Sunday, June 17, 2007

Jalan terjal "sang musuh bersama"

Posted: 4 Mei 2007

Assalaamu 'alaikum,

Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba nama Soegiharto yang menteri BUMN ini mencuat sebagai menteri pertama yang bakal kena reshuffle. Nama pria bertubuh gempal ini pun ada di urutan nomor satu, menteri yang direkomendasikan untuk di expel, dalam daftar hasil bincang-bincang heboh di Hotel Four Season antara Aksa Mahmud, ipar Wapres JK yang juga Wakil Ketua MPR, dengan para pimpinan fraksi, minus F-PKS, F-PPP dan F-PDIP.

Ada apa dengan pria yang pernah menjadi direktur keuangan Medco Energy ini? Mengapa kini tiba-tiba dia bak menjadi musuh bersama para elit poli-tikus negeri kita?

Ditilik dari kinerjanya, Menneg BUMN ini tidak bisa dibilang buruk, walau ada yang menilai tidak juga bisa dibilang baik karena berbagai kekisruhan manajemen di berbagai BUMN. Di bawah tangan dingin Pak Sugi, laba tahunan BUMN meningkat sebesar 35%, dari 40 trilyun rupiah menjadi 54 trilyun rupiah di tahun 2006.

Setoran BUMN ke negara pun meningkat di tahun yang sama, sebesar hampir 30%, dari 54 trilyun menjadi 69 trilyun. Suatu pencapaian yang cukup bagus, sehingga wajarlah kalau Pak Sugi berkata bahwa ia telah berupaya maksimal, dan baginya jabatan itu adalah amanah Allah. Kalau diberhentikan ya sudah, yang terpenting bagianya beliau sudah berusaha maksimal.

Pria yang satu ini juga dikenal sebagai ustadz. Suatu ketika dalam perayaan keagamaan di kantornya, ustadz kondang yang dijadwalkan mengisi siraman ruhani, tak kunjung tiba pada jadwalnya. Akhirnya Pak Sugi sendiri yang berdiri di atas mimbar untuk menggantikan sang ustadz, memberikan ceramah keagamaan. Untuk bersih-bersih BUMN, Pak Sugi membentuk special task force yang dikomandani oleh Lendo Novo.

Mas Lendo dikenal sebagai aktivis pergerakan Islam, yang keras tegas dan taat. Ancaman sana-sini dalam mengusut kaus korupsi di BUMN, sudah biasa baginya. Beberapa bulan lalu Mas Lendo pun sempat difitnah melalui edaran surat kaleng. Namun itu belum seberapa, suatu kali di jalan protokol beliau dihadang sekelompok. Tanpa ba bi bu, beliau langsung dibacok. Alhamdulillah, Allah SWT nyawanya masih diselamatkan Allah SWT.

Kementerian BUMN ini sebenarnya tidak menyentuh langsung perekonomian rakyat banyak. Namun mengapa para elit politisi meributkannya? Sudah jadi rahasia umum bahwa BUMN sering kali dijadikan sapi perah para parpol. Di situlah tambang uang mereka.

Pada masa pemerintahan yang lalu pun, begitu banyak BUMN kita yang meskipun sehat, namun "harus di divestasi". Alasannya demi mengejar setoran ke BUMN. Dan semua sudah tau, penjualan BUMN ini bukan tanpa komisi. Sudah pasti komisinya berlipat dan entah lari ke siapa.

Wajarlah, banyak parpol yang mengincar kementerian ini. Siapa sih yang tak tergiur dengan goyangan fulus? Cuma malaikat dan nabi saja yang mampu menampiknya. Paling tidak, siapa pun menterinya, diharapkan dia tidak meng-kuyo-kuyo jajaran direksi BUMN yang ada, yang mungkin berkaitan dengan para parpol tertentu.

Pak Sugi pun kini harus berjuang sendirian menghadapi semuanya. F-PPP yang dulu menggolkannya kini tidak lagi berdiri di belakangnya. Semalam dalam wawancara di media massa, beliau hanya berujar bahwa Pak SBY sudah cukup tau bagaimana menilai kinerja para menterinya. Namun dalam realita-nya, sayangnya bukan cuma kinerja yang dilihat, namun dagang sapi juga memegang peranan penting.

Hmm, ternyata jalan untuk menebang pohon yang bernama KKN itu masih panjang. Selalu saja ada rintangan di sana-sini. Tentunya yang mau ditebang tidak akan pasrah begitu saja menyerahkan lehernya. Tentulah mereka sudah mempersiapkan langkah khusus untuk balik menjegal calon penjagalnya.

Di dunia realita ini, kebaikan memang tidak selalu menang. Yang terbaik pun tidak selalu menjadi kampiun. Dan sudah menjadi Sunatullah, bahwa jalan menuju surga dan kebaikan adalah jalan yang penuh dengan onak dan duri. Sedangkan jalan menuju neraka dan kejahatan, justru penuh dengan gelimang kenikmatan dan semulus jalan tol.

Kita lihat saja apakah Pak Sugi bakal kena tebas atau tidak. Kalaupun tidak ditebas, tentunya di sisa masa jabatannya, beliau akan kembali dikuyo-kuyo. Kalaupun beliau akhirnya diganti, semoga penggantinya bisa se-konsisten beliau dan tetap komitmen untuk memberantas KKN. Memang penyakit yang satu ini, yang bernama KKN, adalah akar dari semua permasalahan bangsa kita.

Wassalaam,

Papa Fariz
FS account: boedoetsg@yahoo.com

No comments: