Posted: 25 Mei 2006
Assalaamu 'alaikum,
Refreshing tentang buku "Confession of an Economic Hit Man".
Edisi bahasa Indonesia-nya sudah terbit, dan kalau gak salah harganya sekitar 75 ribu rupiah.
Konon, tentang pembangunan di Indonesia juga dilakoni oleh sang EHM.
Silahkan baca sipnosis di bawah yang cukup menarik.
Wassalaam,
Papa Fariz
Confessions of an Economic Hit Man (Pengakuan seorang Preman Ekonomi) :
Indonesia Target Penghancuran
Resensi Oleh : Redaksi 31 Oct 2005 - 12:10 am
Fadli Zon : munculnya buku karya Perkins ini menunjukkan bahwa teorikonspirasi yang selama ini dianggap isapan jempol, khususnya di Indonesia,menjadi suatu kenyataan. image imageBuah karya dari negeri Paman Sam itu, ternyata ludes, bakkacanggoreng. Dua ratus eksemplar yang dimasukkan Trisera dari AS, setelah dibagikeempat toko buku yang masih satu grup dengan Gramedia, habis hanya dalamwaktu satu hari. Padahal, harganya tergolong "wah" bagi kebanyakan orangIndonesia, yakni dua ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah perbuku.Buku ini sempat menghebohkan dunia, terutama di AS. Isinya, pengakuanPerkins tentang sepak terjangnya saat menghancurkan negara-negara dunia.Teori konspirasi bukan lagi isapan jempol, tapi suatu kenyataan.Buku yang kini sedang menjadi buah bibir masyarakat dunia itu tak lainadalah Confessions of an Economic Hit Man buah pena John Perkins.Berrett-Koehler Publisher Inc, sebuah penerbit buku-buku ternama yangmenerbitkan buku ini mengaku tidak memiliki sangkut paut apapun dengankorporasi besar dan pemerintah AS saat menerbitkannya."Sekarang sudah habis. Tapi kalau mau beli, tunggu sebulan lagi. Kalautidakada hambatan, buku itu baru ada lagi bulan September. Bahkan kemungkinanbesar pada bulan itu sudah ada buku terjemahannya," kata salah seorangkaryawan Trisera, saat ditelepon SABILI. Beruntung SABILI mendapatkan bukutersebut dari seseorang yang membelinya di salah satu toko buku diSingapurabeberapa waktu lalu.Tak ada yang membantah bahwa buku adalah salah satu referensi utama dalammenulis, tak terkecuali bagi SABILI. Untuk kebutuhan referensi itulah,pekanlalu, SABILI mengontak toko buku Trisera, salah satu anak perusahaanGramedia Grup. Dengan menelepon langsung toko buku yang menjual bukuterbitan Berrett-Koehler Publishers Inc, San Fransisco, Amerika Serikat(AS)yang jadi best seller itu, SABILI berharap bisa memperolehnya."Independensi ini menyebabkan Berrett-Koehler tidak terafiliasi denganpihak-pihak yang bisa menekan kami untuk keep quiet," kata Senior ManagingEditor Berrett-Koehler, Jeevan Sivasubramaniam, menjawab pertanyaan melaluie-mail sebuah harian yang terbit di Jakarta.Buku yang membuat heboh dunia ini terbilang unik. Jika kebanyakan bukuditulis oleh para pengamat atau orang ketiga, namun buku ini langsungditulis oleh seorang "pelaku" atau "pemain" nya sendiri. Isinya punterbilang "luar biasa": mengungkap pengakuan tentang sepak terjang Perkinssebagai economic hit man (EHM) yang berusaha menghancurkan negara-negaralain selama lima belas tahun. imagePada 1971, Perkins direkrut Chas T Main, sebuah firma konsultan asalBoston. Di firma itu, jebolan fakultas ekonomi ini, diangkat sebagai kepalaekonomi yang memimpin 50 orang staf. Chas T Main sendiri memiliki sekitardua ribu orang pegawai.Perkins dan sejumlah temannya memiliki sebutan sebagai economic hit manataupembunuh ekonomi. Mereka bertugas di bawah Pengawasan Dewan KeamananNasional atau National Security Agency (NSA), salah satu lembaga keamanandan intelijen terkemuka di AS.Ia seorang konsultan "istimewa". Posisinya tidak hanya sekadar mengegolkankesepakatan bisnis negara-negara berkembang atau dunia ketiga dengan AS,tapi juga membangun kerajaan imperium AS di dunia. Perkins berusahamenciptakan situasi, dimana semakin banyak sumber penghasilan mengalir keASatau ke perusahaan-perusahaan milik AS.Buku ini juga menceritakan, imperium itu dibangun bukan melalui persainganyang sehat dan jujur, tapi dengan cara-cara yang kotor. Mereka melakukannyamelalui manipulasi ekonomi, kecurangan, penipuan, seks, merayu orang untukmengikuti cara hidup Amerika dan lainnya.Tugas utama Perkins adalah membuat kesepakatan untuk memberi pinjaman kenegara lain, jauh lebih besar dari yang negara itu sanggup bayar. Iamengakupernah menjalankan kebijakan ini di sejumlah negara dunia, sepertiIndonesiadan Ekuador.Dalam kesepakatan antarnegara itu, ia berusaha menekan negara-negara lainagar memberikan 90 persen dari pinjamannya kepada perusahaan-perusahaan AS,seperti Halliburton atau Bechtel. Kemudian perusahaan-perusahaan AStersebutakan masuk membangun sistem listrik, pelabuhan, jalan tol dan lainnya dinegara-negara berkembang.Masih dalam buku itu, setelah mendapatkan utang, AS akan memeras negaratersebut sampai tak bisa membayarnya. Dengan alasan itu, barulah AS akanmendesak negara-negara lain untuk menyerahkan sumber kekayaan alamnya,seperti minyak, gas, kayu, tembaga dan lainnya ke AS. Bagaimana jikanegara-negara itu menolak? Perkins menyatakan, mereka bisa saja dibunuh.Inibukan isapan jempol. Dua tokoh dunia, yakni Presiden Panama Omar TorijosdanPresiden Ekuador Jaime Rojos dibantai karena menolak kerja sama dengan AS.Perkins meyakini, jatuhnya pesawat yang ditumpangi Torijos tahun 1981,dilakukan Jackals, satuan dari dinas intelijen CIA, disebabkan Torijosmenolak proposal proyek pembangunan Terusan Panama dari Bechtel. Untukproyek tersebut, Torijos ternyata lebih memilih kontraktor asal Jepangketimbang Bechtel. imageTerbitnya buku Confession of an Economic Hit Man karya Perkins inisontak mengundang komentar kritis dari para pengamat politik dan ekonomiIndonesia. Satu di antaranya datang dari pakar ekonomi asal UniversitasGadjah Mada (UGM) Yogyakarta Revrisond Baswir.Pengamat ekonomi yang berada di garda terdepan dalam mendorong ekonomikerakyatan itu menganggap, buku ini semakin mempertegas tesisnya selama inibahwa utang (pinjaman) luar negeri hanyalah alat negara-negara besar,seperti AS untuk menjajah negara-negara lain. "Sebelum membaca buku ini,saya sudah banyak menulis makalah, baik di seminar atau surat kabar bahwautang luar negeri dipakai negara-negara pemberi utang untuk menjalankanpolitik imperialisme kepada negara lain," tuturnya.Pinjaman luar negeri di mata Revrisond tidak lain sebagai akal bulusnegara-negara besar kepada negara lain. Nawaitu memberikan utang kepadanegara lain, menurutnya, bukan untuk membantu pembangunan, tapi untukmengeruk kekayaan alam negara-negara lain, seperti Indonesia. "Tak adaceritanya utang luar negeri untuk membantu pembangunan negara. Hal ini taklain merupakan proses pembohongan publik," ujarnya, prihatin dengan sikappemerintah yang terus menerus mengandalkan utang asing untuk pembangunaninfrastruktur negara.Bahkan, jika dilihat cara-caranya, politik imperialisme negara-negarabesar,terutama AS, menurut Revrisond mirip dan sebangun dengan politikimperialisme yang dibangun kolonial Belanda saat menjajah Indonesia dulu.Spirit dan tujuannya sama, namun komoditasnya saja yang berbeda. "DuluBelanda mau berdagang rempah-rempah, tapi ia mencoba menguras Indonesiadengan mengambil keuntungan dari bisnis rempah-rempah, seperti gula danperkebunan. Tapi AS, sejak tahun 1960-an lebih berorientasi ke sumber dayaalam," katanya.Meski merasa gerah dengan politik kotor negara-negara besar, seperti AS,kepada negara-negara lain, namun ia meminta seluruh masyarakat janganlengahterhadap orang-orang yang cenderung menjadi kaki tangan negara-negara besaryang beroperasi di Indonesia.Ia berpendapat, negara-negara besar tidak akan berhasil "menjajah"Indonesiajika tidak ada orang-orang yang mendukungnya di Indonesia. "Karena kerjasama itu dilakukan dengan berbagai cara, jadi pejabat-pejabat yang terlibatdalam pembuatan utang luar negeri perlu diwaspadai," ujarnya kerasmengritikpara pengamat ekonomi yang menjadi kaki tangan asing di Indonesia. imagePandangan Direktur Eksekutif Institut for Policy Studies (IPS) FadliZon nampaknya layak disimak. Menurutnya, munculnya buku karya Perkins inimenunjukkan bahwa teori konspirasi yang selama ini dianggap isapan jempol,khususnya di Indonesia, menjadi suatu kenyataan."Ini bukan isapan jempol, tapi menjadi pembenaran terhadap teori konspirasitersebut," tegasnya, sambil menyatakan percaya bahwa peristiwa politik yangterjadi selama ini, khususnya di Indonesia tidak lepas dari peran sertanegara-negara besar, seperti AS dalam rangka melanggengkan hegemoninya.Sebagai pengamat politik yang terus mencermati tren politik global,terbitnya buku karya John Perkins ini tentu saja menggembirakan, sekaligusmembenarkan asumsinya selama ini. Berdasarkan pengamatannya selama ini,setiap proses perkembangan ekonomi negara-negara berkembang, termasukIndonesia, banyak sekali jebakannya, terutama jebakan utang hinggaIndonesiatidak mampu membayar pinjaman. Itu membuat mereka mengambil proyek-proyekstrategis. "Ini adalah traps (jebakan) yang mereka buat," ujarnya.Meski Perkins menceritakan adanya tahapan pembunuhan bagi pemimpin yangtidak menaati kesepakatan dengan negara-negara besar, namun Fadli Zonberpendapat, di Indonesia policy mereka belum sampai ke tahap pembunuhan,apalagi invasi militer.Keengganan mereka melakukan pembunuhan dan invasi militer, menurut FadliZon, karena pemimpin Indonesia sangat kooperatif. Mereka tidak menjalankanpolitik konfrontatif dengan negara-negara besar. Bahkan dalam koridorinternasional, sering kali Indonesia mengekor policy mereka."Yang terjadi di Indonesia baru economic hit man. Negara-negara besar belumperlu menjalankan policy pembunuhan atau invasi militer. Namun hanya dengantahap pertama itu, mereka sudah bisa mengeliminir peran para pemimpinIndonesia untuk tunduk pada kebijakan mereka," katanya, prihatin dengansikap para pemimpin Indonesia yang lembek dan menurut saja pada kemauannegara-negara besar dunia.Buah karya Perkins ini sebenarnya merupakan komplementer dari buku-bukukarya penulis dunia lain, seperti Josep Stiglitz. Dalam berbagai bukunya,ekonom dunia ini acap kali menghantam kebijakan lembaga-lembaga keuangandunia, seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yangdianggap tidak jujur saat melakukan kesepakatan dengan negara berkembangatau negara dunia ketiga.Dalam bukunya yang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia tersebut,Stiglitz menilai bahwa kebijakan-kebijakan imperialisme negara-negara besarterhadap negara lain tidak lepas dari kebijakan IMF, World Bank dan lembagakeuangan dunia lainnya. Bahkan ia pun mengritik kebijakan AS yangmenurutnyasering ikut campur kepentingan negara-negara lain.Sampai tulisan ini selesai dibuat, SABILI belum mendapatkan konfirmasi daripihak Kedutaan Besar AS perihal buku ini. Saat SABILI mengajukan permohonanwawancara kepada Dubes AS B Lynn Pascoe, Atase Pers Kedubes AS Max Kwakmengirim surat yang isinya permohonan maaf bahwa Pascoe belum dapatmemenuhipermohonan SABILI.Jika dicermati secara teliti, apa yang ditulis Perkins dalam bukunyatersebut, banyak kemiripannya dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Takcukup mengendalikan politik, AS juga merampas kekayaan Indonesia. Jikakonspirasi itu yang sedang terjadi, maka bukan tidak mungkin saat iniIndonesia sedang berada di ambang kehancuran.Siapa pun dia, tentu saja tidak akan rela jika negaranya dijajah bangsalain. Agar terlepas dari cengkeraman itu, bangsa Indonesia harus beranimenolak utang negara-negara besar yang bertujuan menghancurkan Indonesia.Selain itu, masyarakat juga harus berani "membersihkan" orang-orang yangmenjadi kaki-tangan asing di Indonesia. (Sabili)Rivai HutapeaSimak beberapa artikel dibawah inireferensi berbagai sumber imageSinopsisDalam cerita pribadi yang memukau ini, Perkins menceritakan perjuanganpribadinya dari seorang pelayan kerajaan menjadi pejuang yang gigih untukhak asasi manusia dan orang-orang tertindas. Seebagai hasil rekutmenterselubung oleh United States National Security Agency dan tercantumsebagai penerima gaji dari perusahaan konsulatan internasional, diaberkelana ke berbagai pelosok dunia - ke Indonesia, Panama, Ekuador,Kolumbia, Saudi Arabia, Iran dan negara strategis lainnya.Pekerjaannya adalah menerapkan kebijakan yang mempromosikan kepentingankorporatokrasi (Koalisi pemerintah, bank dan korporasi) Amerika Serikat,sambil menyatakan minat mengurangi kemiskinan - suatu kebijakan yangsebenarnya mengasingkan berbagai bangsa serta meyebabkan peristiwa 11September dan meningkatkan Anti-Amerika.Daftar IsiBAGIAN I: 1963 -1971BAB 1 Seorang Economic Hit Man Lahir..1BAB 2 "Untuk Seumur Hidupmu"...... 12BAB 3 Indonesia: Pelajaran untuk Seorang EHM ....22BAB 4 Menyelamatkan Sebuah Negara dari Komunisme.....26BAB 5 Menjual Jiwaku .....32BAGIAN II: 1971- 1975BAB 6 Peranku Sebagai Penyelidik ....41BAB 7 Mengadili Peradaban...... , 46BAB 8 Yesus, Dilihat Secara Berbeda..... 52BAB 9 Kesempatan Seumur Hidup....... 57BAB 10 Presiden dan Pahlawan Panama ....64BAB 11 Perompak di Zona Terusan ......70BAB 12 Prajurit dan Pelacur ..........74BAGIAN III ; 1975 - 1981BAB 17 Negosiasi Terusan Panama dan Graham Green....113BAB 18 Raja Diraja Iran .....122BAB 19 Pengakuan Seorang Laki-Laki yang Dianiaya......128BAGIAN IV : 1981 - SekarangBAB 26 Kematian Presiden Ekuador ........175BAB 27 Panama : Kematian Presiden Lain..181BAB 28 Perusahaan Energiku, Enron dan George W. Bush......185Kutipan dari Kompas..Pengakuan PerkinsNamanya John Perkins, warga Amerika Serikat yang mengungkapkan jaringancorporatocracy. Inilah ilmu tentang mencari untung sebanyak- banyaknyadengan memeras habis negara yang mudah dikelabui, seperti Indonesia.Lewat bukunya, Confessions of An Economic Hit Man (2004), ia mengaku salahdan menyesali mengapa para pemimpin negaranya belum berubah. Ah, takapa-apakarena di sini juga belum ada perubahan kok.Perkins adalah economic hit man (EHM) untuk sebuah perusahaan konsultanMAINdi Boston, AS. Cara kerja mereka mirip dengan mafia karena menggunakansegala caraâ?"termasuk membunuh atau mempekerjakan pelacurâ?"untuk mencapaitujuan politik dan ekonomi.Ia menulis bahwa EHM bertanggung jawab atas terbunuhnya Presiden PanamaOmarTorrijos dan Presiden Ekuador Jaime Roldos. Dua kepala negara di AmerikaLatin ini mesti dilenyapkan karena menentang ilmu cari untung itu, yangdijalani Gedung Putih dan para eksekutif eksklusif.Kita melakukan pekerjaan kotor. Tak ada yang tahu apa yang kamu lakukan,termasuk istrimu. Kamu mau ikut atau tidak? Kalau mau, kamu dilarang keluardari kantor ini sampai mati,â? kata sang bos Perkins yang suatu haritiba-tiba raib ibarat hantu.Tugas pertama Perkins membuat laporan fiktif agar lembaga- lembaga bantuan(Perkins menyebut IMF, Bank Dunia, dan USAID) mau mengeluarkan utang. Danaitu disalurkan ke proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan berbagaiperusahaan top AS, seperti Bechtel dan Halliburton.Tugas kedua, Perkins harus membangkrutkan negeri penerima utang. Setelahtersandera utang setinggi gunung, barulah si negara penerima dijadikan kudayang dikendalikan sang kusir.Presiden negara pengutang akan ditekan supaya, misalnya, memberikan votingpro-AS di Dewan Keamanan PBB atau memberikan lokasi untuk pangkalan militerAS. Bisa juga Washington menekan agar negeri pengutang menjual ladangminyakatau kekayaan alam lainnya.Selama tiga bulan di tahun 1971 Perkins keliling Indonesia menyiapkandongeng tentang pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita (GNP) kita.Angka-angka itu digelembungkan setinggi mungkin mendekati langit ketujuh.Angka-angka catutan itu dilaporkan kepada Bank Dunia atau IMF. Paraeksekutif di situ juga tukang-tukang ngibul yang serentak menganggukkankepala sambil berdecak kagum, â?Wow, Indonesian economy is going to begreat, yes?â?Bos Perkins bilang, Presiden AS Richard Nixon ingin Indonesia diperassampaikering seperti kain pel habis dipakai melantai. Negeri ini ibarat realestatterbesar di dunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni Soviet atau China.â?Berbicara tentang minyak bumi, kita tahu bagaimana negara kita tergantungdarinya. Indonesia bisa menjadi sekutu kuat kita dalam soal itu,â? kata bosPerkins, Charlie Illingworth, suatu kali di Bandung.Corporatocracy antara elite politik dan bisnis AS itu disambut hangat parapejabat kita. Paling penting, rekening bank para pejabat itu tak bolehsampai tinggal keraknya doang seperti tungku penanak beras.Maka orang-orang Gedung Putih, Bechtel, Halliburton, lembaga-lembagabantuan, MAIN, dan para pejabat itu saling tersenyum dan mengedipkan mata.Proyek â?pembangkrutanâ? (bukan pembangunan) Indonesia pun dimulai.Maka dimulailah lingkaran setan utang luar negeri yang dielu-elukan olehideologi pembangunan. Bukan cuma mau bangun prasarana, baru bangun tidurpunpara pejabat kita langsung kabur mau ngutang dulu ke kantor perwakilan IMFatau Bank Dunia.Nah, persekutuan antara corporatocracy AS dan cleptocracy (penyakit klepto)yang diderita elite Orde Baru itu berjalan mesra selama puluhan tahun.Rakyat Indonesia bengong saja seperti obat nyamuk yang menemani orang lagipacaran.Tujuan rahasia pembangunan proyek-proyek infrastruktur itu, keuntungansebanyak-banyaknya untuk Bechtel, Halliburton, dan sejumlah perusahaan AS.Tujuan rahasia lainnya, memperkaya penguasa dan keluarganya di sini agarloyal kepada jaringan corporatocracy tersebut.Semakin banyak utang yang dipinjamkan ke Indonesia, semakin baik. Selamatiga bulan keliling Indonesia, Perkins menjadi EHM yang andal meskipunkadang kala terganggu hati nuraninya menyaksikan kemiskinan di sini.Berkat pengalaman pertamanya di Indonesia, Perkins berkali-kali dipercayamelakukan tugasnya sebagai â?hit manâ? di berbagai negara. Secaradiam-diam dia menyiapkan buku Confessions yang dia tulis antara lainsebagaiungkapan minta maaf.Setelah peristiwa 11 September 2001 terjadi di New York City (AS), Perkinsmenjadi salah seorang warga AS yang berani bersikap kontroversial. Diabilang, tak usah terkejut tragedi tersebut terjadi karena itu salahnyajaringan corporatocracy yang dulu â?bermain apiâ? dengan menjadikan Osamabin Laden sebagai sekutu.Bin Laden didukung jaringan corporatocracy untuk mendongkel rezim diAfganistan yang pro-Uni Soviet. Perkins mengungkapkan pula bagaimanadirinyamenyiapkan seorang pelacur kelas tinggi di AS untuk melayani kebutuhanseorang pangeran Arab Saudi sebagai bagian dari tugasnya di MAIN.Anda sebaiknya membaca buku Perkins. Semoga ada penerbit di sini yang maumembeli hak penerbitan sekaligus menerjemahkannya supaya dibaca anak-anakdan cucu-cucu kita.Setelah membaca buku Perkins, hati menggumamkan Siapa Suruh Datang Jakarta,lagu Manado yang tenar di kalangan demonstran. Sapa suruh jual BlokCepu/Sapa suruh jual Blok Cepu/Sandiri suka sandiri rasa..Confessions of an Economic Hit Man (Pengakuan seorang Preman Ekonomi)John PerkinsPenerbit : Berrett-Koehler Publishers, Inc., San FranciscoISBN : 1-57675-301-82004 250 hlmSecara sederhana, judul buku berbahasa Inggris ini bisa diterjemahkansebagai "Pengakuan seorang Preman Ekonomi" -- mungkin terdengar kurangilmiah, atau kurang mengikuti peristilahan formal ilmu ekonomi. DalambahasaInggris, Economic Hit Man-atau dalam buku ini disingkat menjadi EHM-jugatidak dikenal wacana ekonomi umum. Di sinilah letaknya keunikan buku ini:melalui pengakuannya ini, John Perkins menguak tabir rahasia yang menutupiberbagai rekayasa politik ekonomi serta strategi korporatis yang kinidikenal sebagai globalisasi.Buku ini menceritakan pengalaman penulis sendiri yang pada tahun 1970an dan1980an bekerja sebagai konsultan ekonomi, khususnya membuat prediksiperekonomian (economic forecaster), pada P.T. MAIN, perusahaan yangbergerakdi bidang perlistrikan dan pada tahun 1970an awal (jadi pada awalberdirinyaOrde Baru di bawah Soeharto) membuka kerjasama dengan Perusahaan ListrikNegara Indonesia. Perkins sendiri direkrut oleh perusahaan tersebut untukmemulai kariernya sebagai EHM dengan penugasan pertama ke Indonesia untukmembangun sistem perlistrikan baru untuk melayani bidang perindustrian(ringan) yang sedang dirancang. Barangkali isu yang paling penting dalambuku ini ialah bagaimana berbagai proyek pembangunan-dan terutamapembangunan infrastruktur yang saat ini sedang melejit lagi-menjadi saranauntuk menjerat negara-negara yang sedang membangun dalam libatan hutangtanpa ujung, hutang yang menyengsarakan rakyat sambil menambah kekayaankorporasi.Di Amerika, si penulis mengalami kesulitan mencari penerbit. Kalanganpenerbit mainstream rata-rata menolak menerbitkan naskahnya. Penerbit yangberminat mengatakan bisa menerbitkan kalau diterbitkan sebagai karya fiksi,bukan sebagai laporan kenyataan, apalagi sebagai pengakuan. Akhirnya, bukuini diterbitkan oleh pers alternatif kecil di San Francisco yang tidakdimiliki korporasi internasional. Keresahan penerbit yang menolaknya dapatdibayangkan dari pembukaan buku ini:"Economic hit men (EHMs-Preman Ekonomi) adalah profesional2 dengan bayarantinggi yang melakukan penipuan bernilai trilyunan dollar terhadapnegara-negara di seantero bumi. Mereka menyalurkan uang dari Bank Dunia(World Bank), U.S. Agency for International Development (USAID-BadanAmerikaSerikat untuk Pembangunan Internasional, sebuah badan pemerintah), danorganisasi2 "bantuan" lainnya supaya masuk ke pundi2 korporasi2 besar dankocek segelintir keluarga kaya yang mengendalikan sumberdaya alam seluruhplanit bumi. Alat-alatnya termasuk laporan2 keuangan palsu, pemilihan umumyang direkayasa, uang sogok, sumbangan2 paksa, sex, dan pembunuhan. Merekamemainkan sebuah permainan yang sudah setua imperium, tetapi yang sekarangtelah mempunyai dimensi2 baru yang sangat mengerikan dalam masa globalisasiini.Sudah sepantasnya saya tahu; saya sendiri seorang EHM."Buku tersebut didedikasikan penulis kepada presiden dari dua negara yangpernah menjadi kliennya: Jaime Roldos, presiden Ecuador, dan Omar Torrijos,presiden Panama, yang keduanya tewas dalam kecelakaan kendaraan. Menurutpenulis, kematian mereka bukan kecelakaan; mereka sebenarnya dibunuh karenamenentang konspirasi korporasi, pemerintah dan kepala2 bank yang bertujuanmendirikan imperium global. Karena para EHM sendiri tidak berhasil mengubahhaluan politik ekonomi Roldos dan Torrijos, maka pembunuh2 yang direstuiCIAmengambil alih tugas mereka.Kutipan di atas ditulis untuk pertama kali pada tahun 1982, tetapi setiapkali, si penulis menerima ancaman atau sogokan besar untuk menghentikanpekerjaannya itu. Seorang penerbit mainstream sangat tertarik pada buku itutetapi ia terpaksa menolaknya karena ia tahu bahwa ia tidak bisa mengambilrisiko menerbitkan buku itu karena kepala-kepala eksekutifnya tidak akanmenyetujuinya.Si penulis bercerita bagaimana pelatihnya (seorang perempuan bernamaClaudine) mengatakan, "Tugasku ialah untuk membentukmu menjadi seorangpreman ekonomi. Tidak seorang pun yang boleh mengetahui keterlibatanmu,bahkan isterimu tidak boleh." Cerita mengenai Claudine ini membeberkancara2rekayasa yang dipakai dalam rekrutmen dan pelatihan EHM: "Ia cantik danpandai, dan sangat efektif; ia memahami kelemahan2ku dan menggunakannyasebagai peluang besar. . Claudine tidak menggambarkan tugas2ku denganhalus.Tugasku, katanya, ialah 'untuk mendorong supaya pemimpin2 dunia menjadibagian dari jaringan luas yang memajukan kepentingan ekonomi AS. Padaakhirnya, pemimpin2 itu akan terjerat dalam libatan hutang dan ini menjaminloyalitas mereka. Kami akan bisa menggunakan mereka kapan saja kamiinginkan-untuk memenuhi kebutuhan2 politik, ekonomi atau militer kami.Sebaliknya, mereka memperkuat posisi politik mereka dengan cara memberizona2 industri modern, pembangkit tenaga listrik, dan lapangan terbangkepada rakyat mereka. Pemilik2 perusahaan engineering/konstruksi AS akanmenjadi amat sangat kaya."Lanjut Perkins,"Sekarang ini kita melihat hasil2 sistem ini yang sudah mengamuk tanpabatasan. Para eksekutif di perusahaan2 kami yang paling dihormati menyewaorang dengan upah mirip dengan upah hamba untuk bekerja dalam kondisi takmanusiawi di gudang2 keringat Asia. Perusahaan2 minyak semau-maunyamembuanglimbah racunnya ke dalam sungai2 hutan, dengan sadar membunuh manusia,hewandan tanaman, dan melakukan genosida terhadap kebudayaan2 kuno. Industripharmaci menolak memberikan obat2an yang menyelamatkan kepada berjuta orangAfrika yang kena HIV. Duabelas juta keluarga di Amerika Serikat sendirikekurangan pangan. Industri enerji mencipta Enron. Industri akuntansimencipta Anderson. Rasio pendapatan 1/5 penduduk dunia di negara2 terkayadengan pendapatan 1/5 penduduk dunia termiskin melejit dari 30 banding 1pada tahun 1960 menjadi 74 banding 1 pada tahun 1995. Amerika Serikatmengeluarkan lebih dari $87 milyar untuk berperang di Irak, sementara PBBmemperkirakan bahwa dengan jumlah yang tidak sampai separuh jumlah itu,kitabisa menyediakan air bersih, gizi yang layak, layanan sanitasi, danpendidikan dasar bagi setiap manusia di bumi."Dan Perkins bertanya: "Dan kami heran kenapa kami diserang teroris?"Sebagai seorang preman ekonomi, Perkins bertanggungjawab untuk membuatforecast ekonomi untuk proyek besar (di Indonesia, proyek listrik) yangmendukung proyek pembangunan tersebut. Segala hal yang tidak mendukung,tidak boleh dimasukkan, terutama dampak negatif bagi penduduk yang sudahmiskin. Perkins bercerita bagaimana seorang forecaster ekonomi seniorAmerika dipecat karena hanya membuat "load forecast" (untuk menghitungproyeksi kebutuhan beban listrik) sebesar 8% per tahun. "Delapan persensetahun. Itulah load forecast yang dibuatnya. Percayakah anda? Dalam negarayang begitu potensial seperti Indonesia!" (hal. 52). Lanjutnya, "CharlieIllingworth mengatakan bahwa forecast ekonomi anda tepat sekali dan akanmembenarkan pertumbuhan beban listrik antara 17 dan 20%. Tepatkah itu?'"'Saya mengatakan itu tepat.Ia berdiri dan menjabat tanganku. 'Congratulations. Kamu baru mendapatpromosi.'" (hal 53).Setelah itu si penulis bekerja keras untuk menghasilkan forecast yangdibutuhkan. "Saya memusatkan perhatian pada penulisan laporan mengenaiekonomi Indonesia dan mengubah forecast beban Howard (ekonomi yangdipecat).Saya menghasilkan jenis studi yang diinginkan para boss saya: pertumbuhanpada permintaan listrik rata2 19 percent per tahun sepanjang 12 tahunsetelah sistem baru diselesaikan, menurun menjadi 17 persen selama 8 tahunberikutnya, kemudian stabil pada tingkat 15 persen untuk sisa masa proyeksiyang seluruhnya berjangka 25 tahun." Ketika ia sendiri mengalami keraguan,ia mengingat nasehat yang pernah diberi Claudine: "Siapa yang bisa melihat25 tahun ke depan?...Tebakanmu sama sahnya dengan tebakanku. Percaya diriadalah segala-galanya." Dengan modal percaya diri ini, laporannya diterimadan menentukan pembangunan infrastruktur listrik untuk Indonesia. Dansiklusjerat hutang bermilyar dollar yang masih mengancam kehidupan warganegarasampai hari ini. Subsidi BBM dicabut, pendidikan umum dan kesehatandiswastakan. Masalah2 besar ini yang sesungguhnya merupakan ancamanterbesaryang membuat masyarakat resah dan merasa tak aman.Buku ini juga bercerita mengenai keterlibatan penulis dalam proyek2pembangunan di Arab Saudi, keterlibatan para EHM di Iran dan di negara2Amerika Tengah dan Selatan. Kadang2 memang terasa menjadi sangat pribadi,tapi justru kelihaian yang merekrut preman2 ini ialah menggunakankerinduan2pribadi, kerinduan akan kasih sayang, akan nama terhormat, akan kekayaan.Confessions of an Economic Hit ManBarangkali Anda tertarik dengan teori konspirasi, terutama yang adakaitannya dengan bisnis global dan ekonomi dunia. Teori ini, meskipun sayapribadi menganggap "biasa-biasa" saja, tetapi mungkin cukup menarik untukdibaca dan direnungkan. Dan ya, berikut saya kutipkan transkrip wawancaradengan John Perkins, mantan anggota "perusak ekonomi" (economic hit men)yang baru saja merilis buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man.Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankirinternasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, iamenjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, iamembantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengantrilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan merekauntuk membayar, dan kemudian menguasainya. Berikut transrip wawancaranya.John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak ekonomi"(economic hit men) - seorang profesional yang dibayar mahal untukmencuranginegara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yanglalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, Conscience of anEconomic Hit Men.Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara,mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spiritkebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos(presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan.Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena merekamenolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankanyang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusakekonomi (economic hit men), telah gagal mempengaruhi Roldós dan Torrijos,dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala pengeksekusi" yangselalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu.Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiapkejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi:invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dankebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuatsaya berhenti."Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Bukuini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins bersamakami di studio Firehouse.AMY GOODMAN John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse. Selamatdatang di Democracy Now!JOHN PERKINS Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.AMY GOODMAN Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke,jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Andamenamakannya.JOHN PERKINS Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaankami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasidimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negaraini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahankita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kamitelahmembangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benarsangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimanaserbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidakseperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melaluimanipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukansehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para economic hit men. Sayaadalah salah satu bagian utama dari hal itu.AMY GOODMAN Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?JOHN PERKINS Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an olehBadan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesarAmerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnyasaya bekerja pada perusahaan swasta. Economic hit man yang pertama telahpulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy)berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilihsecara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernahmenjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year).Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah -ataumungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaandolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlahbaik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kamiberhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agenCIA.Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkanbanyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, denganmempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakanorganisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadieconomic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja padaperusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaankonstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya denganpemerintah.AMY GOODMAN Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.JOHN PERKINS Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Maindi Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadipimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yangutama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang padanegara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan merekamengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu -katakanlah denganutang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atauEcuador- negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu,kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaanAmerika,untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar(Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudianmembangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semuapada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu paraorang-orang kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara ituakan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang takmungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka.Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kitake Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu,maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yangdipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutantropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karenamereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutangraksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu(Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadipelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium. Takada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benarkeberhasilan luar biasa.AMY GOODMAN Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis bukuConfessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan danalasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda?Siapa yang menyogok Anda atau siapa- apakah sogokan itu Anda terima?JOHN PERKINS Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-anuntuk tidak menulis buku ini.AMY GOODMAN Dari?JOHN PERKINS Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.AMY GOODMAN Yang mana?JOHN PERKINS Bicara secara legal, ini bukanlah.. - Stoner-Webster. Bicarasecara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. - saya dibayar atasnama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya takmengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangatmudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an EconomicHitMan, itu adalah - saya adalah - itu mudah dimengerti ketika saya menerimauang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapisaya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan),ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yangpada saat itu saya beri judul Conscience of an Economic Hit Man. Dan sayaharus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yangluarbiasa - ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya -AMY GOODMAN Tentu, itulah tentunya isi buku itu.JOHN PERKINS Iya, dan saat itu,. kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA,mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Merekamenemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Merekamenggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu seks,kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluargaInggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral.Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan sayapikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnyasistemitu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" seks, uang, dan kekuasaan, sehinggadapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jikasaya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akansangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapasaya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harusdimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnyakebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya,bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kitadigunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.AMY GOODMAN Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Andamengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasiamenyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali keekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arabdanpemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.JOHN PERKINS Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Sayamengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untukmengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPECmenggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kitaantre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akanmengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi- ini samasekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen Keuangan (TreasuryDepartment) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kamikemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ..AMY GOODMAN Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.JOHN PERKINS Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalahpimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya takseorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu?Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudiadalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrolsituasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujuimengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan merekamenginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S.Government Securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga darisekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untukmembangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kitamengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyakdalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannyabertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selamamereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kitamencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi,tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men inigagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan"serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA,dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkansebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukanoperasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampumenjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai-- pasukan penjaganya (bodyguards)terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalumereka melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan thejackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kitadikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kitakerjakan di Irak.AMY GOODMAN Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?JOHN PERKINS Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telahmenandatangani Perjanjian Kanal (Canal Treaty) dengan Carter - dan, kamutahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Iniadalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi danbernegosiasidengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepangberkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu. PerundinganTorrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnyaadalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. KetikaCarter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik- apa sebenarnya yangterjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, laluSchultzmenjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechteljugamenjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos -mencobamenegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan denganJepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalamdirinya,tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yangmengagumkan,si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yangmengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledakbersamanya, dimana -- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja samadengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para"serigala-serigala" (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian,pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Sayatak meragukan sama sekali bahwa ini adalah "sanksi" dari CIA, dan sebagianbesar - para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama.Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).AMY GOODMAN Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?JOHN PERKINS Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujukrayu. Kekuatan obat-obatan, seks, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalusangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorangyang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang RobertMcNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.AMY GOODMAN Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?JOHN PERKINS Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakanhampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) danIMF.Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubahpandangan.Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadipada11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan.Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali,dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistemkita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan sayapercaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia daninstitusilain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitumerekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong,sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia matikelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.AMY GOODMAN John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telahbersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of anEconomic Hit Man.---[1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dariwawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).
No comments:
Post a Comment