Posted: 7 Mei 2007
Assalaamu 'alaikum,
http://www.youtube.com/watch?v=Qjkf16n84hI
Bingung ngumpul reguler namun non formil? Gak usah pusing, solusinya mudah, yakni Arisan. Boleh jadi arisan merupakan budaya Indonesia yang merupakan perlambang dari sifat persaudaraan kita sekaligus untuk cara efektif menjalin tali silaturrahmi.
Sebenarnya ada beberapa cara no formil lainnya yang sering dijadikan fasilitas gathering. Di antaranya adalah forum kesamaan sesuatu, semisal hobby dll, atau pun pengajian. Pengajian dan forum, cenderung jatuhnya bersifat suka rela. Gak datang pun gak masalah, karena gak ada komitmen maupun loyalitas. Namun kalau keduanya sudah diformilkan, maka jatuhnya akan dituntut loyalitas dan komitmen.
Arisan berada di tengah-tengah. Di situ gak ada loyalitas, yang ada hanyalah komitmen. Maksudnya komitmen membayar, lebih bagus lagi komitmen datang untuk tiap kali acara. Ini kelebihan arisan, yang sampai kini masih dipraktekkan secara luas di masyarakat, baik yang konotasinya baik maupun yang konotasinya buruk (kayak di film Arisan).
Keluarga besar dari kampung halaman orang tua saya, sampai saat ini aktif mengadakan arisan bulanan sebagai pilar utama paguyuban mereka. Apa bisa gitu dikumpulin mereka via pengajian ataupun forum? Forum hobby? Susah brur, gak semua orang punya hobby yang sama.
Pengajian? Wew, gak semua orang doyan dengerin ceramah apalagi kalo pak ustadz nya membosankan. Di samping acara utamanya arisan, di situ jadi ajang ngumpul santai, bicara ini itu, dan kalau memang perlu dirapatkan sesuatu yang penting, dengan mudah dijalani, toh orang-orangnya sudah pada ngumpul kok.
Di RT sebelah dekat rumah, ngumpulin orang juga dilakukan oleh Bu RT dengan jalan mengadakan arisan RT. Apalagi yang bisa bikin mereka ngumpul reguler, selain lewat arisan. Kegiatan lain, semisal perayaan ini itu, waktunya kan gak reguler. Wew, jadi ingat jadi semasa kecil dulu sempat tinggal di perkampungan padat di kawasan Kemayoran. Di situ acara paling menarik dan paling heboh adalah arisan RT. Kagak pake acara masak-masakan, yang penting semuanya kumpul di depan rumah salah satu warga sambil ngocok arisan. Jadi kangen masa-masa itu.
So, masih bingung buat ngumpul-ngumpul reguler yang non formil? Adain aje arisan. Loyalitas gak perlu, namun komitmen tetap ada. Coba deh sampeyan abis narik arisan, trus gak nongol lagi apalagi gak bayar, bisa-bisa benjut tuh dijitakin member lainnya.Arisan yuk, arisan!
PS: Sila dibuka video klip-nya. Arisan heboh, apalagi ada "Tombo Ngantuk"-nya.:)
Wassalaam,
Papa Fariz
FS account: boedoetsg@yahoo.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Arisan
Arisan adalah kelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian.
Di Indonesia, dalam budaya arisan, setiap kali salah satu anggota memenangkan uang pada pengundian, pemenang tersebut memiliki kewajiban untuk menggelar pertemuan pada periode berikutnya arisan akan diadakan.
Arisan beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun kegiatan ini juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur "paksa" karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan.
No comments:
Post a Comment