Posted: 3 Mei 2007
Assalaamu 'alaikum,
Chelsea quadraple? MU treble? All England Final? Akhirnya semua itu hanya menjadi mimpi belaka yang tak pernah terwujud. Alih-alih final impian MU vs Chelsea yang terwujud, ternyata malah ulangan final 2005, AC Milan vs Liverpool yang jadi kenyataan.
Chelsea yang pincang karena banyak bintangnya yang cedera, serta memilih pola defensif 4-5-1, memang pantas kalah. Totally can't attack dan ball possesion adalah 64% untuk Liverpool. Disallowed goal by Dirk Kuyt sebenarnya sudah mengakhiri permainan mereka. 1-0 untuk Liverpool yang kemudin dengan confidence memenangkan adu penalti.
MU, yang begitu digdaya di liga domestik, ternyata tak berdaya dihantam mesin tua AC Milan yang hampir karatan. Kekalahan 2-3 di Old Trafford dibalas 3-0 di San Siro. Ronaldo yang didengung-dengungkan sebagai calon pemain terbaik dunia, ternyata bertekuk lutut pada pesaing beratnya Kaka, yang menceploskan 3 gol ke gawang MU.
AC Milan vs Liverpool, siapa menang? 3 tahun lalu, AC Milan yang sangat difavoritkan, harus kalah tragis via adu penalti, setelah sempat unggul 3-0. Tahun ini, AC Milan yang sudah karatan dengan rata-rata usia pemain di atas 30 tahun, berbalik menjadi posisi underdog. Mampukah kecepatan tim turnamen dari daratan Inggris menang secara meyakinkan kali ini? Ataukah pengalaman para pemain gaek di AC Milan mampu mempersembahkan kado perpisahan buat diri mereka sendiri yang sebentar lagi pensiun?
Quadraple, treble dan all England final telah melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi. Dan kini semua sadar, khayalan itu tak kan pernah jadi kenyataan, karena kualitas tim yang diharapkan, tak mampu mengangkat mereka ke ujung langit, melainkan malah kini menghempaskan mereka kembali ke bumi.
AC Milan vs Liverpool in Athena, Kamis dinihari 24 Mei 2007.
Wassalaam,
Papa Fariz
FS account: boedoetsg@yahoo.com
No comments:
Post a Comment