sampai bisa "memelihara" lady escort. Siapa lagi kalo bukan klien yang bantu sandang pangan sang cewek. Dinas cuma 2 hari, tapi jalan-jalannya 5 hari, sudah tentu uang dinasnya jadi 7 hari dan itu dibiayai oleh pajak yang dibayar oleh rakyat. Busyeet deeeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kurang duit, gak usah bingung, tinggal telpon klien, langsung deh ditransfer berapa puluh juta pun yang diminta. Jangan heran kalo pejabat daerah datang kemari seneng banget ngeborong barang dari mulai butik mewah di Plasa Senayan sampai  barang di pasar grosir Mangga Dua dan Tanah Abang. Duitnya kayak kagak ada meterannya. Mungkin di rumahnya punya pohon duit kali yahh.&lt;br /&gt;Apakah semua itu gratis? Di dunia ini gak ada yang gratis. Apalagi kalo dah berkaitan dengan pejabat dan cukong bejat kayak gini. Bukan lagi ada udang di balik bakwan, tapi ada lobster di balik bakwan. Untuk kasus pejabat kehutanan kayak gini, ya imbalannya apalagi kalau bukan HPH dan pembalakan liar. Ada tuh yang udah  di sidang, dari tamunya driver saya ini, karena tuduhan korupsi 51 milyar! Ya,  maksudnya dia nerima uang dari kliennya gitu.&lt;br /&gt;Pejabat kehutanan mungkin cuma dapat barang sekelas peanuts. Jangan tanya untuk proyek umum lain di Indonesia. Silahkan cari sendiri. Mantan KSAD si Hartono, lucunya malah mencak-mencak ketika ketauan nerima rumah berharga milyaran dari si cukong Henry Leo. Rumahnya dibalikin dan ngotot itu pemberian secara pribadi. Kalo pemberian kok gede banget? Apa memang gak motif lain di balik pemberian itu? Mungkin si Hartono kesel, hadiah sekelas "peanuts" buat dia aja diributin. He he, kita semua emang gak tau, kalo pejabat kita memang doyan makan duit. Sampai-sampai mantan Kabulog, Wijanarko, nyimpen 150 juta tunai di kamar mandi. Padahal pengamen yang dapat gopek aja susah bentar lagi mau diberangus dari jalanan. &lt;br /&gt;Itulah realita kita. Lady Escort, Kick Back Money, "Hadiah" Super, menggejalan dimana-mana. Gak usah malu kalo kita yang mengaku punya agama, ternyata pada kenyataannya dibelit oleh fenomena KKN yang akut. Boleh jadi julukan negeri korup dengan peringkat 153 di dunia adalah kampanye negatif untuk kita. Walau kita sebenarnya sadar, suka atau gak, KKN memang sudah mendarah daging dan sudah jadi bagian kehidupan dan budaya yang bisa kita terima.&lt;br /&gt;Aturan dari Langit sebenarnya jelas, cuma ada hitam atau putih, alias pahala atau dosa. Tapi kita semua seneng bikin jadi grey alias gak jelas, lalu diberi alibi macam-macam. Orang Jepang bilang, seribu dalih pun mudah dibikin. Makanya banyak pejabat mengklaim klien ngasih hadiah milyaran dengan ikhlas. Hari gini mikir ikhlas untuk hadiah segede gitu? Yang ngasih aja susah payah nyari duit seperak, mana masih sih cukong itu mengikhlaskan hadiah itu?&lt;br /&gt;Trus gimana solusinya? Gak boleh menyerah dalam menegakkan kebenaran. Meski ganjalannya banyak dan susah banget. Liat saja, anggota KY sekalipun ternyata ikut-ikutan KKN padahal dia seharusnya mengawasi hakim kita dari tindak KKN. Memang dunia serasa terbalik. Tapi biarlah, toh sebagai makhluk kewajiban kita cuma berbuat yang terbaik. Semuanya adalah Kuasa Ilahi dan semuanya sudah digariskan oleh-Nya. Karenanya jangan pernah  berhenti dan lelah menyuarakan kebrengsekan otak kita. Bukan maksud  bikin pesimis, melainkan sebagai reminder bahwa penyakit itu masih ada dan kita gak boleh putus asa mengobatinya.&lt;br /&gt;Yah itulah realita di negeri kita. Mau gimana lagi. What to do? Ada yang pernah denger cerita tentang escort-escort-an Lady?&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-9081297235108642615?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/9081297235108642615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=9081297235108642615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9081297235108642615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/9081297235108642615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/cewek-tempel-di-balik-proyek-dan-kkn.html' title='Cewek Tempel di balik proyek dan KKN'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-62996042011556142</id><published>2010-01-10T06:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:39:03.383-08:00</updated><title type='text'>2 Pilihan untuk sekte sesat</title><content type='html'>Posted: 6 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/06/time/020001/idnews/838657/idkanal/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi rame nih ribut-ribut kasus sekte Al Qur'an Suci di Bandung, karena 2 orang pengikutnya dilaporkan hilang oleh  orang tua mereka. Sekte ini sepertinya model baru dari gerakan Inkarussunnah, yang tidak mengakui kebenaran  Sunnah Rasul, dan hanya mengakui kebenaran Al Qur'an. Terhadap sekte-sekte sesat seperti ini, manakah yang  sebenarnya patut dipilih? &lt;br /&gt;1. Apakah melibas mereka dengan alasan kewajiban menegakkan Dien Allah dari perusakan dan penyesatan sebagain  golongan orang yang sesat itu?  2. Ataukah membiarkannya dengan alasan persatuan-kesatuan umat dan memprioritaskan masalah lain yang mungkin lebih   penting, seperti kerusakan akhlak dll?&lt;br /&gt;Sikap umat Islam terpecah mendua. Khususnya terhadap para golongan yang dianggap nyeleneh namun telanjur besar  dan terkenal, seperti misalnya JIL, NII, Ahmadiyah dll. Kalo sekelas Lia Aminudin mah peanut itu, disikat juga chincai.  Kalau dibiarkan, bukankah itu akan menggerogoti akidah umat? Tapi kalo dilibas, bukankah umat jadinya selalu  terkesan gontok-gontokan dan terpecah belah.&lt;br /&gt;Yang mana yang lebih baik dan yang mana lebih prioritas? Satu lagi, siapa yang berhak menetapkan bahwa golongan  nyeleneh itu sesat dan siapa yang punya hak otoritas untuk menindaknya? Adakah MUI yang dianggap berhak untuk  mem-fatwakan sesat atau tidaknya? Adakah MUI sudah diberi otoritas untuk menindaknya? Pada kasus Darul Arqam   dulu, CMIIW, Pemerintah jiran yang langsung menindaknya padahal waktu itu Darul Arqam sudah termasuk besar dan  bahkan kuat secara ekonomi. Walau ada yang menuduh alasan politis, tapi Arqam berhasil dikerdilkan. Di Indonesia  Pemerintahnya lebih terkesan lepas tangan dan gak mau campur terlalu jauh, demi menghindari hujatan cawe-cawe  sana-sini, apalagi kalau yang dihadapi kelompok yang dianggap nyeleneh tapi sudah terlalu besar, seperti JIL, NII,  Ahmadiyah dll. Karenanya gak heran, akhirnya sebagian umat harus bertindak sendiri bahkan cenderung anarkis,  terhadap mereka yang dicap sesat.&lt;br /&gt;Yang terpenting, siapa yang punya otoritas menentukan sesat tidaknya suatu ajaran, dan apa tindakan terbaik terhadap  mereka yang dianggap sesat itu serta apa definisi dan standar sesat itu? Ini untuk menghindari tuduhan"kesewenang-  wenangan" dari berbagai kalangan. Apakah si sesat itu harus ditobatkan dan bagaimana kalau mereka gak mau tobat?  Apakah harus dihancurkan tempat ibadahnya dengan alasan menjadi virus masyarakat, ataukah diusir dari wilayah  situ atau bagaimana? Di zaman Rasulullah, yang mengaku nabi palsu alias membawa ajaran sesat ya diperangi.&lt;br /&gt;Selain 2 pilihan itu, adakah pilihan lainnya terhadap si sesat? Barangkali ada yang punya sharing pemikiran dan info.&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com  &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-62996042011556142?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/62996042011556142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=62996042011556142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/62996042011556142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/62996042011556142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/2-pilihan-untuk-sekte-sesat.html' title='2 Pilihan untuk sekte sesat'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1662663286605474259</id><published>2010-01-10T06:34:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:35:39.792-08:00</updated><title type='text'>Presiden Cemen dan Kata Dunia 2</title><content type='html'>Posted: 5 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Insya Allah nangkep apa yang hendak disampaikan Mas Eddy. Maklum sama-sama wong Jawi.&lt;br /&gt;Dan wong Jawi dalam bicara atau nulis itu gak selalu pakai "pisau satu", tapi bisa juga "pisau dua". Dalam artian gerak pelurunya gak selalu linear, bisa jadi carp, eksponensial dll, sehingga sasaran sesungguhnya gak selalu yang ada di garis lurus. :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah keunikan nusantara, yang punya pakem sendiri, baik dari alam maupun sifat orang-orangnya, yang kadang sulit didapati di negeri lain. Kalau sesuatu itu teramat beda dari yang lain, pilihannya hanya dua, apakah sesuatu itu luar biasa ataukah itu anomali. Moga-moga kita masuk yang luar biasa. Walau begitu keunikan itu harus tetap dipertahankan sebagai ciri khas budayanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya saja, terkadang gerak zaman sudah lain dan menyeret-nyeret apa yang ada di karakteristik kita. Maunya tetap seperti apa adanya, namun jaman begitu kejam, dan yang berlaku hukum rimba. Disinilah fighting spirit itu harus perlu, apalagi andaikan kita duduk sebagai leader yang perlu mengobarkan fighting spirit itu. Mungkin dia gak salah dan mungkin maksudnya baik dengan bersifat bersifat humble. Namun sayangnya gak semua orang belum tentu punya pemikiran sampai ke sana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Level pemahaman orang berbeda, dan ketika kita semua perlu fighting spirit untuk berjuang, sifat multi tafsir, meski mungkin niatannya baik, hanya akan menimbulkan kebingungan karena&lt;br /&gt;memang gak semua orang mampu menangkap secara jernih. Nabi SAW pun pernah bersabda&lt;br /&gt;berbicara kepada seorang sesuai dengan kemampuan orang itu menerimanya. Di saat kritis,&lt;br /&gt;perlu fighting spirit yang efektif, bisa dibayangkan apabila justru yang disampaikan adalah hal yang bersifat multitafsir dan praduga dan bukan sesuatu yang pasti dan tegas. Sesuatu yang benar memang belum tentu baik ketika penempatannya tidak tepat atau timingnya tidak tepat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Muteer-muteerr dikit, tapi semoga nangkep yahh. Anyway sayang banget kalo sosok yang selama ini keliatan bersih dan idealis, tiba-tiba pada akhirnya nanti harus melemah. Ya kita tau lah siapa calon-calon lainnya. Bukan buruk sangka, tapi tegakah anda kalo lagi-lagi negeri kita jadi "bancakan"? Itu aja sih, jangan sampai lagi-lagi bancakan yang sebenarnya mulai bisa ditekan malah muncul kembali pada akhirnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Papa Fariz Web Blog: http://papafariz.blogspot.com FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message ----- &lt;br /&gt;From: Eddy Prabowo &lt;br /&gt;Subject: RE: [Legiun-70] Presiden kok Cemen, Apa Kata Dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMHO ya Om dan Tante:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Budaya Jawa (atau Jawa Tengah), memang relatif kalem, diam, tenang, telaten, sabar, nrimo.&lt;br /&gt;Ada yang menangkap ini sebagai sinyal-sinyal berikut:&lt;br /&gt;- tidak PD&lt;br /&gt;- tidak menghargai diri&lt;br /&gt;- tidak berani maju&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada yang tanya, kenapa sih penyebabnya?&lt;br /&gt;Gue mencontohkan seperti ini: &lt;br /&gt;Pada jaman dahulu kala, sepuluh orang tinggal di pulau yang subur. Mata air banyak. Pohon buah-buahan banyak. &lt;br /&gt;Sungai banyak. Ikan banyak. Hewan yang bisa dimakan banyak. &lt;br /&gt;Karena sumber daya alam yang banyak ini, sepuluh orang ini tidak pernah berebut. &lt;br /&gt;Kalau satu orang mengambil buah-buahan di pohon yang satu, yang lain cari pohon lain.&lt;br /&gt;Selalu cukup. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, sifat-sifat inilah yang terlihat khas.&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya jaman sekarang nggak begitu-begitu banget.&lt;br /&gt;Karena sekarang sumber daya alam terbatas. &lt;br /&gt;Sekarang, uang (sebagai alat pembayaran yang sah) juga terbatas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, generasi orang suku Jawa Tengah juga nggak kalem lagi, nggak diam lagi, nggak tenang lagi, nggak sabaran lagi.&lt;br /&gt;Yang agresif jumlahnya cukup kentara/signifikan.&lt;br /&gt;Yang nekat, juga kentara.&lt;br /&gt;Yang main hajar/bacok juga kentara.&lt;br /&gt;Yang sabar, tenang, kalem, telaten juga masih ada.&lt;br /&gt;Yang pura-pura tenang dan kalem juga ada.&lt;br /&gt;Yang pura-pura beringas juga ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, tidaklah bijak jika hanya melihat gaya/style saja. &lt;br /&gt;Inti di dalamnya kita tidak tahu. &lt;br /&gt;Intrik-intrik di dalam sono juga kita tidak tahu. Atau belum tahu :-)).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Okeh Friends. Sekian saja.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;to avoid criticism: do nothing, say nothing, be nothing #elbert hubbard&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1662663286605474259?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1662663286605474259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1662663286605474259' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1662663286605474259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1662663286605474259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/presiden-cemen-dan-kata-dunia-2.html' title='Presiden Cemen dan Kata Dunia 2'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1414705949070991962</id><published>2010-01-10T06:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:31:08.939-08:00</updated><title type='text'>Presiden kok Cemen? Apa Kata Dunia?</title><content type='html'>Posted: 5 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, payah Presidennya "CEMEN". Masak belum apa-apa udah terkesan gak "PD" buat maju  dan bersaing di Pilpres berikutnya. Apakah ini strategi "tebar pesona" agar dinilai tidak ambisius  untuk tujuan akhir merebut simpati rakyat? Ataukah beliau "ngeper" karena mantan atasannya  dah mendeklarasikan diri untuk berkompetisi dan wakilnya kini dah ngasih signal mau pisah,  karena juga kepengen jadi orang nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak "macho banget", belum apa-apa udah loyo. Liat tuh Putin dari Rusia. Dia kepengen maju  tapi terganjal peraturan gak boleh lebih dari 2 kali berturut-turut. Tapi dia naruh orangnya untuk  5 tahun ini, lalu 5 tahun berikutnya mencalonkan diri jadi Presiden. Liat tuh Musharraf dari Pakistan,  yang meski ditentang tetap PD maju. Liat tuh Badawi, Arroyo, Chen, Bush dll yang selama gak  terganjal peraturan, tetap mau maju dan meng-keep posisinya sebagai incumbent country leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada satu pun yang bilang, saya lihat-lihat mau maju apa gak, dan kalau baik barulah maju.  Justru yang ada mereka yang pengen maju, gak selamanya dicap rakus atau ambisius, tapi  malah dianggap punya kemauan dan tekad baja untuk membawa bangsanya ke arah perbaikan.  Apalagi sekarang kontrol dari berbagai pihak sudah bagus. Jadi sudah seharusnya kalo leader  yang punya tekad baja untuk membangun bangsa, punya PD untuk tampil memimpin lagi.  Kalo belum apa-apa udah ciut, entah dengan tujuan mau tebar pesona atau apa, janggal aja  rasanya. Kan dia pemimpin kita, masak sih bisa-bisanya ngomong gak ada PD kayak gitu.  APA KATA DUNIA? (icon baru pengganti TANYA KENAPA). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz  &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com  &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY Belum Pasti Maju di 2009 &lt;br /&gt;Din Banyak Mendapat Simpati di PDI-P&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum pasti akan maju kembali dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009. Jika dalam perhitungannya pencalonan itu membawa kebaikan untuk rakyat, bangsa, dan negara, Yudhoyono baru akan maju berkompetisi dalam Pemilu 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan kalkulasikan. Kalau saya pikir baik untuk bangsa, negara, dan rakyat, insya Allah saya akan maju. Namun, kalau justru menurut perhitungan saya tidak baik, saya tidak akan maju. Saya sampaikan ini secara jelas dan Allah SWT mendengarkan pernyataan saya pada malam hari ini," ujar Yudhoyono dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan pers disampaikan Presiden usai acara buka puasa bersama dengan sekitar 600 pejabat dan undangan lain di Istana Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengadakan keterangan pers, Presiden bersantap malam dengan Wakil Presiden (Wapres) dan sejumlah pejabat di teras belakang Istana Negara. Keterangan pers digelar setelah Presiden dan Ny Ani Yudhoyono mengantar Wapres dan Ny Mufida Kalla meninggalkan Istana Negara. Saat memberi keterangan pers, Presiden didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan Presiden, pembicaraan soal Pemilu 2009 terlalu dini dimunculkan. Presiden menggunakan pemilu di Amerika Serikat pada tahun 2008 sebagai acuan. Karena merasa masih terlalu dini, Presiden tidak secara pasti dan tegas menyampaikan niatnya dalam Pemilu 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan menyampaikan posisi saya secara tepat pada waktu yang tepat. Bisa saja saya akan berkompetisi kembali dan bisa saja saya tidak mencalonkan diri sebagai presiden," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Sutiyoso &lt;br /&gt;Mengenai mulai munculnya calon presiden, yaitu Megawati Soekarnoputri dan Sutiyoso, dalam Pemilu 2009, Yudhoyono menilainya sebagai sesuatu yang positif dalam demokrasi. "Demokrasi makin mekar. Makin banyak calon, makin banyak pilihan untuk rakyat," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudhoyono mengaku tidak merasa terganggu dengan pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang sangat mungkin berpisah dengan dirinya dalam Pemilu 2009. Yudhoyono dapat memahami pernyataan itu karena Kalla sekaligus merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hubungan saya dengan Pak Jusuf Kalla tetap baik. Menjadi kewajiban saya dan Pak Jusuf Kalla untuk lebih mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaga untuk menjalankan tugas," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pencalonan Sutiyoso, Yudhoyono menghormati hal itu sebagai bagian dari hak Sutiyoso sebagai warga negara. "Tidak etis saya memberikan komentar kepada Pak Sutiyoso yang sekarang masih menjabat sebagai gubernur," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden berharap semua pejabat di jajaran pemerintahan, baik menteri maupun gubernur, yang berkeinginan mencalonkan diri dalam Pemilu 2009 agar mengutamakan tugas-tugas pemerintahan demi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu partai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin siang, seusai bertemu Wapres, Wakil Ketua MPR AM Fatwa mengingatkan, untuk pemerintahan yang kuat dan fokus selama masa pemerintahannya, idealnya presiden dan wapres berasal dari partai politik yang sama. Jika tidak memungkinkan, presiden dan wapres merupakan calon yang diusung oleh beberapa partai dalam koalisi permanen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak dari satu partai politik atau tidak diusung koalisi partai politik yang permanen, di tengah jalan masing-masing (presiden dan wapres) akan membuat hitungan dan pasang kuda-kuda," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat wapres dari PDI-P &lt;br /&gt;Setelah memastikan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri sebagai kandidat presiden pada pemilu mendatang, PDI-P kini sedang mewacanakan pasangan kandidat wapres. &lt;br /&gt;Salah satu kandidat wapres yang banyak mendapat simpati di kalangan PDI-P saat ini adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. &lt;br /&gt;"Pak Din, cukup banyak mendapat simpati di kalangan PDI-P, apalagi setelah beliau mendorong pembentukan Baitul Muslimin yang menjadi sayap Islam PDI-P," ujar Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung ketika bertemu Din Syamsuddin di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, kemarin. &lt;br /&gt;"PDI-P punya mekanisme yang sudah dibakukan. Soal calon wapres, akan terlihat dalam pandangan umum dari daerah dan cabang pada rakernas ketiga di Solo atau Makassar pada Maret mendatang," ujar Pramono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tersebut juga dihadiri, Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P Taufik Kiemas dan para pengurus sayap Islam PDI-P Baitul Muslimin yang baru terbentuk. &lt;br /&gt;Kemarin sore Jimly Asshidiqie, selaku Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), mengatakan, dirinya ibarat seorang wasit yang harus netral dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Oleh karena itu, ia tidak boleh menjadi pemain dalam pemilu mendatang. &lt;br /&gt;Hal itu dilontarkan Jimly menjawab pers sebelum ia mengikuti acara silaturahmi dan buka puasa bersama Presiden dan Wapres di Istana Negara. &lt;br /&gt;Pers sebelumnya bertanya apakah dirinya siap jika dicalonkan sebagai salah satu calon alternatif wapres yang akan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagaimana disampaikan salah satu pimpinan Partai Demokrat, Rabu. &lt;br /&gt;"Saya ini kan wasit, masa harus ikut main juga. Tidak mungkin," ujar Jimly, singkat.&lt;br /&gt;(HAR/MAM/A/19/INU)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1414705949070991962?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1414705949070991962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1414705949070991962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1414705949070991962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1414705949070991962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/presiden-kok-cemen-apa-kata-dunia.html' title='Presiden kok Cemen? Apa Kata Dunia?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5814140862219641996</id><published>2010-01-10T06:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:24:31.283-08:00</updated><title type='text'>Ibu muda didenda 2 Milyar gara-gara download 24 lagu</title><content type='html'>Posted: 5 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/05/time/093946/idnews/838229/idkanal/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gileee, ati-ati nih brur, gara-gara download 24 lagu via internet, seorang ibu muda didenda 2 milyar rupiah. Kejadiannya di Amrik, gimana dengan di Indonesia dan di jiran sini yah? Apa bakal kayak gitu juga. Kalo sampeyan pakai multiply, di situ orang bebas upload dan download MP3. Apakah itu termasuk ilegal juga? Kalo iya, Multiply juga salah dong, kan dia penyedia fasilitasnya. Kite mah cuma end user aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu waktu masih ada Kazaa, Napster, Audio Galaxy dll, kadang saya download dari situ. Cuma sekarang buat apa download? Kalo kepengen beli aja CD MP3 di Jakarta atau Batam. Dengan 10 ribu sudah bisa dapat 100 lagu, top gak tuh? Coba deh kalo ente nge-download dari internet, berapa biaya dan waktu yang diperlukan. Tetep aja gak bisa ngalahin MP3 pirate version di Batam dan Jakarta kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo CD MP3 yang 10 ribuan itu ilegal, lantas kenapa marak di mana-mana dan gak ditindak?  TANYA KENAPA. Dosa gak yah pakai atau download yang ilegal? Weww, au ahh gelap, pan kocek kite terbatas brur. So what gitu lho?&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5814140862219641996?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5814140862219641996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5814140862219641996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5814140862219641996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5814140862219641996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/ibu-muda-didenda-2-milyar-gara-gara.html' title='Ibu muda didenda 2 Milyar gara-gara download 24 lagu'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3601716177998992636</id><published>2010-01-10T06:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T06:20:54.808-08:00</updated><title type='text'>Potensinya besar, namun sayang "tidak diorganisir"</title><content type='html'>Posted: 5 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Singapore ada satu organisasi yang namanya IPA (Indonesian Professional Association). Teman se-almamater saya yang juga suami dari seorang IMASer menjadi pengurus terasnya. Kegiatannya lumayan banyak katanya, dan beberapa waktu lalu juga mengadakan seminar di KBRI. Pernah cek juga ke website-nya, memang lumayan bagus dan profesional, karenanya mereka berani mengutip membership fee. Kalau sudah mengutip uang begini, tanggung jawabnya besar dan gak main-main. Bukan bermaksud SARA, liat-liat lagi, pengurusnya dan anggotanya kebanyakan WNI keturunan, yang mungkin juga mayoritas WNI di jiran nan mini ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAS sebenarnya gak kalah hebat. Ada country manager, ada staf Parlemen, ada pengusaha, ada ustadz, ada ahli networking, ada programmer kompuer, ada engineer, ada doktor dll. Pokoknya hebat deh, dan saya gak sungkan kalo menceritakan tentang kehebatan teman-teman yang saya kenal di Singapore, ke teman-teman saya di Indonesia. Paling gak bisa jadi contoh sukses gitu maksudnya. Karena IMAS secara SDM gak kalah hebat, tapi kenapa yahh IMAS masih berupa OTB (Organisasi Tanpa Bentuk)? Padahal IMHO, kualitas SDM-nya, barangkali lebih dari IPA yah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sedulur kampung babe dan nyak saya, bikin suatu organisasi setengah resmi. Kalo resmi-resmi-an repot soale skalanya masih tingat sedulur sa' kampung. Kalo resmi-resmian, nanti juga repot karena apakah anggotanya mau terikat dengan hak kewajiban, termasuk urusan iuran dll, dan harus ada AD/ART dan pengurus yang mungkin perlu gaji. Akhirnya yang dipakai memang setengah resmi. Kalo gak resmi nanti gak teratur geraknya soalnya. Di kumpulan setengah resmi ini, tentunya ada yang dituakan walau statusnya bukan ketua. Pakde ini yang memimpin pertemuan, kalau ada yang nikahin, dia jadi perwakilan keluarga dll. Kegiatannya yang reguler adalah arisan bulanan. Kalau ada hajatan, biasanya pada dateng semua. Namanya lumayan keren dan seneng aja dengernya, "Paguyuban Keluarga Wonoenggal". Yahud gak tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak itu dulunya dari kampung Wonoenggal dan merantau di Jakarta. Wonoenggal cuma kampung kecil di kota kecil Kutoarjo, di selatan jawa Tengah. Kini banyak yang kerjanya mapan, baik sebagai polisi, pegawai bank, pemerintahan, swasta dll. Walau saya yakin tetap saja gak bakal lebih hebat dari SDM-nya IMAS. Yang orang kampung sanggup bikin Paguyuban setengah resmi. Yang warga keturunan mampu mempelopori pembentukan organisasi umum nan sekuler yang profesional. IMAS yang warganya malah ditunjang dengan Insya Allah ilmu agama yang mumpuni, sejujurnya IMHO lebih berpotensi untuk jadi penggerak bahkan kalau perlu dalam bentuk organisasi resmi sekelas IPA, minimal ya sekelas Paguyuban orang kampung Wonoenggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Imam Ali, kejahatan yang terorganisir akan dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Tapi ternyata ber-organisir itu bukan perkara mudah, Buktinya sekali pun SDM nya sudah sangat mumpuni ternyata yang berupa paguyuban pun tetap susah dibentuk. Weww, Papa Fariz bukan organisator dan jarang ikutan organisasi apalagi sampe jadi pengurusnya, makanya kadang bingung aja, sebenarnya apa yah kendala organisasi atau paguyuban itu. Atau paling enak kita seperti sekarang, bebas dan lepas, karena pada sibuk, sedangkan organisasi itu butuh komitmen. Memang enak sih bebas dan lepas, dan ini lebih diminati. Namun kalo bebas dan lepas, rasanya sulit untuk mampu memberikan sumbangsih lebih besar karena mungkin jadi "kurang teroganisir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah mungkin silaturrahmi dan networking itu gak harus dalam bentuk organisasi yahh? Enthalah, hanya sebuah refleksi melihat fenomena organisasi, kebetulan lagi ngabisin bacaan buku yang bercerita bahwa kesuksesan berbisnis gaya mereka adalah karena ditunjang oleh organisasi. Satu sama lain saling menolong dengan karena teroganisir dan karena keberadaan organisasi itu. Tapi barangkali organisasi memang gak penting dan merepotkan yahh? Bukankah yang enak yaah nikmati aja yang bebas lepas. He he, ini kan tipikal orang tropis, yang santai dan nrimo serta puas akan apa adanya. Memang enjoy namun jadinya susah mengejar ketertinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kalau gak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3601716177998992636?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3601716177998992636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3601716177998992636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3601716177998992636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3601716177998992636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/potensinya-besar-namun-sayang-tidak.html' title='Potensinya besar, namun sayang &quot;tidak diorganisir&quot;'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8756198638459418578</id><published>2010-01-10T06:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:17:18.923-08:00</updated><title type='text'>Macet, Pamer Paha yang bikin tambah sabar</title><content type='html'>Posted: 5 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke Jakarta minggu lalu, ada sebuah fenomena baru tapi lama, yang kian menggemaskan dan memicu produksi adrenalin para penggunanya. Fenomena itu apalagi kalau bukan kemacetan yang tambah menggila. Setiap masuk ke tol dalam kota dari arah Cikampek, di dekat pintu tol Halim selalu terpampang niformation board elektronik. Kalau dulu selalu tertulis "Slipi-Tomang tersendat", sejak minggu lalu tulisannya berubah menjadi "Cawang-Tomang tersendat, kecepatan 0-5 km/jam". Aje gile, Cawang ke Tomang memangnya deket brur? Pufff puyeng abis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan yang gila apalagi kalau bukan dipicu oleh pembangunan serentak 3 koridor baru Busway. 3 koridor itu adalah Koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni, Koridor IX Pinang Ranti-Pluit, Koridor X Cililitan-Tanjung Priok yang dikebut biar beroperasi pada bulan Desember ini, dan juga koridor busway yang melintasi MT Haryono, gak tau koridor berapa nih. Jalur Slipi-Tomang yang cuma bisa dilalui 3-4 kendaraan, 1 jalur sudah disita untuk pengerasan jalan buat Busway.  Satu jalur lagi, apalagi kalo bukan buat para angkot ngetem. Sisa 1-2 jalur saja yang bisa dilalui,  dan sialnya di situ ada Pasar Slipi dan simpangan. Kebayang gak gimana gilanya bottle neck di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dari bottle neck di Slipi-Tomang berbuntut sampai ke dalam tol, karena banyak kendaraan yang keluar dari tol di depan Gedung DPR. Sialnya lagi, tol bandara yang jadi alternatif untuk pergi ke Grogol dan Bandara, ternyata harus ditutup 4 bulan di daerah Jembatan Tiga gara-gara kebakaran kolong tol pada bulan lalu yang menyebabkan kerusakan konstruksi pilar jalan tol. Akhirnya semua kendaraan menumpuk ke arah tol dalam kota, yang sudah padat banget karena kena macet akibat pengerasan busway Slipi-Tomang. Lengkap sudah penderitaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatsu dan MT Haryono, yang jalan protoklnya cuma ada 3 jalur, 1 jalur juga sudah dikeraskan untuk busway. Minggu lalu pengerasan masih di sekitar Patung Pancoran. Katanya sih minggu ini udah sampai ke Crown Plaza Hotel di dekat Semanggi. Kagak usah puyeng kalo untuk menempuh jarak sejauh 3 km dari Plaza Senayan ke Semanggi, kini pada rush hour dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam. Di jalan Pramuka dan Cempaka Putih, malah kini katanya banyak pegawai kantor yang memilih pulang jalan kaki karena macet berat di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakut malah lebih parah lagi. Jumat lalu saya ngambil reparasi Kompi di Mangga Dua karena  tol Jembatan Tiga yang mau tutup itu macet abis, akhirnya saya memutuskan lewat Pasar Ikan.  Ternyata Wrong Choice, mampuslah di situ, ada pengerasan Busway dan mobil hampir gak jalan  sama sekali. Lepas dari situ ngambil jalur Cideng-Tanah Abang. Kena lagi, sampai akhirnya harus  buka puasa di jalan. Belum selesai di situ, Jalan Panjang di depan Permata Ijo juga macet habis  karena lagi-lagi ada pengerasan busway ke arah Lebak Bulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penderitaan bukan lengkap lagi, tapi sudah sempurna. Gileee, motor aja yang biasanya bisa selap-selip harus terhambat jalannya, apalagi mobil yahhh. Barangkali kalo ada yang helikopter, coba aje ditawarin buat jasa transportasi, dijamin banyak banget deh peminatnye. Gak tau sampai kapan kayak gini. Apakah ini salah Busway? Gak juga, Busway harus tetap ada dan  didukung, karena paling gak itu jadi solusi temporer di masyarakat. Yang jelas ini karena pertumbuhan jalan gak seimbang dengan pertumbuhan mobil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, entah kenapa, mobil yang harganya ratusan juta rupiah, dengan mudah dimiliki oleh banyak orang. Tidak ada pembatasan kayak di negeri jiran ini. Padahal kalo dihitung-hitung cicilan mobil baru sekitar 3-5 juta per bulan untuk jangka installment 5 tahun. Cicilan rumah juga segitu, so untuk cicilan mobil dan rumah saja sudah habis 6-10 juta per bulan. So siapa yang bilang orang kita miskin-miskin? Buktinya banyak kok yang can afford to buy mobil dan rumah dengan cicilan demikian. padahal biaya hidup di Jakarta juga gak murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang satu rumah punya mobil lebih dari 3, masing-masing untuk anak dan isteri. Saya dan bapak yang ngantar saya tiap lewat Patra Kuningan, di salah satu rumah, selalu main tebak-tebakan hari itu mobil yang terparkir di rumahnya ada berapa. Rumah itu punya mobil mewah 7, dari Mercy, Jaguar, BMW, Toyota Lexus, Toyota Alphard dll. Gak tau rumahnya siapa itu. Kalo tiap rumah di Jakarta punya mobil 1 aja udah bikin macet, ini tiap rumah punya mobil lebih dari 1, wajarlah jalan-jalan di Jakarta gak kuat nampungnya. Tata Kota Jakarta yang berantakan gak mungkin mengakomodasi pelebaran jalan. Kalaupun mau dilebarkan, apa mau gitu pemerintah ngebayar harga tanah yang marketnya gila-gilaan dan di dalam kota sudah lebih dari 8 juta perak per meter persegi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macet memang bikin segala-galanya runyam. Uang habis karena konsumsi BBM meningkat. Pikiran, tenaga dan waktu juga terkuras, dan itu mengurangi kualitas hidup, interaksi dengan keluarga dan juga produktivitas kerja. Kalau diuangkan, efek kemacetan di Jakarta tahun lalu bernilai puluhan trilyun. Tahun ini tentu akan lebih gila lagi nilainya. Belum tentu semua orang yang biasa enjoy naik mobil pribadi, mau pindah ke busway, apalagi kalau feeder bus nya masih kampungan dan armada busway sedikit sehingga harus berdesak-desakan berjam-jam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What to do? Gak tau deh, yang penting jalanin aja solusi yang ada. Konsep pembangunan busway yang dibenci tapi dimusuhi itu adalah memang "sengaja" membuat macet abis, sehingga orang dengan terpaksa, suka atau gak suka, akan melirik ke moda transportasi ini. Tapi busway cuma solusi temporer. Solusi sesungguhnya adalah Subway, hanya saja kalau nunggu subway jalan, bisa ubanan rambut kita karena gak tau kapan terwujud. Kalau subway sudah ada agaknya dengan mudah busway bisa dihilangkan dan lintasannya dikembalikan ke fungsinya sebagai jalan umum semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin macetnya Jakarta memang gak ada habisnya. Kemacetannya memang gila. Biasanya saya langsung lemes kalo denger kata-kata "Pamer Paha". Lho dipamerin paha kok bukannya seneng malah lemes sih? Gak tau nih kalo "Pamer Paha" yang ini malah bisa bikin kita tambah disayang Tuhan. Kan katanya orang sabar itu disayang Tuhan. Hmm  Pamer Paha malah bikin lemes tapi bikin tambah sabar. Maksudnya? Ya ya, yang dimaksud Pamer Paha di sini adalah PAdat MERayap tanPA HArapan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, Jakarta sekali pun macet tetap saja ngangenin. Yang namanya negeri sendiri, baik jeleknya memang kudu di support. Nikmatin aja apa yang ada semuanya, sambil terus berharap bakal ada perbaikan. Whatever deh, yang jelas kalo pas kebetulan berkunjung atau pulang atau tinggal di Jakarta, siap-siaplah disambut kemacetan yang luar biasa. Jangan marah, jangan sebel, jangan kesel, nikmatin aja, itung-itung ini ngelatih kesabaran, tul gak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz &lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com &lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8756198638459418578?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8756198638459418578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8756198638459418578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8756198638459418578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8756198638459418578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/macet-pamer-paha-yang-bikin-tambah.html' title='Macet, Pamer Paha yang bikin tambah sabar'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5065874050959796627</id><published>2010-01-10T06:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:10:03.315-08:00</updated><title type='text'>Kenangan 10 tahun lalu dan misteri yang belum terpecahkan</title><content type='html'>Posted: 4 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCD bersampul merah itu saya dapati terserak di antara VCD-VCD lain di salah satu mall di pinggiran Jakarta, saat saya mencari VCD lagu anak-anak untuk si Paiz kecil. Yang menarik buat saya di situ tertulis bahwa VCD itu adalah sebuah film dokumenter yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai film dokumenter di Asia beberapa tahun lalu. Harganya cuma 20 ribu-an, namun isinya cukup menggugah hati dan mengingatkan saya akan kenangan hampir 10 tahun lalu, tentang Tragedi 1998, Perjalanan Panjang Demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 tahun lalu, tak akan pernah ada yang menduga akan terjadi suatu peristiwa maha dahsyat yang mengubah perjalanan dan hidup nasib bangsa. Pak Harto yang begitu kuat, ditakuti dan disegani, tiba-tiba letoy dan tak berdaya untuk kemudian menyerahkan kekuasaannya. Siapa nyana ini bisa terjadi. Waktu itu hampir semua orang berpikir, "hanya Tuhanlah" yang sanggup menumbangkannya, dan nyatanya ini lebih pantas disebut campur tangan Allah SWT atas nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya masih merantau nun jauh di negeri utara sana. Gejolak bangsa sejak setahun sebelumnya memang mengundang kemirisan hati. Kebetulan waktu itu, saya bersama dengan teman-teman pelajar kita yang lain, nyambi kerja sebagai seorang pengantar koran (bukan penjual koran). Karena kebetulan bisa dan ngerti tulisan kanji (Chinese character), boss koran pun menghadiahi saya gratis tiap hari  sebuah koran Asahi Shimbun. Tiap hari pun, terutama di tahun 1998, saya guntingi dan klipping kisah tentang bumi pertiwi. Sedih dan miris sekali saat itu, walau kini senang dan bahagia mengingat hasil  akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di TV sana pun disiarkan bagaimana kacaunya perekonomian kita. Di salah satu supermarket, begitu pintu dibuka, puluhan orang langsung merangsek masuk, berebut membeli makanan yang tersedia, demi menumpuk makanan itu untuk kepentingan sendiri. Yang gak punya duit, barangkali cuma ngiyem aje dan siap-siap puasa. Ngenes rasanya saat telpon ke Jakarta dan ibu saya cerita bahwa beras susah didapat, dan hilang di sana-sini. Kalo ada tapi mahal, gak masalah karena bisa beli saweran dan bisa mecah tabungan. Tapi ini barangnya gak ada. Abang saya keliling Jakarta cari beras dan kemudian  mensuplai ke ibu. Dengan tetangga depan rumah dan kiri kanan, ibu pun sharing beras karena semua&lt;br /&gt;sama-sama butuh buat ganjal perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupiah anjlok tak terkira. Tahun 1994, saat saya mulai merantau, waktu itu yen masih sekitar 20 rupiah. Saat krismon, rupiah anjlok hingga satu yen sempat mencapai rekor 111 rupiah. Gak sedikit teman yang langsung kirim duit ke tanah air tuk bantu keluarga di sana. Hari-hari dipenuhi oleh demonstrasi, dan apalagi IMF menuntut pencabutan subsidi BBM yang menyebabkan BBM tiba-tiba melambung tinggi, mencekik rakyat yang sudah tercekik dengan kesulitan ekonomi saat itu. Di film dokumenter yang saya beli itu, digambarkan bagaimana perjuangan para mahasiswa menuntut turunnya Pak Harto dan perbaikan keadaan. Diliput pula peristiwa Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi 1 dan 2 dll. Mengharukan memang perjuangan mereka. Kadang gak tega aja liat anak muda dipukuli dan digebuki serta diinjak-injak oleh aparat keamanan meski sudah tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, Pak Harto pun turun, dan semua bersuka cita. Jalan panjang reformasi dan kebebasan terbentang di hadapan kita semua. Walau entah kenapa, yang nongol cuma hal kebebasannya saja, namun penyakit kronis KKN yang merupakan warisan jaman Pak Harto dulu, bukannya hilang malah menjadi-jadi. Sebagai seorang mahasiswa, tentunya secara pribadi sedih juga karena ingin turut merasakan suasana saat demo dulu dan saat terjadi revolusi besar bangsa sendiri. Tapi mungkin ini adalah nikmat Allah juga yang membuat saya tidak langsung berada di tempat kejadian, dan itu juga sudah garis tangan, karena boleh jadi kalau saat itu di Jakarta, barangkali saat ini gak bisa nulis email ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Pak Harto turun, ada beberapa peristiwa kerusuhan yang mendahului. Liat tayangan video represif junta militer di Myanmar, mengingatkan saya akan tayangan video di VCD dokumenter itu serta pemberitaan penanganan kerusuhan di Jakarta. Gak di Myanmar, dan gak dimana-mana, apabila terjadi kerusuhan, aparat keamanan biasanya cepat datang untuk meredamnya dengan tindakan represif, apalagi kalau penguasanya adalah seorang junta militer, baik yang berpakaian militer maupun sipil. Tragedi Tiananmen 1989 adalah contoh jelas. Rakyat Cina yang berdemonstrasi ditumpas oleh Tentara Rakyat tanpa belas kasihan dan diberondong senapan mesin plus dilindas tank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, tahun 1984, ada yang namanya Tragedi Tanjung priok yang belum terselesaikan juga. Di situ massa anti pemerintah dibabat habis dengan senapan pula. Fakta yang asli memang gak pernah diungkapkan oleh junta saat itu. Namun menurut teman abang yang selamat dari tragedi itu, militer kita turun secara tiba-tiba dari truk dan memberondong senapan. Setelah beres, tiba-tiba datang beberapa truk kosong untuk mengangkut mayat yang berserakan itu. Selanjutnya dalam hitungan menit datanglah&lt;br /&gt;blangwir (mobil pemadam kebakaran) untuk menyiramkan bekas darah. Dalam hitungan menit pun, semuanya selesai bagai tak terjadi apa-apa. Konon katanya mayat-mayat itu dikuburkan di daerah Kampung Rambutan sana. Sampai kini pun masih banyak yang kehilangan keluarganya karena korban diduga mencapai ratusan. Teman abang itu selamat karena nyebur ke got dan ngumpet di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan lain pun mirip penanganannya. Aparat yang datang biasanya bukan cuma polisi yang  bersenjatakan beceng pendek. Melainkan polisi anti huru-hara yang doyan "hura-hura", lengkap dengan  tameng dan helm-nya. Brimob, pasukan elit polisi sudah pasti turun berikut sniper-nya. Kalau kerusuhan besar seperti tahun 1998, Militer pun, yang seharusnya cuma boleh ngelawan tentara asing yang menyerbu negara kita, ikut-ikutan hadir untuk nggebukin para demonstran. Di VCD Merah ini, dalam Tragedi Semanggi 2, tampak jelas Pasukan Elit AD dan Resimen Kala Hitam datang tuk menyerbu para rakyat pendemo, utamanya mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu mahasiswa memang berdemo menentang digelarnya Sidang Istimewa. Bagi pihak otoritas saat itu, gak ada pilihan, demonstrasi harus dihentikan, karena kalo gak gitu, semuanya gak akan selesai. Masalahnya akan menggelinding terus dan membesar bak bola salju, serta negara gak tau akan dibawa kemana, karena berjalan sendiri tanpa juntrungan. Para prajurit TNI pun bernyanyi dulu bagaikan hendak pergi ke medan tempur. Setelah "menang" pun mereka bernyanyi-nyanyi. Mereka pasukan elit, tapi lawannya mahasiswa tak bersenjata, yang apalagi diserbu di malam hari. Bukan cuma benjol, babak belur iya, dan yang tewas pun ada. Seru juga liat jalan tol dan protokol di antara Semanggi dan Gedung Kura-kura menjadi ajang perlawanan aparat vs mahasiswa. TNI diturunkan karena polisi dianggap terlalu lunak dan kurang mampu meredam demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weleh, tega-tegaan juga liat "perang-perangan" seperti itu. Walau yang di Myanmar kini keliatan lebih vulgar karena dah ada kemajuan teknologi perekaman. Gak tau deh gimana tahun 1965 dulu di Jakarta. Mungkin lebih serem dan mencekam kali yeee, kalo teknologi perekaman saat itu sehebat sekarang. Yang jelas, tindakan represif pihak keamanan, apalagi kalau yang turun itu militer, memang amat "brutal dan mengerikan". Bagi militer, yang namanya perintah adalah perintah, kagak ada nego-nego-an lagi. Apalagi kalo yang dihadapi lebih lemah, ya gebuk aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan militer, sepupu tua saya yang salah satu komandan Brimob, pernah bilang langsung ke saya, saat saya berkunjung ke Komdak Semanggi dulu. Tanya saya itu anak-anak muda Brimob rame-rame pada mau kemana? Jawabnya mau nanganin demo. Tapi kenapa demo harus dengan gebuk-gebukan? Tanya saya lebih lanjut. Jawabnya, ya biarin aja, itung-itung aktualisasi training, dan biar mereka gak  makan gaji buta karena cuma latihan melulu dan gak aktualisasinya. Itu baru Brimob brur, apalagi militer. Ditambah memang militer + polisi adalah "penguasa" di negeri kita yang jaman Pak Harto dulu masuk kelas ningrat dan pengen tetap beda kasta dengan rakyat banyak. Jadinya gak usah  heran kalo kini aparat itu masih arogan dan sewenang-wenang. Ada masalah dikit, main gebuk. Gak ada nego uat mereka, karena memang mereka gak punya hati dan ada yang kurang otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan, sekali lagi biasanya ditangani secara represif sampai kini. Tapi ada satu pertanyaan tersisa yang saya belum temukan jawabannya meski sudah baca beberapa buku tentang tahun 1998. Ingat kah kita akan kerusuhan Jakarta yang akhirnya memicu perubahan radikal di negeri ini? Kata abang saya, waktu itu di dekat rumah di kawasan Cipulir ada kejadian aneh. Pagi itu di jalan Ciledug Raya, tiba-tiba, entah dari mana orang-orang berambut cepak datang dan membuat kehebohan, yang mengundang kerumunan orang banyak. Mereka memulai pengrusakan toko  material dan toko-toko lainnya di situ dan memprovokasi orang banyak. The hungry man become the angry man. Rakyat yang lapar dan frustasi dengan keadaan menjadi lebih emosional dan mudah terpancing dengan provokasi itu. Mereka pun ikut-ikutan menghancurkan dan sampai akhirnya melakukan pembakaran dan penjarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh, di tengah-tengah keriuhan rakyat yang mulai bertindak anarkis, si cepak-cepak itu lalu pergi begitu saja menghilang dan membiarkan rakyat melanjutkan kerusuhan. Konon katanya kejadian ini berlangsung dimana-mana, bahkan ada etnis tertentu pun akhirnya jadi sasaran. Pembakaran, kerusuhan dan penjarahan terjadi dimana-mana. Di Ramayana Ciledug, yang jauhnya 5 km dari rumah, terjadi kerusuhan. Sialnya saat orang-orang naik ke lantai 2 dan menjarah, tiba-tiba ada yang membakar lantai dasar. Pintu Ramayana pun tertutup otomatis dan dari  langit-langit keluar air yang sedikit sehingga tak sanggup memadamkan api pembakaran. Konon katanya ada 500 orang mati terpanggang di dalamnya. Sayangnya karena kejadiannya di daerah pinggiran, hebohnya masih kalah dengan Yogya Dept Store di Klender yang korbannya cuma di bawah 200 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta membara, Jakarta terbakar, Jakarta kota rimba, Jakarta kota tanpa hukum, demikianlah yang saya ingat tentang headline news di koran Asahi Shimbun, yang saat itu bikin saya desperate juga, walau lega setelah tau semua keluarga di Jakarta selamat tanpa kurang satu apa pun. Jakarta dilanda kerusuhan besar, Jakarta kacau balau. Tapi taukah anda ada satu hal yang sangat mengganjal pada kerusuhan yang terjadi di saat Pak Harto ada di luar negeri dan katanya Pangab Wiranto ada di Malang itu? Keanehan itu adalah KEMANA DAN DIMANA APARAT KEAMANAN SAAT ITU BERADA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya tiap kerusuhan, seperti yang saya tulis di atas, ditangani represif, dan kalau Polisi atau Brimob tak mampu, maka Militer baik Kodam, Marinir, Kostrad dan Kopassus dll yang akan turun langsung meredamnya. Tapi kenapa saat itu mereka bak hilang ditelan bumi? Kemanakah gerangan perginya mereka? Bukankah hilangnya mereka tak sesuai dengan pakem yang terjadi di saat kerusuhan berlangsung? Kok mereka hilang? Kok kerusuhan bagaikan dibiarkan begitu saja tanpa ditangani? Mengapa kerusuhan dibiarkan membesar? Beda sekali dengan penanganan saat kasus Tragedi Semanggi 1 dan 2 dll. Kenapa dan kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba cari jawaban yang paling logis. Sayangnya belum ketemu. Malah yang banyak adalah paparan bersifat ekposisi belaka bahwa pada saat itu ada kerusuhan besar bla bla bla, tanpa ada yang bisa menjelaskan kenapa kerusuhan dibiarkan dan tidak ditangani serta kenapa aparat keamanan bak hilang ditelan bumi, serta siapa sebenarnya dalang kerusuhan itu? Apakah aparat  keamanan saat itu takut dengan rakyat hingga gak mau keluar sarangnya? Ataukah mereka malah membiarkan rakyat rusuh karena mereka berharap pemerintah yang bikin muak saat itu jatuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rumor yang saya dapat dari teman saya. Katanya kenapa militer saat itu gak ada, karena militer  punya "acara sendiri" di dekat Monas. Pak Prabowo dengan Pasukan Kopassus dan Kostrad-nya, sudah siap tempur dan berhadap-hadapan dengan Pak Wiranto yang Pangab waktu itu dan ditopang oleh pasukan Kodam daerah lain, karena Pangdam Jaya waktu itu, Pak Syafrie adalah kolega dekat Pak Prabowo.Militer punya acara sendiri, jadi mereka gak sempat ngurusin kerusuhan  dimana-mana. Bahkan boleh jadi serta gak sedikit yang menuduh, entah siapa di militer, yang  merekayasa kerusuhan di Jakarta, meski bukti-bukti kuat belum pernah ada. Kalau polisi, ya sudah pasti takut dengan militer apalagi kala itu mereka jadi anak bawangnya militer dan belum berdiri independen seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun sudah berlalu. Sedikit banyak kini kita tahu apa hikmahnya kejadian yang berlalu. Memang rahasia masa depan adalah rahasia Ilahi, dan kita baru mengerti semuanya setelah  kejadian sambil memakluminya sebagai garis tangan kita semua. Namun meski 10 tahun sudah berlalu, misteri dibalik peristiwa 1998 dan hilangnya aparat saat itu masih tetap merupakan misteri. Karena bertentangan dengan pakem yang berlaku dan logika umu, akhirnya menimbulkan tanda tanya seputar peristiwa itu. Yang tidak biasa memang selalu memancing perhatian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang tau rahasia dibalik misteri itu? Adakah yang punya opini logis mengenai  teori dari anomali 1998 itu? Walau begitu, peristiwa 1998 itu memang meninggalkan banyak arti dan itu menunjukkan Allah SWT sayang ke kita hingga, meski secara ekonomi dan sosial kita masih  belum sempurna, kita bisa mencapai kondisi seperti saat ini. Misteri itu tetap misteri, seperti rentetan  kejadian di tahun 1965 dan keluarnya Supersemar. Memang gak semua misteri perlu dipecahkan,  apalagi kalau memang pemecahannya justru lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Meski  begitu misteri tetaplah meninggalkan rasa penasaran yang membuat sebagian orang tetap menuntut  jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang tau kunci dari misteri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5065874050959796627?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5065874050959796627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5065874050959796627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5065874050959796627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5065874050959796627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/kenangan-10-tahun-lalu-dan-misteri-yang.html' title='Kenangan 10 tahun lalu dan misteri yang belum terpecahkan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-555323539198347860</id><published>2010-01-10T06:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:02:24.753-08:00</updated><title type='text'>Teknologi Top Down dan bangsa tukang jahit</title><content type='html'>Posted: 4 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman dari milis jiran, ada telur palsu, daging ayam dan daging sapi palsu dari cina.&lt;br /&gt;http://www.erabaru.or.id/k_23_art_76.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga berarti kehebatan China dalam membuat seperti yang asli alias menjiplak kan yah? Suatu hal yang patut ditiru oleh bangsa kita. Teknologi itu bukan dipelajari, melainkan harus dicuri. Siapa sih yang mau ngajarin teknologi? Wong sensei saya dulu bilang jelas-jelas, ngapain juga Jepang harus ngajarin teknologi ke negara ketiga, sedangkan mereka perlu meng-keep teknologi gap dengan negeri itu. Jepang gak punya sumber daya alam (SDA). Kalau kemampuan teknologi dan SDM negara ketiga sama dengan Jepang, buat apa SDA diekspor ke Jepang untuk diolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri gak selamanya jelek, salah satu contohnya mencuri Iptek. Kalo gak ngejiplak gimana lagi kita bisa mulai belajar. Kelamaan aduh boo kalo harus belajar dari ilmu material dasar. Sejatinya untuk kondisi negara berkembang seperti kita, teknologi harus dipelajari dan dikembangkan dengan sistem Top Down dan bukan Bottom Up. Kenapa? Ya itu tadi, kalo belajar dari ilmu material dasar, bisa-bisa kita baru bisa buat barang yang ada sekarang 100 tahun lagi. Menjiplak mungkin salah satu contohnya, tapi ada hal lain pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat IPTN kan? Sebenarnya konsep IPTN adalah teknologi Top Down. Dalam artian, kalau kita sudah bisa buat pesawat utuh, logikanya kita menguasai teknologi break down-nya. Kalau pesawat yang terbang melayang dan butuh kesetimbangan maha tinggi sembari melawan tarikan gaya gravitasi bumi itu saja bisa kita buat, logikanya pula motor dan mobil yang nempel di tanah dengan mudah kita buat. Tapi kok pesawat bisa kita buat, teknologi kita malah seperti terkungkung di situ dan jalan di tempat, serta motor dan mobil pun gak mampu kita buat? TANYA KENAPA. Konon katanya, jawabannya sih masalah politis dan bukan masalah teknologi, Iptek dan ilmiah. Ndak tau deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas yang namanya Iptek itu butuh investasi di RND. Beranikah kita melakukan investasi RND? Ditambah lagi PD kah kita mendidik anak bangsa dan PD kah kita akan kemampuan anak bangsa untuk mumpuni menguasai teknologi tinggi? Kalau gak mau berarti kita harus siap jadi bangsa pedagang. Yang hari ini beli, hari ini dijual dan untung. Namun itu berarti bangsa kita juga jadi sekelas bangsa "tukang jahit". Artinya cuma bisa nunggu order datang, dan kalo gak ada order dari negeri maju, matilah dia. Sudah seyogyanya kita maju ke depan sebagai bangsa desainer. Desainer itu bisa mendesain baju sendiri, mempengaruhi market, untungnya gede, dan tinggal nyuruh tukang jahit yang digajnya kecil untuk membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau pilih yang mana? Kalau gak mau susah, jadilah bangsa pedagang, tapi bersiaplah kelas kita turun sekelas bangsa tukang jahit yang bargaining position-nya lemah dan mudah dipermainkan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-555323539198347860?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/555323539198347860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=555323539198347860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/555323539198347860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/555323539198347860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/teknologi-top-down-dan-bangsa-tukang.html' title='Teknologi Top Down dan bangsa tukang jahit'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2573754017064752895</id><published>2010-01-10T05:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T05:59:28.253-08:00</updated><title type='text'>Nasionalisme bendera dan tuman kita</title><content type='html'>Posted: 3 oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, lagi-lagi kita ribut dengan jiran kita cuma gara-gara lagu "Rasa Sayange". Herannya kehebohan ini ibaratnya terdengar sampai ke negeri akhirat sana. Saya jadi ingat dengan tulisan di salah satu kolom kesayangan saya, kolom Politika-nya Mas Budiarto Shambazy di harian Kompas. Akhirnya nasionalisme bendera itu muncul kembali, dengan alasan kebanggaan dan nasionalisme, walaupun untuk hal-hal kecil tapi malah melupakan hal-hal yang jauh lebih besar. Satu hal yang gak bikin habis pikir, kenapa kita gak mengibarkan nasionalisme bendera terhadap Belanda, padahal negeri itu telah membuat bodoh dan kerdil bangsa kita dengan penjajahan selama 350 tahun, tanpa kompensasi apa pun? &lt;br /&gt;Mengapa nasionalisme bendera tidak kita gaungkan terhadap Singapore yang melindungi para koruptor kita dan menolak perjanjian ekstradisi? Mengapa nasionalisme bendera itu tidak kita tiupkan kepada Jepang yang dengan penjajahan cuma 3,5 tahun sudah mampu membuat ribuan orang kita tersisa dan kaum wanitanya diperkosa? Mengapa tidak kita hebohkan nasionalisme bendera kepada negeri matahari terbenam dan negeri Sakura yang "ngebloonin kita" dalam pengelolaan kekayaan alam kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa itu cuma terjadi ke Malaysia apalagi cuma karena masalah lagu, wasit karate dll? Bukankah mereka justru malah memberi makan 2 juta orang kita yang merantau di sana? Walau memang ada sebagian rakyat mereka yang arogan dan mungkin "kurang ajar", tapi patutkah cuma ke jiran itu saja, padahal ada masalah yang lebih besar yang sebenarnya lebih layak dikibarkan nasionalisme bendera? Taukah anda konon katanya Tempe itu sudah dipatenkan oleh orang Jepang. Kok kita gak ngeributin tempe dipatenkan oleh mereka yah? Aneh bukan? Bagaimana pun Malaysia adalah bangsa serumpun kita, yang memiliki kesamaan bahasa, budaya dan religi. Adakah nasionalisme bendera khusus terhadap mereka, karena ada persaingan terselubung sesama satu rumpun Melayu? Ataukah memang karena hubungan erat dengan bangsa serumpun yang juga seagama itu tidak boleh dibiarkan terjalin? Mengherankan yah? TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, orang kita tuh tuman (kebiasaan). Selalu saja ribut setelah kejadian. Seharusnya kita urusin dan care, sebagai langkah  preventif untuk gak dimacem-macemin orang lain, semisal perihal hak paten, lagu ini dll. Ini dunia realita oom, yang gak punya  hati juga banyak. Melihat ada barang bagus dibengkalaikan begitu, karena gak punya hati, ya disikat. Tapi salahkah mereka?  Kalo salah iya, tapi gak 100%. Harusnya kita berkaca lagi dengan sikap kita yang kurang memperdulikan preventif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalunya dihebohkan setelah kejadian. Atap kereta ambruk, baru diributkan setelah kejadian. Banjir dimana-mana baru dihebohkan tata kotanya, dll kejadian. Apa otak orang-orang kita gak sanggup yah memikirkan kira-kira problem apa yang timbul dan gimana pencegahannya? IMHO, kalo gak sanggup sih gak lah, wong banyak yang pinter-pinter di Indonesia. Kalo alasannya males, saya sependapat. Kalau alasannya bokis dan egois, agaknya memang begitu. Saya jadi ingat kalo beli barang di Jepun atau pun liat banyak manual tindakan di Jepun. Di situ dituliskan estimasi problem, lalu apa dan bagaimana counter-measurenya. Kadang diadakan pula training, sehingga andaikan benar-benar terjadi semua tau apa yang harus dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita gak sanggup, sekali lagi, untuk berpikir sampai ke hal estimasi problem berikut preventif-nya? Sekali gak. Tapi lagi-lagi, kenapa setelah kejadian baru kita meramaikannya? Yahh begitulah kalo pada malas serta bokis dan egois. Untuk hal paten-patenan, kan kita bisa mengajukannya sebelum disabet orang lain, tapi kenapa kita gak melakukannya? Tanya Kenapa deh, kepada diri kita sendiri. Di sini deh akar masalahnya, karena kita malas memikirkan estimasi problem, dan selalu bersikap egois serta bokis, sehingga lagi-lagi setelah kejadian barulah dihebohkan. Termasuk untuk hal-hal remeh &lt;br /&gt;temeh yang sebenarnya weird aja karena bergaung setinggi langit, apalagi terhadap bangsa serumpun dan seagama. So what gitu lho? He he, dasar kita semua senangnya tuman dan pelupa yah. Mau dikata apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, hanya sebuah opini, maaf kalau gak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/01/utama/3796877.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2573754017064752895?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2573754017064752895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2573754017064752895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2573754017064752895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2573754017064752895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/nasionalisme-bendera-dan-tuman-kita.html' title='Nasionalisme bendera dan tuman kita'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6338871595388227153</id><published>2010-01-10T05:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T05:55:07.547-08:00</updated><title type='text'>Newsdotcom, parodi nan satir dan menggemaskan</title><content type='html'>Posted: 3 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/user/newsdotcom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkah anda dengan sosok SBY, JK, BJH, Mega, Gus dll? Tentunya kenal, tapi jangan salah sosok di atas adalah bukan petinggi Republik kita yang beneran, melainkan cuma di Republik Mimpi. SBY itu Si Butet Yogya, JK itu Jarwo Kwat, BJH itu BJ Habibur, Mega itu Megakarti dan Gus itu Gus Pur. Acara parodi berupa komedi nan satir ini digagas oleh Effendi Ghazali, seorang komunikator dari kampus Kuning, Depok. Lumayan menarik, dan "punya isi" meski kadang terasa "berlebihan dan terlalu kasar". Anyway yang kepengen lihat, klik link di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi lengkap: http://www.youtube.com/user/newsdotcom&lt;br /&gt;Contoh klip: http://www.youtube.com/watch?v=L8uK-pPWIoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Newsdotcom ini secara gak langsung merupakan buah sekaligus pengejahwantahan dari apa yang namanya demokrasi dan kebebasan yang baru saja kita mulai kecap sejak 10 tahun lalu. Demokrasi dan kebebasan itu memang tak ternilai harganya dan itulah anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, tinggal gimana kita memanfaatkannya saja. Kebayang kah anda acara parodi yang menampilkan sosok HMS, presiden kala itu, bisa muncul di TV. Wahh, bisa-bisa pelaku dan penggagasnya besok-besok "dihilangkan" tuh entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, apakah mungkin acara seperti ini bisa ditampilkan di jiran kita Singapore, Malaysia, Thailand atau bahkan di negara-negara lain? Halah, bisa-bisa itu media yang menyiarkan dibredel abis. Kalo di jiran nan mini ini, bisa-bisa dituntut dengan tuduhan "penghinaan dan pencemaran nama baik". Ya, bisa dituntut sampai bangkrut, seperti mantan pemimpin oposan, Mr. Jayaretnam yang dikenai denda 2 trilyun (CMIIW) lebih sehingga terpaksa harus declare bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satir, sekaligus menarik dan menggemaskan. Kelewatan atau gak nya tergantung darimana kita memandangnya, walau kadang yaah "nyinyir" juga, kok para "petinggi" kita "digituin" sih?  Bukankah ini nantinya berpengaruh ke image serta kewibawaan mereka secara individu, khususnya dan Pemerintah pada umumnya? Anyway, Newsdotcom menyajikan satu lagi jenis pengocok perut. Yahh, namanya hiburan, ya nikmati aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk para Tukulers dan Tukulista, episode Empat Mata ada yang meng-upload lagi sejak bulan lalu.&lt;br /&gt;Site-nya adalah sbb:&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/user/firebat2000 (di situ termasuk ada Extravaganza dll)&lt;br /&gt;Lengkapnya ya di sini: &lt;br /&gt;http://www.youtube.com/results?search_query=empat+mata&amp;search=Search&lt;br /&gt;Sayangnya, Empat Mata ini termasuk dalam salah satu dari 14 acara TV yang diusulkan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan MUI, untuk diberhentikan. Alasannya tidak mendidik dan kadang terlalu vulgar, apalagi gak cocok dengan suasana Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahh, Pakde, nanti gak ada lagi dong yang berani ngelawak, kalo guyonan aja kena larangan. Pan gak semua orang bisa ngerti dan nyampe pikirannya untuk memahami komedi tingkat tinggi sekelas Newsdotcom, Bagito atau pun sine-komedinya Dedy Mizwar. Karenanya justru komedi slapstik macam Empat Mata, Srimulat dll yang justru masih digemari oleh kebanyakan orang kita. Sayang yah kalo dilarang juga pada akhirnya, padahal ini cukup menghibur sebagai "pelarian" akan kepenatan hidup sehari-hari. Paling gak, lebih baik dari sinetron "kutukupret" di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever lah, nikmatin aja yang ada sekarang. tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6338871595388227153?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6338871595388227153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6338871595388227153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6338871595388227153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6338871595388227153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/newsdotcom-parodi-nan-satir-dan.html' title='Newsdotcom, parodi nan satir dan menggemaskan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1831940874765475647</id><published>2010-01-10T05:51:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T05:51:41.271-08:00</updated><title type='text'>Bang Yos jadi calon presiden kita</title><content type='html'>Posted: 2 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah diprediksikan semula, Bang Yos, Gubernur DKI Jakarta, akhirnya memproklamirkan dirinya siap bertarung di Pilpres 2009. Bukan apa-apa, boleh jadi Bang Yos penasaran, Pak SBY dulunya cuma bawahannya, dan cuma jadi Kasdam Jaya, yang ngurusin urusan teritorial di belakang meja. Kok beliau yang bawahannya bisa jadi presiden? Lantas kenapa saya ngga'? Saya pasti lebih mampu dari Pak SBY, mungkin gitu kali pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dibandingkan Pak SBY, Bang Yos lebih berpengalaman sebagai komandan, karena acap kali menjadi panglima. Bisa dilihat dari bedanya cara pengambilan keputusan serta pemikiran terhadap suatu masalah. Bang Yos memang tipikal pengambil keputusan. Pokoknya putuskan dulu dan jalanin, peduli amat dengan komentar sana-sini. Dengan kebandelannya ini, lahirlah moda transportasi Busway, yang awalnya dibenci sana-sini tapi kini malah didukung. Dan akhirnya memang Bang Yos, menjadi sosok yang dibenci sekaligus didukung, dan termasuk salah satu Gubernur DKI Jakarta yang legendaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pak SBY adalah sosok pemikir dan konseptor. Dari dulu di militer, beliau memang tidak menjadi panglima, melainkan lebih banyak bertugas di bidang teritorial alias berpikir di belakang meja. Jangan heran, kalau gerak beliau dibilang lamban dan menggemaskan, terkesan kurang tegas dan wibawa keputusannya sering dicuekin. Walau memang  gak sedikit langkahnya yang sukses dan patut diacungi jempol. Karena lamban dan "kebanyakan mikir dulu", Pak SBY  sering dituding gemar tebar pesona. Satu lagi sisi positif beliau, Pak SBY ini (mungkin) tidak memanfaatkan aji mumpung, seorang yang idealis nan serta sosok yang sanggup menterjemahkan nilai idealisme, sabar dan mau berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang memang ada kelebihan dan kekurangannya. Kira-kira mana yang lebih mumpuni memimpin bangsa kita? Kalo dilihat dari bersih dan jujurnya, IMHO, saya kok cenderung ke Pak SBY. TANYA KENAPA. Masalah lamban atau gak, itu tergantung persepsi dan perspektif yang ngeliat. Nyari orang yang bersih dan jujur itu rada susah di jaman sekarang. Sebel aja liat orang ber-KKN ria. Bukan apa-apa, KKN itu juga melanggar asas keadilan. Kita tau dengan kerja sedemikian keras dalam satu jam kita dapat sekian. Tapi kalo KKN? Enak banget ongkang-ongkang kaki, duit bisa masuk begitu. Kalo orang itu pintar dan kerja keras, lantas jadi kaya, ya gak masalah karena dia deserve for it. Tapi kaya dari KKN memang menjengkelkan, karenanya hati ini lebih senang dengan orang yang lebih "bersih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah mungkin jaman kini sudah lain? Di masa kini lebih diperlukan sosok pemimpin yang tegas dan cekatan lagi "bandel". Korupsi dah mendarah daging di kita, dan buktinya masih gak hilang sampai sekarang. Lebih baik gak papa korupsi dikit asal negeri kita bisa cepat maju. Apalagi orang kita banyak yang stubborn. Kalo gak diatur oleh pemimpin yang "bandel" susah rasanya. Yang mana yah yang enak dan terbaik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, saya pun berandai-andai lebih jauh. Andai saja ada orang dari sipil yang sangat mumpuni, tentulah dia bisa dijadikan pilihan terbaik. Sipil ini bukan cuma memiliki visi, seperti Mahathir dan Lee Kuan Yew, melainkan juga orang yang kuat dan sanggup mengendalikan militer. Bukan apa-apa, kalau pemimpin sipil gak ada wibawa bisa bahaya nantinya andaikan sang lalat ijo gak mau dikandangin. Yaa, entahlah karena sosok itu mungkin baru datang entah "berapa puluh tahun" ke depan. Pilih ajalah yang ada di depan mata, the best among the worst. What to do? Yang penting kalau sudah milih janganlah menyesal. Kalau yang terpilih bukan jagoan kita, tetaplah kita commit untuk mendukungnya, karena memang mayoritas rakyat yang memilihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana menurut anda, SBY atau Bang Yos, ataukah malah Bu Mega, ataukah calon lain ataukah Golput saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1831940874765475647?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1831940874765475647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1831940874765475647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1831940874765475647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1831940874765475647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/bang-yos-jadi-calon-presiden-kita.html' title='Bang Yos jadi calon presiden kita'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3639186751963398102</id><published>2010-01-10T05:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T05:48:24.798-08:00</updated><title type='text'>Tuyarnya hasil didikan kita</title><content type='html'>Posted: 2 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/02/time/133118/idnews/836848/idkanal/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA 70 tawuran lagi dengan SMA 6. Malu-maluin aja, hari gini masih seneng dan mikir adu otot. Apalagi ini bulan puasa, mengherankan sekali. Ini salah satu contoh tawuran, dan yang lebih serem  lagi tawurannya anak-anak STM. Sebenarnya apa sih yang dimasalahkan hingga menjadi pemicu tawuran?  Masalah cewek? Tempat nongkrong? Dipelototin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, (maaf) "kutukupret" banget levelnya kalo karena begituan aja udah "bertaruh nyawa". Contoh lainnya, pelajar pada demen corat-coret sana-sini, padahal udah tau itu gak ada gunanya dan merusak fungsi dan pemandangan, tapi tetap saja terus dilakukan. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini salah satu contoh "kegagalan pendidikan" kita untuk memberdayakan otak yang dididik agar lebih mikir dan nalar. Adakah yang salah dengan pendidikan kita sehingga tawuran dan vandalisme lain masih berlangsung? Au ah gelap. Kalo sekelas SMA 70 dan SMA 6 yang merupakan sekolah unggulan saja sudah kayak gitu, jangan salah kalo sekolah lainnya yang lebih "bawah" pada tuyar kualitasnya. Dan realitanya, yang lebih parah, para mahasiswa kita juga sering tawuran. Ini bukan tuyar lagi, tapi udah bisa dibilang edannn tenann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: http://papafariz.blogspot.com&lt;br /&gt;FS Account: boedoetsg@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3639186751963398102?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3639186751963398102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3639186751963398102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3639186751963398102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3639186751963398102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/tuyarnya-hasil-didikan-kita.html' title='Tuyarnya hasil didikan kita'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-4568822454433978573</id><published>2010-01-10T05:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T05:41:59.718-08:00</updated><title type='text'>Ada Uang Ada Barang</title><content type='html'>Posted: 2 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, sambil ngabuburit, saya sempet-sempetin meriksa mainannya Paiz kecil. Ada satu mainan, yang lumayan bagus yang pernah saya kasih, yakni mobil F1 yang digerakkan dengan remote control. Sayangnya, karena udah bosan dan punya mainan baru yang lain, mobil F1 ini jarang disentuh si kecil. Karena babenya juga suka mainan ber-remote control, akhirnya saya ambil dan cek mainan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang mengejutkan saya. Bagian penutup baterei tampak terlihat kembung, dan alangkah terkejutnya setelah saya buka bagian itu. Baterei tampak membengkak dan dengan ukuran barunya itu, dia sanggup mendorong dan mengubah bentuk penutupnya. Terlihat pula cairan keluar dari dalamnya, dan sanggup menghancurkan kaleng pembungkus baterei. Walau begitu warna dan brand baterei masih nampak  jelas, dan saya ingat bahwa baterei tersebut memang baterei murah buatan China yang saya beli di pasar malam beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mengerikan memang baterei murah dari China. Masih jauh lebih bagus baterei lokal buatan kita seperti ABC, Eveready dll. Memang dianjurkan apabila barang elektronik tidak dipakai, baterei sebaliknya dilepas, dan ini berlaku pula pada mainan. Tapi walaupun kita lupa melepas baterei, biasanya kalo yang kita pakai adalah semisal ABC, sejauh ini tidak pernah ada problem semisal kebocoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahh apa mau dikata. Yang bikin jengkel lagi, cairan dari baterei itu meng-korosi  kutub terminal baterei pada mainan. Bukan cuma terjadi penumpukan bahan korosif (garam karat) di situ saja, melainkan, terminal negatif dari besi melinting itu juga putus. Kalo dah gini hancurlah mainan ber-remote control itu. Mainan ber-baterei memang boros baterei, karenanya ketika di pasar malam ditawarkan baterei&lt;br /&gt;berharga murah dengan jumlah banyak, dibarengi rasa ingin mencoba, saya gak menampik tawaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wew, saya jadi ingat dengan pepatah ada harga ada barang. Produk China memang murah harganya. Namun sialnya gak semua yang murah itu bagus. Kalo dihitung malah kerugian yang kita dapat. Harga baterei gak sebanding dengan harga mobil F1 itu. Ini bisa juga diambil hikmahnya bahwa terkadang kita harus melihat cost secara keseluruhan dan bukan unit price saja. Di rumah pun, saya selalu berpatokan&lt;br /&gt;dan mengajarkan bundanya anak-anak, kalo mau beli barang yang bakal dipakai lama dan awet, jangan beli yang murah. Tapi untuk case barang yang jarang dipakai, atau gak terlalu penting, silahkan dipilih yang murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak sedikit orang yang hanya melihat unit price on spot. Karena murah, lalu langsung dibeli, kalo rusak terpaksa harus beli lagi. Kalo dihitung-hitung, beberapa kali beli baru akan lebih besar biayanya dibandingkan dengan beli yang mahal tapi sekali beli. Barang mahal pun, kalau kita hitung lama pemakaian lantas dibagi dengan satuan waktu, maka nilainya juga gak mahal per satuan. Namun memang, terkadang untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar sangatlah berat, apalagi kalau kita punya banyak keperluan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murah meriah memang jadi salah satu alasan memilih produk China. Namun melihat kasus dari baterei di atas, berhati-hatilah memilih barang produk China daratan sana. Melamin murah yang banyak dijual berbentuk mangkok, piring dll, dan banyak  digemari oleh orang kita, sangat mungkin larut dalam suhu tinggi untuk kemudian bercampur dengan makanan yang kita makan, padahal zat itu berpotensi memicu&lt;br /&gt;kanker. Mattel, raksasa mainan USA menarik jutaan barangnya karena produk mereka yang dibuat di Cina ditengarai dicat dengan cat yang mengandung timbal, zat yang menghambat pertumbuhan mental. Masih banyak lagi contoh lainnya. Walau gak sedikit yang menduga penarikan itu lebih bermuatan politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway hati-hati dengan buatan Cina, jangan sampai kita karena murah, tapi ternyata hasil akhirnya kita rugi. Apalagi kalau barang itu ternyata berbahaya. Biarin keluarin duit sedikit lebih, asal nyaman dan aman, meski pada akhirnya harus dilihat case per case juga. Ada yang punya pengalaman sejenis tentang jebloknya kualitas produk Cina? Maunya sih udah murah, tapi nyaman dan aman serta berkualitas bagus. Halah, bokis lagi ini, padahal kita semua tau ada uang ada barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-4568822454433978573?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/4568822454433978573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=4568822454433978573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4568822454433978573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4568822454433978573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2010/01/ada-uang-ada-barang.html' title='Ada Uang Ada Barang'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5017393063040978641</id><published>2007-10-30T17:56:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T17:58:07.711-07:00</updated><title type='text'>Blog Papa Fariz Jilid II</title><content type='html'>Posted: 29 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah akhirnya updating kedua dari Blog Papa Fariz hampir selesai. Tulisan pada periode Juni-September 2007 sudah selesai dipindahkan, meski karena keterbatasan waktu menyebabkan blog ini tidak sempat dipercantik ataupun diberi pernik-pernik, seperti shotout dll. Baru sekedar sanggup memindahkan tulisan saja, yang ternyata di luar dugaan, jumlahnya, dimana yang dikumpulkan adalah tulisan dari Mei 2004 sampai akhir September 2007 saja, ada sekitar 415 tulisan. Kalau rata-rata 1 artikel ini terdiri atas 2-3 halaman, maka jumlah halaman totalnya adalah 800-1200 halaman. Wew, sampai bingung sendiri kok bisa sempet-sempetnya nulis setebal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan blog yang lain yang mirip dengan catatan harian alias diary, konsep awal dan sampai  saat ini dari blog ini lebih terfokus pada dokumentasi dari tulisan-tulisan yang pernah saya kirimkan ke berbagai milis. Entah apakah tulisan itu berguna atau tidak, ataupun dibaca atau tidak, sayang rasanya kalau tidak dikumpulkan jadi satu. Minimal untuk sekedar koleksi pribadi sekaligus  persembahan buat ananda tercinta, yang mungkin in future bisa menulis jauh lebih hebat dibandingkan Bapaknya yang amatiran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, sempat ada keinginan untuk tidak melanjutkan dan sekaligus menutup Blog sebelumnya. Membuat blog memang tidak mudah. Apabila di tengah keterbatasan waktu yang ada, dan hanya setengah hidup berada di belakang laptop, sekedar updating saja juga terasa berat, apalagi untuk me-maintenance setiap hari. Sempat juga terpikir, apa sih untungnya punya blog, bukankah itu hanya nambah-nambahin kerjaan saja. Kerjaan kantor saja sudah bikin mumet kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah kenapa, secara tidak sengaja, kemarin, saya tergerak untuk iseng meng-"Googling" nama "Papa Fariz". Ada satu website yang membuat saya terkejut dan terkesan. Website itu adalah: &lt;a href="http://papafariz.wordpress.com/"&gt;http://papafariz.wordpress.com/.&lt;/a&gt; Di website itu ada kutipan yang cukup membuat terharu, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibukanya blog milik Papa Fariz sendiri tersebut, blog ini officially saya tutup. Wassalam, Salah satu penggemar tulisan Papa Fariz yang berinisiatif membuka blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, saya sendiri jadi terbayang lagi bagaimana dulu saat awal membuat blog dan memindahkan ratusan tulisan yang tersebar di beragam milis. Capeknya bukan kepalang, dan yang jelas perlu kesabaran dan ketekunan serta waktu berhari-hari. Ada orang lain yang sudah berbaik hati mengumpulkan tulisan itu, mengapa saya pribadi tidak tergerak untuk melanjutkannya? Akhirnya saya sacrifice hari kemarin, dengan mengurung diri di dalam ke kamar, tenggelam dalam kesibukan menata lagi blog yang pernah hampir saya "buang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pembuat dan penulis Papa Fariz di Wordpress itu, andaikan memang kebetulan membaca  tulisan ini, saya harapkan bisa melanjutkan blog tersebut kalau masih ada waktu. Saya memang  berangan-angan untuk memiliki kembaran di Wordpress bahkan Multiply. Namun satu aja udah  kelabakan, apalagi lebih dari itu. Insya Allah saya akan legowo dan berbangga hati apabila blog di  Wordpress tersebut bisa dilanjutkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang mendorong saya untuk kembali mengurus blog tersebut, selain untuk dokumentasi, tak lain dan tak bukan keinginan untuk mengimpementasikan isi salah satu hadits favorit saya. Menurut Rasulullah SAW, sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna bagi orang lain. Terhadap keluarga dan juga ibunda, yang bisa saya lakukan adalah berupaya semaksimal mungkin memberikan penghidupan yang layak buat mereka. Dengan waktu yang sempit dan sedikit chance yang ada, barangkali menulis, sekali pun masih level amatiran, adalah pintu yang dibukakan oleh Allah SWT kepada saya sebagai jalan untuk menyampaikan gagasan dan pikiran sekaligus sharing dari apa yang pernah saya ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bagaimana mutu tulisan itu, andaikan tulisan itu baik dan dimanfaatkan oleh orang lain,  bukankah ini akan menjadi ladang pahala buat saya sendiri? Sebaliknya bisa juga menjadi bumerang  dengan menjadi ladang dosa apabila kita tersandung nantinya. Saya juga menyadari bahwa tulisan  itu tentunya mengandung pro dan kontra. Tapi biarlah kita semua sudah dewasa, dan kita mampu secara bijak bagaimana menilai dan menyikapi suatu gagasan. Pro dan kontra itu biasa, dan tak mungkin gagasan kita akan memuaskan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini juga jadi kumpulan lengkap tulisan di berbagai milis. Terkadang ada beberapa milis yang sengaja tidak saya kirim email. Adapula pula milis yang saya kirimi, namun karena menurut  pandangan moderator case sensitive bagi member lainnya atau entah apa alasan lainnya, sehingga  dengan terpaksa harus dimoderasi. Apa pun jadinya, akhirnya saya kumpulkan jadi satu di sini. Ke depannya, ada rencana meng-update setiap hari. Bahkan mungkin akan bikin kembarannya juga yang berbentuk catatan harian dari hikmah dan analisa kehidupan harian. Namun terwujud atau tidaknya, lagi-lagi berpulang ke masalah waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya melalui tulisan dan blog tersebut, saya pribadi mencoba mengimplemantasikan filosofi hidup saya pribadi, yakni Be Useful dan Be Urself. Sebagaimana ditulis di atas, sebaik-baiknya makhluk Allah adalah mereka yang bermanfaat buat orang lain. Insya Allah setiap orang punya potensi untuk bisa bermanfaat. Egois dan bokis tidaklah pada tempatnya diterapkan, apalagi mengingat kita ini makhluk sosial yang seyogyanya ber-simbiosis mutualisma dengan yang lain, meski tidak mengesampingkan prinsip Take and Give.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Urself artinya jadilah diri sendiri. Setiap orang dilahirkan dengan karakteristik dan ciri khasnya  masing-masing. Kembar identik sekali pun tidak mungkin punya akan sama persis. Perbedaan itu  adalah kehendak dan rahasia Ilahi. Jadi biarkanlah apa adanya, dan biarlah kita menjadi diri kita  sendiri. Hanya saja tentunya kita harus mematuhi kesepakatan bersama serta rambu-rambu Ilahi  dalam kerangka hubungan dengan sang Khalik (Habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Habluminannas).Sampaikanlah walau satu ayat, demikianlah bunyi hadits yang lain. Semoga apa yang bisa saya sampaikan dalam tulisan-tulisan saya selama ini bisa bermanfaat. Dan mohon maaf apabila ada kekhilafan, karena saya pun hamba Allah SWT yang dhaif yang tak terlepas dari berbagai  kekurangan. Papa Fariz juga manusia, gitu lho. Maaf kalo kepanjangan dan terlalu klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5017393063040978641?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5017393063040978641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5017393063040978641' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5017393063040978641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5017393063040978641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/blog-papa-fariz-jilid-ii.html' title='Blog Papa Fariz Jilid II'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8879392405432234280</id><published>2007-10-28T12:11:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T12:13:39.757-07:00</updated><title type='text'>Jangan lagi lalat ijo boleh berkuasa</title><content type='html'>Posted: 2 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 tahun lalu, saat sempat mengeyam bangku kuliah selama setahun di kawasan Depok, saya punya teman kuliah yang lucu dan unik. Namanya Maung, dia unik karena satu-satunya pelajar asing di situ. Jarang-jarang ada pelajar asing di kampus kami. Muslim Myanmar ini pendiam tapi "lucu" apalagi kalo ngomong bahasa Jakarte. Yaaa, saya dan geng dulu seneng "ngeledekin" dia, dalam artian nemenin sekaligus ngasih support. Tentunya ada perasaan salut dengan kegigihan pria satu ini yang kami panggil Macan (bahasa Sunda-nya, Maung = macan) ini, walau kadang dulu kami jahil suka ngajarin bahasa okem yang "ngga'-ngga'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat Myanmar, ingat Maung. Ingat Maung ingat Myanmar. Entah kemana kini dia berada, apakah masih di Jakarta dan kerja di situ ataukah sudah balik kampung. Kalau sudah balik kampung, gimana yah nasibnya kini? Bukan apa-apa, akhir-akhir ini berita tentang Myanmar begitu menyita perhatian dunia. Ribuan bhiksu Budha Mahayana, yang tak tahan dengan kebobrokan rezim junta militer, dengan dipicu oleh kenaikan BBM sebesar 500%, mencoba menyuarakan aspirasi rakyat akan kebebasan dan demokrasi. Tapi apa nyana, yang namanya militer itu gak dimana-mana memang gak kenal kasian dan gak punya otak.  Dibabatnya para demonstran sipil berikut kaum brahmana di negeri seribu pagoda itu. &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ir1FQh6rShI"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=ir1FQh6rShI&lt;/a&gt; Seorang jurnalis dari negeri Sakura pun harus menjadi korban dan peristiwa peregangan nyawanya sempat  direkam oleh kamera video. &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=BUUQi1ooEAs"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=BUUQi1ooEAs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia marah dan meradang, namun junta yang berkuasa sejak tahun 1962 tetap tidak peduli. Cina yang sobat dekat sang junta, sangat enggan dimintai tolong. Bukan apa-apa, karena pada ujung-ujungnya krisis di Myanmar juga berkaitan dengan kepentingan global. Cina lebih menyukai status quo dengan junta militer berada di puncaknya, karena Cina saat ini mengelola hampir semua tambang di negeri yang kaya gas alam itu. Andaikan junta bubar dan demokrasi yang masuk, boleh jadi kontrak Cina akan dikocok ulang dan para investor dari negeri matahari senja sana yang akan masuk menggantikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kasian negara berkembang, mungkin sudah nasib mereka, dalam situasi begini pun pada akhirnya akan jadi  mainan negeri kuat juga. Siapa bilang dunia ini beradab? Di dunia fana tetaplah berlaku hukum rimba, dimana  yang kuat dia lah yang dominan. Semua yang keliatan adil hanyalah kamufalase belaka, dan keadilan yang sesungguhnya baru akan ada di alam akhirat nanti. Contoh lainnya, ketika Hamas memenangkan Pemilu jurdil  di Palestina yang demokratis, lantas mengapa pemerintahannya tidak diakui padahal Pemilu adalah buah  demokrasi yang dikenalkan oleh negeri belahan barat sana? Karenanya Indonesia pun harus menjadi bangsa  yang kuat dan kaya agar tidak terus dipermainkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di Myanmar sebenarnya hampir mirip dengan apa yang kita alami 40 tahun lalu dan 10 tahun lalu. Bedanya, Allah masih sayang dengan bangsa kita, sehingga kebenaran dan kebebasan lah yang tegak di bumi pertiwi. Ini karunia Allah yang paling dahsyat dan tak tergantikan oleh apa pun serta sangat tak ternilai, meski kini nusantara masih compang-camping. Kita sudah punya modal dasar dengan kebebasan, tinggal gimana saja kita melangkah ke depannya. Seperti Myanmar, bangsa kita pernah dikuasai oleh junta militer, walau bedanya di nusantara, sang junta lebih senang berpakaian sipil. Mau pakaian sipil atau militer, tetap saja otaknya otak militer yang gak punya rasa kasian dan kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita alami dulu memang "tak kalah menyeramkan". Di Jakarta, yang namanya protes dan demo, hampir gak ada. Mau demo silahkan, paling-paling besok pemimpin sudah hilang lenyap ditelan bumi.  Ceramah pun gak bisa sembarangan. Kalau isinya amar ma'ruf (menyeru kepada kebajikan), di welcome  banget. Tapi jangan sesekali menyampaikan nahi munkar (mencegah dari kejahatan), karena bisa-bisa langsung disuruh turun dari mimbar. Sudah jadi rahasia umum setiap teks ceramah diperiksa dulu oleh pihak terkait, dan dalam ceramah selalu disusupi intel-intel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu, tak kalah mencekam. Berkumpul lebih dari 5 orang sangat diharamkan. Gak usah  bingung kenapa dulu gak pernah ada pertandingan voli pas deket-deket Pemilu. Wong satu tim voli itu udah 6 orang, jadi mana bisa kumpul jadi satu tim, karena jumlahnya lebih dari 5 orang. Teman saya yang aktif di organisasi keagamaan di sekolah juga terpaksa "meliburkan" pengajiannya karena aturan aneh dan konyol ini. Masa itu, jangankan yang namanya bikin kerusuhan, suara jarum jatuh pun dah bisa kedengaran oleh intel, karena mereka memang ada dimana-mana dan kita gak tau siapa dia dan boleh jadi justru orang dekat kita sendiri bekerja untuk junta militer saat ini. Saat kuliah di negeri utara dulu, sesama pelajar asing dari nusantara, sangat hati-hati berbicara dan takut menyinggung masalah politik. Kuatirnya, ada teman yang jadi intel, dan saat kita pulang, habislah karir kita dan kehidupan kita karena laporan bajigur intel itu tentang penentangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu anda mau jadi gubernur? Syaratnya gak susah, jadilah petinggi militer. Memang menggelikan,  bagaimana mungkin, kursi-kursi gubernur dan kementrian didominasi oleh militer dan para purnawirawannya. Jangan tanya mengenai kapabilitas mereka di situ, wong pendidikan mereka cuma sekelas akademi, dan paling mentok cuma sekolah tinggi. Pemikiran militer memang gak sama dengan sipil. Walau begitu  mereka merupakan suatu organisasi yang paling teratur dengan tingkat kedisiplinan dan loyalitas yang maha tinggi. Konon katanya, untuk bisa mencapai hal seperti itu, otak para anggotanya harus dicuci bersih dulu. Kata kabar burung, Akabri kita dididik di gunung Tidar sana, di dekat Gunung Kidul. Ada yang trainingnya dilepas di hutan dan gunung, cuma berbekal beberapa korek dan pisau untuk survive. Pikiran mereka sampai blurrr sehingga pada puncaknya, disuruh ngitung pun udah gak bisa lagi. Di situlah mulai dicecoki dengan doktrin-doktrin sampah versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan harap mau sukses dan besar di nusantara kalo gak dekat dengan militer. Militer selain ada manfaatnya buat "bela negara" kalo diserang bangsa lain, ternyata juga bisa dimanfaatin sebagai centeng. Gak usah heran kalo Polisi dan Militer berantem melulu. Para tikus-tikus kecil itu biasanya pada ngerebutin lahan jadi centeng di diskotik, klab malam dll. Kasian militer tingkat kopral yang gajinya ngepas, tinggal di rumah seperti gubuk dan kalo sudah pensiun harus digusur oleh institusinya. Tingkat kopral cuma ngandelin gaji yang ngepas abis. Tapi kalo perang disuruh paling depan, dan  kalo mati dia yang harus duluan. Beda dengan polisi yang masih bisa nyabet sana-sini. Wajarlah kalo militer marah karena cemilan mereka jadi centeng mau diembat oleh polisi yang rakus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di militer yang kaya memang perwiranya saja. Seorang teman saya, bukan main girangnya ketika ayahnya naik pangkat dari kolonel menjadi jenderal. Bukan apa-apa, itu artinya kastanya akan beda, dan sudah tentu fulus akan mengalir deras. Nama babenya terdaftar sebagai komisaris di beberapa perusahaan. Kerjakah sang babe? Gak lah, tapi cuma namanya aja yang nampang, gak kerja pun duit bisa dapat. Pas ngadain nikahan atau acara lain, gak pusing lagi, karena rekanan babenya yang jenderal, sudah pasti bakal urun saweran. Apakah nyumbang ke jenderal bisa dibilang sedekah yang ikhlas? Hmm, kalo mau sedekah ya ke fakir miskin, dan bukannya ke orang kuat yang punya otoritas dan sarat kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jadi rahasia umum, yang selalu dibantah oleh pihak terkait, bahwa banyak cukong harus nyetor ke lalat ijo agar bisnisnya aman. Militer memang gak beda dengan preman. Mereka itu loyal kalo dikasih duit. Bedanya, preman gak punya senjata, itu aja. Jadi jangan coba kutak-katik bisnis yang pengusahanya punya link khusus ke militer. Bisa habis kita digetok nantinya. Seorang cukong di Indonesia yang kini kekayaannya bukan main, kata kabar burung dijuluki ATM-nya militer. Kalo militer kecil ada yang butuh duit, tinggal datang, pasti dikasih. Tapi ya itu, para cukong memang licik dan udah ngitung untung ruginya. Lalat ijo inilah yang memagari bisnisnya bahkan pernah memaksa rakyat digusur dari suatu wilayah yang mau dibangun sebagai sentra bisnis oleh sang cukong. Sapa sih yang gak ngeri dipanggil satu-satu sama lalat ijo dan disuruh setuju dengan penggusuran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya bertandang ke Serpong akhir tahun lalu, teman saya yang bekerja di LAPAN Serpong bercerita bahwa tetangganya ada yang ngungsi dan kabur dari kampungnya sendiri. Mereka itulah tokoh masyarakat yang dituduh dibalik demo menentang militer dalam sengketa tanah  di sana. Malam-malam, tetangga persis sebelah rumahnya dikepung oleh pasukan bersenjata lengkap. Teman saya yang ilmuwan bingun dan keluar rumah, tapi malah disuruh masuk dengan kasar. Tetangganya itu pun diculik dan besoknya pulang dengan wajah gak berbentuk, sampai akhirnya lebih memilih untuk "menghilang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya militer memang bertindak atas nama instruksi. Apa pun jadinya, kalau itu adalah instruksi dari atasan, ngebunuh pun gak masalah. Melihat tindak tanduk mereka, patutlah  disangsikan bahwa mereka mengenal apa yang namanya Tuhan. Lihatlah cara penanganan mereka terhadap para pemrotes, gak cuma di Myanmar, tapi juga di negeri kita dan belahan dunia lainnya. Entahlah apakah yang namanya militer itu diajarkan yang namanya humanisme. Tapi yang pasti, kata teman saya yang pernah kuliah bareng anggota militer, otak para perwira yang dikirim belajar di universitas memang bagus, tapi wawasannya sempit dan memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo menilik perilaku mereka di kehidupan sehari-hari, sudah terlalu banyak cerita tentang arogansi mereka. Saya sendiri jengkel habis lihat mobil berplat militer dengan seenaknya nyerobot jalur busway tapi didiamkan oleh polisi. Giliran kita yang sipil, langsung ditilang. Bapak yang mengantar saya pun, pernah disuruh turun dari mobil, dan mau ditembak oleh orang yang pakai jaket militer, karena dia ngerasa gak dikasih jalan pas lagi macet di Jakarta. Untungnya Bapak itu saya tahan dan gak bolehin turun mobil. Biar saja orang itu malu dulu diliatin orang banyak. Paling gak otaknya jalan dulu, dan gak main hakim sendiri tanpa ngeliat masalah yang sebenarnya. Di email-email juga sudah sering, orang-orang cepak seneng gamparin rakyat kecil tak bersenjata. Suatu bentuk arogansi yang memuakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai negara dipegang militer, memang rusak pada akhirnya. Myanmar yang dulunya termasuk dihormati di dunia, bahkan Sekjen PBB yang ketiga, yakni U Thant (1961-1971) adalah orang mereka, bisa begitu tenggelam semenjak dikuasai militer pada tahun 1962. Indonesia memang keliatan pembangunannya jalan, tapi ternyata utangnya gede dan dikorupsi habis-habisan. Deal untuk pengolahan tambang pun selalu dibodongin, pengelolaan ini itu banyak yang gak becus, dan itu bukan apa-apa, karena jabatan terkait tidak diisi oleh orang yang kapabel, melainkan oleh mereka yang punya embel-embel militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah sekali lagi memberikan kekuasaan kepada militer, kecuali kita sudah memastikan bahwa kekuatan mereka sudah kita pasung. Memang gak semua militer jelek, yang bagus pun banyak. Bahkan Presiden kita pun dari militer, karena memang setelah "dijajah" militer 30 tahun, sipil belum lagi mumpuni untuk menangani negara. Kedisiplinan dan ketegasan militer lah yang justru diperlukan untuk mengatur negara yang serba bebas. Kondisi quo seperti sekarang sudah lumayan. Militernya sudah terpasung dan terus diawasi, meskipun boleh saja mereka jadi pucuk pimpinan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada maksud pribadi di sini untuk menjelekkan militer. Toh mereka juga bagian dari bangsa kita yang bermanfaat untuk membela negara dari serangan musuh. Toh kita masih lebih percaya untuk dipimpin militer, meski kita harus mengawasai mereka lebih sering. Namun yang hendak diingatkan di sini, janganlah sekali-kali militer diberikan kekuasan penuh memerintah seperti layaknya nasib kita dulu, nasib orang Myanmar atau nasib rakyat Thailand dll. Bersyukurlah bahwa Allah Maha Baik, sehingga ketika terjadi chaos di tahun 1998, militer tidak melakukan kudeta militer, dan sang Panglimanya legowo untuk tidak mengambil alih pemerintahan. Salut dengan ucapan beliau yang menolak kudeta militer dengan alasan itu akan tercata di sejarah dan bakal terjadi berulang lagi di kemudian hari. Apa jadinya yahh andaikan saat ini Pemerintah kita adalah militer. Gak tau deh, bisa-bisa nulis begini saja dicekal pulang ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever lah, yang pasti bersyukurlah kita karena cengkeraman militer sedikit banyak sudah berkurang dari kehidupan sehari-hari kita. Ini nikmat yang paling dahsyat yang sangat harus kita syukuri dan tak ternilai harganya. Jangan lagi, sekali lagi, memberi chance kepada militer murni untuk menguasai negeri kita tanpa dipasung kaki dan tangannya. Semoga yang merasa militer juga sadar diri akan arogansi mereka yang suka main kepruk kepada orang sipil.  Apa yang terjadi di Myanmar saat ini bisa menjadi pelajaran bagaimana hancurnya suatu bangsa di bawah kekuasaan militer. Cukup sudah 30 tahun kita di bawah mereka, dan itu gak boleh ada lagi dalam kamus kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalau tidak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8879392405432234280?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8879392405432234280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8879392405432234280' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8879392405432234280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8879392405432234280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/jangan-lagi-lalat-ijo-boleh-berkuasa.html' title='Jangan lagi lalat ijo boleh berkuasa'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8501238949050801667</id><published>2007-10-28T12:05:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T12:08:31.662-07:00</updated><title type='text'>Perjanjian ekstradisi gagal karena kita macan ompong</title><content type='html'>Posted: 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/21/time/204050/idnews/833033/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/21/time/204050/idnews/833033/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, dasar kiasu jiran nan mini ini. Ketauan kan siapa yang sesungguhnya berkuasa di jiran ini? Jelas ternyata kini Singapore memang gak punya itikad baik untuk menyetujui Perjanjian Ekstradisi (ET). Indonesia meminta ET berlaku surut 15 tahun ke belakang. Namun Singapore menginginkan ET hanya berlaku mulai saat ini. Bukan apa-apa pada kurun waktu 1997-2001, begitu banyak aset bangsa yang dilarikan oleh bajingan tengik ke negeri singa ini. Nilai BLBI itu mencapai ratusan trilyun, dan kini aset milik orang kita pun di jiran ini jumlahnya ditenggarai lebih dari 800 trilyun rupiah, dan itu lebih banyak daripada APN kita yang cuma 700 trilyun rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What to do? Herannya kita masih seperti gak berdaya terhadap mereka. Aset-aset perusahaan kita masih saja trus diobral ke mereka. Indonesia kini sepertinya cuma nama besar keberatan jumlah penduduk saja. Taringnya sebagai macan sudah ompong, hingga negeri liliput pun berani-beraninya ngelunjak. Susah yah. Trus gimana dong? Agaknya impian membawa pulang aset bangsa yang kabur memang cuma jadi angan-angan belaka. Bahkan belum lama ini, malah si gang Riyadi itu cari muka dengan nyumbang 200 milyar ke salah satu universitas negeri singa ini. Memang sih duit-duit dia, dan dia lagi cari muka kepentingan bisnis. Namun non sense banget rasanya sementara uang itu banyak yang dia keruk dari negerinya sendiri yang punya banyak gedung sekolah hampir runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speechless. Jadi ingat lagu Mars-nya Jak Mania, yang berbunyi: Ayo Persija, Macan Kemayoran, tunjukkan taringmu, taklukkan lawanmu Kami the Jak Mania selalu mendukungmu, Persija, Persija Juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kata Persija bisa diganti dengan kata Indonesia, dan kata the Jak Mania diganti dengan kata rakyat nusantara, dan taringnya benar-benar taring yang ditakuti, indah sekali rasanya, karena kita akan dihargai dan dihormati oleh bangsa lain, dan bukannya selalu dilecehkan, bahkan oleh sebuah negeri liliput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8501238949050801667?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8501238949050801667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8501238949050801667' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8501238949050801667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8501238949050801667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/perjanjian-ekstradisi-gagal-karena-kita.html' title='Perjanjian ekstradisi gagal karena kita macan ompong'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-4327274950406701624</id><published>2007-10-28T12:03:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T12:05:23.017-07:00</updated><title type='text'>Setengah harga di midnight takbiran Geylang Serai</title><content type='html'>Posted: 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang gak pulang kampung saat lebaran nanti, saat malam takbiran lewat pukul 12 malam (midnight), janganlah lupa untuk datang ke Pasar Malam di Geylang Serai (sebelah Paya Lebar MRT Stasiun). Sudah jadi rahasia umum, bahwa pada malam itu, kebanyakan barang-barang yang dijual akan didiskon sampai 50%, terutama pakaian dan makanan. Yahh daripada gak kejual, apalagi kalo yang jual adalah penjual dadakan dan gak punya tokonya sendiri yang permanen. Makanan sekalipun kue, kalo gak kejual, boleh jadi bakal basi, boleh jadi dirubung semut, boleh jadi pula rasanya dah gak enak, karena memang ada expiry date-nya. Kalo baju, ya gak up to date lagi dong nantinya. Barang lain, seperti mainan anak pun, atau barang-barang kelontongan, biasanya juga dijual murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 tahun lalu, saat masih ngebujang, dan tinggal di Geylang Serai, saya ngebuktiin sendiri. Pas midnight  keluar ke pasar malam, dan memang aje gileee, orang menyemut dimana-mana. Ini orang satu Singapore datang kali yeee, tukas saya dalam hati. Walau sempat juga terpikir, dasar orang sini bokis berat, maunya nunggu diskon setengah harga pas menjelang hari raya. Kasian juga pedagangnya, gimana doi mau untung gede kalo kayak gini. Ahh, persetan deh, yang pasti lumayan waktu itu bisa dapat banyak makanan dan barang murah dengan diskon yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu 5 tahun lalu lho, gak tau kalo sekarang gimana. Apa udah berubah gitu? Ada yang punya pengalaman sejenis? Saya gak tau lagi up to date info-nya, soale kini, saban lebaran pasti balik ke Jakarta. Seenak-enaknya lebaran di negeri orang, tetap saja lebih enak lebaran di negeri sendiri. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong tentang lebaran, kadang saya gak habis pikir, kenapa yah orang Jakarta pada maksain pulang kampung. Yang gilee, ada yang naik motor dari Jakarta sampai Yogya, Semarang dan Surabaya. Yang naik kereta, dah kayak ikan sarden di kaleng, numplek jadi satu, bahkan sampai gak dapat duduk. Yang naik bus, wuihhh kagak kebyang macetnya brur. Coba deh, ente kebagian berdiri di tengah bus, dan jalan macet total, sedang ente kebelet pipis, piye toh? Naik mobil pribadi juga bisa-bisa tuh betis jadi mirip punyanya tukang becak. Naik pesawat, sami mawon, dan bandara rame kayak pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, selamat mencoba suasana midnight di Pasar Malam Geylang Serai. Semoga masih banyak diskon gede-gedean sampe setengah harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-4327274950406701624?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/4327274950406701624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=4327274950406701624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4327274950406701624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4327274950406701624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/setengah-harga-di-midnight-takbiran.html' title='Setengah harga di midnight takbiran Geylang Serai'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7529144061216265572</id><published>2007-10-28T12:00:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T12:02:28.270-07:00</updated><title type='text'>Beda lagi, Idul Fitri tahun 2007</title><content type='html'>Posted: 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/20/time/075105/idnews/832131/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/20/time/075105/idnews/832131/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah tahun ini Idul Fitri-nya bakal beda lagi di tanah air. Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa Idul Fitri mereka adalah pada hari Jumat, 12 Oktober 2007, dan ini berdasarkan perhitungan Hisab mereka. Itu artinya Muhammadiyah akan puasa hanya 29 hari saja. Sedangkan di kalender kita, Idul Fitri sudah tertera jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007, dan hari puasa kita akan berjumlah 30 hari. Biasanya NU dll, yang mengikut pada sistem Rukyat, Idul Fitrinya selalu sesuai dengan kalender dengan insist bahwa hilal di akhir Ramadhan tidak keliatan. Sepanjang sejarah, Pemerintah juga tidak pernah berbeda Idul Fitri-nya dengan kalender kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh bayangin kalo Idul Fitri beda ama kalender, apa gak gede tuh efeknya brur. Jadwal protokoler Presiden dan pejabat negara akan berubah, hari kerja akan berubah, semua jadwal yang sudah rapi baik dari perusahaan maupun negara jadi kacau nantinya. Apalagi di Singapore yang mayoritas bukan Muslim tapi Idul Fitri juga diliburkan juga. Apa jadinya kalo MUIS mengumumkan Idul Fitri lebih cepat sehari dibandingkan tanggal merah pemerintah dan kalender? Emang bisa gitu yang Wong Melayu dan Muslim rame-rame mendadak minta libur demi Celebration Eid Fitr?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di jaman modern memang complicated, dan kepastian akan waktu adalah suatu kebutuhan. Masalah beda Idul Fitri sudah masalah klasik dan gak akan pernah habis karena memang masing-masing pihak sangat keukeuh dengan prinsipnya dalam menentukan Hari Raya. Biarin deh, asalkan pada akur semua aja. Gak  lucu kan, gara-gara beda Idul Fitri pada saling sebel-sebelan? Alhamdulillah so far di nusantara semuanya akur-akur saja. Yang saya tau, konon di negeri lain yang berhak menentukan kapan Idul Fitri adalah pihak Pemerintah, dan keputusan itu bersifat mengikat semua orang dan lembaga. Jadi gak ada tuh ormas yang mengumumkan sendiri versi mereka. Kepatuhan kepada Pemerintah adalah suatu kebutuhan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan yah, sistem penanggalan Islam akan eksis dan baku, gak terombang-ambing seperti ini? Walau kini tingkat toleransi agak tinggi, dan perbedaan gak terlalu dimasalahkan, lantasan kenapa gak ada terobosan pemakaian teknologi untuk menentukan hari dan bulan? Upaya pemerintah kita untuk meng-online kan Rukyat adalah suatu yang patut diacungi jempol. Dengan kemajuan teknologi, kemajuan perhitungan di matematika, serta adanya teleskop bahkan yang nagkring di luar angkasa, sesungguhnya tidak lah sulit untuk menentukan kalender Islam. Namun, seberapa besarnya teknologi itu boleh diaplikasikan ke dalam agama? Bukankah gak sedikit orang yang stick, pokoknya kalo dibilang lihat hilal, dengan mata telanjang, ya tetap gak boleh pakai teleskop, karena aturannya gitu. Aturan adalah aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wew, kebayang kah anda andaikan anda pakai kalender Qomariah (Lunar Calender), lalu mengadakan hajatan, semisal ditentukan tanggal 10 Syawal, eeee tiba-tiba jumlah hari Ramadhan berkurang atau bertambah, sehingga harus ada perubahan jadwal? Weww, kacau semua dong. Tapi kalo dibilang seperti ini, ada pula nanti yang berkomentar, masak sih urusan dunia lebih dipentingkan dan kenapa urusan dunia gak bisa disesuaikan? Nah lho repot lagi kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya lah, yang penting akur aja. Biarin aja beda prinsip, dan kita bisa memilih sesuai dengan keyakinan kita, dan kita punya dasar untuk memilih keputusan itu. Akhirnya, pada hakikatnya, ibadah individu itu akan berpulang pada pertanggungjawaban langsung yang bersangkutan kepada sang Khalik. Kalo yang nentuin tanggal ternyata salah pakai dasar, ya biarlah dan itu tanggung jawab dia kepada Yang maha Kuasa. Hmm, ada chance dong puasa cuma 29 hari aja? He he. Biarinlah, udah biasa tiap tahun kayak gini. Alhamdulillah kita semua sudah dewasa dan akur, paling tidak untuk tidak meributkan masalah tanggal ini menjadi ke arah krisis umat. Walau begitu solusi akan ketepatan dan kepastian Lunar Calender yang  diadopsi oleh kalender Hijriah masih ditunggu. Dan ini bukan berarti kepentingan duniawi lebih jauh dimasukkan ke dalam urusan peng-kalenderan yang erat kaitannya dengan ibadah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebuah opini. Ada yang punya pendapat lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7529144061216265572?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7529144061216265572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7529144061216265572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7529144061216265572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7529144061216265572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/beda-lagi-idul-fitri-tahun-2007.html' title='Beda lagi, Idul Fitri tahun 2007'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8813359154309923695</id><published>2007-10-28T11:54:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:57:15.641-07:00</updated><title type='text'>The special one is simply the best</title><content type='html'>Posted: 22 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cfcnet.co.uk/content/results_detail.asp?ID=6680"&gt;http://www.cfcnet.co.uk/content/results_detail.asp?ID=6680&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The special one, is simply the best. Ini nih ada video tentang Jose Mourinho. Sayang juga, EPL kehilangan one of the most entertaining manager in their history. Mourinho memang meninggalkan kenangan bagi banyak orang, gak cuma buat fans Chelsea saja. Dia pun pernah disebut enemy of football, dan dengan sombongnya pernah berucap semua tim kepengen Chelsea kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau belum pernah meraih mahkota Liga Championsbersama Chelsea, prestasi membawa Chelsea menjadi pertama kali juara dalam 50 tahun terakhir, membawa 6 tropi ke Stamford Bridge, plus finalis beberapa turnamen serta satu dari sedikit klub yang mampu berturut-turut menjuarai EPL, adalah sesuatu yang luar biasa. Dari kelas kambing, Chelsea tumbuh menjadi tim besar yang disegani, sekaligus "dibenci" oleh banyak orang sebagai the rising star.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Jose, Chelsea memang tak perlu seorang superstar. Di Chelsea hanya boleh ada seorang superstar dan dia lah sang superstar itu. Hanya Jose lah yang bisa mengubah kondisi di Chelsea. Di EPL memang ada banyak manajer besar. Yang terbesar adalah Alex Ferguson dengan rentetan prestasinya. Arsene Wenger punya taktik yang demikian brilyan, sehingga dengan tim muda tanpa bintang pun Arsenal tetap sulit ditaklukkan. Rafa dengan Liverpool nya masih menunggu pembuktian bahwa mereka bukan hanya tim turnamen yang pernah untung menang di liga Champions. Tapi the most entertaining one masihlah tetap Jose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, memang owner-nya yang orang Yahudi Rusia itu berkehendak lain. Weew, aye cabut nih jadi fans Chelsea. Dulu mendukung Chelsea karena faktor Mourinho. Pede nya gila abis, otaknya brilyan, taktis walau kadang pragmatis. Cara dia menanamkan Pede dan konsep bola memang unik dan yahud. Tapi kini Mourinho dah gak ada lagi, lantas buat apa Chelsea didukung lagi? Apalagi Chelsea bakal balik jadi tim kelas dua. Memangnya enak mendukung tim yang bakal kalah melulu. Ditambah lagi penggantinya adalah seorang Yahudi tulen, si Avram Grant, sobat dekat si Abramovic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepakbola memang gak boleh ada racist. No racist in football begitu katanya. Tapi aye gak suka aja denger yang namanya Israel atau Yahudi, sekali pun itu di dunia football yang gak kenal dan gak boleh ada rasis. TANYA KENAPA. Apalagi kini si Israel itu datang mendepak favorit aye, wahh tambah tiada maaf bagimu dehh. Dari mendukung bukan lagi berbalik menjadi tidak mendukung, tapi malah jadi gak suka. Yaaa gak suka dengan kelakuan sang owner yang seneng cawe-cawe sana-sini, dan gak suka karena si Yahudi bajigur itu entah kenapa tiba-tiba menjadi manajer baru Chelsea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway whatever lah, ini kan part of the game. Nikmatin aja. Barangkali si Jose hilang, muncul lagi sosok menghibur baru yang lain. Barangkali si Jose tiba-tiba muncul lagi di EPL atau liga lain, kan lumayan tuh pemberitaan tentang bola jadi menarik kembali. Yahh, kita lihat saja nanti. Namanya juga permainan kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Special One is truly simply the best. Thanks for the Memories, Jose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8813359154309923695?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8813359154309923695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8813359154309923695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8813359154309923695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8813359154309923695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/special-one-is-simply-best.html' title='The special one is simply the best'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5027143918649302380</id><published>2007-10-28T11:48:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:53:25.417-07:00</updated><title type='text'>Bye bye Mourinho, ex manajer Chelsea</title><content type='html'>Posted: 21 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiksport.com/ligainggris/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/20/time/103507/idnews/832244/idkanal/72"&gt;http://www.detiksport.com/ligainggris/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/20/time/103507/idnews/832244/idkanal/72&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bye bye Mourinho si mulut besar. Pelatih kepala dari Chelsea ini akhirnya terpental setelah beberapa hasil yang kurang memuaskan dalam 3 pertandingan belakangan ini. Perseteruannya dengan owner Chelsea, Roman Abramovich memang pangkal dari segalanya. Prestasinya sebenarnya gak jelek, pertama kali dalam 50 tahun, Chelsea berhasil merajai EPL. Dalam 3 tahun kepemimpinannya sudah 7 tropi diraihnya. Chelsea dari klub kelas kambing pun bisa naik kasta berkat jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bye bye dah Mourinho. Padahal pelatih yang sering berkata nyelekit ini yang paling ditunggu komentarnya. Sayang juga, padahal ini sisi lain yang menarik dari EPL. Perang kata-kata dia dengan manajer lain jadi bumbu liga paling menarik di dunia. Anyway, bye bye dah Mourinho. Siapakah calon penggantinya? Siapa pun penggantinya, banyak pihak yang akan selalu merindukan kehadiran Mourinho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5027143918649302380?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5027143918649302380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5027143918649302380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5027143918649302380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5027143918649302380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/bye-bye-mourinho-ex-manajer-chelsea.html' title='Bye bye Mourinho, ex manajer Chelsea'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6351718635642827955</id><published>2007-10-28T11:43:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:46:23.356-07:00</updated><title type='text'>Email gempa besar yang hoax</title><content type='html'>Posted: 21 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, IMHO, email tentang gempa besar 9 skala Rotcher yang bakal melanda nusantara, adalah tergolong "hoax". Cuekin aja brur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Sumatera itu memang ada patahan akibat tubrukan lempeng Eurasia dengan lempeng Australia. Setiap gerakan baik berupa gesekan dan tubrukan memang akan berpotensi menimbulkan gempa. Tapi yang namanya gempa bumi itu adalah satu-satunya bencana alam yang gak bisa diramalkan kapan tepat datangnya, bahkan orang Jepang sekali pun, yang kenyang digoyang gempa dan studi mendalam semenjak dulu, masih tak mampu meramalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, di Tokyo pernah ada Big Eartquakes pada tahun 1923 dengan 140 ribu orang yang wafat? Menurut teori setelah itu akan datang lagi Tokyo Big Earthquakes. Tapi sudah 70 tahun ditunggu, ternyata gempa itu gak kunjung datang. Nyatanya justru di tahun 1994, malah yang tak terduga, yakni Kobe Big Earthquake justru malah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gempa bumi sulit ditentukan kepastiannya? Karena memang cakupan wilayahnya terlalu luas. Untuk meneliti secara detail pergerakan itu, haruslah dibangun stasiun pengamatan dalam rentang jarak yang pendek. Apakah itu mungkin? Jawabnya tidak. Dan lagi gerak lempeng bumi adalah tergantung dari "fluida" di dalam bumi, dimana lempeng bumi ini "terapung", sementara "fluida" bumi ini hanya mampi dikaji secara dugaan karena kita tak bisa melihat apalagi menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita telaah, adakah untungnya buat kita menebar berita bahwa segera terjadi gempa bumi yang akan menghancurkan Sumatera? Secara ilmiah ini gak berdasar, karena waktu kapan datangnya juga gak pasti. Apakah kita mau dicekam ketakutan akan sesuatu yang belum pasti kapan terjadi? Kiamat itu suatu keniscayaan, lantas apakah hari-hari kita harus menggigil karena berpikir besok kiamat pasti datang? Menebarkan paranoia seperti ini yang gak berdasar malah kontra efektif dan menambah kesusahan masyarakat saja. Masyarakat kita masih banyak yang belum tinggi pendidikannya, jadi begitu ada berita, langsung saja disambar tanpa pernah dan mau mengkaji terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ridiculous, si pembuat tulisan menuduh Pemerintah coba menutup-nutupi. Aneh banget, ini mah gak ada hubungan dengan Pemerintah. Tugas pemerintah adalah justru memberikan ketenangan pada masyarakat. Karena itulah ada yang diangkat dan dinamakan Pemerintah. Apa yang diprediksi oleh CNN hanyalah prediksi yang bentuknya eksposisi. Tapi jeleknya distir dan ditunggangi oleh sebagian kalangan, yang entah dengan motif apa malah mau bikin paranoia. Pandirnya lagi kita semua malah berlomba menebarkan hoax ini. Barangkali saya pun termasuk pandir karena mengomentari hoax, dimana mengomentari sampah begini adalah useless dan meaningless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi please deh ah, just ignore email sampah seperti di bawah itu. Gempa Bumi adalah Kuasa Allah, gak ada yang mampu mencegahnya. Kalau terjadi ya terjadilah. Kenapa harus ditakuti, pikirkan dong gimana kita supaya efektif bisa saling membantu korban, bukannya malah menebarkan hoax yang gak ilmiah. Suatu tulisan itu bisa bagus atau gak, tergantung redaksiya. Kalau dipaparkan ekposisi secara ilmiah, itu akan jadi pengetahuan. Tapi kalo dibarengi ancaman, itu akan jadi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just treat email di bawah, kalaupun benar, sebagai pengetahuan. Tapi kata-kata sampahnya gak perlu kita pusingkan atau pikirkan. Susahnya orang kita, bukannya ngasih solusi malah menakut-nakuti. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6351718635642827955?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6351718635642827955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6351718635642827955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6351718635642827955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6351718635642827955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/email-gempa-besar-yang-hoax.html' title='Email gempa besar yang hoax'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2247499162732488398</id><published>2007-10-28T11:41:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:42:59.455-07:00</updated><title type='text'>Referensi tentang Jatiluhur</title><content type='html'>Posted: 21 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas Jatiluhur adalah 8300 hektar dan bukan 830 hektar. 8300 hektar itu sama dengan 83 km2. Dengan ketinggian air rata-rata 100 m, volume airnya total kira-kira 8,3 milyar m3 atau 8,3 trilyun liter. Andaikan waduk ini jebol, dengan asumsi seluruh air hanya tumpah ruah di Jakarta, maka Jakarta yang segede Singapore dengan luas 600 km2 dan dianggap seluruh permukaannya ada flat (rata), maka seluruh Jakarta seluas 600 km2 itu akan tenggelam 14 m. Apabila ada lembah di Jakarta, maka lembah itu akan jadi danau. Jakarta boleh jadi akan terhapus dari peta dunia nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kira-kira gambaran betapa banyak volume air di situ. Ini juga jadi gambaran begitu kokohnya dinding waduk.  Dalam referensi di Wikipedia, disebutkan Waduk itu dibuat dengan bantuan ahli Prancis. Saya lihat 6 turbin di  PLTA Juanda memang bernama Prancis, namun di prasasti Jatiluhur ditulis dibuat dengan bantuan ahli Italia. Daya terpasang pada 6 turbin adalah 187 MW dan memproduksi 1000 kWH per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan PLTN Muria yang masih wacana punya daya 1000 MW. 10 tahun lalu saya pernah berkunjung langsung ke sebuah PLTN di Kagoshima. Luasnya cuma "secuprit" tapi  daya yang dihasilkan sudah ratusan kWH. Di situ saya baru ngeh bahwa nuklir gak sekejam seperti bom atom  Hiroshima dan Nagashima, yang monumen kenangannya juga pernah saya kunjungi langsung 10 tahun lalu.  Melainkan manfaatnya juga luar biasa, dan mungkin menjadi satu-satunya energi alternatif puluhan atau ratusan tahun ke depan. Semua reaksi inti di bintang dan matahari adalah reaksi fusi nuklir (penggabungan inti atom ringan). Manusia kini baru hanya mampu membuat reaksi fisi nuklir (pembelahan atom berat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi fusi jauh lebih luar biasa dan tenaga yang dihasilkan pun jauh lebih hebat, karena bahan bakarnya yakni  atom helium dan hidrogen tak tebatas jumlahnya. Secara tak langsung sebenarnya Allah SWT telah mengajarkan  dan memberi petunjuk pada manusia bahwa energi tak terbatas itu namanya nuklir dan diperlihatkannya langsung melalui bintang-bintang di jagat raya, termasuk matahari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gun" alias senjata memang gak ada yang salah, yang salah adalah the Man behind the Gun. Nuklir itu sisi jahatnya  adalah bom nuklir, dan sisi jahatnya adalah PTLN. Jadi nuklir itu bisa jadi jahat tapi bisa juga jadi baik. Sayang yang saat itu gaung hebatnya terdengar adalah sisi jeleknya, utamanya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Kalau memang yang salah di rencana PLTN kita adalah SDM kita beserta sifat korup bangsa, maka itu yang harus diperbaiki dan bukan energi nuklirnya. Kalo kaki yang lecet, janganlah kepala yang dipijat. Walau barangkali semuanya masih menunggu timing agar kita bisa mengerti mana yang manfaat mana yang mudharat dengan akal pikiran yang kita miliki. Tentunya juga nunggu timing kapan kita perlu PLTN dan apakah saat ini sudah waktunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, yang pasti keperluan akan energi besar di masa depan adalah sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, Referensi sedikit tentang Jatiluhur adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.pu.go.id/Ditjen_SDA/ditjen_desa/warta/Nov%20Des/waduk_jatiluhur.htm"&gt;http://www.pu.go.id/Ditjen_SDA/ditjen_desa/warta/Nov%20Des/waduk_jatiluhur.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu kutipannya pada website PU di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membanggakan, karena pada awal pembangunannya kondisi keuangan negara saat itu yang baru memasuki era  kemerdekaan sudah berhasil memulai proyek besar dengan SDM di bidang teknik yang juga masih sangat minim.  Jadi, Jatiluhur merupakan proyek pengairan terbesar yang pernah dikerjakan bangsa ini dan ditangani langsung  oleh teknisi-teknisi bangsa sendiri. Luhur, karena di sana terdapat bangunan-bangunan yang disimbolkan sebagai  angka keramat bangsa Indonesia, yaitu 17-8-45. Ini merupakan kreasi seorang tokoh paling ber-peran dalam proyek ter-sebut, Prof. Dr. Ir. Sediyatmo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2247499162732488398?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2247499162732488398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2247499162732488398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2247499162732488398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2247499162732488398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/referensi-tentang-jatiluhur.html' title='Referensi tentang Jatiluhur'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7770188036425231590</id><published>2007-10-28T11:35:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:38:41.075-07:00</updated><title type='text'>Pengamanan sekelas RT di obyek maha vital nasional</title><content type='html'>Posted: 21 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Indonesia itu baik-baik dan polos, tapi punya potensi teknologi yang mengagumkan sejak beberapa puluh tahun lalu", demikianlah kesan dan pesan saya manakala ditanya oleh Bapak yang biasa mengantar saya kemana-mana, manakala kami berkunjung ke Waduk Jatiluhur berikut PLTA-nya bulan lalu. Kalau anda pergi ke Bandung, dan punya waktu senggang, luangkanlah waktu anda untuk singgah sedikit di  PLTA pertama dan kebanggaan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Jatiluhur dengan PLTA Juanda-nya memang merupakan urat nadi listrik ibukota dan wilayah barat pulau Jawa. Awalnya pembangunan waduk ini ditujukan untuk mengendalikan banjir di daerah Karawang, yang merupakan lumbung padi kita. Namun akhirnya pembangunannya berkembang menjadi multi konsep, yakni untuk pembangkit tenaga listrik (PTL) dengan didirikannya PLTA Juanda dan juga PLTA Cirata, berkapasitas few hundreds MW, lalu untuk irigasi dan pengendalian banjir, selanjutnya untuk obyek wisata dan olahraga air, juga untuk pertambakan ikan air tawar dan terakhir untuk mensuplai kebutuhan air minum warga ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa Kali Malang itu sebenarnya adalah kali buatan untuk penyaluran air sungai untuk air  minum Jakarta, dimana sungai buatan yang nama aslinya sungai Tarum Barat ini membentang dari waduk  Jatiluhur dan terus turun sampai ke dekat penampungan akhir di dekat pintu air Manggarai. Kalau sungai  alam di Jawa Barat itu selalu mengalir dari selatan ke utara, atau pun sebaliknya, maka Kali Malang itu menjadi satu-satunya kali yang mengalir dari Timur ke Barat. Karena memang sesungguhnya Kali Malang bukanlah buatan alam, melainkan buatan manusia. Dinamai Malang karena alirannya yang mem-"palang" aliran sungai alam lainnya. Gak sedikit orang Jakarta yang gak tau perihal asal usul Kali Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Waduk Jatiluhur, waduk dibangun lebih dari 10 tahun, dan baru selesai pada tahun 1967 dengan bantuan teknik dari ahli Italia. Luasnya sekitar 8300 hektar atau 83 juta m2 alias seluas 8300 kali lapangan sepakbola. Ketinggian muka airnya adalah 90-120 m, dengan rata-rata sekitar 100 m. Di saat musim kemarau, pasokan air dari sungai Citarum akan berkurang, yang menyebabkan ketinggian air pun berkurang dan berpengaruh pada daya listrik yang di hasilkan. Bisa dibayangkan dengan ketinggian air waduk yang 100 meter itu, tentulah diperlukan suatu tembok raksasa yang sangat kokoh dengan  kekerasan dan teknologi yang bukan main-main. Tembok bendungan utamanya pada bagian atas punya lebar lebih dari 10 meter, dan dibangun jalan aspal di situ ke tower penyalur air ke turbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kata seorang bapak teman ngobrol saya di warung kopi di pinggir waduk itu, dimana katanya dia mengaku sebagai pensiunan pegawai PLTA itu, tembok Jatiluhur luar biasa kokoh dan kekerasan telah diuji  di Amerika dengan hantaman sebesar hantaman pesawat jet tempur berkecepatan tinggi. Ini karya anak  bangsa murni, tukasnya. Tembok Jatiluhur yang sederhana memang agaknya tidak main-main dalam  kekokohan dan teknologinya. Suatu bukti bahwa kita memang punya teknologi yang tak kalah canggih sejak masa lampau. Jatiluhur sendiri merupakan salah satu dari Mega proyek Mercusuar, yang dicanangkan oleh Presiden kita kala itu, BK. Proyek lainnya adalah Jalan Lintas Sumatra, Jembatan Ampera, Tugu Monas, Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal dll. Tembok waduk dan proyek seluas 830 hektar pada tahun 1960-an, memang tergolong luar biasa. Inilah yang saya sebut sebagai "kekaguman teknologi anak bangsa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pengalaman yang luar biasa sekaligus mendebarkan, manakala kita melongok ke dalam tower berupa tabung raksasa dari beton, tempat penyaluran air ke turbin. Bangunan berbentuk tabung ini punya diameter sekitar 40 meter. Dengan dibatasi oleh pagar hanya setinggi 1 meter, kita bis melongok ke dalam tabung beton raksasa berkedalaman 100 meter itu. Bapak driver yang mengantar saya pun, langsung ciut nyalinya dan bergetar lututnya sehingga cepat-cepat beranjak dari situ. Pagar pengaman yang cuma 1 meter untuk pemandangan mengerikan memang bisa dibilang ridicuolous. Wajarlah kalau kemudian ada beberapa orang yang bunuh diri dengan nyemplung ke dalam Waduk Jatiluhur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas dimana alasan bahwa orang kita baik hati, yang berkaitan dengan Waduk Jatiluhur ini? Saya hal yang bikin saya geleng kepala dan gak habis pikir, adalah pengamanannya yang super longgar. 2 tahun lalu di jiran ini, saya tinggal di ujung daerah Tampines, di sebelah Bedok Reservoir. Di situ ada bukit pasir  raksasa, yang lebih tinggi dari Condo tempat saya tinggal yang sekitar 15 lantai. Bukit pasir ini megah dan luas, dan semua juga sudah tau, didatangkan dari pengerukan alam kita. Pasir di situ dipakai utamanya  untuk proyek HDB atau pembangunan rumah susun di jiran. Barangkali mungkin sebagai salah satu cadangan pasir utama, gak pernah saya lihat ketinggiannya berkurang sesenti pun. Walau cuma isinya tanah luas hektaran dengan gunungan pasir, jangan harap kita bisa masuk apalagi menijau ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah ini dipagari oleh pagar tinggi 3 meter dengan sign board bertuliskan Protected Area. Yang melanggar akan di"eksekusi", dengan gambar tentara menembak si pelanggar. Tumpukan pasir saja, dianggap maha penting, sehingga lihat ke dalamnya akan dihukum berat. Dianggap penting karena memang itu adalah salah satu aset negara yang harus dijaga. Demikian pula dengan pipa air minum di sini, dimana pelintasannya juga masuk restricted area, karena hal itu adalah aset maha penting negeri mereka. Lantas bagaimana dengan waduk Jatiluhur berikut PLTA-nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wew, dengan pura-pura gak tau, saya sengaja main selonong ke wilayah PLTA-nya. Di pagar pintu masak, saya di stop, ditanyakan surat ijin masuk. Kata Pak Satpam surat ijin bisa didapat di bagian informasi dekat pintu masuk utama. Lalu saya bilang gak ada dan gak tau harus pakai surat ijin, tapi pengen lihat, dan minta  tolong dibantu, sembari sang driver menyodorkan 5 ribuan. Apa kata satpam di situ? Wah Pak, ini ada tarifnya, kalo Bapak gak pakai surat ijin, sembari menunjuk ke tempelan di kaca. Satu orang bayar 5 ribu, jadi kalau berdua 10 ribu. Nyatanya surat ijin memang gak perlu asal kita mau bayar lagi di pintu masuk PLTA, dan ini ternyata resmi. Bedanya, kalau ada surat ijin, kita gak perlu bayar dua kali, itu aja kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah barang dan mobil saya diperiksa? Gak ada lah cerita itu. Dengan bebasnya mobil kamu melenggang ke dalam area, lalu parkir di depan terowongan PLTA. Terowongan PLTA di kaki tembok utama agak cukup menyeramkan. Panjangnya 200 meter ke dalam, dan begitu hening sunyi senyap dan terkesan mengerikan. Di atasnya ada air dalam jumlah raksasa. Bayangkan kalo jebol saat itu, kiamatlah nyawa kita. Saya terus masuk ke dalam dengan santai, tanpa ada pemeriksaan apa pun, dan di situ saya bisa melihat turbin gede yang gedenya segede gajah ada beberapa buah. Turbin inilah penghasil ratusan Megawatt untuk keperluan listrik ibukota Jakarta, utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak kebayang, andaikan ada orang jahat, dan dia bawa bom yang sedemikian berat dan dahsyatnya. Dengan pemeriksaan selonggar itu, bom bisa masuk sampai ke dalam, dan kemudian diledakkanlah turbin beserta bendungan utama Jatiluhur. Apa jadinya nanti? Jakarta bakal gelap gulita, air bah bakal melanda dimana-mana, pasokan air minum Jakarta pun menipis dan persediaan pangan nasional terganggu karena persawahan di Karawang yang lumbung padi nasional pun tidak berfungsi akibat kurang air. Waaahh, saya gak kebayang dan itu bakal jadi bencana yang maha dahsyat nantinya. Apalagi membangun bendungan itu gak mudah. Menampung air 8300 hektar dengan kedalaman 100 meter, itu bukan perkara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita hitung sama-sama berapa volume air di situ. 8300 ha x 10.000 m2/ha x 100 m x 1000 liter/m3 adalah 8,3 milyar m3 air atau 8,3 trilyun liter air yang ditampung di waduk Jatiluhur. Kalau semua air itu tumpah ruah ke Jakarta, Jakarta yang luasnya 600 km2, dengan asumsi bahwa permukaan Jakarta semuanya adalah flat, maka secara merata akan terendam air setinggi 14 meter di seluruh bagiannya. Jatiluhur erat kaitannya dengan listrik, air minum, irigasi, tampungan air dll, lantas kenapa pengamanannya bagaikan pengamanan setingkat RT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener-bener gak masuk logika, bukan? Apakah para petingginya dan petinggi kita semua gak pernah terpikir  jauh seberapa pentingnya Jatiluhur dan seberapa besar dampaknya andaikan bendungan itu diganggu. Alhamdulillah sampai saat ini gak ada apa-apa, dan itu pertanda orang kita amat sangat baik. Karenanya saya agak sangsi dengan yang namanya teroris-terorisan yang keliatan "bego"nya cuma berani ngebom Hotel dan  Kedubes asing. Orang kita masih baik, dan tandanya masih cinta dengan negerinya. Jangan-jangan teroris itu bukan bangsa kita atau bangsa kita yang murtad nasionalismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari situ, saya sengaja pergi bagian informasi untuk cari tau lebih banyak tentang Jatiluhur. Masih jam 2 siang boo, tapi itu kantor dah sepi. Pada kemana pegawainya? Yahh, maklum lah mereka kan pegawai negeri dengan gaji ngepas atau bahkan pegawai honorer. Susah dong diminta loyalitasnya untuk kerja keras dengan gaji ngepas. Emangnya kite volunteer, ya gak coy? Trus dengan "numpang ke belakang", saya melintasi kantor mereka. Kantor lama, yang berantakan, dan kertas berserak dimana tak terurus. Komputernya pun tahun jebot yang masih pakai FD 5 1/4 inches kayaknya. Sedih juga liat fenomena ngepasnya fasilitas, dan mungkin juga gaji mereka. Tapi apa hendak dikata, begitulah adanya, dan sayangnya banyak yang tutup mata dan tutup telinga tentang kondisi obyek vital nasional kita, bahkan mungkin bukan cuma di Jatiluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mbak yang resepsionis, saya ngobrol-ngobrol. Mbaknya ramah dan senang bercanda, jadinya lumayan enak dikorek info-nya. Trus, saya todong aja, dengan bilang mbak saya pengen liat Tower dan Turbin nih, bikinin dong surat ijinnya. Ada syarat khusus gak? Si mbak cuma nyengir, sambil bilang perlu KTP aja Pak, dan uang 5000 per orang. Gak neko-neko kan? Gak ditanyain njlimet, apa motif, tujuan dll. Mungkin konsep pemikiran kita, semua orang baik, jadinya dipermudah. Kalo di jiran nan mini ini, konsepnya amankan dulu, siapa tau ada yang gak baik. Makanya konsep pengamanannya beda kali yah? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatiluhur memang obyek nasional yang sangat vital. Apalagi negeri kita sedang dilanda krisis energi ke depan. Saat ini di Jawa saja baru 70% kebutuhan listrik yang terpenuhi. Makanya jangan heran kalau listrik sering byarr peett ataupun ada pemadaman bergilir. Wong secara teknis dan data saja memang gak cukup. Orang kita pada ngamuk kalo byarrr pett. Tapi ketika didenda karena kebiasaan nyolong listrik PLN, malah balik ngamuk juga. Puyeng bener jadinya PLN, yang di saat terus merugi masih tetap berani bagi-bagi bonus serta me-mark up proyek PTL di beragam tempat. Meminta masyarakat berhemat listrik, dimana tarif listrik kita udah murah karena memang disubsidi, eee malah diketawain. Nyuruh orang hemat aja pas prime time sore hari, cuma cibiran yang didapat. Akhirnya negara memang terus nombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi listrik suka atau tidak suka memang harus dipenuhi. Kini kita pun mencari alternatif sumber daya  energi. Alternatif yang paling mungkin dan futuristik adalah energi nuklir, karena ketersediaan bahan bakunya saja sampai ratusan tahun ke depan. Sekalipun andai bocor berbahaya fatal, energi yang dihasilkan luar biasa besar serta sangat efisien dan terhitung murah. Sayangnya nuklir ditentang habis, karena kita masih paranoid dengan nuklir yang dikira cuma bisa untuk ngebom kayak di Hiroshima dan Nagasaki saja. Nuklir pun difatwakan haram, LSM beserta rakyat kampung mati-matian menentangnya. Yupp, semua cuma bisa menentang tanpa bisa ngasih solusi. Kalo dibiarkan status quo kayak sekarang sementara ke depannya konsumsi listrik meningkat, byarr pett bakal sering terjadi, ujungnya rakyat marah lagi. Piye toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah energi alternatif lain? PTL pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Yakni memanfaatkan fluida bergerak, baik itu angin maupun air, untuk menggerakkan turbin, dimana nantinya energi gerak akan dikonversi menjadi energi listrik. Bahan bakar, ataupun panas, dipakai untuk memanaskan air untuk menjadi uap, yang akan bergerak memutar turbin. Kalau PLTA jadi andalan, apakah mungkin di masa kini dibangun sekelas Waduk Jatiluhur yang 8300 hektar itu? Gak mungkin lah, wong orang kita kini rakus tanah. Coba deh andaikan Jatiluhur dibuat sekarang, dengan asumsi harga tanah di situ 300 ribu per meter2, maka biaya  pembebasan lahan adalah 8300 ha x 10000 m2/ha x 300 rb = 24,9 trilyun rupiah! Itu baru biaya pembebasan lahan, dan belum termasuk biaya konstruksi yang harus ngeduk waduk, mindahin tanah dll. Belum lagi, kalo tiba-tiba rakyat demo minta harga tanahnya jadi 1 juta perak sambil nge-blokir proyek itu. Pembangunan terhenti dan biayanya naik habis-habisan. Mampuslah dikau Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTA jelas musykil. Kalo pakai batu bara di PLTU, ini kan mengotori lingkungan dan berefek pada global warming, nanti diportes dunia. Kalo pakai minyak di PLTU, subsidi minyak gede, kita bakal tekor, dan cadangan energi fosil cuma tinggal puluhan tahun dengan konsumsi yang sekarang. Tenaga panas bumi, dayanya kecil, tapi investasinya gede karena sulit. Mana ada investor yang tertarik. Tenaga angin? Angin kira kecepatannya masih di bawah 5 m/detik, mana bisa muterin kincir raksasa kayak di Belanda yang anginnya punya kecepatan 8 m/detik. Bio fuel aja deh? Nanti orang pada ngamuk, itu tebu kan buat makanan dan bukan buat dibikin bahan bakar. Tenaga matahari? Masih limited teknologinya dan mahal, serta saat ini dayanya juga kecil? Kalo PLTA juga tergantung pasokan air hujan, yang kini gak tentu. Tenaga ombak? Nah ini katro lagi, karena beda volume udara penggerak turbin pada PTL ombak kecil, jadi energi juga kecil. Kalo gas, sami mawon, subsidinya gede di domestik, lebih untung dijual aja ke LN. Jadi apa dong?  Ya gak ada lah dan gak tau, wong kita cuma bisanya ribut dan ngeramein tanpa pernah ngasih solusi yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taukah anda, minggu lalu, Bangladesh, negeri berpenduduk 140 juta jiwa yang maaf, rakyatnya miskin, ribut melulu serta biang korup, telah mengumumkan akan membangun PLTN yang dijadwalkan finish pada tahun 2015. Mereka akan menggandeng Rusia untuk mewujudkannya. Bukan apa-apa, hal ini dipicu setelah tahun lalu banyak terjadi kerusuhan massal akibat rakyatnya ngamuk dengan byarr pett karena konsumsi listrik tak sebanding dengan pasokannya. Bangladesh, yang maaf, keliatannya lebih jelek dibandingkan kita, ternyata punya nyali dan berani memakai PLTN. Kalo kita, rasanya masih susah dengan pro kontra yang ada, karena kita kuatir dengan kapabilitas SDM kita dan sikap mental korup yang sudah mendarah daging di sini. Tapi kalo kita terus berburuk sangka kepada bangsa sendiri dan gak pernah positive thinking bahwa mereka mampu dan bisa, lantas, kapan majunya kita? Yang penting, untuk urusan energi adakah solusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya serba mbulet untuk hal energi dan memang gak ada penyelesaiannya. Jatiluhur yang termasuk pemasok terbesar listrik kita, tetaplah jadi andalan. Walau sangat sangat vital, kenapa pengamanannya masih sekelas Siskamling RT? Bukit pasir di Singapore aja yang kalo kita acak-acak gak ngaruh apa-apa mesti harus dijaga luar biasa ketatnya, lantas kenapa Jatiluhur yang sebegitu vitalnya gak pernah dipikirkan vitalitas serta efeknya andaikan terjadi sesuatu padanya? TANYA KENAPA. Bukankah pencegahan dini lebih baik daripada penyesalan di kemudian hari. Wahh bener-bener gak habis pikir, dan bisa gila kalo memikirkannya. Tapi biarin aja, udah jadi kebiasaan kita untuk stick to status quo. Nanti kalo ada apa-apa barulah pada heboh selangit dan saling tunjuk hidung. Kebiasaan buruk yang gak pernah hilang dan gak pernah dikapoki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebuah sharing opini. Ada yang punya opini lain? Maaf kalau gak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7770188036425231590?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7770188036425231590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7770188036425231590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7770188036425231590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7770188036425231590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/pengamanan-sekelas-rt-di-obyek-maha.html' title='Pengamanan sekelas RT di obyek maha vital nasional'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3709385405624667548</id><published>2007-10-28T11:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:28:01.911-07:00</updated><title type='text'>Menurut PBB, Soeharto penjarah terbesar</title><content type='html'>Posted: 19 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis jiran, fresh news, menurut PBB, Pak Harto penyolong terbesar di dunia ini dengan&lt;br /&gt;rekor jarahan senilai USD 35 billion (sekitar 300 trilyun rupiah). Hmm, jangankan Pak Harto, anaknya pun juga kaya abisss. Istri pertama dari si Bambang, anaknya Pak Harto, mengajukan hak sita atas harta Bambang yang jumlahnya sekitar 30 trilyun rupiah! Hebatt yah, 30 trilyun itu nol nya berapa yahh. Yang untung mah si bini mudanya. Modal "ngangkang" doang udah bisa punya rumah milyaran di Simprug dan harta trilyunan. Lelaki memang lemah terhadap makhluk hawa, atau memang si Bambang aja yang bego, udah gak pernah kuliah, "main perempuan" aja kagak bisa, gak kayaknya adeknya, si Tommy. Uupps, sorry puasa-puasa kok ngomongin orang secara "kasar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, nikmat terbesar oleh Allah SWT terhadap bangsa kita memang nikmat kebebasan, walau sayang kadang kita jadi kebablasan dengan apa yang namanya demokrasi dan HAM itu. Sayangnya lagi belum diikuti dengan perbaikan tingkat kesejahteraan secara general serta pemerataan pendapatan. Makanya, sekalipun Pak Harto "ngerampok" dan "real diktator", beliau tetap eksis dan dimaafkan serta tetap berkesan namanya di hati banyak orang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan yang mengutamakan sandang pangan papan di masa beliau lebih terasa ke lubuk hati orang kita. Jangan heran acap kali kita ke Jakarta, gak sedikit orang yang berseloroh, enakan jaman Pak Harto dulu, sandang pangan dan papan terjamin. Kini sudah reformasi, KKN tetap aja jalan, malah makin tamak. Rakyat kebanyakan taunya sandang pangan papan tercukupi, peduli amat dengan siapa yang memerintah. Mereka cuma obyek perahan dan pemanfaatan, entah siapa pun penguasanya. So piye toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3709385405624667548?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3709385405624667548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3709385405624667548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3709385405624667548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3709385405624667548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/menurut-pbb-soeharto-penjarah-terbesar.html' title='Menurut PBB, Soeharto penjarah terbesar'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-951036114626221233</id><published>2007-10-28T11:24:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:25:32.016-07:00</updated><title type='text'>Lampu merah tapi jalan kosong, menyebrangkah anda?</title><content type='html'>Posted: 19 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;Ketika anda mau menyebrang jalan, sementara lampu penyebrangan untuk pejalan kaki masih menunjukkan warna merah, sedangkan jalan di depan anda adalah kosong melompong, apakah yang anda lakukan? Menyebrang bak "slonong boy" meski lampu maih merah, tapi yang penting selamat, ataukah tetap patuh dan setia menunggu sampai lampu berwarna hijau, meski kesannya jadi kayak orang "oon"? Yang mana kira-kira yang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tanyakan hal itu kepada orang Singapore, dan juga orang negeri tropis lainnya, seperti orang kita sendiri, maupun Malaysia, umumnya jawabannya adalah "menyeberang lahh". Ini kejadian saban sore yang saya alami di Upper Paya Lebar Road. Wew, kalo jalan kosong melompong, meski lampu masih merah, rame-rame pada nyebrang. Di Jakarta, malah kadang lebih ekstrem lagi. Meski ada jembatan penyebrangan, mereka pada milih nyebrang di bawah kolong. Alasannya, males jalan kejauhan apalagi harus naik-naik jembatan. Capekk Deeh. Sempet dulu di jalan protokol diperlakukan hukuman push up oleh polisi kepada para pedestrian yang bandel. Tapi tetep aja, dah dasarnya gitu dan pada gak kapok-kapok. Ada polisi pada patuh, gak diawas, emang gue pikirin, jadi pada suka-suka lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seandainya pertanyaan di atas kita tanyakan kepada orang Jepang, besar kemungkinan jawabannya adalah mereka akan menunggu sampai lampu hijau, dan barulah menyebrang. Orang Eropa besar kemungkinan akan senada jawabannya dengan orang Jepang. Saya pernah tanyakan ke beberapa teman. Ada yang jawab, cuek aja dan menyebrang. Apa alasannya? Dalihnya kita harus berpikir fleksibel, dan selalu cermat melihat situasi dan kondisi. Kalau ada peluang, mengapa tidak disambar. Toh inti dari berlalu lintas itu adalah kita semua selamat. Nah kalo kita sudah pastikan bakal selamat dengan tindakan kita, karena jalan kosong melompong, mengapa kita tidak menyebrang saja? Aturan lampu merah itukan hanyalah fasilitas untuk menyokong inti aturan yang berupa keselamatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang menjawab, tetap harus menunggu. Alasannya, peraturan adalah peraturan dan harus  tetap ditegakkan kapan dan dimana saja. Hidup itu ada rule nya dan kita harus disiplin serta konsisten menerapkannya, apa pun kondisinya. Menyebrang jalan seenaknya tanpa mengindahkan peraturan adalah wujud ketidakdisplinan dan tindakan semau gue. Ini buruk efeknya apabila kita terbiasa dan diimplementasikan secara meluas dalam beragam bidang kehidupan. Untuk urusan yang kecil saja kita tak mampu apalagi yang gede. Peduli amat dengan keliatan "bego", yang namanya peraturan adalah peraturan yang harus tetap ditaati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebrang jalan adalah hal kecil, namun dari situ kita bisa ngerti sedikit tentang kebiasaan dan sifat dasar beragam manusia. Orang negeri tropis memang dimanja alam. Tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, begitu kata lagunya Koes Ploes. Karenanya umumnya mereka bekerja lebih santai dan rileks serta berpikir lebih fleksibel. Apalagi di ranah kita, yang ikatan budaya dan kekeluargaannya kuat. Gak kerja pun, masih bisa hidup karena banyak sanak family yang masih peduli dan mau bantu-bantu. Santai dan rileks, namun sayangnya di negeri kita kadang jadi kebablasan menjadi suka-suka dan mau enaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang negeri Empat Musim, mereka dididik keras oleh alam. Prof Toynbee bilang, ini yang masih saya ingat dari pelajaran Geografi SMP dulu, makin berat tantangan alam, makin keras perjuangan untuk survive. Karenanya orang negeri Empat Musim adalah pekerja keras, dan tidak terbiasa berleha-leha. Alam telah mendidik mereka untuk berpikir bagaimana tetap bisa survive. Musim dingin begitu dingin, mereka harus bikin jaket, persiapkan heater, siapkan kendaraan anti salju dll. Karenanya mereka terbiasa berpikir dan bekerja keras. Jepang yang banyak mengalami gempa bumi, sudah sejak dulu maju di bidang ilmu konstruksi tahan gempa, karena mereka terpaksa dan dituntut oleh alam untuk survive. Kalau sudah dalam keadaan terpaksa, memang power lebih bakal keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam memang tanpa kita sadari telah turut membentuk kepribadian dasar suatu bangsa. Masalah kecil dan sepele di antara kita sebenarnya merupakan petunjuk sifat dasar suku/ras/bangsa tersebut. Mana yang salah  dan mana yang benar? Dua-duanya benar semua, tergantung bagaimana hal itu ditempatkan. Kedua-duanya merupakan sifat dasar masing-masing, jadi gak ada yang salah. Senjata gak ada yang salah, dan masing- masing senjata punya kelebihan dan keunggulannya. Yang salah itu adalah the man behind the gun. Apakah dia mau memanfaatkan untuk tujuan baik ataukah mau untuk tujuan jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, at last, saya pernah tinggal di dua negeri, Jepun dan Singapore. Kedua-duanya sama-sama bersih dan teratur. Namun ada perbedaan mendasar yang saya lihat. Orang Jepang, kalau pergi ke luar negeri umumnya tetap gak berubah, alias tetap teratur dan taat peraturan. Tapi orang Singapore baru nyebrang 14 km saja ke Batam, sudah bertingkah sengak dan suka-suka. Buang sampah sembarangan lah, merokok dimana-mana lah, seenak udelnya lah dll. Kenapa bisa begitu? Ya jawabnya ada di sifat dasar itu. Dan juga yang satu tertib karena apa dan yang satu lagi tertib karena apa. Karena Indonesia "serumpun" dengan Singapore, pilihan yang tepat adalah bukan gaya Jepang, melainkan gaya Singapore, alias peraturan dibuat keras dengan penegakan atas pelanggaran yang konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini intinya, dan sialnya kita punya banyak peraturan tapi penegakkannya mencla-mencle. Akhirnya mbulet,  tetap aja semua pada suka-suka. Yang namanya peraturan di Indonesia itu punya 3 sifat dasar: 1. Penerapan awalnya heboh banget tapi bersifat hangat-hangat chicken shit, kalo gak bisa dibilang bersifat bak halilintar, menggelegar sesaat namun lenyap tak berbekas tanpa kesan dan kesan. 2. Peraturan selalu bisa dinego dalam penerapannya. Ini yang payah memang penegak hukumnya yang gak tegas serta juga para pelanggarnya yang mau enak dan cari jalan pintas. 3. Peraturan selalu ada celahnya yang bisa dikadali. Gak tau ini karena peraturan itu yang gak sempurna dibuat, ataukah sengaha dibuat demikian, ataukah orang kita yang terlalu pintar mencari celah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan udah bagus dan banyak, meski kadang dalih pembuatan peraturan itu ajaib. Tengok saja tentang peraturan Tibum di DKI Jakarta yang bakal mendenda pemberi pengemis, sampai 20 juta rupiah. Di situlah dilematisnya. Kalau gak ditertibkan pada ngeyel dan suka-suka. Maunya ditertibkan tapi kok gak menyentuh akar masalah mereka dan memberi solusi kepada mereka, yakni pekerjaan dan penghidupan yang layak. Lihat saja nanti seberapa konsisten aturan yang telah diketok palunya bakal ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saat ini menunjukkan peraturan pelarangan DVD bajakan adalah cuma di atas kertas, dan peraturan larangan merokok juga macan ompong. Dan banyak lagi aturan lainnya yang jadi percuma meski dibuat dengan anggaran yang tak kecil. Penegak hukumnya gak tegas dan orang kitanya pada suka-suka. So what to do?Balik lagi ke masalah nyebrang jalan, apakah anda bakal menyebrang ataukah tetap menunggu, seandainya lampu masih berwarna merah namun jalan di depan kosong melompong? Apa alasan pilihan anda itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-951036114626221233?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/951036114626221233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=951036114626221233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/951036114626221233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/951036114626221233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/lampu-merah-tapi-jalan-kosong.html' title='Lampu merah tapi jalan kosong, menyebrangkah anda?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5648626857770992273</id><published>2007-10-28T11:21:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:22:15.230-07:00</updated><title type='text'>WIndows Vista payah abis?</title><content type='html'>Posted: 19 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini ngobrol-ngobrol dengan kolega saya, konon katanya banyak company mengeluhkan Windows Vista, dan converting dari Windows XP ke Windows Vista tidak berjalan smooth. Banyak software yang bisa dipakai di XP, begitu beli komputer baru yang memakai Vista, software ini bisa di detect tapi tidak bisa jalan. Akhirnya mau gak mau mereka manggil vendor untuk menukar balik dari Vista ke XP. Di tetangga sebelah, komputer baru mereka yang memakai Vista juga dibiarkan nganggur sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kenalan saya pun, bulan lalu dibeli beberapa komputer baru yang O/S-nya Vista. Lucu-nya begitu disambung ke network (yang masih P to P) connection, Komputer baru yang ber-O/S Vista ini tidak bisa melihat komputer lain yang O/S-nya XP, dan begitu pula sebaliknya. Begitu ditanyakan ke customer service, jawabnya "Yahh, memang begitu Pak". Sotoy banget gak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas problem utama Vista adalah gak bisa "matching" dengan software-software lainnya yang sudah ada, baik itu account software dll. Jadinya yah itu, komputer Vista dibiarkan tergeletakn begitu saja. Apakah ini memang terjadi secara umum, ataukah cuma di beberapa tempat saja? Dulu semasa peralihan dari Windows 95 ke 98 trus ke 2000 trus ke Milenium trus ke XP, rasanya hampir gak kedengaran berita sejenis. Logikanya peralihan dari XP ke Vista pun harusnya gak bermasalah. Kalau bermasalah buat apa ada Windows Vista?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang punya pengalaman sejenis ataupun dengar berita sejenis?BTW, Microsoft kena denda oleh Pengadilan Eropa karena bersikap monopoli memaksakan software-nya dan menekan perusahaan software lainnya. Kadang pula kita temui ada software yang hanya bisa dipakai di O/S-nya Windows saja. Gak tau ini adalah monopoli Microsoft ataukah bukti kedigdayaan mereka menguasai pangsa pasar komputer di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5648626857770992273?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5648626857770992273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5648626857770992273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5648626857770992273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5648626857770992273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/windows-vista-payah-abis.html' title='WIndows Vista payah abis?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6535410957435885709</id><published>2007-10-28T11:18:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:19:50.706-07:00</updated><title type='text'>Aji mumpung itu legal dan etiskah?</title><content type='html'>Posted: 18 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/17/time/163714/idnews/831047/idkanal/328"&gt;http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/17/time/163714/idnews/831047/idkanal/328&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggebrak dengan Esia-nya, Bakrie Telecom melahirkan kejutan lagi. Perusahaan yang dimiliki anak bangsa ini sanggup menjungkalkan Pro XL, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Telekom Malaysia dan juga PT NTS dalam perebutan tender SLI (Sambungan Langsung Internasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plok, plok, plok alias standing ovation kah karena perusahaan anak bangsa kini makin berjaya di negeri sendiri? Tapi IMHO, kalau diperhatikan, agaknya Bakrie itu makin berkibar setelah pentolannya, Pak Aburizal, menjabat sebagai menteri di kabinet sekarang. Bakrie Group memang dikomandani langsung oleh adek beliau, Nirwan D. Bakrie. Namun mengingat status sang abang adalah pejabat eksekutif, adakah AJI MUMPUNG berlaku di sini? Paling gak, sang penyelenggara tender merasa gak enak, kalo beda-beda tipis kenapa sih gak ngasih ke Pak Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia umum lagi, di nusantara, banyak orang yang begitu jadi pejabat eksekutif ataupun legislatif, kekayaan mendadak melambung tinggi. Ada yang lewat jalan terang dan jalan gelap. Yang lewat jalan terang adalah moncernya bisnis mereka secara tiba-tiba. Langsung atau tak langsung "fasilitas khusus" buat mereka pasti muncul, secara sengaja atau tidak, dan sangat mungkin ini berkaitan dengan kedudukan mereka. Yang lewat jalan gelap, ya yang ngembat uang rakyat, berkolusi dll deh, dah pada tau semua, dan ini jelas tindak kriminal yang tak perlu ditanyakan lagi legalitasnya apalagi keetisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terang apa pun jadinya masih lebih baik daripada jalan gelap. Kaya mendadak setelah jadi pejabat eksekutif maupun legislatif adalah suatu fakta. Apakah naiknya kekayaan secara mendadak itu ada hubungannya  dengan jabatan mereka? Apakah mereka melakukan aji mumpung? Legalkah aji mumpung itu? Etiskah aji mumpung itu? Wew, memang susah rasanya menimbang apa yang namanya aji mumpung itu apalagi mempersoalkan kelegalitasan dan keetisannya. Namun kehadiran dan pemanfaatan aji mumpung memang gak bisa dinafikan, dan banyak orang rela dan berlomba-lomba "bayar duluan" demi menjadi pejabat publik, yang nantinya punya chance melakukan aji mumpung, dimana dari penerapan aji mumpung itu mereka bakal bisa balik modal, lantas "nabung" tuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah yah memang di bumi kita. Secara religi, antara yang hitam dan putih sudah jelas. Cuma manusia selalu punya hobby membuat kedua-duanya menjadi abu-abu. Manusia memang selalu punya nafsu greedy yang sulit dikendalikan, dan andaikan segunung emas diberikan kepada mereka maka segunung emas pun akan coba diraihnya lagi. Kalau halal gak masalah. Andaikan aji mumpung ini membuat seseorang kaya tetapi kekayaannya dipakai untuk membantu orang banyak, salahkah ia? Bukankah aspek legalitas dan etis aji mumpung masih gak jelas alias abu-abu. Gak salah dong dia? Wahh, tambah muter-muter dan pusing. Yahh, husnudzhan (baik sangka) ajalah dan EGP. Belum tentu kalau kita berada di posisi mereka saat ini, kita sanggup untuk tidak menggunakan aji mumpung kita. Yang jelas Insya Allah, masih banyak kok pejabat publik kita yang baik dan gak pakai aji mumpung, meski yang bajigur juga gak sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, ada tebak-tebakan nih, kira-kira siapa pejabat publik kita yang kekayaannya melambung dibandingkan sebelum dia menjabat? Salut buat Pak SBY, kayaknya beliau bukan type orang yang suka pake aji mumpung, dan beliau konsisten untuk bersikap idealis bekerja demi kemajuan dan persatuan bangsa. Walau rasanya mungkin ada yang bilang, beliau naif banget kalau gak bisa dibilang lebih parah dari itu. Ada kesempatan ber-aji mumpung kok gak dimanfaatkan, tulalit juga lu, gitu kali katanya. Atau barangkali beliau pakai aji mumpung dengan cara lain. Whatever lah, mending Husnudzhan aja, oke? Daripada muter- muter puyeng mikirin "keajaiban" dan urusan orang yang gak ada juntrungannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6535410957435885709?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6535410957435885709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6535410957435885709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6535410957435885709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6535410957435885709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/aji-mumpung-itu-legal-dan-etiskah.html' title='Aji mumpung itu legal dan etiskah?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-623960985200057824</id><published>2007-10-28T11:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:15:11.451-07:00</updated><title type='text'>Crashnya pesawat One-Two Go</title><content type='html'>Posted: 18 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ada 3 faktor penyebab kecelakaan pesawat. Apakah itu human error, ataukah faktor cuaca, ataukah faktor kondisi pesawat. Di kita biasanya lebih banyak karena 2 faktor pertama. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam bicara-bicara dengan sobat SMA yang juga pilot, kemungkinan besar kecelakaan tersebut disebabkan oleh faktor buruknya cuaca. Saat kejadian memang terjadi heavy moonson rain Pandangan pilot amat terbatas, namun sepertinya pilot "memaksakan diri" untuk mendarat, karena menara pengawas membolehkannya. Sialnya menara kontrol kemudian membatalkan perintah pendaratan sedangkan pesawat dah telanjur turun. Ya terjadilah tragedi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Today juga diberitakan, bahwa pihak Thailand mengklaim penyebabnya kemungkinan Wind Shear. Teman saya Mas pilot itu bilang, in his case, dia mending terbang muter dulu, wong ada cadangan tanki untuk 500 km. Kalo dibilang peran pilot gak ada sama sekali, ya ndak juga. Namun dia memutuskan mendarat karena begitu saja menuruti perintah menara kontrol, dan tidak berani men-judge buat dirinya sendiri. Walau begitu kesimpulan awal, faktor cuaca lah penyebab utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sejatinya untuk case ini gak ada hubungannya dengan asal pilot dari negeri mana. Namun sialnya  lagi-lagi pilot naas ini datang dari Indonesia. Semakin komplet deh justifikasi bahwa dunia aviation kita  MINOR abiss. Fenomena budget airlines dipicu oleh Air Asia, yang kemudian tumbuh menjamur,  dan yang terbesar adalah di nusantara dengan 25 maskapai. Sayangnya kondisi, fasilitas dan manajemen  kita masih katro dan lebih cenderung pada nyari untung dulu dibandingkan ngasih pelayanan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dari segi kualitas pilot itu sendiri, pilot kita gak kalah bagus. Makanya gak usah heran, banyak pilot Garuda yang bedol desa ke negeri luar. Gak loyalitas kah mereka? Mereka maunya loyal, tapi apa daya perusahaan asal kurang memperhatikan kesejahteraan, sedangkan perusahaan luar mengibaskan jumlah fulus yang kelipatan jumlahnya. Garuda, maskapai plat merah, lucunya rugi melulu, dan baru kuartal kedua tahun ini untung, padahal flight occupancy mereka itu tinggi. Konon mereka rugi karena gak main di cargo, seperti SQ, Cathay, UAE dll. Padahal bisnis cargo ini sangat  menguntungkan, karena harganya stabil, gak kena imbas perang harga turunnya rate per passenger akibat kehadiran budget air lines. Kesialan lain mungkin yahh karena Garuda kan harus nombok juga bayar para pensiunan petingginya yang amit-amit gedenya. Kalo KKN-nya saya gak comment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya juga berkisah, kasian pilot kita, gajinya kurang. Mereka pengen gaji lebih karena resiko tuk mereka juga tinggi. Vietnam sekalipun berani membayar gaji pilot 5-6 kali dari kita, tapi kita  kenapa gak mampu? Then maskapai asing baru lebih gila lagi, menawarkan gaji ratusan juta plus fasilitas mewah lainnya. Bukan apa-apa, mereka butuh pilot yang sanggup menerbangkan pesawat berbadan lebar. Untuk bisa menerbangkan pesawat gede gini, perlu training beberapa lama, yang biayanya bisa ratusan juta bahkan milyaran rupiah per orang. Kemudian perlu pengalaman pula. Jadi pilot gak bisa langsung menerbangkan pesawat gede, melainkan harus dari pesawat yang kecil dulu, lalu merintis dan naik pangkat dst, sehingga biasanya setelah umur 40 tahunan baru mereka kebagian menerbangkan pesawat yang gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maskapai baru asing lebih senang pakai cara instant. Bagi mereka, masalahnya kan cuma waktu. Masak harus nunggu pilot mudanya berpengalaman belasan tahun dulu baru ngasih mereka pesawat gede, sedangkan bisnis dengan pesawat gede itu lebih menggiurkan. Cara tercepat, ya bajak aja. Pilot juga manusia. Sebenarnya banyak yang konsisten dan loyal kepada maskapai domestik yang berjasa mendidik mereka. Namun kekecewaan akan kekisruhan manajemen, kesejahteraan yang kurang ditambah lagi kibasan fulus yang hebat, akhirnya membuat sebagian mereka mengorbankan idealismenya. Haree geenee masih mikirin idealisme??? Ke laut aja deh loo, gitu yah kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau kah anda, pilot-pilot kita dari beragam maskapai kadang mendapatkan pelatihan. Teman saya pun kadang dapat training di Malaysia dll. Tapi sialnya, manajemen dan birokrat kita "norak habis". Jatah dan waktu training dipotong. Alasannya menghemat cost, karena training kan dihitung per jam. Akhirnya pilot kita jumpalitan sana sini mencari kekurangan bahan training. Gilee gak tuh, ini kan pekerjaan bawa nyawa orang, masak asal main potong aja. Kalo lack of skill dan lack of knowledge siapa yang salah? Yang menjengkelkan lagi, uang pemotongan yang gede itu larinya kemana? Apakah buat insentif para pilot? Ya gak lah. Dasar otak korupsi, warisan kolonial, apa aja pengen dikorupsi. Emang di antara kita masih ada yang biadab dan tukang makan duit yang bukan haknya. Sotoy banget gak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu deh kira-kira, kapan nanti disambung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-623960985200057824?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/623960985200057824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=623960985200057824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/623960985200057824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/623960985200057824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/crashnya-pesawat-one-two-go.html' title='Crashnya pesawat One-Two Go'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3395807898647153201</id><published>2007-10-28T11:10:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:13:40.011-07:00</updated><title type='text'>Elektrostatik yang bikin deg-degan</title><content type='html'>Posted: 17 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electrostatics"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Electrostatics&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.esda.org/esd_fundamentals.html"&gt;http://www.esda.org/esd_fundamentals.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cibasc.com/index/ind-index/ind-pla/ind-pla-effectsweoffer/ind-pla-eff-functionalityandperformance/ind-pla-eff-fun-antistatic.htm"&gt;http://www.cibasc.com/index/ind-index/ind-pla/ind-pla-effectsweoffer/ind-pla-eff-functionalityandperformance/ind-pla-eff-fun-antistatic.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brur, ada yang tau penjelasan singkat tentang Electrostatik dan gimana terjadinya? Mohon sharing-nya. Sebenarnya di Wikipedia juga sudah ada, tapi puanjangg banget dan detail artikelnya, jadi malas ngebacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aye dan ada staf lain di kantor, sering ngalamin elektrostatik. Begitu nyentuh metal, seperti kayak digigit semut dalam sekejap. Sebenarnya ini bukan barang baru. Di negeri utara dulu, saat musim dingin, kejadian elektrostatik begitu sering. Gak ada efek, cuma jadi sebel aje dan bikin kaget serta deg-degan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon katanya, dengan kelembaban yang rendah di winter, udara menjadi kering dan berpotensi menyebabkan elektrostatik (ada yang tau prosesnya). Tapi kalo di jiran yang dekat khatulistiwa ini, udaranya agak lembab. Ataukah kantor aye yang kering gitu? Tapi kalo kita ketika hendak megang metal, trus bersiap-siap untuk dikagetin elektrostatik, biasanya malah gak kena. Apakah perasaan bersiap itu sama artinya otak kita memberi perintah ke sel tubuh untuk bersiap menetralisir elektrostatik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kita memang elektrostatik gak ada efek. Namun buat yang berkecimpung di PCBA, pekerjanya wajib memakai pakaian ESD (anti elektrostatik). Bukan apa-apa brur, kalo sampai tangan kita menyentuh IC dan terjadi elektrostatik, itu sama aja bagi atom-atom di dalam IC, seperti sambaran halilintar buat tubuh kita. Begitu katanya. Barang tentu IC akan rusak dan tidak berfungsi normal. So, ada yang ngerasain juga tentang Elektrostatik? Itu apa, kenapa terjadi dan gimana biar gak terjadi lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3395807898647153201?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3395807898647153201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3395807898647153201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3395807898647153201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3395807898647153201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/elektrostatik-yang-bikin-deg-degan.html' title='Elektrostatik yang bikin deg-degan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3056260047213637459</id><published>2007-10-28T11:03:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:08:23.159-07:00</updated><title type='text'>Kesuksesan konsep silaturrahmi-networking-brotherhood?</title><content type='html'>Posted: 18 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada artikel bagus tentang kesuksesan etnis Tiong Hoa ber-networking. Silahkan liat link-nya&lt;br /&gt;di bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indoprogress.blogspot.com/2006/03/mengapa-china.html"&gt;http://indoprogress.blogspot.com/2006/03/mengapa-china.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan yang dilakukan oleh etnis China seperti ini bisa dibilang nepotisme, namun gak semua nepotisme itu jelek. Hanya saja di Indonesia penerapannya salah kaprah dan kebablasan. Nanti kapan saya cerita lagi tentang hal itu. Barangkali juga pak ustadz di IMAS dapat menjelaskan apakah yang dilakukan oleh etnis mereka adalah salah satu bentuk silaturrahmi, seperti yang ada dalam Islam? Buat saya pribadi, diambil positifnya aja, dan buang negatifnya. Suatu pemikiran dan tindakan selalu ada manfaat dan mudharatnya, tul gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat lagi dengan cerita seorang teman Chinese di sini, tentang "perkoncoan" di antara mereka. Benar yang ditulis di artikel di bawah ini. Saya lupa nama filsafat yang dikisahkan oleh teman Chinese Singapore yang muallaf itu. Kalo gak salah itu "Filsafat Rumpun Bambu". Rumpun bambu tegak ke atas berdiri sendiri-sendiri dan hidup sendiri, namun akarnya tetap sama dan diikat tali persaudaraan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya menceritakan, sudah terbiasa dalam perkawanan di antara sesama mereka untuk membentuk kongsi. Misalnya ada si A yang belum sukses, yang lain rame-rame entah ngumpulin duit atau bantu fasilitas dll, untuk membantu si A sampai si A sukses. Setelah sukses, maka gantian, si A juga punya kewajiban berkontribusi pada perkoncoan itu, dst. Namun, sejawat yang Muallaf ini bete habis dengan salah seorang konco-nya. Dia sempat meminjamkan uang lebih dari SGD 10k, dan dia rela bayar installment demi membantu teman. Eee, ternyata teman itu kabur bak lenyap ditelan bumi bersama uang-uang bantuan dari rekan-rekannya, termasuk uang teman saya ini. Bete deh dia, bayar installment selama beberapa tahun for nothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taktik perkoncoan sejenis, saya dengar pula sebagai taktik etnis mereka di Indonesia. Kenapa warung China bisa maju dan sukses? Karena katanya modal mereka kuat, sebab ada yang back up di belakang. Di awal-awalnya, mereka berani ngasih harga miring. Jualan masih koloran doang, gak apa, untung tipis dulu gak apa, yang penting bisa dapat market dan omzet yang gede dulu. Rugi dikit awalnya gak papa, tapi mereka berani maju terus, karena support gede di belakang. Maju terus deh sampe menang. Ini bukti manfaatnya perkawanan dan buat apa berkawan kalo gak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, dah gitu pelayanannya dua jempol. Warung-warung biasa dekat tempat kediaman saya bertarung sendiri-sendiri. Modal mereka jelas terbatas, dan mereka jualan ala kadarnya,  gak terpikir untuk ngasih pelayanan yang lebih. Sesuai dengan hukum pasar, kalau quality lebih  unggul, cost lebih murah dan service lebih memuaskan, terlepas dari masalah koneksi, maka barang itu berpotensial unggul. Siapa sih orang yang gak mau beli lebih murah tapi dapat service lebih. Etnis mereka mau ngasih harga 100-200 perak lebih murah, dan mau nganter beras sampai  ke rumah kalo beli karungan. Mereka tetap senyum meski dibeli 1-2 liter beras saja, beda dengan orang kita yang kadang cemberut kalo pelanggannya beli sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil dalam hitungan bulan, ada empat toko orang kita (yang jelas bukan toko orang Minang)di daerah situ semuanya tutup dan gak laku, dilalap oleh toko Tiong Hoa tersebut. Simply-nya masyarakat melihat awalnya dari cost dulu. Kenapa mereka berani bertarung di cost? Ya karena mereka ada back up yang kuat di belakangnya. Apakah ini jelek atau bagus? Tergantung dari mana kita memandangnya. Tapi, kata kenalan saya yang orang Minang, wong Chinese itu "takut" dengan wong Minang. Taktik dagang wong Minang lebih ampuh dari mereka, dan kenalan saya dengan bangga cerita pernah "mengalahkan" beberapa toko China (CMIIW yah wong Minang:D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi kisah lainnya. Gak cuma di antara mereka, di antara orang-orang kita pun yang namanya nepotisme, entah itu perkoncoan dll, sudah sering terjai. Masak kalo ada bisnis, dan kita disuruh milih antara teman dan orang lain, sedangkan kualitas plus servisnya beda-beda dikit, maka kita ngorbanin teman? Masak sih kalo ada lowongan di kantor kita, dan kita punya kuasa menentukan, terus suruh milih antara kenalan kita dan orang lain, dengan kualitas gak beda jauh, kita pilih orang lain? Dan bla bla bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dah pernah berkunjung ke puluhan pabrik, dan saya lihat fenomena nepotisme sendiri. Apakah semuanya salah? Ada yang salah dan ada yang gak. Yang salah tuh di antaranya,  kalo potong kompas, gak capable dll. Bisnis kan pada dasarnya adalah suatu networking. Tanpa network yang bagus susah untuk sukses berbisnis. Coba deh tanya ke pak ustad. Tapi yang namanya networking, silaturrahmi dan nepotisme adalah intinya podo wae. Hanya saja nepotisme adalah efek buruk dari penerapan sifat jaring laba-laba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bisakah umat Muslim memiliki persaudaraan dan networking yang lebih kuat dari etnis China? Kita sudah punya konsep bagus yang namanya Moslem Brotherhood (Ikhawanul Muslimin) serta konsep silaturrahmi. Semua umat Islam bersaudara dan wajib saling bantu. Umat Islam itu ibaratnya saru kesatuan tubuh. Kalo salah satu bagian tubuh sakit, maka semua akan merasakan sakitnya. Sayangnya, akhir-akhir ini, memang penerapan dari konsep yang mulia masih lemah. Terbukti justru kita malah sibuk sendiri dalam pergulatan akan perbedaan yang ada, bukannya mengedepankan visi yang sama dalam membangun umat. Untuk urusan silaturrahmi agaknya Pak ustadz yang lebih berkompeten untuk menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu aja sharing-nya. Yang jelas intinya balik ke perlunya memaksimalkan networking, silaturrahmi di antara sesama Muslim. Etnis China dengan sebarannya di penjuru dunia, telah membuktikan kesuksesan filosofi networking mereka. Gimana nih kira-kira ke depannya tentang penerapan konsep mulia milik kita sendiri yang kini masih lebih banyak jadi wacana belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3056260047213637459?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3056260047213637459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3056260047213637459' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3056260047213637459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3056260047213637459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/kesuksesan-konsep-silaturrahmi.html' title='Kesuksesan konsep silaturrahmi-networking-brotherhood?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2523821832792896551</id><published>2007-10-28T10:59:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T11:00:28.035-07:00</updated><title type='text'>Lagi, tentang bantuan karena ikatan leluhur</title><content type='html'>Posted: 17 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus bantuan keuangan itu ada yang dilihat case by case juga. Kalo yang di Amrik itu, si James Riyadi lagi ngelaba bukan, dan kebetulan dia memang punya kelebihan duit. Kalo yang di sini, entah dia ngelaba atau karena mau bantu sesamanya, gak tau yah, yang jelas aneh saja kok di kala negara kita butuh uang dia malah nyumbang ke tempat lain. TANYA KENAPA. Secara general, keterikatan China dengan tanah leluhur itu memang nyata dan ada. Dan ini bukan sesuatu yang jelek, malah harus ditiru oleh orang kita, yang tetap harus mau membantu Indonesia meskipun sudah bertukar kewarganegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata itu gak selalu jelek, tergantung siapa the man behind the gun. Gak ada maksud SARA di sini, tapi banyak realita bahwa secara emosional membantu orang yang sama dalam SARA adalah suatu hal yang manusiawi. Makanya KKN, untuk hal N alias nepotisme, di Indonesia itu sulit dihilangkan dan nepotisme itu juga berkaitan dengan SARA bukan? Sebenarnya pembicaraan anti Nepotisme itu bisa dibilang bullshit adanya. Gak usah jauh-jauh, liat aja ke Batam, kenapa di pabrik tertentu pegawainya seragam semua dari etnis yang sama. Kenapa di pabrik tertentu semua petingginya harus ras tertentu. Ini kan fakta, tapi biarin aje, kalo gak perlu ditelan aja mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir sebagai China juga gak pernah ditulis salah kok. Mereka juga manusia, dan mereka perlu survive, bagaimana pun caranya, meskipun yang namanya diskrimnasi itu terjadi ke mereka. Banyak kok di antara mereka yang Muslim. Dan mereka juga terkadang melakukan balik terhadap SARA lainnya. Baca deh  TST Sabtu lalu tentang Melayu. Lihat deh fenomena di perusahaan-perusahaan  mereka di negeri kita sendiri.Polemik tentang SARA memang gak akan habis dibicarakan dan memang gak perlu dipolemikkan. Karena dipandang dari sudut yang berbeda akan berbeda pula hasilnya. Namun yang diketengahkan di sini adalah realita yang ada. Dan hal itu gak bisa kita nafikan, dan hal itu gak bisa dibilang jelek, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Tapi itu kan sekali lagi fakta yang gak bisa kita nafikan. Apakah fakta itu mau disimpan sebagai alat untuk mengerti kondisi, apakah mau dipakai sebagai alat keharmonisan, ataukah mau dipakai sebagai hal yang lain, itu berpulang kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BTW, jadi Muslim di Indonesia terkadang juga kasian. Lihat kasus Ambon dan Poso, ketika mereka digebukin, gak ada yang teriak HAM, tapi ketika dibela malah dibilang diktator mayoritas. Susah kan? Ini juga tergantung dari mana kita memandang dan siapa dia. Di Timteng, didorong untuk berdemokrasi. Tapi ketika Hamas menang, kenapa mereka gak boleh memerintah? Apanya yang salah? He he, ini kan lagi-lagi tergantung dari mana kita memandangnya dan siapa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu aje comment dari aye. Yang jelas ini fakta jek. Aye sependapat kok bahwa  Living Harmony memang perlu dan harus, namun kita juga harus tetap punya  kepribadian dan pegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf bila gak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2523821832792896551?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2523821832792896551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2523821832792896551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2523821832792896551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2523821832792896551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/lagi-tentang-bantuan-karena-ikatan.html' title='Lagi, tentang bantuan karena ikatan leluhur'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-4506147176407734388</id><published>2007-10-28T10:45:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T10:46:49.831-07:00</updated><title type='text'>Gimana astronout Malaysia beribadah nantinya?</title><content type='html'>Posted: 17 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia, "diam-diam" bakal punya kosmonot yang bakal diluncurkan dengan pesawat ulang alik Rusia pada awal Oktober 2007 nanti. Kedua pria kosmonot itu adalah seorang dokter dan seorang dokter gigi. Program kosmonot bernilai US$ 25 million ini adalah bagian dari kesepakatan penjualan 18 pesawat jet tempur Sukhoi-30 MKM, yang bernilai US$ 900 million (lebih dari 8 trilyun rupiah). Perihal kosmonot adalah sudah bukan lagi kebutuhan primer atau sekunder, melainkan sudah kebutuhan tertier atau luxury. Gak nyangka juga saudara serumpun bisa "kelebihan" uang untuk melakukan program mercusuar  semacam itu. Ataukah mungkin ini karena ke-smart-an deal mereka dengan Rusia. Gue beli ini tapi gue minta bonus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, sebenarnya kita dulu nyaris punya astronaut, yakni Bu Pratiwi Soedharmono. Itu kejadiannya 20 tahun lalu. Saya lupa-lupa ingat alasan waktu itu kita dihadiahi iming-iming punya astronaut. Sayang sekali, karena musibah meledaknya pesawat Challenger pada tahun 1986, akhirnya program kita gagal total. Lucunya lagi, AS bokis, bukannya nunda, tapi malah membatalkan program astronot kita. Akhirnya Bu Pratiwi menjadi calon abadi. Untuk saat ini kayaknya dah susah kita minta-minta sama Amrik, wong senjata aja di embargo. Minta sama Rusia juga susah, karena beli senjatanya juga ngutang. Sayang juga, dunia antariksa kita kesusul. Padahal kita lah termasuk negara pertama di Asia yang punya satelit, yakni di awal tahun 1970-an kita meluncurkan Satelit Palapa (kini punya Singapore? ---&gt; baca Indosat). Sayang yah, step kita cuma sebatas jalan, sedangkan orang lain pada lari ngebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, fenomena kosmonot ini mengundang pembahasan khusus dari para ahli fikih. Yakni, bagaimana menentukan waktu sholat, ke arah mana mereka harus menghadap, bagaimana menemukan Ka'bah, perlukah mereka berpuasa, kalau iya kapan waktu berbuka dan sahurnya? Di sinila sedang dibahas  terobosan Fikih tentang hal-hal ibadah di sana. Beranikah ulama Malaysia ber-ijtihad. Kalau mau dilihat ke depannya lagi, barangkali di masa depan, kita punya pemukian di bulan atau Mars. Kalau sudah gini, bagaimana kah sholat, puasa dll, karena kondisinya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Planet"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Planet&lt;/a&gt; Kalau Mars, masih mending, rotasinya sekitar 1,03 hari bumi. Nah kalo Venus, rotasinya 248 hari, bingung gak tuh. Adakah itu pertanda bahwa manusia, berikut agama hanya ada di bumi semata, Wallahu 'alam, dan itu rahasia Ilahi, nanti kita kebablasan memikirkannya apalagi ilmu kita masih cetek banget dibanding ilmu Allah.&lt;br /&gt;Good bro, fenomena pembahasan ijtihad untuk kondisi astronaut adalah suatu terobosan yang berani, walau gak menyentuh langsung ke kehidupan banyak orang. Sayangnya pula, fenomena ijtihad ini tidak muncul sewaktu ada wacana astronaut Bu Pratiwi dulu. Mungkin juga gak kepikir sampai ke sana, dan mungkin juga pada gak yakin program itu bakal terwujud. Walau secara gak langsung, kepedulian atau tidaknya terhadap hal ini menunjukkan bahwa kita lebih punya warn sekuler dibanding Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna sekuler, benarkah begitu? Bener dong, tuh buktinya kini diributkan lagi wacana Asas Tunggal. Kenapa harus pakai Asas Tunggal? Adakah ini paranoid dan phobia hasil suksesnya gembar-gembor terorisme atas nama agama? Ataukah ini semata langkah politik taktis semata, untuk mencegah tumbuh dan menjamurnya kekuatan agama tertentu. Ndak tau deh, gak ngurus politik kita yang njlimet. Menarik tuk dicermati gimana terobosan alim ulama terhadap hal ibadah yang berkaitan dengan masalah waktu, karena standar waktu itu adalah mengikut pada kondisi aktual yang ada di bumi. So, kalau di luar angkasa, piye yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-4506147176407734388?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/4506147176407734388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=4506147176407734388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4506147176407734388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4506147176407734388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/gimana-astronout-malaysia-beribadah.html' title='Gimana astronout Malaysia beribadah nantinya?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-4008900989182425892</id><published>2007-10-28T10:37:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T10:42:20.448-07:00</updated><title type='text'>Karena ikatan leluhurkah, mereka saling bantu?</title><content type='html'>Posted: 17 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://newshub.nus.edu.sg/pressrel/0708/070801.htm"&gt;http://newshub.nus.edu.sg/pressrel/0708/070801.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebagai comment tentang sumbangan US$ 21 million atau hampir 200 milyar rupiah oleh seorang James Riyadi kepada NUS. Haruskah kita husnudzhan ke dia khususnya, dan orang setype dia pada umumnya? Capeeekk Deeehhh... Ngasih pelajaran tentang nasionalisme ke dia, supaya mau berbakti ke nusantara? Capeeeekkk Deeehh... Hari gini masih mikir nasionalisme??? Ke laut ajee looo, gitu kali yeee kata beliau...Emang gue pikirin, tambahnya, yang melarat kan bangsa dan bukan gue sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada cerita "lucu nan menjengkelkan" di Batam beberapa waktu lalu. Suatu ketika saya ketemu dengan klien yang production manager di salah satu perusahaan di sana. Kebetulan dia dari etnis bermata sipit. Karena tampang saya mirip-mirip China, bahkan tiap ke Glodok dan Tanah Abang dipanggil Engkoh melulu, dia cas cis cus aja tentang etnis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangganya dia berkisah, bahwa Pemerintah China daratan berhasil menggerakkan orang China se-dunia untuk menyumbang dalam pelaksanaan Olimpiade 2008. Para penyumbang namanya akan terpatri di taman Olimpiade kota Beijing. Hebatnya program ini sukses besar. Inilah yang sebenarnya bikin ketar-ketir orang bule sana. Orang China mau dimana saja, mau di Afrika kek, di Indo kek, di sini kek atau di Amrik kek, semuanya selalu ingat dan setia tanah leluhur. Bayangkan kalau bangsa China se-dunia bersatu. Sekali mereka bergerak habislah dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mainland sendiri jumlah sudah 1,3 milyar. Kesetiaan kepada tanah leluhur  benar-benar tinggi. Gak usah bingung kalo liat banyak pengusaha kita termasuk Oom Liem, ramai-ramai menanamkan sahamnya ke negeri leluhur begitu hubungan diplomatik dibuka. Gak heran, USA selalu dikerjain oleh agen ganda China Amerika, yang harus men-spy China , eeh malah balik menyuplai informasi ke China. Kesetiaan akan tanah leluhur dan komitmen akan budaya mereka, ini yang patut dicontoh dan diacungi jempol. Makanya perayaan "Hungry Ghost Month" yang berakhir minggu lalu pun demikian marak di sini, padahal ini kan aslinya Ranah Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Singapore sendiri, beberapa waktu lalu saya sempat berbincang-bincang dengan seorang sales asuransi, gadis China Jakarta nan cantik dan manis. Doi kira saya juga sebangsa dengannya, sehingga tak sungkan  untuk ember sana-sini. Katanya, di Indonesia, sebenarnya ada diskriminasi rasial terselubung. Saya pun pernah dengar hal itu. Student China di sana, gak pernah berharap bisa masuk ke universitas negeri. Tujuan mereka adalah apakah universitas ternama di sana, seperti Untar, Trisakti, Binus, Parahyangan, Petra dll, ataukah kuliah di luar negeri. Dengan berlakunya sistem kuota terhadap mereka di universitas negeri, jangan kaget bila kita menemukan prestasi orang mereka yang luar biasa di PTN. Itu karena semata bibit mereka sudah bagus, hasil seleksi di antara mereka sendiri. Bahkan konon, sampai tahun 2002, lulusan Cum Laude di ITB, 80% nya adalah etnis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dikebiri di bidang lain, akhirnya mereka konsentrasi di bidang ekonomi dan pendidikan. Seperti air, yang mengalir dari pegunungan jatuh ke laut sana, dihalangi dan dibendung apa pun, tetap saja akan terus melanjutkan perjalanannya sampai ke dunia luas itu. Mereka pun butuh dan perlu hidup, dan untuk bisa hidup mereka harus survive. Konsentrasi tinggi di bidang tertentu lah yang bikin mereka kini terlihat menonjol dari segi ekonomi dan bisnis. Bukan salah mereka kalo ekonomi dikuasai mereka. Kalau mereka kadang pake acara KKN, itu salah pribuminya kenapa mau terus "dibegoin" mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tujuan Mas Riady sih banyak agaknya. Selain cari muka terhadap Pemerintah sini, tentunya dengan kompensasi tertentu seperti kemudahan bisnis dll, boleh juga untuk secara tak langsung membantu etnis mereka yang banyak belajar di NUS. Toh, kalaupun maju, mereka juga sama-sama satu etnis, so gak ada yang rugikan buat dia? Maaf, ini cuma dugaan semata. Kenapa gak mau nyumbang ke Indonesia? Alasan takut sumbangannya gak sampai juga ada. Tapi kayaknya mereka lebih berhitung ke take and give. Mungkin bisa dicek apakah mereka termasuk salah satu obligor BLBI atau bukan yah? Kalau iya, tega nian dikau, merampok kami terus dikasihkan ke jiran. Emang kutukupret, kalo kata Mas Tukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah memang Maha Adil. Tentang bangsa China ini pernah dibahas di salah satu harian di sini. Salah satu kekurangan paling menonjol dari bangsa China adalah sulitnya mereka bersatu. Kalau ada pedagang Jepang di satu lokasi, mereka pasti berkompromi untuk menetapkan harga standar, bahkan ke bagi-bagi teritori. Tapi kalo ada pedagang China, kalo yang satu jual 1000 dollar, maka yang sebelahnya akan jual 900 dollar, dibalas lagi oleh yang lain jadi 800 dollar, dan begitulah seterusnya. Memang sudah dari sananya seperti itu sifat dasar mereka. Kalau Pemerintah China bukan Komunis kayak sekarang, gak mungkin bangsa China bisa maju dan bersatu. Teman saya yang Japanese pun mengemukakan demikian. Bangsa China memang rawan perpecahan, jadi bangsa Jepang, walaupun khawatir dengan kemajuan China, tetap masih feel safety karena yakin sifat dasar mereka itu akan timbul lagi kalau pemerintahnya lemah dan yang ada saling gontok-gontokan lagi nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan andaikan semua China bersatu di seluruh dunia, apa jadinya dunia ini? Gak akan ada lagi yang namanya polarisasi, karena bisa keukeuh mencengkram dunia dengan sebaran etnis yang ada di berbagai penjuru dunia. Bahkan anekdotnya, andaikan kita gali tanah sekali pun, boleh jadi kita bakal nemu etnis mereka lagi jualan dengan para cacing. Ikatan tanah leluhur memang kuat. Makanya Pemerintah sini bakal bingung kalau terjadi perang AS vs China. Mau bela yang mana hayoo. Tapi sekali lagi, dunia ini diciptakan dengan keterraturan yang amat sangat, dan itu bukti keberadaan Allah SWT dan ke-maha-adil-annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini gak dimaksud untuk men-judge etnis China. Mereka adalah manusia juga, dan bahkan banyak kenalan saya yang baik banget dari kumpulan mereka. Teman sekantor saya pun baik dan sabar bahkan lebih santun dari staf Melayu lain sekali pun. Di mana ada YIN (jahat), di situ bakal ada YANG (baik), karena YIN ada sebab ada yang disebut YANG. Di Indonesia pun banyak pula yang baik-baik, dari kenalan etnis mereka. Secara individu gak ada masalah dengan mereka. Kasian sekali kalau mereka harus selalu jadi sasaran amuk, padahal mereka baik dan gak berbuat salah apa pun. Hidup damai dan rukun memang baik  sekali. Namun lebih indah lagi kalau masing-masing punya komitmen buat kewarganegaraan yang dimiliki oleh mereka, karena di sana mereka lahir dan dibesarkan, dan kepadanya lah mereka punya hak dan kewajibannya. Apa yang dilakukan oleh James Riyadi dan pengusaha China bajigur lainnya, tidak bisa digeneralisir sebagai tindakan semua etnis mereka. Bajigur sekali gak boleh mengotori susu sebelanga yang manis rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila tak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-4008900989182425892?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/4008900989182425892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=4008900989182425892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4008900989182425892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4008900989182425892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/karena-ikatan-leluhurkah-mereka-saling.html' title='Karena ikatan leluhurkah, mereka saling bantu?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6247771936509915796</id><published>2007-10-28T10:35:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T10:36:51.224-07:00</updated><title type='text'>Indosat dihujat gara-gara no free talk di Ramadhan</title><content type='html'>Posted: 14 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo lagi pas berada di Jakarta, ada yang pakai kartu Mentari punya Indosat, gak? Ini nih kocak banget,  Indonesia lagi dihujat orang "se-Indonesia" khususnya pemakainya. Cek situs di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.comment/tahun/2007/bulan/09/tgl/12/time/170133/idnews/829143/idkanal/328"&gt;http://www.detikinet.com/index.php/detik.comment/tahun/2007/bulan/09/tgl/12/time/170133/idnews/829143/idkanal/328&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya setiap pengisian 25 ribu rupiah ke atas, kita akan mendapatkan layanan Free Talk untuk 2 hari ke depan, dari jam 00.00-05.00. Malah tahun lalu Free Talk berlaku selama seminggu. Pulsanya benar-benar bebas, kata teman yang pernah coba. Walau tiap 5 menit sekali terputus, tapi gak papa, yang penting gretong. Tapi siapa sih yang mau make malam-malam. Bukannya jam segitu jam-nya orang bobo? Ngeganggu orang tidur  aje kalo nelpon jam segitu. Bisa-bisa bini curiga tuh, kalo ada yang nelpon kite jam segitu. Indosat udah berhitung kalo dia gak bakal rugi, karena gak akan banyak yang pakai gretongan ini di hari-hari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kondisinya beda. Ini bulan Ramadhan bung, orang banyak yang bangun lebih awal, bahkan gak sedikit yang sahur sebelum pukul 3 pagi, sambil menikmati acara Sahur di beragam stasiun TV. Lebih asyik lagi, buat para sejoli, sambil nunggu sahur bisa ber-gretong ria kangen-kangenan dengan pacarnya. He he, dasar Indosat gak mau rugi, ngelihat kondisi bakal kayak gitu, ngelihat dia bakal rugi abis karena yang ber-gretong ria akan melonjak tajam, dan boleh jadi juga Indosat juga mikir jaringannya bakal ngap-ngapan nampung lonjakan yang bakal begitu besar, apalagi yang namany gretongan, orang kita heppy dan hobby banget, maka Indosat pun mengeluarkan pengumuman TIDAK berlakunya lagi layanan Free Talk di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, alasan yang dikemukakan oleh Indosat non sense banget. Mereka bilang ini masukan dari masyarakat, dan dikhawatirkan Free Talk mengganggu kekhusyukan orang beribadah. He he dasar, masyarakat yang mana? Tunjukin dong buktinya? Apa bener gitu Free Talk atau ngobrol lewat HP mengganggu kekhusyukan ibadah? Bukannya jadi bermanfaat juga buat saling ngebangunin sahur, dan malah nambah pahala? Apa udah ada gitu survey yang menunjukkan hubungan antara kekhusyukan ibadah dengan Free Talk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He he dasar Indosat. Ade-ade aje bikin alasannya. Bikin kek alasan yang logis. Semua dah pada ngerti kok kalo mereka gak mau rugi. Hari geenee mada ada sih yang gretongan. Cuma itu lho, please deh ahh, masak kekhusyukan ibadah secara sembarangan dihubung-hubungkan dengan produknya. Capeek dehhh. Biarin aja Indosat dihujat orang sekampung. Biar tau rasa. Apalagi yang biasa gretongan, dah pasti sebel berat deh dengan keputusan mereka. Yang jelas, hari genee, masih mikir gratisan? Bokis ahh semuanya, apalagi Indosat yang bikin alasan seenak udelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6247771936509915796?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6247771936509915796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6247771936509915796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6247771936509915796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6247771936509915796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/indosat-dihujat-gara-gara-no-free-talk.html' title='Indosat dihujat gara-gara no free talk di Ramadhan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3296169012464636249</id><published>2007-10-28T06:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T06:30:45.478-07:00</updated><title type='text'>Perlukah alumi 70 berikatan?</title><content type='html'>Posted: 14 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saat kumpul-kumpul dengan teman-teman di sini, ada bisik-bisik kehebohan pemilihan Ketua IAI (Ikatan Alumni ITB) cabang Singapore. Agaknya IAI sini bakal diresmikan untuk menyatukan sekaligus memaksimalkan gerak para alumni almamater tersebut. Para alumni bersatu sebenarnya bukan barang baru. UI pun punya ikatan alumni, yang bernama Iluni, dan saat ini msih lebih beken daripada IAI yang diketuai Laksamana Sukardi. Almamater lain, baik setingkat universitas maupun SMA, gak sedikit yang punya persatuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan SMA 70 Bulungan? Umurnya memang masih tergolong muda, yakni 26 tahun pada 5 Oktober ini. Rencananya, pada awal November nanti, dngan menggabungkan alumni para sekolah pemersatunya, yakni SMA 9 dan SMA 11, mereka akan mengadakan Reuni Akbar. Kira-kira, apakah reuni itu bakal sukses dan apakah akan berlangsung mulus. Kita lihat saja nanti. Kenapa sampai saat ini gaungnya di media massa bahkan di milis Bulungan sendiri nyari nihil, padahal waktunya tinggal 2 bulan lagi serta diselingi puasa 1 bulan. Kalo ini komentarnya TANYA KENAPA. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, satu hal yang menggelitik, mengapa yah sampai saat ini gak ada yang namanya Ikatan Alumni Bulungan? Setau saya SMA 1 punya ikatan dengan ketuanya Pak Chairul Tanjung, yang jadi owner Trans TV. Kalo SMA 70 gimana? Apakah ada dan adakah keinginan ke sana? Lebih mendasar lagi, mungkin adalah pertanyaan "Apa perlunya ikatan alumni, dan untuk apa ikatan alumni itu?". Boleh lagi disambung dengan pertanyaan, siapa yang menjalankan, apakah pelaksananya itu sukarelawan ataukah digaji, bentuknya bagaimana, apa visi dan misinya, dan yang paling penting adakah akan diakui eksistensinya oleh anak-anak Bulungan, serta merasa dimiliki, dilindungi dan dijaga oleh mereka dll seabrek pertanyaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reuni Akbar kali ini memang akan melahirkan nostalgia buat para mereka yang pernah sekolah di sana. Tentunya segala pengalaman dan kenangan akan manis sekali untuk diperdengarkan kembali. Reuni ini belum tentu terjadi dalam 5 tahun atau 10 tahun sekali. Alangkah baiknya&lt;br /&gt;seandainya Reuni itu juga dijadikan momentum untuk membentuk apa yang namanya Ikatan Alumni Bulungan, yang saat ini mungkin memang belum eksis. Kalaupun sudah eksis, maka harus lebih diberdayakan fungsinya. Sayang sekali andaikan hanya sekedar jadi acara temu kangen yang penuh hura-hura tanpa meninggalkan kesan dan pesan bagi para pesertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata seorang teman, ironis sekali nantinya andaikan lebih menonjol acara hura-huranya di tengah kondisi bangsa yang memprihatinkan dan penuh derita di sana-sini. Dengan reuni mau apa, dan yang mau didapat apa nantinya, terus adakah follow up nya selanjutnya. Suatu acungan jempol kalau sampai ada pemikiran ke sana dari pihak penyelenggaranya. Sekali lagi, alangkah baiknya seandainya hasil utama reuni akbar itu adalah berupa Ikatan Alumni secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang 5W+H dari Ikatan Alumni tersebut, IMHO, anak-anak Bulungan sebenarnya sudah lihai dan pengalaman. Gak susah sebenarnya, tinggal ada niat dan kemauan atau gak. Yang jelas harus ada visi dan misi yang clear. Kalo cuma organisasi belaka, tanpa ada target ataupun tidak ada manfaatnya buat orang lain, semisal contoh kecil untuk SMA 70 saja dan contoh gedenya untuk bangsa dan negara, ya percuma saja. Lebih baik dirikan saja paguyuban atau arisan gitu. Dan jangan juga ikatan alumni itu nantinya dijadikan kendaraan kepentingan pihak-pihak tertentu. Weleh, dibentuk saja belum kok udah kejauhan yah mikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebuah opini saja. Barangkali ada yang sependapat. Barangkali penyelenggara atau siapa saja bisa merealisasikannya, walau tentunya, sekali lagi, ikatan alumninya itu harus bermanfaat dan terasa dimiliki oleh para alumni. Barangkali pula Ikatan Alumni Bulungan akan membidani kelahiran ikatan alumni per angkatan secara resmi. Kalau cuma sekedar kongkouw-kongkouw non formal saja, itu sudah dipraktekkan oleh banyak di antara kita. Tapi apakah cuma sampai selevel itu, kongkouw-kongkouw belaka, kayak pengangguran yang genjrang-genjreng di ujung gang di sudut-sudut Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, perlukah keberadaan ikatan alumni itu? Kalo iya kenapa, kalo gak kenapa? Kalo iya, siapa mau yang ngejalanin, wong hari gini nyari yang gretongan aja susahnya setengah mati. Paling gak dengan adanya ikatan alumni, gerak kita jadi teratur, terencana dan terorganisir. Reuni akbar seperti ini nantinya, kalau sudah ada ikatan alumni, mungkin bukan lagi jadi hal besar yang pantas dipusingkan. Malah bisa terjadi secara berkala nantinya dan silaturrahmi di antara sesama alumni Bulungan akan menjadi lebih bermanfaat dan barokah buat semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3296169012464636249?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3296169012464636249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3296169012464636249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3296169012464636249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3296169012464636249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/perlukah-alumi-70-berikatan.html' title='Perlukah alumi 70 berikatan?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3233427791676446261</id><published>2007-10-28T06:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T06:25:23.604-07:00</updated><title type='text'>Kenangan, inovasi dan angan-angan</title><content type='html'>Posted: 14 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat FD (Floppy Disc) ukuran 3 1/2 inches, jadi kangen lagi dengan komputer jadul. Inget banget di awal era 90-an, saat pertama kali punya kompi, layarnya masih EGA, cuma 4 warna. Trus masih pake disket ukuran gede, yakni 5 1/4 inches. Lupa-lupa inget kapasitasnya, kayaknya cuma 500 kb kalo gak salah. FD kecil, yang 3,5 inchi datang kemudian dengan kapasitas 1,4 Mb. Ada yang masih pake FD gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget banget, dulu belum ada yang namanya Windows. Ngetik aja masih pakai program Wapro, yang harus dihapalin command2 nya seperti .rm, .cm dll, ataupun pake Chi Writer. Yang di save dulu biasanya dokumen tulisan, dan printer yang  dipakai adalah dot matrix yang berisiknya kayak bunyi pesawat jet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game yang dulu saya suka juga masih sekelas bola Piala Dunia, lalu perang saudara Amrik antara pasukan Union dengan Konfederasi. Yang bikin gemes adalah game Prince of Persia, yang baru berakhir di level 14. Inget banget dulu, cepet-cepetan dengan abang yang usianya 2 tahun di atas saya. Siapa cepet, dia lah yang berhak main game duluan. Masih ada gak yah itu kompi kenangan. Pengen ngecek lagi jadinya di rumah ortu pas pulang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman memang telah berubah. FD yang kapasitasnya cuma 1,4 Mb barangkali udah hampir gak ada lagi yang make. Kapasitasnya jauh lebih kecil daripada  Thumbdrive yang kini sudah sampai Gb-an. Komputer juga sedemikian cepat perkembangannya, bahkan kadang pas mau ganti kompi baru, nunggu timing agar jangan sampai pas beli kemahalan, atau barang yang terbeli dah gak up to date lagi. Bukan cuma kompi, barang lain berbau elektronik dan IT juga pesat banget  up dating-nya. Tengoklah perkembangan teknologi handphone, digital camera dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, sekali semuanya, dan hidup terasa jadi makin mudah, dan banyak orang yang addicted to Gadget2an. Saya sendiri, kalo sehari gak nyentuh "isteri kedua" saya, kok kayaknya hidup jadi hambar gitu. "Second wife" yang bentuknya cuma kotak namun pintar memang menyimpan banyak hal dan bisa berbuat banyak hal, yang sangat cukup buat membantu pekerjaan dan mengisi waktu luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau barang lama sudah gak dipakai lagi, ternyata mengenangnya sebagai memori adalah hal yang mengesankan dan indah. Benar kata orang, pengalaman pahit  sekalipun akhirnya akan menjadi terasa manis untuk dikenang, asalkan kita gak punya sifat mendendam. Sobatku yang sewaktu SMA pernah dicutter tangannya oleh anak STM pun, selalu riang gembira andaikan hal itu diungkit lagi. Dia dengan senang hati akan antusias menceritakan "kisah heroik"nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan memang indah untuk diceritakan kembali. Wajarlah kalau almamater SMA saya begitu menggebu-gebu mau mempersiapkan reuni akbarnya. Bukan  apa-apa, setelah puluhan tahun berpisah, terus bertemu muka dengan kondisi yang berbeda, apalagi kalau sudah sukses, akan menghadirkan nostalgia yang tak kunjung padam untuk diceritakan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lebih dari kenangan, ada satu hal yang membuat saya pribadi tergelitik. Hal itu tak lain adalah kekaguman atas inovasi yang ditemukan seseorang yang bermula dari visinya tentang masa depan. Salut sama Bill Gates yang sudah menemukan Windows. Gak semua orang terbayang bisa nemuin kayak gitu. Salut pula buat yang nemukan handphone, digital camera, thumb drive dll. Digicam saya kenal pertama kali sebagai buatan Sony. Waktu itu harganya masih mahal, dan orang-orang banyak yang tergila-gila pada Nikon dan Canon. Namun Sony yang gak punya basic kamera, tiba-tiba menggandeng Carl Zewiss Lens sambil menawarkan digital camera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thumb drive juga adalah ide brilyan. Dengan benda seringan itu banyak data yang bisa dibawa kemana, dan di plug in begitu saja. MP3 juga adalah inovasi bagus ke depan, yang kini dipakai dimana-mana. Handphone apalagi, rasanya sulit menemukan orang yang punya hand phone di masa kini. Salut dan hebat dengan inovasi cemerlang yang berlanjut pada hal begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi memang tak mudah, namun mahal nilainya. Tak semua orang berpikir untuk bisa menemukan sesuatu. Tapi ketika barang itu telah ketemu, barulah banyak yang bilang, gue juga terpikir kayak gini. Wah udah telat yah. Inovasi, apabila sukses diwujudkan dalam bentuk nyata dan dipakai oleh semua orang, akan membuat sang penemunya kaya raya. Tengoklah Bill Gates itu. Sumber inovasi memang beragam, gak sedikit datang dari ketidaksengajaan. Namun jangan lupa inovasi justru banyak timbul karena suatu keteraturan, alias kita meneliti atau mengamati secara teratur sehingga otak kita jadi berpikir lebih ringkas dan smart serta jeli melihat peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah dalam pikiran kita serta dalam hati keinginan untuk berinovasi? Sanggupkah kita memandang jauh ke depan dengan visi dan misi yang cerdas, dengan suatu gagasan pembaruan? Singapore bisa maju, selain karena kecil dan gampang diurus,  juga karena sosok Lee Kuan Yew yang dinilai bervisi 50 tahun ke depan. Inovasi memang tak mudah dan butuh keberanian. Berbisnis pun termasuk berinovasi karena kita dituntut memikirkan bagaimana ke depannya supaya bisnis tetap eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang perlu diingat, batas antara inovasi dengan angan-angan terkadang setipis benang. Suatu hal yang tadinya dikira angan-angan belaka, namun ternyata adalah inovasi cemerlang yang akhirnya terealisasikan. Namun sebaliknya, sesuatu yang tadinya dikira inovasi, namun terlalu muluk dan sulit untuk diwujudkan, akhirnya hanya berakhir sebagai sebuah angan-angan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah anda bisa lebih bermanfaat buat orang? Maukah anda lebih maju ke depannya baik dari segi materi maupun intelektual dll? Inovasilah sala satu jawaban dari semua itu. Kenangan sekali pun dapat memacu kita berinovasi, karena di situ ada keteraturan bagaimana saat itu dan bagaimana selanjutnya, dari barang-barang yang dikenang. Ia bukan hanya sesosok benda penuh memori belaka, melainkan bisa juga jadi pemicu inovasi pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3233427791676446261?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3233427791676446261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3233427791676446261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3233427791676446261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3233427791676446261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/kenangan-inovasi-dan-angan-angan.html' title='Kenangan, inovasi dan angan-angan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-4457469524432467826</id><published>2007-10-28T06:04:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T06:07:55.466-07:00</updated><title type='text'>10 mistakes entrepreneurs make</title><content type='html'>Posted: 13 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.news.com.au/business/story/0,23636,22410793-5012424,00.html"&gt;http://www.news.com.au/business/story/0,23636,22410793-5012424,00.html&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/13/time/140414/idnews/829669/idkanal/4"&gt;http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/13/time/140414/idnews/829669/idkanal/4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 10 kesalahan terbesar pebisnis dengan mengambil contoh kasus di Australia.&lt;br /&gt;Yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertengkar dengan rekan bisnis&lt;br /&gt;2. Terlalu banyak ngutang&lt;br /&gt;3. Tak ada diversifikasi&lt;br /&gt;4. Gagal membaca pasar&lt;br /&gt;5. Terlalu bangga&lt;br /&gt;6. Berekspansi terlalu cepat&lt;br /&gt;7. Bercerai&lt;br /&gt;8. Melanggar hukum&lt;br /&gt;9. Menjadi perusahaan publik&lt;br /&gt;10. Meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau menambahkan atau berkomentar? Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 mistakes entrepreneurs make By James Bennett&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 13, 2007 10:09am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OCCASIONALLY Australia's most experienced business leaders make disasterous mistakes. Learn from theirs before you make them yourself. Here are 10 of the worst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Falling out with business partners&lt;br /&gt;Arguments between business partners, family and friends can have huge personal and financial costs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Co-founders of industrial and construction group Transfield, Carlo Salteri and Franco Belgiorno-Nettis, went their separate ways after falling out over succession issues in 1997. This also led to a further falling-out between Franco and his eldest son Marco Belgiorno-Zegna.&lt;br /&gt;The net wealth of the Belgiorno-Nettis family fell as a result of the spats and it was forced to sell parts of its empire to repay debts arising from the settlement with Belgiorno-Zenga. The family's wealth has since recovered to about $800 million. Revealed: 10 secrets of the stinking rich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taking on too much debt&lt;br /&gt;Borrowing too much money at the wrong time has bought many of our most successful entrepreneurs undone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the 1980s, debt claimed scores of business people who borrowed big when asset prices were high, only to see asset prices collapse and interest rates rise. John Elliott, Bob Ansett and Alan Bond were among the most high-profile victims. With interest rates currently on the way up after a golden economic period, it will be interesting to see if any modern entrepreneurs find themselves in a similar position.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Not diversifying&lt;br /&gt;While most of Australia's richest business people start with one business, they are clever enough to safeguard their fortunes by diversifying. Australia's great family fortunes, such as those of the Smorgon, Myer and Liberman families, have spread their money across a number of industries and investments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rag traders the Gazal family and Daniel Chen have seen their fortune shrink in recent years as the Australian clothing sector has contracted. They have few other assets to fall back on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Failing to read the market&lt;br /&gt;The rich have an uncanny knack for knowing exactly what the market is going to do. But they don't always get it right. Many traditionally conservative entrepreneurs, including Kerry Packer and the Smorgon and Liberman families, misread the "tech wreck" of 2000 and lost money.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perth resources industry veteran Gordon Martin thought the market would love oil company Coogee Resources, but was forced to pull the float earlier this year. John Kinghorn floated his company RAMS Home Loans at exactly the wrong time this year, as the United States sub-prime crisis hit. The value of his 25 per cent stake has more than halved, although he did pocket $650 million in the float.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Having too much pride&lt;br /&gt;Rich people can afford to indulge their passions, but sometimes it can be very costly indeed.&lt;br /&gt;Kerry Stokes spent about $200 million fighting News Corporation (parent company of News Limited, which publishes NEWS.com.au), Publishing &amp;amp; Broadcasting Limited and Telstra over the collapse of his C7 pay-television channel, only to lose his case in the Federal Court.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now he is reportedly considering an appeal. Mr Stokes is worth $2.7 billion, so the legal action is hardly likely to make him broke, but spending 10 per cent of your fortune on what to many looks like a lost cause shows how expensive pride can be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Expanding too quickly&lt;br /&gt;It's a common business mistake. A company is growing quickly through rising sales and acquisitions when suddenly the problems start - the infrastructure (usually people, IT or accounting systems) can't cope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Roberts family, which founded construction giant Multiplex, took on too many projects and its share price collapsed. Food retailer John David is another whose empire crashed after too much growth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Getting divorced&lt;br /&gt;Nothing shrinks a fortune like divorce. One year you're worth $300 million and on top of the world. A year (and a lot of lawyers later) you've got a new spouse and a $100 million hole in your bank account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greg Norman's former wife Laura demanded half of his multimillion dollar fortune during their recent divorce. Money may not buy love, but unhappiness is definitely expensive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Getting in trouble with the law&lt;br /&gt;Ending up the wrong side of the law can destroy reputations and fortunes. Alan Bond and Laurie Connell, two of Perth's high-flying 1980s businessmen, ended up in jail and lost millions.&lt;br /&gt;Rene Rivken's reputation was badly damaged by a conviction for insider trading. And in the last 12 months, Macarthur Coal founder Ken Talbot has become embroiled in corruption allegations. Shares in the company fell when he stepped down as chief executive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Going public&lt;br /&gt;Floating a company has made many Australian businesspeople fabulously rich in the past few years - just ask Kerr Neilson of Platinum Asset Management, whose fortune increased by more than $1 billion when his company floated in May. But the autocratic style of many business people is not necessarily suited to public companies. Brett Blundy privatised Brazin after watching its share price sag 30 per cent in 2005-06.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lloyd Williams privatised property developer Hudson Conway in 2000 and Bob Ell privatised his property company Leda in 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dying&lt;br /&gt;The death of a business leader can have disastrous consequences if proper succession plans are not in place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The best example is the battle for Lang Hancock's estate, which erupted into a bitter fight between his wife Rose Porteous and daughter Gina Rinehart that took more than a decade to sort out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So if you can't live forever, at least leave a clear will.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-4457469524432467826?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/4457469524432467826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=4457469524432467826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4457469524432467826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/4457469524432467826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/10-mistakes-entrepreneurs-make.html' title='10 mistakes entrepreneurs make'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5415746133992553647</id><published>2007-10-28T05:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:58:36.151-07:00</updated><title type='text'>Bedanya INDON dengan Indonesia</title><content type='html'>Hmmm,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recently, entah kenapa, media massa jiran nan mini ini, baik TV maupun media cetak, menyingkat kata Indonesia dengan sebutan "Indon".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Term ini sudah lama dipakai oleh sebagian Melayu di Malaysia untuk menyebut bangsa kita. Apakah penyingkatan nama kita di jiran ini hanyalah karena nama asli Indonesia itu kepanjangan? Ataukah ada motif lain? Sejauh ini yang saya tau, sebutan "Indon" adalah bukan sekedar singkatan belaka, melainkan ada rasa lain. Sama halnya dengan sebutan Bangla terhadap orang Bangladesh ataupun sebutan Keling untuk etnis Indian. Nyatanya pula, kalau saya bicara formal dengan orang Melayu, mereka memakai kata Indonesia, tapi kalo lagi bercanda, buda' Malaysia bilangnya Indon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah arti sebuah nama? Apakah bedanya Indonesia dengan Indon? Ada yang tau? Kalau dibilang mempersingkat, ya gak beda jauh dong, yang satu 5 huruf yang satu 9 huruf, tinggal nambahin 4 huruf saja, dan itu gak berpengaruh signifikan terhadap panjangnya kalimat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positive thinking aja lah, cuma ada perasaan sebel saja kalo dengar kata-kata "Indon", dan bukan Indonesia. TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5415746133992553647?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5415746133992553647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5415746133992553647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5415746133992553647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5415746133992553647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/bedanya-indon-dengan-indonesia.html' title='Bedanya INDON dengan Indonesia'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8621372753678881875</id><published>2007-10-28T05:53:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:55:02.740-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Posted: 13 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/13/time/065510/idnews/829374/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/13/time/065510/idnews/829374/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan di Mobile TV SBS Service dibahas tentang gempa yang melanda region ini, dan dirasakan pula di Singapore semalam. Yang mengagetkan ternyata pagi ini ada gempa besar lagi yang dirasakan pula di negeri jiran nan ini. Wew, semalam dah 2x gempa hari ini datang lagi. Yang semalam belum habis diberitakan, eeee udah muncul yang lain.Nyampe kantor langsung buka Detik, ternyata benar. Kali gempa buminya berpusat di Jambi. Kekuatannya 7.7 Skala Ritcher, dan kedalamannya cuma 24 km. Ini sudah memenuhi persyaratan untuk menimbulkan Tsunami. Hmm, double double punch tuk petinju yang sudah sempoyongan di pojok ring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa yah bisa begini? Saya juga gak tau. Suatu ketika Bapak kenalan saya yang orang Melayu sini bertanya kepada saya, "Pak, ada apa dengan Indonesia? Indonesia dosa apa, kenapa kini kerap kali dilanda bencana?". Saya cuma bisa tersenyum pahit dan menghibur diri, meskipun dalam hati jadi tercenung. Apakah rentetan bencana ini hanyalah kejadian alam biasa, karena di barat Sumatera itu memang ada pertemuan patahan lempeng Eurasia dengan patahan lempeng Australia. Setiap kali lempeng itu berinteraksi, maka gempa bumi akan terjadi, dan lempeng itu akan terus bergerak sampai mereka mendapati keadaan stabil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mengapa itu semua baru terjadi akhir-akhir ini? Mengapa sebelum-sebelumnya tidak terjadi? Adakah yang salah dengan bumi ini, belakangan ini? Apakah ini suatu kebetulan belaka? Namun bukankah rentetan kebetulan tidak bisa lagi dibilang usuatu kebetulan? Lantas, kenapa lagi-lagi negeri kita yang kena? Adakah yang salah dengan kita? Apakah negeri kita memang lebih pantas mendapatkan "hukuman" itu andaikan memang semua ini bukan sekedar kejadian alam biasa? Kenapa gak negeri lain saja yang kena? Beribu pertanyaan tentu menggantung dan makin membuat gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun pusing dan pening. Sudah beberapa bulan lalu, Wapres JK mengatakan bahwa dana penanggulangan bencana tahun ini sudah ludes, demi meng-cover "ribuan" bencana yang terus mendera nusantara. Waktu, pikiran, tenaga dll kita sudah hampir tuntas terseret ke sana. Tapi kapan bencana akan berakhir, tiada yang tau. Apakah ini bisa dikatakan sebagai gejala alam biasa dan alam mencoba mengambil keseimbangan dengan take and give. Pada kasus volcano, volcano memberikan kesuburan tanah yang luar biasa kepada daerah sekitarnya melalui abu letusan masa lalu. Itu give-nya. Take-nya, masyarakat pegunungan terancam bahwa volcano sewaktu-waktu bisa meletus. Dalam hubungan dengan alam, Indonesia dikaruniai pelbagai bahan tambang, jutaan ekor ikan, limpahan hutan nan hijau. Adakah alam kini mau mengambil Take-nya berupa bencana alam, sebagai wujud keseimbangan di dunia fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, sekali lagi, kebetulan yang berulang, bukankah tidak lagi bisa disebut sebagai suatu kebetulan? Miris juga dengan pertanyaan Melayu teman saya itu. Dia, seperti banyak orang, cenderung mengkaitkan kejadian yang ada dengan "hukuman Tuhan", sebagai asap dari api ulah manusia. Saya tak hendak memberi jawaban padanya, karena kalau itu datangnya dari Allah SWT, maka yang tersisa adalah 3 kemungkinan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ia adalah cobaan, dimana cobaan biasanya diberikan kepada orang beriman sebagai ujian kenaikan tingkat.&lt;br /&gt;2. Ia adalah peringatan, sebagai sentilan dari Sang Khalik karena Dia masih sayang dengan kita, dan agar kita kembali lagi ke jalan-Nya.&lt;br /&gt;3. Ia adalah azab, yang diberikan sebagai hukuman karena kebandelan kita menentang semua aturan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk no.1, agaknya kita harus tau diri, sadar dan mau berkaca bahwa apakah kita memang sudah pantas menyandang kategori itu sementara KKB dan kebobrokan masih bersimaharajalela di kehidupan kita. Untuk yang no.3, semoga bukan, karena itu berarti menandakan kemarahan Allah terhadap perbuatan kita yang sudah melampaui batas dan tak pernah sadar diri. Nomor 2 mungkin jadi best choice, walau berpulang pada kebesaran hati apakah kita mau mengakui dan memperbaiki diri atas kekhilafan kita selama ini, supaya mendapatkan ampunan dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, secara logis kita bisa bilang pukulan beruntun bencana alam adalah karena memang sudah begitu kondisi alamnya. Namun secara rohani, kadang kita jadi terpikir, manakah di antara 3 pilihan itu yang pantas buat kita. "Kemarahan" alam biasa ataukah Kemarahan Tuhan yang sesungguhnya? Mana yang benar? Yang jelas, suatu kebetulan yang terjadi secara berulang, tidaklah lagi bisa disebut sebagai kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam bissawab, yang jelas kita gak perlu berkecil hati atas semua yang terjadi. Malah ini harus jadi pemicu kita tuk berpikir jernih dan smart bagaimana menanggulangi efek atas bencana yang terjadi. Pemikiran ini pula yang membuat maju bangsa Jepang hingga kini mereka telah sangat siap menghadapi segala kejadian gempa bumi, karena mereka telah menemukan dan menerapkan Iptek terhadap beragam bidang kehidupan mereka apabila bencana alam, khususnya gemba bumi, memang terjadi. Persiapan  memang sangat penting untuk memenangi segala pertempuran, termasuk bertempur melawan sang alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8621372753678881875?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8621372753678881875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8621372753678881875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8621372753678881875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8621372753678881875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/posted-13-september-2007-assalaamu.html' title=''/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-6844953958041748347</id><published>2007-10-28T05:45:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:48:08.082-07:00</updated><title type='text'>Ramah atau kiasu?</title><content type='html'>Posted: 12 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Singapore ramah? He he, kalo emang begitu kenyataannya silahkan tinggal di jiran sini. Udah jadi rahasia umum, bahwa banyak orang asing karena berbagai alasan, menyatakan sulit untuk berlama-lama di sini, dan mereka mengibaratkan negeri ini sebagai negara transit. Teman saya yang baru pertama kali ke sini, ngadu ke saya, kok orang sini pada jutek-jutek. Saya mah bilang nikmatin aja, wong ini rumahnya dia kok, dan kita cuma mampir, jadi suka-suka dia lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diketahui, orang sini punya sifat khusus, dan sudah dimaklumi oleh banyak orang, yakni sifat KIASU. Ini bahasa Hokkien, yang kalo diterjemahkan mungkin Win At All Cost. Efek baiknya, ya mereka semangat mau jadi yang terbaik, sebagaimana Jepang punya prinsip Sekai Ichi dan Deutschland punya prinsip Ubber Alles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salah bro, dari Kiasu-nya  aja dah ketauan kalo mereka ini bokis berat. Untuk level Pemerintahan, gak mau deh mereka melakukan sesuatu kalo mereka gak untung. Harus ada imbal baliknya buat mereka. Berkorban, ikhlas? Buat mereka EGP. Dan udah terbukti kita banyak dikadalin dalam berbagai perjanjian. Tul gak Mas? Kan sampeyan bisa periksa sendiri. Mereka bantuin Tsunami secara heboh dulu? Yaaa orang sini juga bilang, ada udang di balik bakwan lah. Orang sini pada "mesem-mesem" tuh, Indon dikadalin melulu tapi gak nyadar-nyadar. Au deh silahkan liat ndiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramah, gak ramah, IMHO, itu kembali ke personal, meski di banyak beberapa bangsa, ada yang&lt;br /&gt;mayoritas terkesan gak ramah. Kalo ada yang YANG (baik) pasti ada yang YIN (Buruk). Whatever lah, mending kita lebih baik memperbaiki kekurangan orang lain daripada minta-minta orang lain membetulkan dirinya. Kalo kita betul, tentulah lawan kita yang malu sendiri. Dan kalau di rumah orang, kita implementasikan saja pepatah nenek moyang, "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Hidup bertetangga yang damai itu perlu, tapi jangan sampai dibokisin melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Singapore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-6844953958041748347?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/6844953958041748347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=6844953958041748347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6844953958041748347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/6844953958041748347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/ramah-atau-kiasu.html' title='Ramah atau kiasu?'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7442825595766587500</id><published>2007-10-28T05:42:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:44:14.944-07:00</updated><title type='text'>Halal saat mayoritas</title><content type='html'>Posted: 12 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brothers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip di negeri yang mayoritas Muslim beda dengan negeri yang Muslimnya minoritas. Kalau di Indonesia yang lebih tepat adalah: semua halal kecuali yang haram. Makanan yang belum berlabel halal atau belum bersertifikat halal juga gak bisa langsung divonis haram. Memvonis haram itu berat hukunya dan harus ada dalil dan bukti yang kuat. Beda dengan di negeri yang Muslim nya minoritas atau terdapat keraguan terhadap ketersediaan makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memang seyogyanya kita dukung usaha MUI dan POM untuk melabelasasi halal. Ini untuk menjaga keshahihan dan kualitas makanan itu sendiri. Bukan apa-apa, makanan itu masuk ke dalam tubuh, akan berubah menjadi darah dan daging kita. Masuknya makanan haram akan berpengaruh kepada diri kita secara ruhaniah dan pemikiran, bahkan mungkin ke fisik juga. So kudu hati-hati makan, dan sebisa mungkin menghindari yang subhat (meragukan) walau kita tetap tidak boleh menjudge sesuatu itu haram tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat makanan yang layak dikonsumsi bukan cuma satu, tapi ada dua, yakni Halalan (halal) dan Thoyyiban (baik, dari bermacam segi). Bahkan mungkin bisa jadi tiga dst, dengan tambahan syarat baru seperti, ada duit buat ngebelinya. He he, kalo halal dan thoyyib tapi gak ada doku, cuma bikin ngiler aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitu aje. Di bawah ini referensinya, yang bagus untuk dibaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/450906de.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/450906de.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/mkn/44b345d7.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz/mkn/44b345d7.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7442825595766587500?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7442825595766587500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7442825595766587500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7442825595766587500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7442825595766587500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/halal-saat-mayoritas.html' title='Halal saat mayoritas'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2040620518239493887</id><published>2007-10-28T05:40:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:41:19.105-07:00</updated><title type='text'>Pak Harto menang gugatan 1 trilyun rupiah</title><content type='html'>Posted: 11 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/11/time/124705/idnews/828413/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/11/time/124705/idnews/828413/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berita paling gres. Pak Harto memenangkan gugatan atas Majalah Time Asia di tingkat kasasi, sehingga berhak atas reward sebesar 1 trilyun rupiah. Gede banget yah reward-nya. Sebelumnya Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi sudah menolak gugatan Pak Harto ini. Tapi nyatanya, MA malah memutuskan  kebalikannya, sehingga Pak Harto berhak atas durian runtuh 1 trilyun rupiah. Keputusan kasasi MA adalah final dan mengikat karena MA adalah lembaga tertinggi yudikatif di nusantara (CMIIW). Yang bisa  menundanya, paling pengajuan kembali (PK), tapi itu pun akan diputuskan oleh MA pula. Jalan terakhir barangkali dibawa ke Arbitrase Internasional atau Pengadilan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto, yang mantan tirani dan gembong kerusakan kita itu menang 1 trilyun? Adakah MA memang "sengaja" mendukung Pak Harto ataukah MA benar-benar melakukannya secara fair? Sebegitu besarnyakah damage yang diderita Pak Harto sehingga sampai dihargai 1 trilyun rupiah? Adakah ini pelajaran buat para Media Massa, terutama media asing, untuk gak konyol mencemarkan nama baik orang bangsa kita? Ataukah ini justru makin memperkuat tudingan bahwa MA kita memang, maaf "brengsek" karena pilah-pilih perkara dan keputusan dan berpihak pada kepentingan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah bakal ada sangsi kalau Time gak mau bayar ke Pak Harto? Bagaimana yah kira-kira wajah kita di mata internasional dengan kasus "ganjil" ini. Persetankah dengan kredibilitas internasional? Time adalah majalah ternama yang punya kredibilitas serta reputasi dalam investigasi. Walau mereka tak tertutup bisa juga jadi kepanjangan tangan pihak tertentu untuk kepentingan tertentu. Tapi dalam hal ini Pak Harto kan bukan mewakili bangsa kita. Apa perlunya yah dia kita bela yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Any comments?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@yahoo.com"&gt;boedoetsg@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2040620518239493887?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2040620518239493887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2040620518239493887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2040620518239493887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2040620518239493887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/pak-harto-menang-gugatan-1-trilyun.html' title='Pak Harto menang gugatan 1 trilyun rupiah'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8161630937792980756</id><published>2007-10-28T05:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:35:48.997-07:00</updated><title type='text'>911: Never ending tit for tat</title><content type='html'>Posted: 11 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, hari ini adalah 11 September. 4 tahun telah berselang dari kejadian yang akhirnya mengubah tatanan dunia. AS "diserbu" dan AS panik. Menara kembar lambang kedigdayaan ekonomi mereka yang berdiri di atas bumi New York, luluh lantak dalam sekejap setelah terbakar karena dihantam 2 pesawat jet komersial. Mereka pun meradang dan menyeret para sekutunya untuk berperang melawan apa yang namanya terorisme. Kalau pun AS diserang oleh yang mereka sebut musuh bersama, tentulah ada latar belakang di balik semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada asap tanpa api. Apakah apinya itu? Adakah mereka menutup mata atas api yang mereka kobarkan secara sengaja maupun tidak? Itu kalau benar musuh bersama pelakunya.&lt;br /&gt;4 tahun berlalu sudah. Dunia pun makin tidak aman. Aksi tit for tat marak dimana-mana. Afghanistan dan Irak menjadi korban penjajahan pertama impreliasme. Tiba-tiba petasan-petasan besar pun marak dimana-mana, dan menyedihkan kenapa harus bumi nusantara yang jadi sasaran petasan itu. Apa salah kita sehingga harus merasakan akibat kekejaman benda eksplosif itu? Salah si ngga', tapi ini dunia rimba, yang kuat menekan yang lemah, yang kuat pakai tangan orang tuk nggaploki yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, karena tak akan ada yang mampu menghentikan perjalanan sang waktu. Perangnya pun makin gak beraturan. Yang gak mau ikutan perang kebingungan karena dipaksa diseret. "You are with me or with our enemy?" Begitu slogannya. Axis evil country pun dengan semena-mena dicanangkan. Semuanya menjadi serba kebablasan. Semuanya kebingungan, karena musuh yang dipukul melesat gak jelas, bagaikan pendekar jahat di film-film silat yang punya keahlian tinggi. Mau ditangkap, dia katanya selicin tikus got. Mau dipukul, ee kayak katak lompat sana-sini. Satu dipukul, balasan datang melanda. Akhirnya tit for tat gak akan pernah berakhir. Yang teramat penting janganlah tit for tat itu datang ke nusantara, persetan kalau mau meledak di bumi luar angkasa sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau nih bakal gimana jadinya dunia ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8161630937792980756?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8161630937792980756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8161630937792980756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8161630937792980756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8161630937792980756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/911-never-ending-tit-for-tat.html' title='911: Never ending tit for tat'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7558782026761056063</id><published>2007-10-28T05:28:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:30:37.564-07:00</updated><title type='text'>Konsisten tarif tol naik</title><content type='html'>Posted: 10 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survey (entah independen atau gak) justru menunjukkan 80% mendukung kenaikan tol.&lt;br /&gt;Hebat yah, biar sedikit tapi can speak louder dan punya kapabilitas menghebohkan media massa. Kenaikan tol memang suatu keniscayaan. Gimana investor mau masuk dan membangun jalan tol seperti di Malaysia misalnya Mas, kalo tarif tol kita masih rendah terus. So far tarifnya masih acceptable. Yang membingungkan kalau ongkos bus dan harga tiba-tiba naik karena tarif tol naik. Harusnya mereka ngasih argumen berapa persen komponen kenaikan tol di harga itu, jadi kita ada gambaran clear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu lagi, ada yang ngaku pengusaha mau menggalang dukungan anti kenaikan tol. Weleh mereka tuh kalo nraktir karaoke klien nya habis jutaan dollar gak masalah, kalo ngerokok 2 pak sehari seharga 15 ribu, gak masalah. Kenapa kini ribut-ribut sama naiknya tol yang cuma 6 ribu? Kalo di jiran sini, Pemerintahnya gampang aja menaikkan. Kalau mau pake, ya bayar, kalo gak mau bayar jangan pake. Kalo mau gratis suruh aja babe lo yang bikin ndiri. Beres kan? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut disayangkan, sikap konyol "Pemerintah" yang membatalkan kenaikan tol JORR. Malu-maluin. Kalau memang gak punya argumen khusus yang kuat, ataupun belum matang, ya jangan di launching dong. Orang kan pada ketawa dengan alasan non sense dibatalkan karena salah hitung. Oon banget sih. Kalo mau mutusin sesuatu harus ditimbang masak-masak, dan harus siap juga dengan pro kontra. Pro kontra itu wajar, karena suatu kebijakan memang gak akan bisa memuaskan banyak pihak. Tapi yang namanya memerintah itu gak bisa ikut kata orang, melainkan harus punya visi dan misi yang jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7558782026761056063?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7558782026761056063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7558782026761056063' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7558782026761056063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7558782026761056063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/konsisten-tarif-tol-naik.html' title='Konsisten tarif tol naik'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-5552080673542560699</id><published>2007-10-28T05:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:27:57.923-07:00</updated><title type='text'>Neng Bandung disidang karena dihamili bocah ingusan</title><content type='html'>Posted: 10 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/10/time/093443/idnews/827721/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/10/time/093443/idnews/827721/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kasus menarik dari Bandung nih. Mantan mahasiswi berusia 23 tahun, yang hamil dan melahirkan anak hasil hubungan gelap dengan seorang pria, kini dituntut ke pengadilan. Lho, "korban" kok malah dituntut? Bukan apa-apa sang pria itu adalah bocah bongsor yang kini baru berusia 17 tahun. Saat awal menjalin hubungan, usia sang bocah adalah baru 13 tahun namun badannya bongsor karena memang doi blasteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang salah? Sang cewek bersikukuh bahwa ini berdasarkan suka sama suka. Tapi pihak ortu sang cowok menuntut karena sang cewek dianggap mengajak bocah ingusan yang masih di bawah umur, berhubungan intim dan akhirnya melendung dan pecah jadi jabang bayi? Ini cewek nya yang "minterin"  si bocah supaya mau gituan, ataukah memang si bocah yang doyan juga yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kasusnya sang pria berumur dewasa, dan sang wanita di bawah umur. Si cewek hamil dan menuntut, dan si cewek adalah korban, apalagi dia sampai hamil dan melahirkan. Untuk kasus ini yang menarik, fenomenanya terbalik. Si cewek yang dewasa, namun si cewek juga yang melahirkan. Apakah sang cewek yang korban ataukah sang cowok yang korban? Sang cowok patut ditanyai doyang gak dia begituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah gak penting yah dibahas? Wew, lucu aja ngedengarnya. Gimana menurut sampeyan? Yang lebih memprihatinkan kasus ini sebenarnya menunjukkan semakin parahnya pergaulan bebas di negeri kita. Namun adakah solusinya sementara para kaum muda bebas mendapatkan akses ke hal-hal yang belum waktunya buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-5552080673542560699?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/5552080673542560699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=5552080673542560699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5552080673542560699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/5552080673542560699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/neng-bandung-disidang-karena-dihamili.html' title='Neng Bandung disidang karena dihamili bocah ingusan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-3575242165978429686</id><published>2007-10-28T05:22:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T05:25:14.841-07:00</updated><title type='text'>Missing link calon pemimpin</title><content type='html'>Posted: 10 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ada yang aneh dan salah rasanya, gumam saya dalam hati manakala menyaksikan wawancara seorang jurnalis dengan seorang Ibu yang mantan Presiden kita. Kesalahan bukan pada sang Ibu itu. Ibu yang sudah berkepala 6 ini mengelak saat ditanya siapa pendampingnya saat maju dalam Pilpres nanti. Selorohnya dengan naif, "Setuju aja belum, masak udah suruh nyari pendamping". Sang ibu memang masih akan menunggu wangsit dari ayahandanya, the nations founding father, yang wafat lebih dari 30 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa partainya sampai bertedak bulat mencalonkannya lagi? Survey LSI memang menunjukkan dari segi kepopuleran, si Ibu mendapat 20%, dan di bawah Pak SBY yang mendapatkan 32%. Incumbent Presiden kita saat nanti maju lagi, sudah akan berusia kepala 6. Partai Beringin, kalau tidak mempertahankan koalisi kini, besar kemungkinan akan memajukan Wapres yang umurnya nanti sudah hampir mendekati 70 tahun. Si Biru pun nampaknya akan memanggil kembali begawan mereka yang kini sudah menjadi dosen di UGM sana. Kaum Nahdlyin hampir bisa dipastikan bakal memajukan sang Wali yang meskipun handicap dan bakal berkepala 6, tetap disegani di kalangan mereka. Calon potensial lain, seperti mantan Pangab dan mantan gubernur, juga sudah menginjak 60 tahun usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kemanakah para generasi yang lebih muda daripada mereka? Mengapa sampai saat ini tidak ada di antara mereka yang menonjol dan mungkin dianggap kapable untuk suatu ketika memimpin kita? BK dulu menjabat Presiden kala usianya masih 44 tahun. Pak Harto naik saat usianya baru 46 tahun. Malaysia sempat punya putra mahkota, Anwar Ibrahim, yang saat ini belum genap 45 tahun. Anwar yang pemikirannya cemerlang dan mengarang banyak buku, memang mampu memperlihatkan kapabilitasnya sebagai calon pemimpin. PM jiran nan mini ini pun masih berkepala 5 dan telah disiapkan sejak usianya masih kepala 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah dalam pembinaan dan persiapan pengalihan tongkat estafet suksesi nasional? Apakah kaum tua gak cukup memberi kesempatan kepada generasi di bawahnya untuk tampil dan bersiap bertarung di skala tinggi? Ataukah kaum muda yang "pengecut" dan cuma berani berlindung di balik ketiak para boss nya? Ataukah kaum muda memang gak cukup tau diri untuk memperbaiki kualitas dan kapabilitasnya sehingga lahir dan tumbuh natural menjadi sosok pemimpin sejati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja fenomena yang ada, para kaum muda cuma berani "main keroyokan" di DPR. Cuma berani teriak-teriak meributkan suatu kebijakan lawannya, yang benar salah adalah salah di mata mereka tanpa bisa memberikan solusi pengganti yang lebih baik. Ironisnya, mereka justru mati-matian membela kepentingan mereka, seperti studi banding, naik gaji dll, dengan beragam dalih yang mudah dibuat. Mereka pun lebih snang menyusu pada induknya tanpa berani tampil sendiri gagah ke depan, sekaligus menunjukkan kekuatan dan kewibawaan sebagai sosok sang pemimpin mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rasanya ada yang salah. Yang salah itu adalah adanya missing link, sehingga tak lahir generasi berikutnya yang kharismatik di mata rakyat, tapi sekaligus mumpuni dalam kapabilitas dan kualitas, serta cuma visi, misi dan gagasan yang up to date. Masalah suksesi memang gak terkait dengan kita langsung secara individu. Me-missing-link-an ini agaknya malah luput dari perhatian banyak khalayak. Namun sesungguhnya di situlah point penting dalam menjaga kesinambungan kondisi kita ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya seorang pemimpin itu adalah suatu keniscayaan, dan diharapkan atau tidak dia akan tetap lahir. Namun pemimpin yang instan dan karbitan gak akan lebih baik daripada pemimpin buah dari penanaman yang tumbuh natural, serta ranum dan matang untuk siap dipetik dan dimakan. Entah siapa yang pasti sang pemimpin itu sudah digariskan lahir. Walau yang mengherankan sampai saat ini gak ada lagi orang yang sedemikian capable dan kharismatik dari angkatan lebih muda yang muncul ke permukaan. Wajarlah kalau rakyat banyak akhirnya lebih berpaling kepada sosok kakek dan nenek. Dari segi kualitas, kita punya banyak sumber. Tapi kharismatik, kepemimpinan serta visi dan misi yang up to date, belum ada satupun kaum muda yang membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kaum muda, dan mungkin dari generasi kita yang memamg mumpuni tampil sebagai pemimpin? Apakah kita gak malu, kalau lagi-lagi, harus terus menyusu dan dipimpin oleh kakek dan nenek yang mungkin visi dan misinya sudah gak up to date bahkan ada yang diragukan kualitas dan kapabilitasnya? Tapi mengapa justru rakyat malah berpaling ke mereka dan bukan kepada kaum muda yang mungkin punya kualitas? Adakah yang salah dalam pembinaan dan persiapan mereka? TANYA KENAPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, cuma miris juga lihat kenyataan yang luput dari perhatian, bahwa lagi-lagi para usia uzur harus naik panggung karena generasi di bawahnya gak ada yang nongol. Weird rasanya mendapat realita bahwa kita tidak menyadari keberadaan missing link dalam pencarian calon pemimpin kita. Itu kalau kita masih peduli dengan arah ke sana. Kalau gak peduli, ya udah sampai di sini saja dipikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-3575242165978429686?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/3575242165978429686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=3575242165978429686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3575242165978429686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/3575242165978429686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/missing-link-calon-pemimpin.html' title='Missing link calon pemimpin'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-1195199137442438453</id><published>2007-10-28T04:53:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T04:59:22.740-07:00</updated><title type='text'>Anak-anak karbitan</title><content type='html'>Posted: 8 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi cuci gudang mailbox, nemu email bagus dari seorang teman. Maaf kalau sudah pernah ada yang dapat. Isinya menarik dan bagus sekali, tentang Fenomena Anak Karbitan. Memang kini sedang marak upaya "penggegasan anak" dengan "memaksa mereka terbebani sesuatu yang belum saatnya. Kasian sekali mereka, apakah kekuatiran orang tua bahwa sang anak kalo gak dikompetisikan secara dini akan gagal total, harus mengorbankan masa indah anak-anak mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kanak-kanak adalah masa paling indah. Di masa itu mereka bermain sesukanya, bermain  sepuasnya, kalaupun salah tetap dimaklumi dan tetap disayang oleh semua orang. Anak-anak  memang menggemaskan. Kasian sekali kalau mereka akhirnya dikorbankan dan menjadi korban  paranoid orang tua, yang salah arah. Perkembangannya pun menjadi tidak natural pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang lalu, setidaknya ada 2 klien saya yang cerita mengenai kekhawatiran akan perkembangan anak mereka yang di sekolahnya dipacu dengan berbagai kegiatan, baru pulang sore hari, dan harus pula mengerjakan PR nya. Sampai klien saya itu berucap kepada isterinya saat sang isteri kuatir karena anak mereka yang SD itu, malamnya terkadang enggan belajar, dengan meminta sang istri membiarkan si anak bebas semaunya belajar. Kasian mereka Pak, begitu keluhnya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana menurut anda tentang Fenomena Anak Karbitan ini? Pendidikan yang bagaimana yang baik buat mereka? IMHO, pendidikan terbaik adalah dari orang tua dengan menanamkan  kesadaran pada si anak tanpa si anak merasa terpaksa. Dan yang tak kalah penting adalah balance antara pendidikan duniawi dan pendidikan akherat. Anak jangan cuma diisi materi tentang dunia saja. Namun pendidikan religius, terutama pendidikan akhlak juga harus dipupuk sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang terkadang dilupakan pula oleh para orang tua yang karena paranoid takut anaknya  kalah bersaing secara dunia, akhirnya hanya berkonsentrasi mempersiapkan duniawi sang anak belaka? Pendidikan dini yang baik amatlah penting, karena karakter dan sikap seseorang lebih mudah dibentuk di saat dia kecil, di saat otak dan kepribadiannya "masih lembek" dan mudah kita bentuk serta arahkan.Sekali lagi, menanamkan kompetisi kepada mereka sejak dini adalah sah-sah saja, namun tidak seyogyanya kita korbankan mereka dan masa indah mereka hanya demi sebuah ambisi duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg@hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Anak-Anak Karbitan oleh Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-Anak Karbitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang digegas Menjadi cepat mekar Cepat matang Cepat layu...Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Captive market I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di internet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidaktahuannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-Anak Yang Digegas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnva bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra scorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian ? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada scorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diajak berbicara dengan mcnggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State University . Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan pcnemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.&lt;br /&gt;Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasanmya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang dimana-rnana, termasuk di Indonesia...-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Early Ripe, early Rot...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak-Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal " The Process of Education" pada lahun 1960, la menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development"-.Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk... early ripe, early rot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep "kesiapan-readiness-" dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological limitiions on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak-anak menjadi cepat mekar. Anak -anak menjadi "miniature orang dewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak-anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa. sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata media telah memekarkan bahasa. berpikir dan perilaku anak lumbuh kembang secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnva saat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan ", sementara perasaannya menangis berteriak sebagai "anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang anak laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an...  I'm Nobody'S Child I'M NOBODY'S CHILD I'M nobody's child I'm nobodys child Just like aflower I'm growing wild No mommies kisses and no daddv's smile Nobody's louch me I'm nobody's child.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Berikutnya Terjadi... ketika anak memasuki usia remaja Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia remaja. Mereka tidak segan-segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidak patut. Patricia 0' Brien menamakannya sebagai "The Shrinking of Childhood'. " Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya", begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada teman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks " serunya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi cepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan! Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan untuk berkembang, .... sebuah proses dalam kehidupannya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas yang berkarier di luar rumah tidak menuliki waktu banyak dengan anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih mengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknva. Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella Syndrome" yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi rnenghindari kehidupan nyata yang mereka jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut berbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah. Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak--anak mereka. Tidak jarang para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di Iembaga pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERA SUPERKIDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan orangtua menjadikan anaknva "be special " daripada "be average or normal " semakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi "to exel to be the best". Sebetulnya tidak ada yang salah. Nanun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari, ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya...maka lahirlah anak-anak super---"SUPERKIDS'-". Cost merawat anak supcrkids ini sangat mahal.Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah...ketika anak-anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBAGAI GAYA ORANGTUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ketidakpatutan dalam memperlakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan -"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gourmet Parents-- (ORTU B0RJU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknya baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompok orangtua "gourmet " atau- kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;College Degree Parents --- (ORTU INTELEK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat pcduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids ", Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai buku bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gold Medal Parents --(ORTU SELEBRITIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini adalah kelompok orangtua Yang menginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiadc matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia . Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan merijadi "seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di suatu daerah kota propinsi di indonesia. puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta.Anak--anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara mata kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar. Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan kelular sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Mei lalu kita saksikan di TV bagaimana bintang cilik "Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya.Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid " --seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do-it Yourself Parents&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah., di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids"---earlier is better". Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outward Bound Parents--- (ORTU PARANOID)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril" dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prodigy Parents --(ORTU INSTANT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, narnun tidak berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya. 'Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak--anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman, atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika " karangan Siegfried, "Berikan Anakmu pemikiran Cemerlang " karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 6 Hari " karangan Sidney Ledson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encounter Group Parents--(ORTU NGERUMPI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak--anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya,lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milk and Cookies Parents-(ORTU IDEAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi orangtua yang melakukan "miseducation " dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya. Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan didirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMU HARUS TAHU BAHWA TIADA SATU PUN YAN6 LEBIH TIN66I, AtAU LEBIH KUAT, ATAU LEBIH BAIK, ATAU PUN LEBIH BERHARGA DALAM KEHIDUPAN NANTI DARIPADA KENAN6AN INDAH -TERUTAMA KENAN6AN MAN1S DI MASA KANAK-KANAK. KAMU MENDEN6AR BANYAK HAL TENTAN6 PENDIDIKAN, NAMUN BEBERAPA HAL YAN6 INDAH, KENAN6AN BERHARGA YANG TERSIMPAN SEJAK KECIL ADALAH MUNGKIN ITU PENDIDIKAN YANG TERBAIK. APABILA SESEORANG MENYIMPAN BANYAK KENAN6AN INDAN DI MASA KECILNYA, MAKA KELAK SELURUH KEHiDUPANNYA AKAN TERSELAMATKAN. BAHKAN APABILA HANYA ADA SATU SAJA KENAN6AN INDAH YANG TERSIMPAN DALAM HATI KITA, MAKA ITULAH KENAN6AN YAN6 AKAN MEMBERIKAN SATU HARI UNTUK KESELAMATAN KITA"-DESTOYEVSKY'-S BROTHERS KARAM0Z0V---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah "Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator sekolah Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran " ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam menskor" capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sEkolah. Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi ? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran ? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah--- dengan tugas-tugas dan PR yang menumpuk....Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90 % kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya. Dimana guru mengajar anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran banking system ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkompetensi Anak--- merupakan `KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasaYanig bertanggungjawab.-.. "(Nature versus Nurture). bagaimana ? Karena ada dua pengertian kompetensi----= ` kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri. Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun sesuai kehendak kita--sebagai komponen sentral dari konsep kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pebelajar, maka mereka juga dapat dibentuk melalui pembelajaran dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut : " Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and train him to become any type of specialist I might select--doctor, lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this talents, penchants.,;-, tendencies, vocations, and race of his ancestors ".Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini " setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada tahun 1976. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill) "dalam mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`The improvement in those areas were not the result of any magic program or any singular teaching strategy, they were... simply proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it has paid off in New Yersey".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. semestinya kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan kompetensi--kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara kognitif. oleh karena hingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran. Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti emosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja !. Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendidikan ! "Empty Sacks will never stand upright"---George Eliot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari "karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good and smart "-terang hati dan pikiran&lt;br /&gt;Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya ber jam jam untuk belajar anatomi tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Edison mengatakan bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration ". Semangat belajar ---"encourige' - Tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkan hati---kesukaan dan kecintaan--- belajar_ Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr). lnilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang terang hati dan terang pikiran--- "good and smart "--- merupakan tugas kita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya antara guru dan orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilah fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya era anak-anak karbitan ! Lihatlah nanti...ketika anak-anak karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Anak-Anak Karbitan oleh Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.&lt;br /&gt;&lt;&lt;a href="http://www.incredimail.com/index.asp?id=509&amp;amp;lang=9"&gt;http://www.incredimail.com/index.asp?id=509&amp;amp;lang=9&lt;/a&gt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-1195199137442438453?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/1195199137442438453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=1195199137442438453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1195199137442438453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/1195199137442438453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/anak-anak-karbitan.html' title='Anak-anak karbitan'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7986380969212923909</id><published>2007-10-28T02:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T02:57:46.004-07:00</updated><title type='text'>Pernik-pernik di sepanjang jalan tol</title><content type='html'>Posted: 7 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan tol Malaysia memang bagus, bersih dan "mengagumkan". Jalan tol mereka membentang dari ujung selatan menyambung ke Singapore, sampai ke ujung utara yang berbatasan dengan Thailand, yang jaraknya hampir 1000 km.  Kemudian jalan tol itu menyebar bagai spider web ke arah barat, timur dan berbagai penjuru. Total panjangnya ribuan kilometer. Konon katanya, Malaysia "pandai" dalam membangun jaringan tol ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menawarkan kepada konsorsium perusahaan untuk membuatnya dan memberikan hak kepada mereka untuk "mengutik" toll fare dari penggunanya selama beberapa puluh tahun, biasanya 30 tahun. Setelahnya, jalan tol akan total menjadi milik negara. Negara gak modal, tapi dengan memanfaatkan azas kerja sama, partner-nya pun untung, negara pun dibangun tanpa biaya. Langkah ini yang coba ditiru oleh Pemerintah kita melalui Infrastructure Summit uyng digelar tahun lalu, walau entah karena apa, kini follow up nya seperti mandek di jalan, dan konon salah satu beban terberatnya adalah masalah pembebasan lahan yang harganya naik menggila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos jalan tol sini, lumayan saja kisarannya. Hari lalu saya pergi ke daerah Pagoh, yang berjarak 140 km dari perbatasan Singapore. Untuk jarak tempuh 140 km ini, apabila melalui jembatan utama kedua (second link). biaya yang dikeluarkan adalah RM 3.10+8.40+17.10 = RM 28.60. Dikalikan dengan 2600, jadinya 140 km sama dengan 75000 rupiah. Kalau mau muter sedikit lewat first link atau cause way yang macet itu, kita akan menempuh tol sepanjang 100 km, dengan biaya hanya RM 17.10 atau 45 ribu rupiah. Masih lebih mahal daripada jalan tol Cipularang, yang sebelum kenaikan 4 September ini, dari Jakarta ke Pasteur berkisar total 36 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan tol yang mulus dan rapi, serta terkadang memapas bukit. Di kiri kanannya umumnya adalah perkebunan kelapa sawit, yang kadang diselingi gunung dan hutan serta deretan pohon jati muda. Istri dan anak saya, yang kadang  saya bawa berlibur ke Malaysia dengan bus, selalu menikmati sekali pemandangan indah di kiri kanan tol. Jangan tanya tentang kemulusan jalannya. Meski kualitasnya sedikit di bawah jalan-jalan di Singapore, aspal di sana mulus-mulus. Kemarin di daerah Machap, ada pemeliharaan jalan tol. Jalannya dibongkar sehingga sampai keliatan lapisan betonnya, untuk kemudian di atasnya diperkeras lagi dengan lapisan aspal yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan jalan tol mereka dilakukan secara reguler dan baik, mengingat pentingnya peranan jalan tol. Jalan tol adalah akses perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Pabrik, investor dan orang banyak sangat memerlukannya, karena yang namanya perpindahan barang atau orang di masa kini harus dilakukan secara cepat dan teratur  demi menunjang industri dll, yang ujungnya adalah demi masuknya fulus ke negara untuk kesejahteraan rakyat. Jangan coba bandingkan kondisi jalan tol mereka dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah jalan tol Cipularang, yang katanya karya anak bangsa pertama. Jalan tol terburuk yang pernah saya lalui. Harusnya fondasi beton ceker ayam itu dilapis ulang dengan aspal yang kokoh. Namun ternyata dibiarkan terlihat ugly begitu saja, entah apakah memang ada kerja sama dengan perusahaan ban, supaya para ban mobil mudah botak, ataukah alasannya lagi-lagi ketiadaan dana. Lucunya jalan tol Cipularang gak rata, naik turun kasar di sana-sini, bahkan kadang ada juga keretakan betonnya. Yang bikin "ketawa" lagi, acap kali jalan tol ini mengalami amblas. Selidik punya selidik, ternyata kekerasan fondasi dan penumpukan tanahnya adalah di bawah standar, serta para pembuatnya gak tau kalo di kolong jauh di bawah jalan tol ada sungai purba. Sorry ye gak tau, begitu katanya setelah kejadian amblas. Gak sempet neliti katanya, karena waktu pembangunannya dikebut, so sorry juga yee untuk kualitasnya. Halah non sense banget sih alasan para orang pintar kita itu. Mbok yaa sesuatunya harus dibiasakan untuk dikerjakan secara matang dan terencana. Piye toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan panjang yang tidak gratis ini kini namanya melambung karena Pemerintah menaikkan tarifnya. Untuk tol JORR tarif tol dipukul rata 6000 rupiah. Kebijakan ini sudah bagus, apalagi Pemerintah beralasan bahwa tol adalah untuk perjalanan jarak jauh dan bukan sebagai alternatif jalan jarak dekat. Gubernur Sutiyoso bahkan lebih keras lagi dengan mengatakan, kalau mau make jalan tol ya bayar, kalo gak mau bayar ya jangan dipake. Namun ridiculousnya, baru jalan beberapa hari, setelah menuai protes dari sebagian masyarakat, tiba-tiba kebijakan diubah lagi dan tarifnya dikembalikan ke tarif lama, dengan alasan salah hitung. Non sense banget gak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontoloyo memang, masak sih kebijakan bisa berubah-ubah dalam waktu singkat. Sudah bagus alasan dan sikap  kerasnya, namun kini kenapa harus melunak? Ketidaktetapan pendirian ini mencerminkan buruknya perencanaan kita terhadap suatu kebijakan dan menandakan plin plannya kita akan penegakan suatu keputusan. Ini kan secara gak langsung menjatuhkan kewibawaan pihak otoritas juga. Konyol banget keputusan gak matang tapi dipaksakan pelaksanaannya. Then, orang kita suruh bayar 6000 ribu protes. Padahal ngabisin rokok 2 kotak yang berharga 12 ribu, makan di KFC yang satu paket 20 ribu, belanja barang-barang mewah, serta sikap konsumtif, dll dilakukan dengan santainya. Kalau buat ngasih negara 6 ribu aja susah, tapi menghambur-hamburkan untuk sesuatu yang mungkin kurang perlu, gak masalah. Kasian deh negara kita, dah gitu pihak otoritasnya konyol dan gak tegas pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif jalan tol lainnya juga naik. Memang tarif tol di negeri kita masih termasuk yang termurah, bahkan kalau  dibandingkan dengan di Malaysia. Jadi kenaikan itu sudah wajar dan sebuah keniscayaan. Yang gak lucu, gara-gara tarif tol, harga-harga ikutan naik. Memang sebenarnya berapa persen sih komponen tarif tol di dalam harga barang? Permainan harga ini kan ulah tengkulak dan pedagang yang kejam, sejatinya. Tengkulak dapat barang murah dari petani dengan sistem ijon, dan menjualnya mahal. Begitu tarif tol naik, langsung dimasukkan ke dalam harga barang. Padahal kalau kenaikannya seribu, dan misalnya bawa pisang 1 ton, itukan berarti dalam 1 kg pisang beban tol cuma 1 perak. Lantas kenapa dinaikkan jadi 50 atau 100 perak? Begitu contoh simpelnya. Di kita memang banyak orang gila yang naikin harga seenak udelnya. Sayangnya gak ada yang minta agar alasan kenaikan  dikemukan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, kenaikan harga barang, juga berarti nilai uang turun. Turunnya nilai uang, berarti inflasi. Kasian rakyat lagi-lagi kena inflasi. Inflasi negeri kita sampai bulan ini sudah 6,5% lebih. Tahun 2005, inflasi sampai 18%. Tahun lalu gak tau berapa, kayaknya hampir 2 digit. Inflasi itu sama aja mengurangi gaji kita secara gak langsung. Kalau gaji cuma naik 5%, sedangkan inflasinya 10%, ya tekor dong, dan hidup makin susah. Contoh simpelnya lagi, kita mau beli TV harganya 1 juta. Karena sayang, kita tabungan aja uangnya, dan dapat bunga setahun 6%, dan tahun depan kita ambil sudah 1,06 juta. Dengan asumsi nilai barang itu tetap, dan inflasi adalah 12%, maka tahun depan ketika mau beli, uang kita udah gak cukup lagi. Karena inflasi 12% maka harganya menjadi 1,12 juta. Tekor gak tuh? Walau begitu masyarakat masih banyak yang tau apa itu inflasi, yang tau pada ngiyem kenapa gaji tiba-tiba dak cukup untuk kebutuhan hidup dan harga barang pada naik semua. Jeleknya Pemerintah gak pernah bisa mengontrol harga barang, dan membiarkan harga barang pokok sekalipun dikendalikan oleh mafia-mahia jahat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak sedikit yang protes terhadap kenaikan jalan tol, berdalih bahwa jalan tol macet melulu dan kondisi jalannya jelek. IMHO, setuju kondisi jalan kita jelek. Tengok saja sendiri ketipisan aspalnya. Trus di kawasan Karawang ada jembatan tol yang diperbaiki terus menerus di tempat yang sama. Dalam hati saya mengumpat, bego banget sih kita, perbaiki sekali saja dengan kualitas yang bagus, setelah itu gak perlu perbaikan dalam waktu singkat. Tapi memang banyak yang otak korupsi, jalan, termasuk jalan tol, diperbaiki asal-asalan biar tahun depan bisa diperbaiki lagi. Biar ada proyek terus gitu lho. Ini kan berarti ada pemasukan melulu buat pelakunya. Persetan negara mau merugi apa kagak, emangnya gue pikirin. Duh duh. Konon katanya pula, jalan tol selain jagorawi, bahu jalannya lebih sempit. Ini bukan apa-apa, melainkan emang sengaja dikorupsi. Bayangkan aja kalo lebar yang dikorup 10 cm saja, terus kalikan dengan panjangnya jalan tol dan biayanya per meter. Apa gak untung tuh? Sedeng memang yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masalah jalan macet, ini udah masalah klasik, walau sebenarnya membuktikan banyak orang kita yang kaya-kaya. Beli mobil gak mahal. Avanza aja udah 120 juta, dan cicilannya bisa 3-5 jutaan sebulan. Berapa pastinya standar gaji kita, wallahu 'alam, walau ada yang bilang agak bawah, tapi kok pada mampu beli or nyicil mobil plus rumah? Wahh, kalo itung-itungan gini, aye gak tau deh, karena banyak hal ajaib dan jangan tanya darimana datangnya duit itu. Husnudzhan aje, biarin itu urusan orang dan urusan die dengan Tuhan. EGP aje deh yee. Jalan tol dalam kota macet memang karena sudah gak kuat nampung pertumbuhan mobil kita alias gak kuat nampung pertumbuhan orang kaya di negeri kita. Di Singapore, jumlah mobil bisa dikontrol, tapi di Indonesia mana bisa, bisa-bisa didemo melanggar HAM dan demokrasi. Mau bikin jalan tol baru lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya lagi-lagi klasik, pembebasan lahan jadi kendala. Harga tanah di tempat jalan tol tiba-tiba naik drastis. Ini yang gila dan bikin negara bangkrut. Masak jalan tol Cikunir dulu mau diduitin per m2 itu 1,5 juta rupiah lebih? Aturan dari mana? Sialnya katanya banyak oknum Jasa Marga yang bermain. Mereka tau daerah ini itu mau dijadikan jalan tol. Lantas mereka beli tanah-tanah di situ tapi atas nama orang lain. Begitu proyek keluar, harga tanah di mark up, kan gede banget tuh untungnya. Trus bayar deh orang kampung buat demo dan blokir jalan. Atau juga bersama-sama orang kampung, demo dan blokir jalan. Enak gak tuh bisa dapat duit banyak tanpa usaha keras. Walah yang kayak gini sumpahin aja biar masuk sinetron Hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kita sendiri juga gak mau jujur. Saya sendiri bar menyadari ketika beli rumah di kawasan Cipulir. Rumah dengan luas sekian harganya sekian. So kita tau kira-kira per meter persegi berapa nilai tanah dan bangunan. Trus tanya orang-orang di situ pasaran harga tanah berapa. Di Cipulir katanya kini harga tanah sudah sampe 2 juta per m2. Tapi yang saya bingung di NJOP nilainya cuma 800 ribu. Timpang banget. Dari situ saya ngerti disparitasnya. Rakyat maunya tanahnya dihargai sesuai harga pasar, misalnya di Jatikunir itu, sekitar 1,5 juta-an. Kalau memang harga pasar segitu, harusnya NJOP nya juga ditulis segitu, dan pajak ke negara nambah. NJOP di situ mungkin cuma 300 ribu. Tapi rakyat maunya, NJOP dihitung berdasarkan nilai 300 ribu, biar pajaknya kecil, tapi ketika minta ganti rugi, maunya diganti yang gede jadi 1,5 juta. Siauww banget dan bokis. Kalau di Singapore, Pemerintahnya tegas, harga tanah dinilai layak, tapi kalo digusur ya segitu, gak ada lagi protes ini itu. Jadi rakyat dapat hak dan kewajibannya, dan gak seenak udelnya bikin aturan menurut versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya jalan tol adalah suatu keniscayaan dan hal yang wajar. Tapi Jasa Marga memang harus memperbaiki kualitas dan pelayanannya, dan itu dilakukan sambil jalan. Yang dikuatirkan kita semua, tarif naik, pelayanan sama, terus lari ke mana uangnya? Emang gue mau gitu ngasih duit buat nebelin kantong para penggede mereka yang sebagian mungkin koruptor juga. Susahnya di sini, masing-masing gak ada rasa saling percaya malah yang ada saling curiga. Akhirnya permasalahan bangsa secara keseluruhan adalah mmbluet hasilnya. Semua pada bokis dan gak mau rugi, trus kalo disuruh berkorban, takut duit yang dikorbankan itu dikorupsikan. Tapi kalo gak ada yang berkorban buat negara, negara mana punya duit buat membangun dan membetulkan. Jadinya ribet kan tuh, kayak ayam dan telur dan mbulet melulu jadinya tanpa ujung pangkal dan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya ya cuma satu, sang pemegang otoritas harus tegas tapi tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Apa yang diamanatkan ke mereka, harus dikelola untuk rakyat dan hasilnya dikembalikan serta dapat dinikmati oleh rakyat. Kalo ada yang gak setuju dengan kebijakan, biarin aja, asalkan kita sudah punya perencanaan matang dan dapat mempertanggungjawabkannya. Pro kontra atas suatu tindakan adalah hal biasa, apalagi, meski rambut sama hitam kita adalah individu yang berbeda dari semua sisi. Kembar identik sekalipun gak akan punya kesamaan persis. Jadi biarkan aja pro kontra dan itu hak mereka. Yang penting kita go ahead untuk kemashlahatan umum karena sudah mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita gak bisa hidup dan punya perencanaan berdasarkan apa kata orang. Masukan dari luar bagus, namun bukankah yang menentukan keputusan akhir haruslah pemerintah juga, karena mereka yang punya otoritas dan diamanatkan. Sama seperti di tingkatan individu. Kita perlu mendengarkan nasehat orang. Namun keputusan akhir ada di tangan individu ybs, karena hidup itu adalah hidup dia, jadi dia lah yang paling berhak menentukan dan dia yang paling tau kemana jalan hidupnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar opini, mohon maaf kalau gak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-7986380969212923909?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/7986380969212923909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=7986380969212923909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7986380969212923909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/7986380969212923909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/pernik-pernik-di-sepanjang-jalan-tol.html' title='Pernik-pernik di sepanjang jalan tol'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-2714500411114052747</id><published>2007-10-28T02:49:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T02:51:14.328-07:00</updated><title type='text'>Kebesaran Allah tidak dengan dipas-pas-in</title><content type='html'>Posted: 7 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email tentang batu Al Aqsha adalah jadul, dan saya sudah pernah mendapatkannya 1-2 tahun lalu. Saya juga mendapatkan blog dan referensi bahwa foto itu buatan adanya. Cuma saya lupa karena gak tertarik tertarik dengan yang begini-beginian, apalagi dengan hal mencocok-cocokkan alias memaksakan suatu kejadian ke Al Qur'an. Semisal Peristiwa 911, dipaksakan cocok dengan Al Qur'an. Padahal Al Qur'an adalah pedoman hidup dan nilai gak serendah itu seperti yang  dipakai oleh sebagian pemaksa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang, terkadang adek saya menyetel DVD tentang fenomena aneh alam, yang dipaksa dihubungkan dengan kebesaran Allah. Taruhlah seperti buaya berkepala manusia, pohon yang membuat formasi tertentu, anak durhaka jadi duyung dll. IMHO, kebesaran Allah itu banyak, dan bisa kita pelajari langsung. Kalau kita menghayati bagaimana keteraturan alam semesta ini, keberadaan lapisan atmosfir, kandungan alam, bahkan tubuh kita sendiri, tentulah kita akan sangat amat berpikir bahwa keteraturan itu memang ada dan gak mungkin terjadi dengan sendirinya. Inilah bukti keberadaan Allah yang harus kita sembah. Banyak banget fenomena alam yang secara langsung menunjukkan kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kebesaran Allah gak perlu ditunjukkan dengan hal-hal ganjil dalam bentuk foto-foto dll, yang kini banyak disebarkan di masyarakat. Bisa aja foto-foto dan content DVD itu adalah fiksi dan rekayasa belaka, dan untuk itu perlu diuji dengan pembuktian ilmu. Fenemona alam ini sudah terlampau banyak untuk menunjukkan kebesaran Allah, lantas mengapa Allah harus dengan sengaja menunjukkan yang ganjil-ganjil membentuk formasi nama Allah dalam bahasa Arab? Perlukan  sampai demikian? Wallahu 'alam, biarkan itu rahasia Ilahi. IMHO, saya meragukan bukti-bukti janggal itu sebelum mampu dibuktikan secara ilmiah, dan IMHO lagi, gak perlu mempelajari kebesaran Allah dengan bukti-bukti seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang benar foto-foto itu adalah rekayasa, walaupun bermaksud baik demi menunjukkan kebesaran Allah, tetap saja, niat baik, kalau cara tidak baik nilainya akan minus. Robin Hood berniat baik membantu si miskin, namun caranya dengan merampok, apakah hal itu bisa dibenarkan? Niat baik harus diwujudkan pula dengan cara yang baik. Namun kalau foto-foto itu bukan rekayasa, biarlah itu menjadi rahasia Ilahi. Ngepas-ngepasin apalagi maksain sesuatu bahkan sampai tahap ke "pembohongan", sekalipun niatnya baik, sekali lagi, akan kontra produktif. Mengapa masyarakat tidak diajak berpikir untuk memahami kebesaran Allah di alam ini? Agar mereka paham setelah memahami dengan akal pikirannya, dan bukannya dengan "pemaksaan" lewat hal instan seperti itu yang mendidik. Sudah saatnya umat diajak lebih jauh berpikir, dan bukankah derajat mereka yang disebut Ulil Albab itu tinggi di mata Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kalau ada kekurangan dan kesalahan dalam opini hamba yang dhaif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-2714500411114052747?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/2714500411114052747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=2714500411114052747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2714500411114052747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/2714500411114052747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/kebesaran-allah-tidak-dengan-dipas-pas.html' title='Kebesaran Allah tidak dengan dipas-pas-in'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-8102226649240077898</id><published>2007-10-28T02:45:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T02:46:52.850-07:00</updated><title type='text'>Menyensor berita yang tak perlu adalah perlu</title><content type='html'>Posted: 5 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kagak sangke, minggu lalu ternyata di antara kerumunan banyak orang, ada seorang pelarian NS-man dari camp Mandai, berjalan-jalan di Orchard sambil menenteng SAR-21 riffle lengkap berikut amunisinya. Masih untung, doi yang bau kencur itu cuma anak iseng yang bawa kabur senjata buat iseng-isengan. Coba kalo doi itu seorang psikopat seperti Mr. Choi di Virginia, bisa habis deh banyak orang di Orchard  minggu lalu. Singapore yang konon katanya pengamanannya ketat karena didukung oleh wilayahnya yang seupil, ternyata bisa kecolongan juga oleh anak bau kencur. Apakah ini keteledoran yang tak disengaja dan kebetulan ataukah memang ada kerapuhan di sistem mereka? Gak kebayang kalo yang melakukannya konon orang ang dicap teroris, kalau memang teroris benar-benar ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang bagus, seperti biasa, berita berbahaya seperti ini tidak diluluskan sensor untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum, sampai persoalan itu tuntas diselesaikan. Alasannya apa lagi kalau bukan untuk mencegah kepanikan yang tak perlu di masyarakat. Kebayangkah anda, kalau masyarakat tau, lantas panik di sana-sini, ujung-ujungnya bisa berimbas ke hal ekonomi karena masyarakat jadi enggan keluar rumah untuk berbelanja maupun makan di luar. Bahkan kelalaian ini pun bisa menjadi amunisi politik untuk menembak sistem pengamanan maupun kinerja Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin lagi deh kalau kejadiannya ini terjadi di Jakarta. Udah pasti dalam hitungan menit, di Detik.com dan media online lainnya, serta di Radio macam Elshinta, akan langsung dirilis beritanya. Kemarin saja ada mbak-mbak yang rambut sedengkulnya dipotong oleh orang iseng di bus, bisa menjadi berita heboh, dan boleh jadi menjadi headline di koran kuning sekelas Lampu Merah, Pos Kota, Rakyat Merdeka dll. Emang negeri kita kreatif banget dalam mencari berita, sampai-sampai berita kecil tentang rambut dipotong saja rame-rame diwartakan, bahkan berita-berita sampah macam aktivitas selebritis selalu digaungkan via tayangan infotaintment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita kadang memang perlu dipilah, dan serta ditimbang manfaat dan mudharatnya sebelum dirilis ke masyarakat. Gak semua orang perlu tau semua berita. Konsep begini sepertinya gak demokratis dan "melanggar" HAM orang untuk mendapat kebebasan mengkonsumsi berita. Namun sebenarnya manakah yang lebih penting, untuk kasus tertentu, apakah demokrasi bebas dan HAM atau kemashlahatan umum? Dulu sebenarnya, sebelum era reformasi, kita sudah punya konsep yang lumayan dalam bentuk Deppen. Namun sayangnya Deppen disalah-gunakan hanya sebagai corong untuk Pemerintahan yang berkuasa, dan mengkorupsi terlalu banyak realita yang perlu diketahui oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun alasannya, IMHO, kebebasan yang kita nikmati di era reformasi ini adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya dan tak bisa dinilai dengan uang. Tapi kenapa sepertinya terkadang kita kebablasan menerjemahkan apa yang namanya demokrasi dan kebebasan itu menjadi bebas tak terbatas. Pemerintah yang kuat tetap diperlukan untuk mengontrol apa yang namanya kebebasan. Orang boleh sama hitam rambutnya, namun pikirannya beragam satu sama lain meskipun orang itu adalah kembar identik. Apakah kita harus dengar pendapat semua orang dalam menentukan suatu kebijakan? Bisa-bisa kita bingung mau kemana. Ke kiri dihantam orang, ke kanan digetok yang lain. Mundur ditendang , maju pun ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emha Ainun Najib bilang, kita ini masih tenggelam dalam euforia kebebasan tanpa batas setelah berada dalam kungkungan suatu rezim selama puluhan tahun. Ibaratnya kita seperti orang yang bangun kesiangan, terkaget-kaget melihat mentari sudah di atas kepala. Sudah saatnya Pemerintah harus lebih kuat dan berani. Setiap kebijakan itu ada pro dan kontranya, dan gak mungkin memuaskan semua orang. Biarin aja orang protes, karena itu sudah hak mereka, namun selama kita punya alasan kuat atas kebijakan itu serta lebih banyak manfaat daripada mudharatnya, the show must go on. Gak seperti kasus tol JORR, yang kemarin dinaikkan pukul rata ke 6000 ribu rupiah, eee besoknya setelah dihujat sebagian orang, dikembalikan ke tarif lama. Suatu langkah konyol yang menyiratkan ketidakmatangan pengambilan keputusan yang sekaligus menjatuhkan wibawa pihak otoritas sendiri. Ini malah kebalikan dari cerminan Pemerintah yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengontrolan berita memang menjadi salah satu upaya dan cermin dari Pemerintah yang kuat. Meski kalau kebablasan justru malah jadi senjata pengekang kebebasan yang sama sekali tidak kita inginkan. Terlalu ketat sangat tidak baik dan berpotensi pengkorupsian berita untuk kepentingan kalangan tertentu. Namun terlalu longgar juga sangat tidak baik, karena mau gak mau berita-berita rubbish pun yang mungkin gak berguna sebagai nutrisi otak kita, harus kita telan pula. Seperti kata di dalam salah satu hadits, makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jadi setiap sesuatu itu yang bagus memang yang berimbang termasuk dalam berita ini. Dan menyensor berita itu juga perlu, karena hadits juga menyuratkan apabila datang berita dari "pihak luar" janganlah lantas ditolak namun jangan pula lantas dipercaya. Konsep penyensoran sudah ada, dan itu demi kemashlahatan yang lebih besar, so why not kita menjalankannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa Fariz&lt;br /&gt;Web Blog: &lt;a href="http://papafariz.blogspot.com/"&gt;http://papafariz.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FS Account: &lt;a href="mailto:boedoetsg%40hotmail.com"&gt;boedoetsg@hotmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2090732027192030220-8102226649240077898?l=papafariz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://papafariz.blogspot.com/feeds/8102226649240077898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2090732027192030220&amp;postID=8102226649240077898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8102226649240077898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2090732027192030220/posts/default/8102226649240077898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://papafariz.blogspot.com/2007/10/menyensor-berita-yang-tak-perlu-adalah.html' title='Menyensor berita yang tak perlu adalah perlu'/><author><name>Papa Fariz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03960987425905073818</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_lTzKJQkYIFw/R0_t_IsT3eI/AAAAAAAAAB4/Um8xx5yl4Nk/S220/Wahyu02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2090732027192030220.post-7419126890052805436</id><published>2007-10-28T02:13:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T02:18:09.323-07:00</updated><title type='text'>Sayounara IPTN, tempatmu hanya ada di memori kita</title><content type='html'>Posted: 4 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu 'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/04/time/115610/idnews/825409/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/indexphp/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/04/time/115610/idnews/825409/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuntas" sudah perjalanan salah satu BUMN yang pernah jadi kebanggaan nasional. PT Dirgantara Indonesia, yang dulu dikenal dengan nama IPTN, divonis PAILIT alias bangkrut oleh Pengadilan Niaga kita. Apa yah konsekuensi dari dinyatakan pailit? Saya pribadi gak tau persis, namun rasanya semua properti akan disita untuk kemudian entah dilelang atau apa dan dibagikan kepada pihak yang merasa dirugikan, dan bentuk real dari perusahaan itu akan hilang di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, suatu kisah sedih terpuruknya aset teknologi nusa dan bangsa. PT DI sendiri konon didirikan atas permintaan Habibie sebagai syarat agar beliau mau balik ke Indonesia karena sumbangsihnya diminta oleh Pak Harto. BJ Habibie yang di domestik kadang dicaci maki, namun di dunia internasional, khususnya di dunia aviation dihormati banyak orang, dulunya adalah salah satu wakil direktur di perusahaan penerbangan Jerman. Genius bangsa ini memegang hak paten perhitungan keretakan atom di badan pesawat, di mana paten maha penting ini sangat terpakai dalam manufakturing berbagai jenis pesawat. Tanpa jadi presiden pun beliau sudah cukup kaya raya dengan royalti yang diterimanya, dan kini lebih memilih "mengasingkan diri" ke Jerman dan menikmati hari tuanya di sana sembari menemani sang isteri yang sakit, daripada tinggal di domestik dan hanya menuai hujatan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, PT DI sempat bekerja sama dengan Cassa untuk menciptakan pesawat CN-235 Tetuko. Langkah ini dilanjutkan dengan keberhasilan memproduksi pesawat, yang sekalipun masih memakai propeller, N-250, sebuah pesawat mesin ganda turbo ber-propeller, dengan kapasitas 50 kursi. Pesawat ini sempat dijajakan di berbagai negara. Laku atau tidaknya saya kurang tau. Namun yang jelas isu yang sampai ke telinga kita, dana reboisasi, adalah di"salahgunakan" dengan disalurkan ke IPTN untuk pengembangan proyek di sana. Di era krisis ekonomi, pesawat buatan IPTN pun sempat dijual ke Thailand, namun imbal baliknya adalah beras ketan dan bukan uang. Karenanya banyak yang menyindir sebagai teknologi tak guna karena cuma bisa ditukar dengan beras ketan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, IPTN terus jatuh bangun, bahkan konon katanya, demi menghidupi perusahaan itu, panci pun sempat dibuat di sana. IPTN tidak bisa lagi menyusu di era reformasi, sedangkan badannya telanjur gemuk karena kelebihan pegawai, dan ketidakseimbangan pemasukan serta pengeluaran. Akibatnya dengan berat hati, ribuan karyawan dipangkas, yang memicu pada demonstrasi yang berakhir di ujung pengadilan yang membangkrutkan IPTN. Sebenarnya di situ banyak sekali pegawai yang bergelar doktor dan orang-orang pintar kita. Dulunya memang IPTN menjadi primadona, dan mampu memberikan kesejahteraan agak lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini orang pintar itu kita banyak yang putus asa dan bertebaran di berbagai negara. Padahal mereka sesungguhnya aset bangsa yang sangat berharga. Menurut seorang teman yang kakaknya adalah engineer di IPTN, banyak jebolan IPTN yang kini direkrut oleh Boeing dan Mc Douglas. Bahkan, imbuh teman saya yang lain, Malaysia yang kini mulai melirik industri penerbangan, menempatkan para jebolan IPTN dalam posisi yang tinggi di tempat mereka. Orang pintar itu sebenarnya banyak yang idealis. Mereka gak berpikir neko-neko. Namun karena keadaan memaksa, apa boleh buat kadang mereka harus mengorbankan idealisme dan nasionalisme mereka, dengan memberikan kepiawaiannya kepada bangsa lain demi sesuap nasi sebagai penyangga hidup mereka. Sangat ridiculous apabila kesalahan dibebankan kepada mereka semata, padahal mereka juga manusia biasa yang butuh kesejahteraan cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat kuliah di negeri utara sana, saya pernah berbincang dengan rekan yang tau banyak tentang IPTN. Saya tanyakan kepadanya, kenapa Pak Habibie ngotot menciptakan sesuatu yang akhirnya dilecehkan orang karena ditukar dengan beras ketan? Apakah gak lebih baik kita konsentrasi pada pengembangan ilmu pertanian karena kita negara agraris? Bukankah teknologi secanggih itu belum berdaya guna buat kita yang lebih butuh uang segar, sedangkan menjual pesawat itu tidak mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman yang satu ini, konsep pemikiran beda. Pak Habibie adalah seorang teknokrat dan teknolog. Tentulah tidak bisa dibilang sepandai ahli ekonomi yang mampu menghitung detail, ataupun yang maunya langsung dapat uang segar dari suatu usaha. IMHO, kalau kita lihat, memang yang namanya teknologi dan RND itu adalah suatu investasi di masa depan. Hasilnya boleh jadi tidak nampak jelas di masa kini, namun itu tetaplah penting, karena suatu ketika kita harus jadi deasiner dan bukan tukang jahit. Tukang jahit cuma hidup dari order yang datang. Order tak datang matilah dia. Kalau desainer, dia sanggup berinovasi, untuk menyuguhkan desain terbaru bahkan memperluas market dengan kepiawaian dan desain ciptaannya. Namun untuk bisa ke sana, desain pun perlu belajar, perlu invest di bidang RND, dengan belajar dll. Sama halnya dengan kondisi bangsa yang pengen maju, yang juga harus bersikpa seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Habibie, konon katanya, memegang konsep terbalik. Kalau ingin membuat suatu rumah, rumah yang ada kita bongkar dan pasang kembali, kemudian per bagiannya kita teliti satu per satu dan kita buat sendiri dengan skill dan kemampuan kita. Kalau harus belajar dari ilmu material, yakni apa itu bahannya, lantas belajar buat jendela dulu, lalu buat pintunya dll, akan memakan waktu yang lama. Langsung saja buat rumahnya, dengan demikian kita dengan sendirinya akan dituntut untuk belajar tentang window, pintu dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan beliau, dengan melompat ke teknologi pesawat yang lebih tinggi, teknologi di bawahnya, dengan sendirinya akan terbawa, alias akan mudah kita kuasai. Membuat pesawat tidaklah m
