Sunday, June 17, 2007

Takluknya "sang musuh bersama"

Posted: 7 Mei 2007

Assalaamu 'alaikum,

Akhirnya Pak Soegiharto benar-benar terpental dari Kementrian BUMN, meskipun sanggup menorehkan prestasi meningkatkan profit BUMN sekitar 30%.

Ketika kabar Pak Sugi akan dibuang berhembus, Ketua FSB-BUMN Pak Fransiscus Xaverius Arief Supyono berujar bahwa FSB akan mengadakan kendurian atas "ditendangnya" Pak Sugi, sekaligus berharap agar special task force alias tukang bersih-bersih, yang dikomandani Mas Lendo Novo, juga ikutan lenyap seiring kepergian Pak Sugi.

Mengapa FSB terlihat begitu "bersebrangan" dengan menterinya yang kinerjanya terlihat apik dan profesional dari luar? Entahlah. Yang pasti bukan cuma FSB saja yang bertepuk tangan, para elit politik pun merasa girang. "Musuh bersama kini telah ditaklukkan". Mengenai alasan sikap FSB, mungkin ini urusan internal Kementrian BUMN yang orang luar tidak tau.

Pak Sugi digantikan oleh Pak Sofyan Jalil. Kehadiran Pak Sofyan bisa diterima oleh FSB, karena Pak Sofyan dulunya Deputi Menneg BUMN semasa Pak Tanri Abeng, so bisa lebih "ngertiin" kondisi internal BUMN.

Kalau Pak Sugi adalah dari kalangan profesionalis, maka Pak Sofyan Jalil, pria Aceh yang mantan Menkominfo ini dulunya pernah jadi tim sukses SBY-JK semasa Pilpres dulu.
Demikian sekilas kabar tentang kesuksesan takluknya "musuh bersama".

Wassalaam,

Papa Fariz
FS account: boedoetsg@yahoo.com


http://www.antara.co.id/arc/2007/5/7/presiden-umumkan-reshuffle-kabinet/

Presiden Umumkan "Reshuffle" Kabinet

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Jusuf Kalla, Senin, sekitar pukul 15.00 WIB di Istana Merdeka Jakarta mengumumkan reshuffle kabinet terbatas yang terdiri dari tujuh posisi menteri yang diganti maupun yang digeser.Ketujuh menteri tersebut adalah Sofyan Djalil yang sebelumnya menjabat Menkominfo menjadi Menteri Negara BUMN menggantikan Sugiharto.

Mohammad Nuh, mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dipercaya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

Hendarman Supandji, mantan Jampidsus dan Ketua Timtastipikor menjadi Jaksa Agung menggantikan Abdul Rahman Saleh.

Hatta Radjasa yang sebelumnya menjabat Menteri Perhubungan, menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menggantikan Yusril Ihza Mahendra.

Jusman Syafii Djamal mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia dan anggota Komisi Nasional Keselamatan Transportasi dipercaya sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Hatta Radjasa.

Ketua Fraksi Partai Golkar yang juga ahli hukum Andi Mattalata dipercaya menjadi Menteri Hukum dan HAM menggantikan Hamid Awaluddin.

Sedangkan yang terakhir adalah Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhamad Lukman Edy dipercaya menjadi menteri Pembangunan Daerah Tertinggal menggantikan Saifullah Yusuf.(*)

No comments: